Maroko Hancurkan Kanada 3-0, Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Maroko memastikan diri menjadi salah satu tim yang melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah tampil meyakinkan dengan menundukkan Kanada 3-0 pada laga 16 besar di Houston Stadium, Minggu 5 Juli 2026 dini hari WIB.

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri langkah Kanada yang berstatus sebagai salah satu tuan rumah turnamen.

Sejak peluit awal dibunyikan, Maroko tampil lebih dominan dalam penguasaan bola.

Namun, rapatnya lini belakang Kanada membuat Singa Atlas kesulitan menciptakan peluang berbahaya pada babak pertama.

Bahkan, catatan expected goals (xG) mereka nyaris tak bergerak dengan angka hanya 0,02.

Situasi semakin menantang bagi Maroko ketika penyerang Ismael Saibari harus meninggalkan lapangan akibat cedera pada menit ke-22.

Pelatih Mohamed Ouhabi kemudian memasukkan Soufiane Rahimi sebagai pengganti demi menjaga ketajaman lini depan.

Di tengah dominasi penguasaan bola Maroko, Kanada justru beberapa kali menciptakan ancaman yang lebih nyata.

Jonathan David hampir membawa timnya unggul, tetapi penyelesaiannya berhasil dimentahkan Yassine Bounou.

Tak lama berselang, Tani Oluwaseyi juga memperoleh peluang emas, namun kembali gagal menaklukkan kiper Maroko yang tampil gemilang.

Laga berlangsung keras sepanjang babak pertama. Wasit harus mengeluarkan enam kartu kuning dalam 45 menit pertama.

Sementara kedua tim hanya mampu melepaskan total lima tembakan sehingga pertandingan berjalan minim peluang bersih.

Selepas jeda, wajah permainan Maroko berubah drastis. Intensitas serangan meningkat dan hasilnya langsung terlihat pada menit ke-50.

Memanfaatkan umpan Achraf Hakimi, Azzedine Ounahi melepaskan penyelesaian akurat yang mengubah skor menjadi 1-0.

Gol tersebut memaksa Kanada bermain lebih terbuka. Jesse Marsch merespons dengan memasukkan Cyle Larin pada menit ke-63 sebelum menambah tenaga baru lewat Promise David dan Jacob Shaffelburg pada menit ke-79.

Namun, perubahan itu justru membuka lebih banyak ruang bagi Maroko. Delapan menit menjelang waktu normal berakhir, Ounahi kembali menjadi pembeda.

Gelandang kreatif itu sukses menuntaskan assist Brahim Diaz untuk mencetak gol keduanya sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Kanada berupaya mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir. Akan tetapi, keberanian mereka menyerang dimanfaatkan Maroko melalui skema serangan balik cepat.

Pada masa injury time, Brahim Diaz kembali berperan penting setelah mengirim umpan matang kepada Soufiane Rahimi.

Penyerang yang masuk dari bangku cadangan itu tanpa kesulitan menaklukkan Maxime Crepeau dan mengunci kemenangan Maroko dengan skor telak 3-0.

Kemenangan ini mengantarkan Singa Atlas ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Maroko kini tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang pertandingan antara Paraguay dan Prancis.

Susunan Pemain

Kanada (4-4-2): Maxime Crepeau; Alistair Johnston, Luc De Fougerolles, Moise Bombito, Richie Laryea; Tajon Buchanan, Niko Sigur, Stephen Eustaquio, Ali Ahmed; Jonathan David, Tani Oluwaseyi.

Pelatih: Jesse Marsch.

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Redouane Halhal, Noussair Mazraoui; Ayyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui; Brahim Diaz, Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss; Ismael Saibari.

Pelatih: Mohamed Ouhabi.(*)




Kolombia Lolos ke 16 Besar! Gol Jhon Arias Singkirkan Ghana dari Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Kolombia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Ghana dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Kansas City Stadium, Sabtu 4 Juli 2026.

Gol semata wayang Jhon Arias pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut.

Kemenangan ini membawa Los Cafeteros melangkah ke fase berikutnya untuk menghadapi Swiss dalam perebutan tiket perempat final.

Gol Cepat Arias Bawa Kolombia Unggul

Laga berlangsung terbuka sejak menit awal dengan kedua tim sama-sama tampil agresif.

Kolombia lebih dulu kehilangan Jhon Cordoba yang mengalami cedera pada menit kedelapan. Penyerang tersebut digantikan Luis Suarez.

Tak lama berselang, Ghana juga melakukan pergantian setelah Marvin Senaya mengalami cedera dan posisinya digantikan Alidu Seidu.

Perubahan itu justru memberi dampak positif bagi Kolombia.

Pada menit ke-14, Luis Suarez mengirim umpan silang dari sisi kanan yang disambut Jhon Arias dengan penyelesaian akurat di dalam kotak penalti.

Bola meluncur ke gawang Ghana dan membawa Kolombia unggul 1-0.

Setelah mencetak gol, Kolombia semakin percaya diri mengendalikan permainan.

Luis Diaz sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh, tetapi kiper Lawrence Ati-Zigi masih mampu mengamankan bola.

Menjelang turun minum, Johan Mojica hampir menggandakan keunggulan melalui sundulan memanfaatkan umpan Daniel Munoz.

Namun, Zigi kembali tampil gemilang menjaga gawang Ghana tetap aman.

VAR Gagalkan Gol Luis Diaz

Memasuki babak kedua, Kolombia tetap tampil dominan dan terus menekan pertahanan Ghana.

Lawrence Ati-Zigi kembali dipaksa bekerja keras dengan menggagalkan peluang Gustavo Puerta dan Luis Diaz dalam rentang awal babak kedua.

Kolombia sebenarnya sempat mencetak gol kedua pada menit ke-57 melalui Luis Diaz.

Namun setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena sang winger lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Di sisi lain, Ghana mulai meningkatkan tekanan demi mengejar ketertinggalan.

Tim asuhan Carlos Queiroz mencoba membangun serangan dari berbagai sisi lapangan, tetapi lini belakang Kolombia tampil disiplin dalam meredam setiap ancaman.

Pada menit ke-80, Davinson Sanchez hampir memperbesar keunggulan Kolombia melalui sundulan hasil situasi bola mati.

Akan tetapi, Lawrence Ati-Zigi kembali menunjukkan refleks impresif untuk menggagalkan peluang tersebut.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Kolombia.

Hasil ini mengantarkan Los Cafeteros ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, sementara Ghana harus mengakhiri perjalanan mereka di fase gugur.

Susunan Pemain

Kolombia (4-3-3): Camilo Vargas; Johan Mojica, Jhon Lucumi, Davinson Sanchez, Daniel Munoz; Jhon Arias, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta; Luis Diaz, Jhon Cordoba, James Rodriguez.

Pelatih: Nestor Lorenzo.

Ghana (4-3-3): Lawrence Ati-Zigi; Gideon Mensah, Richard Ofori Opoku, Derrick Luckassen, Marvin Senaya; Abu Francis Sibo, Thomas Partey, Yirenkyi; Antoine Semenyo, Andre Ayew, Ernest Nuamah Williams.

Pelatih: Carlos Queiroz.(*)




Argentina Selamat! Messi Bawa Albiceleste Singkirkan Cape Verde Lewat Drama Extra Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Juara bertahan itu menaklukkan Cape Verde dengan skor 3-2 setelah melalui babak perpanjangan waktu pada laga 32 besar yang berlangsung di Miami Stadium, Sabtu 4 Juli 2026 pagi WIB.

Lionel Messi kembali menjadi sosok sentral dalam kemenangan Albiceleste.

Sang kapten mencetak satu gol dan berperan dalam terciptanya gol penentu yang membawa Argentina bertahan di jalur perebutan gelar juara dunia.

Kemenangan ini membuat Argentina melaju ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Mesir yang sebelumnya menyingkirkan Australia lewat drama adu penalti.

Messi Pecah Kebuntuan

Cape Verde sempat mengejutkan Argentina pada awal pertandingan melalui percobaan Ryan Mendes.

Namun setelah ancaman tersebut, Argentina mulai menguasai permainan dan mendominasi penguasaan bola.

Lionel Messi beberapa kali mengancam gawang lawan, baik melalui tembakan terbuka maupun tendangan bebas.

Kiper Vozinha tampil impresif dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya.

Kebuntuan akhirnya pecah setelah Lisandro Martinez mengirim umpan panjang akurat ke kotak penalti.

Messi mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan penyelesaian yang membawa Argentina unggul 1-0.

Argentina terus menekan hingga akhir babak pertama, tetapi gagal menambah keunggulan.

Cape Verde Bangkit

Dominasi Argentina masih berlanjut selepas jeda. Namun justru Cape Verde yang mampu mencuri gol penyama kedudukan pada menit ke-59.

Ryan Mendes menusuk dari sisi lapangan sebelum mengirim umpan kepada Deroy Duarte.

Gelandang tersebut kemudian melepaskan tendangan mendatar yang gagal dihentikan Emiliano Martinez.

Gol itu membuat pertandingan berubah semakin terbuka.

Pelatih Lionel Scaloni merespons dengan memasukkan Julian Alvarez dan Nicolas Gonzalez demi menambah daya gedor.

Argentina menciptakan banyak peluang, termasuk dua tendangan bebas Messi yang kembali dimentahkan Vozinha.

Hingga waktu normal berakhir, skor tetap 1-1 sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Drama Extra Time

Argentina langsung tancap gas di awal extra time.

Pada menit ke-93, sepak pojok Alexis Mac Allister disambut Lisandro Martinez yang melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti untuk membawa Albiceleste kembali unggul 2-1.

Namun Cape Verde belum menyerah.

Tim asuhan Bubista kembali menyamakan kedudukan melalui gol indah Sidny Lopes Cabral yang melepaskan tendangan melengkung dan membuat skor berubah menjadi 2-2.

Saat pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Argentina kembali mendapatkan sepak pojok.

Pada menit ke-112, tendangan sudut Lionel Messi menciptakan kemelut di depan gawang.

Bola kemudian mengenai bek Cape Verde, Diney Borges, sebelum masuk ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri tersebut menjadi pembeda sekaligus memastikan kemenangan Argentina 3-2.

Cape Verde sempat memberikan tekanan pada sisa pertandingan, tetapi lini belakang Argentina mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil ini membawa Lionel Messi dan kolega melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Mesir dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Facundo Medina; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Thiago Almada; Lionel Messi, Lautaro Martinez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Cape Verde (4-1-4-1): Vozinha; Steven Moreira, Pico Lopes, Diney Borges, Sidny Cabral; Kevin Pina; Ryan Mendes, Laros Duarte, Deroy Duarte, Jovane Cabral; Nuno da Costa.

Pelatih: Bubista.(*)




Argentina Tak Terbendung! Yordania Takluk 1-3 di Laga Pamungkas Grup J

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania pada laga terakhir Grup J.

Bermain dengan dominasi penuh sejak awal pertandingan, skuad Lionel Scaloni memastikan tiga poin lewat gol Giovanni Lo Celso, Lautaro Martínez (penalti) di babak pertama.

Serta tambahan satu gol Lionel Messi pada babak kedua. Yordania hanya mampu membalas lewat Musa Al-Taamari.

Hasil ini membuat Argentina keluar sebagai juara Grup J dengan koleksi 9 poin sempurna, sementara Yordania harus tersingkir sebagai juru kunci.

Argentina Langsung Kendalikan Permainan

Sejak menit awal, Argentina tampil dominan dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi.

Namun, rapatnya pertahanan low block Yordania membuat La Albiceleste sempat kesulitan menciptakan peluang bersih.

Meski begitu, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19. Giovanni Lo Celso mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang melengkung ke sudut atas gawang Yordania, membawa Argentina unggul 1-0.

Penalti Lautaro Gandakan Keunggulan

Argentina kembali mendapat momentum setelah VAR menunjuk titik putih pada menit ke-30, usai pelanggaran di kotak terlarang yang mengenai Marco Senesi.

Lautaro Martínez yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya dengan tenang. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Argentina.

Yordania sempat mencoba meningkatkan intensitas serangan, namun skor tetap bertahan hingga turun minum.

Yordania Bangkit, Messi Pastikan Kemenangan

Memasuki babak kedua, Yordania tampil lebih agresif dan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-55 melalui Musa Al-Taamari.

Gol tersebut sempat membuat pertandingan kembali hidup. Argentina kemudian memasukkan Lionel Messi, Alexis Mac Allister, dan Thiago Almada untuk menambah daya gedor.

Hasilnya terlihat pada menit ke-80. Lionel Messi mencetak gol lewat tendangan bebas khasnya yang tak mampu dihentikan kiper Yordania, sekaligus mengunci kemenangan 3-1 untuk Argentina.

Argentina Sempurna, Yordania Tersingkir

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim.

Argentina pun menutup fase grup dengan tiga kemenangan dari tiga laga, sementara Yordania harus mengakhiri perjalanan mereka di dasar klasemen.

Susunan Pemain

Yordania (3-4-3): Abulaila; Abu Dahab, Al-Arab, Nasib; Abu Taha, Al-Rawabdeh, Al-Rashdan, Haddad; Olwan, Al-Fakhouri, Azaizeh
Pelatih: Jamal Sellami

Argentina (4-4-2): E. Martínez; Tagliafico, Senesi, Otamendi, Simeone; Lo Celso, Palacios, Paredes, Paz; L. Martínez, Álvarez
Pelatih: Lionel Scaloni.(*)




Mesir Tahan Iran 1-1, Drama Penalti Taremi dan Gol Cepat Warnai Duel Sengit

SEPUCUKJAMBI.ID – Mesir memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Iran pada laga terakhir Grup G yang berlangsung di Seattle Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 pagi WIB.

Pertandingan berlangsung dengan tempo cepat dan penuh tekanan sejak menit awal, di mana kedua tim sama-sama membutuhkan hasil positif untuk menjaga peluang lolos.

Mahmoud Saber membawa Mesir unggul lebih dulu saat laga baru berjalan lima menit.

Ia memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Iran, mengubah skor menjadi 1-0.

Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Iran mendapat peluang emas melalui titik putih pada menit ke-10 setelah wasit menunjuk pelanggaran di area terlarang.

Sayangnya, eksekusi Mehdi Taremi berhasil digagalkan oleh kiper Mesir, Oufa Shobeir, yang tampil gemilang di bawah mistar.

Gagal menyamakan lewat penalti tidak membuat Iran menurunkan intensitas serangan.

Empat menit berselang, Ramin Rezaeian berhasil menebus kegagalan tersebut dengan gol dari sudut sempit yang mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Mesir berupaya kembali mengambil kendali permainan dan hampir mencetak gol kedua melalui aksi Trezeguet pada menit ke-30, namun Alireza Beiranvand melakukan penyelamatan penting untuk Iran.

Menjelang akhir babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan.

Iran hampir berbalik unggul lewat sundulan Shoja Khalilzadeh di masa injury time, tetapi bola hanya melenceng tipis dari gawang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, kedua tim tetap bermain agresif, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit akhir dibunyikan.

Hasil imbang ini cukup membawa Mesir finis di peringkat kedua Grup G dengan koleksi lima poin, sekaligus memastikan tiket ke babak 32 besar bersama Belgia

Sementara Iran harus puas berada di posisi ketiga dengan tiga poin dan masih menunggu peluang melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Susunan pemain:

Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Ahmed Fatouh, Ramy Rabia, Mohamed Abdelmonem, Mohamed Hany; Emam Ashour, Mohanad Lasheen; Trezeguet, Mahmoud Saber, Mostafa Zico; Mohamed Salah.

Pelatih: Hossam Hassan

Iran (5-4-1): Alireza Beiranvand; Ali Nemati, Shoja Khalilzadeh, Hossein Kanani, Milad Mohammadi, Ramin Rezaeian; Mohammad Mohebbi, Saeid Ezatolahi, Mohammad Ghorbani, Saman Ghoddos; Mehdi Taremi.

Pelatih: Ardeshir Ghalenoei




Tanjung Verde Tak Terkalahkan, Amankan Tiket 32 Besar dan Tantang Argentina

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Tanjung Verde menorehkan sejarah baru dalam debutnya di Piala Dunia.

Hasil imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H di Houston Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 pagi WIB, cukup mengantar Blue Sharks melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up grup.

Tambahan satu poin membuat wakil Afrika itu mengakhiri fase grup dengan koleksi poin yang cukup untuk mengamankan posisi kedua klasemen.

Sebaliknya, Arab Saudi harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat setelah gagal meraih kemenangan yang menjadi syarat mutlak untuk lolos.

Laga berlangsung hati-hati sejak menit awal. Kedua tim memilih bermain disiplin dan tidak terburu-buru menyerang sehingga peluang berbahaya nyaris tidak terlihat pada 15 menit pertama.

Tanjung Verde mulai menemukan ritme permainan memasuki pertengahan babak pertama.

Willy Semedo menjadi ancaman pertama melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Mohammed Al Owais melakukan penyelamatan penting.

Semedo kembali memperoleh peluang emas beberapa menit kemudian.

Memanfaatkan bola liar di depan gawang, ia melepaskan tendangan voli, tetapi bola masih meluncur tipis di sisi gawang Arab Saudi.

Di saat yang sama, hasil pertandingan lain di Grup H memperlihatkan Spanyol unggul atas Uruguay.

Situasi itu membuat Tanjung Verde berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiket ke fase gugur, asalkan mampu mempertahankan hasil imbang.

Selepas turun minum, Blue Sharks tampil lebih percaya diri. Kombinasi permainan cepat di lini tengah beberapa kali mampu membongkar pertahanan Arab Saudi.

Peluang terbaik hadir melalui Jamiro Monteiro yang berdiri bebas di dalam kotak penalti.

Namun, penyelesaian akhirnya kurang maksimal sehingga bola dengan mudah diamankan Al Owais.

Arab Saudi berusaha meningkatkan intensitas serangan demi mengejar kemenangan.

Akan tetapi, rapatnya lini pertahanan Tanjung Verde membuat Green Falcons kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak kedua.

Menjelang laga usai, Tanjung Verde hampir mencuri kemenangan. Sundulan Nuno da Costa menyambut umpan silang hanya melenceng tipis dari gawang Arab Saudi.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap bertahan 0-0. Hasil tersebut sudah cukup bagi Tanjung Verde untuk mengukir salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka.

Blue Sharks menutup fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan serta mencatat dua clean sheet.

Mereka juga menjadi salah satu tim debutan yang langsung mampu menembus fase gugur Piala Dunia, sebuah pencapaian yang mempertegas perkembangan pesat sepak bola negara kepulauan di Afrika tersebut.

Tantangan yang lebih berat kini sudah menanti. Pada babak 32 besar, Tanjung Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina.

Pertemuan itu diprediksi menjadi ujian terbesar sekaligus kesempatan bagi Blue Sharks untuk kembali menciptakan kejutan di panggung sepak bola dunia.

Susunan pemain:

Tanjung Verde: Vozinha; Wagner Pina, Roberto Lopes, Diney Borges, Joao Paulo; Kevin Pina; Ryan Mendes, Deroy Duarte, Jamiro Monteiro, Willy Semedo; Dailon Liveramento.

Pelatih: Bubista.

Arab Saudi: Mohammed Al Owais; Saud Abdulhamid, Abdulelah Al Amri, Hassan Al Tambakti, Nawaf Al-Boushail; Mohamed Kanno, Nasser Al-Dawsari, Abdullah Alkhaibari; Sultan Mandash, Firas Al-Buraikan, Salem Al-Dawsari.

Pelatih: Georgios Donis.(*)




Uruguay Gagal Lolos! Spanyol Menang Tipis 1-0 Berkat Gol Alex Baena

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup H setelah menundukkan Uruguay 1-0 di Estadio Guadalajara, Sabtu 27 Juni 2026 WIB.

Gol semata wayang Alex Baena pada penghujung babak pertama menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat.

Kemenangan tersebut mengantarkan La Furia Roja mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.

Sementara Uruguay harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari turnamen usai hanya mengumpulkan dua poin dan finis di peringkat ketiga klasemen.

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil kendali permainan lewat dominasi penguasaan bola.

Tim besutan Luis de la Fuente dengan sabar membangun serangan dari lini belakang, tetapi rapatnya pertahanan Uruguay membuat peluang bersih sulit tercipta.

Uruguay yang lebih banyak bertahan juga kesulitan mengembangkan permainan.

Peluang pertama La Celeste baru hadir pada menit ke-36 melalui sepakan jarak jauh Rodrigo Bentancur, namun bola masih melambung di atas mistar gawang yang dikawal Unai Simon.

Petaka menghampiri Uruguay beberapa menit kemudian. Gelandang andalan Manuel Ugarte mengalami cedera dan harus ditarik keluar lapangan.

Marcelo Bielsa memasukkan Nicolas De La Cruz untuk menutup lubang di lini tengah.

Momentum itu dimanfaatkan Spanyol untuk memecah kebuntuan. Pada menit ke-42, Marcos Llorente mengirim umpan tarik ke dalam kotak penalti yang disambut Alex Baena.

Gelandang Villarreal itu lebih dulu mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi sempurna Fernando Muslera.

Gol tersebut membawa Spanyol menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Uruguay mencoba meningkatkan intensitas serangan.

Marcelo Bielsa bahkan melakukan pergantian di posisi penjaga gawang dengan memasukkan Sergio Rochet menggantikan Muslera.

Namun, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. Spanyol tetap mendominasi penguasaan bola dan memaksa Uruguay bertahan lebih dalam.

Peluang emas sempat diperoleh Dani Olmo pada menit ke-63, tetapi tembakannya hanya melintas tipis di sisi gawang.

Uruguay membalas lewat Federico Viñas, namun penyelesaian akhirnya juga belum menemui sasaran.

Melihat timnya kesulitan menambah gol, Luis de la Fuente memasukkan Ferran Torres, Yeremy Pino, dan Nico Williams untuk menambah daya gedor.

Di sisi lain, Uruguay nyaris menyamakan kedudukan lima menit menjelang laga usai.

Nicolas De La Cruz melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Unai Simon tampil sigap dengan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan Spanyol.

Situasi Uruguay semakin sulit pada masa injury time setelah Agustin Canobbio diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras.

Bermain dengan 10 orang membuat peluang La Celeste untuk mengejar ketertinggalan praktis tertutup.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Spanyol.

Hasil ini menegaskan konsistensi La Furia Roja sepanjang fase grup.

Selain tampil solid dalam penguasaan bola, lini belakang Spanyol juga menunjukkan organisasi permainan yang disiplin dengan hanya kebobolan minim sepanjang penyisihan.

Sebaliknya, Uruguay harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.

Cedera pemain kunci, minimnya kreativitas di lini depan, serta kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor yang membuat tim asuhan Marcelo Bielsa gagal menembus babak gugur Piala Dunia 2026.

Susunan pemain:

Timnas Uruguay (4-1-4-1): Muslera; Sanabria, Olivera, Caceres, Varela; Ugarte; Araujo, Valverde, Bentancur, Canobbio; Nunez

Pelatih: Marcelo Bielsa

Timnas Spanyol (4-2-3-1): Simon; Cucurella, Laporte, Cubarsi, Llorente; Rodri, Pedri; Baena, Merino, Yamal; Oyarzabal

Pelatih: Luis De La Fuente.(*)




Pesta Lima Gol! Senegal Akhiri Perlawanan Irak dan Intip Tiket Fase Gugur

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Senegal menjaga peluang tampil di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mencatat kemenangan telak 5-0 atas Irak pada laga terakhir Grup I di Toronto Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan besar tersebut bukan hanya menjaga asa Singa Teranga bertahan di turnamen, tetapi juga mengukir sejarah sebagai kemenangan dengan selisih gol terbesar yang pernah diraih wakil Afrika di ajang Piala Dunia.

Meski sukses menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan, Senegal belum bisa bernapas lega.

Tim asuhan Pape Thiaw hanya finis di peringkat ketiga Grup I sehingga nasib mereka masih bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain untuk memastikan tiket ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Sementara itu, Irak harus mengakhiri perjalanan mereka dengan catatan pahit.

Tim besutan Graham Arnold menelan tiga kekalahan beruntun tanpa mampu mengumpulkan satu poin pun.

Kekalahan tersebut juga memperpanjang rekor buruk Irak yang kini selalu kalah dalam enam pertandingan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia.

Sejak menit pertama, Senegal tampil dengan misi jelas, yakni memburu kemenangan besar demi memperbaiki selisih gol.

Upaya itu langsung membuahkan hasil ketika pertandingan baru berjalan empat menit.

Berawal dari situasi sepak pojok yang dikirim Lamine Camara, bola disundul Abdoulaye Seck sebelum berubah arah usai mengenai Habib Diarra dan masuk ke gawang Irak.

Situasi semakin sulit bagi Irak setelah bek Rebin Sulaka diganjar kartu merah usai melanggar Sadio Mane yang lolos sendirian menuju kotak penalti.

Unggul jumlah pemain membuat Senegal semakin leluasa menguasai pertandingan. Namun hingga turun minum, Irak masih mampu bertahan sehingga skor tetap 1-0.

Memasuki babak kedua, dominasi Senegal semakin tak terbendung.

Pada menit ke-52, Ismaila Sarr menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan matang Lamine Camara dari sisi kiri.

Hanya beberapa menit kemudian, Pape Gueye mencetak salah satu gol terbaik dalam pertandingan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut atas gawang tanpa mampu dijangkau Ahmed Basil.

Gelandang Senegal itu kembali mencatatkan namanya di papan skor sekitar 10 menit berselang.

Kali ini ia menyelesaikan umpan Iliman Ndiaye dengan tembakan terukur yang membawa Senegal unggul empat gol.

Sadio Mane sebenarnya hampir ikut mencatatkan namanya sebagai pencetak gol.

Sayangnya, upaya cungkilan mantan penyerang Liverpool itu hanya membentur mistar gawang.

Pesta gol Senegal akhirnya ditutup Iliman Ndiaye menjelang laga usai. Aksi individunya di depan kotak penalti diakhiri dengan sepakan keras yang memastikan kemenangan telak 5-0.

Tambahan tiga poin membuat Senegal menutup fase grup dengan penuh optimisme, meski mereka kini harus menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui apakah torehan tersebut cukup mengantar mereka ke babak gugur.

Sebaliknya, Irak pulang dengan evaluasi besar setelah kembali gagal meraih poin di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Kekalahan ini menjadi penegasan bahwa mereka masih memiliki pekerjaan rumah untuk mampu bersaing di level elite internasional.

Susunan pemain:

Senegal: Mory Diaw; Krepin Diatta, Abdoulaye Seck, Moussa Niakhate, Ismail Jakobs; Idrissa Gueye, Habib Diarra; Ibrahim Mbaye, Lamine Camara, Sadio Mane, Ismaila Sarr.

Pelatih: Pape Thiaw.

Irak: Ahmed Basil; Frans Putros, Akam Hashim, Rebin Sulaka, Merchas Doski; Amir Al Ammari; Ali Jasim, Ibrahim Bayesh, Zidane Iqbal, Ahmed Qasem, Ali Al Hamadi.

Pelatih: Graham Arnold.(*)




Ousmane Dembele Hattrick, Les Bleus Sapu Bersih Fase Grup

SEPUCUKJAMBI.IDTimnas Prancis menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan penampilan meyakinkan.

Les Bleus membungkam Norwegia 4-1 pada laga terakhir Grup I di Boston Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 dini hari WIB, sekaligus mengamankan status juara grup dengan poin sempurna.

Sorotan utama pertandingan jatuh kepada Ousmane Dembele.

Winger lincah itu tampil luar biasa dengan memborong tiga gol atau hattrick, sementara satu gol lainnya dicetak Desire Doue pada masa injury time.

Kemenangan tersebut membuat Prancis menyapu bersih tiga pertandingan fase grup.

Catatan itu menjadi yang pertama sejak Piala Dunia 1998, edisi ketika Les Bleus sukses mengangkat trofi juara dunia.

Sebaliknya, Norwegia tetap melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup I.

Meski kalah telak, tim besutan Stale Solbakken sebelumnya telah memastikan tiket ke fase gugur sehingga memilih merotasi hampir seluruh pemain inti.

Keputusan melakukan 10 pergantian pemain nyaris berbuah petaka. Baru 22 detik laga berjalan, Kylian Mbappe hampir mencatatkan salah satu gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia.

Namun, tembakannya hanya membentur mistar gawang.

Prancis terus menguasai permainan. Setelah beberapa peluang gagal berbuah gol, Dembele akhirnya memecah kebuntuan lewat sepakan keras dari dalam kotak penalti yang gagal dihentikan kiper Egil Selvik.

Norwegia sempat memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan melalui Jorgen Strand Larsen.

Sayang, penyelesaian akhirnya dari jarak dekat justru melambung di atas mistar.

Kesalahan itu langsung dibayar mahal. Prancis melancarkan serangan balik cepat yang kembali diselesaikan dengan sempurna oleh Dembele untuk membawa Les Bleus unggul 2-0.

Meski tertinggal dua gol, Norwegia belum menyerah. Hanya beberapa detik setelah sepak mula, Thelo Aasgaard memperkecil ketertinggalan lewat tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Mike Maignan.

Namun momentum itu tidak bertahan lama. Menjelang turun minum, Dembele kembali menunjukkan kelasnya.

Aksi individu di sisi kanan diakhiri dengan tendangan melengkung yang bersarang di pojok gawang sekaligus melengkapi hattrick pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, Norwegia memperoleh kesempatan emas untuk memangkas skor setelah Theo Hernandez menjatuhkan Oscar Bobb di kotak terlarang.

Jorgen Strand Larsen maju sebagai eksekutor, tetapi Mike Maignan tampil gemilang dengan menggagalkan tendangan penalti tersebut.

Penyelamatan itu menjadi yang pertama dari titik putih sepanjang Piala Dunia 2026.

Norwegia terus mencoba menekan melalui Oscar Bobb dan Aasgaard, namun lini belakang Prancis tampil disiplin menjaga keunggulan.

Saat pertandingan memasuki masa injury time, Prancis memastikan kemenangan lewat Desire Doue.

Sundulan pemain muda tersebut mengubah skor menjadi 4-1 sekaligus menutup pesta gol Les Bleus.

Hasil ini menegaskan Prancis sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.

Dengan produktivitas lini depan yang terus meningkat dan penampilan impresif Ousmane Dembele, skuad asuhan Didier Deschamps mengirim sinyal bahaya kepada seluruh pesaing di fase gugur.

Sementara itu, Norwegia tetap memiliki kesempatan memperbaiki performa saat menghadapi babak 32 besar.

Rotasi besar yang dilakukan pada laga ini diperkirakan menjadi bagian dari strategi menjaga kebugaran pemain inti untuk menghadapi pertandingan yang lebih menentukan.(*)




Brasil Juara Grup C! Skotlandia Tumbang, Vinicius Jr Tampil Memukau

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Skotlandia dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga terakhir Grup C, Kamis 25 Juni 2026 WIB.

Kemenangan di Miami Stadium itu memastikan Selecao melangkah ke babak 32 besar dengan predikat juara grup.

Bintang kemenangan Brasil adalah Vinicius Jr yang mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya disumbangkan Matheus Cunha pada babak kedua.

Tambahan tiga poin membuat Brasil menutup fase grup dengan koleksi tujuh angka. Di sisi lain, Skotlandia gagal memanfaatkan laga penentuan dan harus puas mengakhiri fase grup di posisi ketiga.

Brasil tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan dominasinya.

Baru tujuh menit pertandingan berjalan, tekanan tinggi yang dilakukan Rayan berhasil memaksa lini belakang Skotlandia melakukan kesalahan.

Bola liar yang tercipta langsung dimanfaatkan Vinicius Jr untuk menaklukkan Angus Gunn dan membawa Brasil unggul cepat 1-0.

Gol tersebut membuat permainan tim asuhan Carlo Ancelotti semakin hidup. Brasil mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Skotlandia yang kesulitan keluar dari tekanan.

Vinicius sebenarnya sempat kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-22. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah menilai terjadi pelanggaran dalam proses perebutan bola.

Meski demikian, ancaman Brasil tidak berhenti. Skotlandia berusaha merespons melalui serangan balik dan bola-bola langsung ke area pertahanan lawan, tetapi lini belakang Brasil yang dikawal Marquinhos dan Gabriel Magalhaes tampil disiplin.

Saat pertandingan tampak akan memasuki jeda dengan keunggulan tipis, Brasil kembali menghukum lawannya.

Pada masa injury time babak pertama, Vinicius menyambut umpan silang Bruno Guimaraes dan mencetak gol keduanya dalam laga tersebut.

Gol itu membuat Brasil menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 2-0.

Memasuki babak kedua, Skotlandia mencoba tampil lebih agresif. Scott McTominay sempat menghadirkan ancaman lewat sundulan keras pada menit ke-49, namun Alisson mampu mengamankan bola dengan baik.

Brasil kemudian kembali mengambil alih kendali permainan. Vinicius nyaris mencetak hattrick setelah dua kali memaksa Angus Gunn melakukan penyelamatan penting dalam rentang waktu singkat.

Gol ketiga yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir pada menit ke-60. Bruno Guimaraes menusuk ke dalam kotak penalti sebelum mengirim umpan matang kepada Matheus Cunha.

Penyerang Brasil itu tanpa kesulitan melepaskan tembakan mendatar yang mengubah skor menjadi 3-0.

Tertinggal tiga gol tidak membuat Skotlandia menyerah begitu saja. Tim asuhan Steve Clarke tetap berupaya mencari gol hiburan, tetapi solidnya organisasi permainan Brasil membuat setiap peluang mampu diredam dengan baik.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Brasil.

Hasil ini mengukuhkan Brasil sebagai juara Grup C sekaligus memperpanjang catatan impresif mereka di Piala Dunia 2026.

Dengan performa yang semakin matang dan Vinicius Jr yang sedang berada dalam bentuk terbaiknya, Selecao mengirim pesan serius kepada para pesaing dalam perburuan gelar juara dunia.(*)