Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirilis, Timnas Indonesia Langsung Hadapi Jepang

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia menghadapi tantangan berat pada fase grup Piala Asia 2027.

Skuad Garuda tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah merilis jadwal pertandingan turnamen yang berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.

Indonesia akan memulai perjuangannya dengan menghadapi Jepang pada Senin, 11 Januari 2027.

Setelah itu, tim Merah Putih bertemu Qatar pada 16 Januari sebelum menutup fase grup melawan Thailand pada 20 Januari 2027.

Rangkaian pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi Indonesia untuk mengamankan posisi di klasemen Grup F.

Jepang memiliki reputasi sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia, sedangkan Qatar datang dengan status juara bertahan Piala Asia 2023.

Thailand juga berpotensi menjadi pesaing langsung Indonesia dalam perebutan tiket ke babak gugur.

Seluruh pertandingan fase grup akan berlangsung di Arab Saudi. Perbedaan waktu dengan Indonesia membuat laga melawan Qatar dijadwalkan pada pukul 23.30 WIB, sehingga suporter perlu mencatat jam pertandingan dengan cermat.

Jadwal lengkap Timnas Indonesia di Grup F Piala Asia 2027

Berikut jadwal tiga pertandingan Timnas Indonesia pada fase grup Piala Asia 2027 berdasarkan informasi yang tersedia.

Tanggal Pertandingan Waktu WIB Stadion
Senin, 11 Januari 2027 Jepang vs Indonesia 17.30 Prince Abdullah Al Faisal Sports City, Jeddah
Sabtu, 16 Januari 2027 Indonesia vs Qatar 23.30 Stadion Aramco, Al Khobar
Rabu, 20 Januari 2027 Thailand vs Indonesia 17.30 King Abdullah Sports City, Jeddah

Jepang menanti pada pertandingan pembuka

Indonesia langsung menghadapi Jepang pada pertandingan pertama Grup F, Senin, 11 Januari 2027.

Pertandingan ini berlangsung di Stadion Prince Abdullah Al Faisal Sports City, Jeddah, mulai pukul 17.30 WIB atau 13.30 waktu setempat.

Laga pembuka tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengukur kekuatan melawan salah satu tim unggulan Asia.

Hasil pertandingan pertama juga berpotensi memengaruhi kepercayaan diri skuad Garuda saat menghadapi dua lawan berikutnya.

Indonesia perlu memanfaatkan setiap peluang dan menjaga konsistensi permainan jika ingin memulai turnamen dengan hasil positif.

Qatar menjadi ujian berikutnya bagi Garuda

Tantangan selanjutnya datang dari Qatar pada Sabtu, 16 Januari 2027.

Indonesia dijadwalkan menghadapi juara bertahan Piala Asia 2023 tersebut di Stadion Aramco, Al Khobar.

Pertandingan dimulai pukul 23.30 WIB atau 19.30 waktu setempat.

Jam pertandingan ini membuat duel Indonesia kontra Qatar menjadi laga yang perlu diperhatikan suporter yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung melalui siaran resmi.

Qatar memiliki pengalaman sebagai juara Asia, sehingga Indonesia perlu tampil disiplin dan efektif.

Namun, hasil pertandingan tetap bergantung pada performa kedua tim saat bertanding, bukan semata-mata reputasi atau catatan masa lalu.

Thailand menutup perjuangan Indonesia di fase grup

Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan terakhir Grup F melawan Thailand pada Rabu, 20 Januari 2027.

Duel sesama wakil Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pukul 17.30 WIB.

Pertandingan tersebut berpotensi menentukan posisi akhir Indonesia di klasemen grup.

Karena itu, hasil dua laga sebelumnya akan menjadi faktor penting dalam menentukan kebutuhan poin Garuda pada pertandingan terakhir.

Pertemuan Indonesia dan Thailand juga memiliki daya tarik tersendiri bagi suporter sepak bola Asia Tenggara.

Meski demikian, Indonesia harus lebih dahulu melewati tantangan melawan Jepang dan Qatar sebelum memusatkan perhatian pada laga penutup tersebut.

Jadwal dan format Piala Asia 2027

Piala Asia 2027 berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di Arab Saudi.

Turnamen edisi ke-19 ini diikuti 24 negara yang terbagi ke dalam enam grup.

Fase grup dijadwalkan berakhir pada 20 Januari 2027.

Setelah itu, turnamen berlanjut ke babak 16 besar pada 22–25 Januari, perempat final pada 28–29 Januari, semifinal pada 1–2 Februari, dan final pada 5 Februari 2027.

Sebanyak delapan stadion di tiga kota menjadi lokasi penyelenggaraan 51 pertandingan.

Riyadh menyiapkan lima stadion, Jeddah memiliki dua stadion, sedangkan Al Khobar menyediakan satu stadion.

Pertandingan pembuka mempertemukan tuan rumah Arab Saudi dengan Palestina pada 7 Januari 2027 di Stadion King Fahd Sports City.

Sementara itu, stadion yang sama juga dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan final untuk menentukan juara baru atau mempertahankan dominasi Qatar di sepak bola Asia.

Peluang Indonesia menuju babak gugur

Komposisi Grup F membuat Indonesia perlu menyiapkan strategi yang matang sejak pertandingan pertama.

Jepang dan Qatar menghadirkan tantangan tersendiri, sementara Thailand menjadi pesaing regional yang berpotensi memengaruhi persaingan di klasemen.

Format turnamen yang diikuti 24 tim memberi peluang bagi sejumlah tim untuk melanjutkan perjalanan ke babak gugur.

Namun, peluang Indonesia akan sangat bergantung pada hasil pertandingan, selisih gol, dan posisi akhir di grup.

Bagi suporter, tiga tanggal penting yang perlu dicatat adalah 11, 16, dan 20 Januari 2027.

Ketiga pertandingan tersebut akan menjadi rangkaian penentu perjalanan Timnas Indonesia di fase grup Piala Asia 2027.

Jadwal ini menjadi panduan awal bagi pendukung Garuda untuk mengikuti perjuangan tim nasional.

Untuk informasi terbaru mengenai jam pertandingan, perubahan jadwal, dan siaran langsung, suporter sebaiknya mengikuti pengumuman resmi AFC serta kanal resmi tim nasional dan pemegang hak siar.(*)




Efek Juara ASEAN Cup 2026: Ranking FIFA Indonesia Tembus Posisi 117 Dunia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 memberi bonus penting bagi Timnas Indonesia.

Selain membawa pulang trofi, skuad Garuda juga berhasil memperbaiki posisi dalam ranking FIFA terbaru.

Indonesia kini menempati peringkat ke-117 dunia dengan koleksi 1.166,50 poin.

Posisi tersebut naik satu tingkat setelah Indonesia mengumpulkan tambahan 9,45 poin sepanjang kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026.

Kenaikan itu sekaligus membuat Indonesia melewati Sudan. Negara tersebut turun ke posisi ke-118 dengan 1.156,74 poin.

Perjalanan Indonesia menuju tambahan poin tersebut berlangsung dalam empat pertandingan. Garuda langsung memperoleh 4,12 poin setelah menundukkan Singapura pada laga pembuka.

Namun, Indonesia kehilangan sebagian poin ketika hanya bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Hasil tersebut membuat koleksi poin Indonesia berkurang 0,66 poin.

Tim asuhan pelatih kemudian kembali mendulang poin dalam jumlah besar saat menghadapi Bangladesh.

Kemenangan telak 9-2 menghasilkan tambahan 2,66 poin bagi Indonesia.

Momentum terbesar datang pada pertandingan final melawan Thailand. Indonesia memastikan gelar juara setelah memenangkan adu penalti dengan skor 4-2.

Hasil tersebut menyumbang 3,35 poin ke ranking FIFA Garuda.

Jika seluruh perolehan itu dihitung, Indonesia mendapat tambahan bersih yang cukup untuk mengangkat posisinya ke peringkat 117 dunia.

Menariknya, Thailand juga mengalami kenaikan posisi meski gagal merebut gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Kekalahan dari Indonesia di final memang membuat Thailand kehilangan 0,85 poin. Namun, posisi mereka justru bergerak naik karena perubahan peringkat negara-negara lain.

Thailand kini berada di peringkat ke-93 dunia dengan 1.251,42 poin. Mereka berhasil melewati China yang turun ke posisi ke-94 dengan 1.247,42 poin.

Situasi ini membuat final ASEAN Cup 2026 menghadirkan efek berbeda bagi kedua tim.

Indonesia mendapat dorongan langsung dari keberhasilan menjadi juara, sedangkan Thailand tetap menikmati kenaikan posisi meski harus mengakui keunggulan Garuda di partai puncak.

Bagi Indonesia, tambahan poin tersebut menjadi modal penting dalam upaya memperbaiki posisi di ranking FIFA.

Jika mampu menjaga konsistensi kemenangan pada laga-laga internasional berikutnya, Garuda berpeluang terus memangkas jarak dengan tim-tim yang berada di atasnya.(*)




Jelang Duel Hidup Mati AFF 2026, Ini Rekor Timnas Indonesia Saat Bertamu ke Singapura

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia akan menjalani laga paling menentukan di fase Grup A Piala AFF 2026 saat menantang Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat 7 Agustus 2026 malam WIB.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi penentu nasib Garuda untuk melangkah ke babak semifinal.

Skuad besutan John Herdman datang dengan tekanan besar setelah kekalahan 0-3 dari Vietnam membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara.

Kondisi tersebut membuat kemenangan menjadi satu-satunya hasil yang bisa menjaga asa Garuda tetap hidup.

Meski optimisme tetap terjaga, Indonesia juga dibayangi catatan kurang bersahabat saat bermain di kandang Singapura.

Statistik pertemuan menunjukkan Tim Merah Putih lebih sering pulang tanpa kemenangan ketika bertandang ke Negeri Singa.

Berdasarkan data 11v11, Indonesia sebenarnya pernah mengawali sejarah pertemuan di kandang Singapura dengan sangat impresif.

Pada 15 Agustus 1968, Garuda menang telak 4-0 di ajang Piala Merdeka.

Beberapa bulan kemudian, Indonesia kembali menunjukkan dominasinya dengan kemenangan besar 7-1 di King’s Cup.

Tren positif itu berlanjut lewat kemenangan 4-0 pada Kualifikasi Piala Dunia 1977, sebelum kembali berpesta 6-1 di Lion City Cup 1981.

Namun, setelah periode tersebut peta persaingan mulai berubah.

Singapura bangkit dan perlahan mengambil alih dominasi setiap kali tampil di hadapan pendukungnya sendiri.

Tim Singa mengawali kebangkitan dengan kemenangan 2-0 pada King’s Cup 1981.

Setelah itu, Indonesia kembali menelan kekalahan 0-5 di Merlion Cup 1983 dan 0-4 pada edisi 1985.

Salah satu hasil yang paling dikenang terjadi di Merlion Cup 1986 ketika Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 1-8.

Garuda sempat memutus tren negatif lewat kemenangan 2-1 pada Kualifikasi Piala Asia 1992 di Kallang.

Namun, Singapura kembali unggul dalam dua pertemuan berikutnya yang berlangsung pada 1993.

Memasuki era 2000-an, persaingan kedua negara berlangsung lebih seimbang.

Indonesia bermain imbang 1-1 di Tiger Beer Challenge Trophy 2002 sebelum kalah melalui adu penalti.

Pada final Piala AFF 2004, Garuda kembali takluk 1-2 di leg kedua yang berlangsung di Singapura.

Duel berikutnya menghasilkan hasil yang beragam. Indonesia bermain imbang 2-2 pada Piala AFF 2007, kalah 1-3 dalam laga persahabatan 2009, lalu berhasil membalas dengan kemenangan 2-1 pada Piala AFF 2016.

Secara keseluruhan, rekor Indonesia saat bermain di markas Singapura masih belum menguntungkan.

Dari 18 pertandingan, Garuda mencatat enam kemenangan, dua hasil imbang, dan 10 kekalahan.

Statistik tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Jay Idzes dan kolega.

Di sisi lain, laga Piala AFF 2026 juga menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk memperbaiki rekor tandang sekaligus mengamankan tiket menuju babak semifinal.(*)




Cahya Supriadi Diprediksi Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia, Pelatih PSIM Bongkar Alasannya

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Penampilan konsisten Cahya Supriadi bersama PSIM Yogyakarta terus menuai pujian.

Penjaga gawang muda itu kini bahkan diprediksi memiliki peluang besar menjadi kiper utama Timnas Indonesia pada masa mendatang.

Keyakinan tersebut disampaikan langsung oleh pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu menilai perkembangan Cahya Supriadi berlangsung sangat pesat dan masih menyimpan potensi besar untuk berkembang ke level yang lebih tinggi.

Menurut Van Gastel, usia muda menjadi salah satu modal penting yang dimiliki Cahya.

Dengan proses pembinaan dan jam terbang yang terus bertambah, ia optimistis sang kiper mampu bersaing menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Timnas Indonesia.

“Saya pikir di masa depan dia mungkin bisa menjadi kiper utama tim nasional,” ujar Van Gastel.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas kepercayaan penuh yang diberikan PSIM kepada Cahya Supriadi.

Belakangan sempat muncul kabar klub promosi Liga 1 itu akan mendatangkan penjaga gawang asing, namun isu tersebut langsung dibantah oleh sang pelatih.

Van Gastel memastikan manajemen dan tim pelatih tidak memiliki rencana mengganti Cahya.

Menurutnya, performa yang ditunjukkan kiper asal Karawang itu sudah cukup membuktikan kualitasnya sebagai pilihan utama PSIM.

“Saya mendengar ada rumor bahwa kami akan mendatangkan kiper asing, tetapi bukan itu yang akan kami lakukan. Kami akan mempertahankan Cahya karena kami percaya kepadanya,” tegas Van Gastel.

Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut juga menilai kemampuan Cahya mulai menarik perhatian sejumlah klub besar di kompetisi domestik.

Meski demikian, ia menegaskan fokus PSIM saat ini adalah mempertahankan pemain berusia muda tersebut sebagai bagian penting dari proyek tim.

Van Gastel mengakui ketertarikan klub lain merupakan hal yang wajar mengingat perkembangan Cahya dalam beberapa musim terakhir.

Namun, ia memastikan belum ada rencana melepas sang penjaga gawang.

“Sudah jelas dia akan diminati klub-klub yang lebih besar di liga ini. Akan sangat menarik bagi mereka, tetapi untuk saat ini dia tetap bersama kami,” katanya.

Ia kembali menepis rumor mengenai perekrutan penjaga gawang asing.

Baginya, Cahya telah menunjukkan kapasitas sebagai kiper utama sehingga tidak ada alasan mencari pengganti dari luar negeri.

“Mendatangkan kiper asing untuk menggantikan Cahya? Tidak. Saya tidak tahu dari mana rumor itu berasal, tetapi saya tidak akan mendatangkan kiper asing. Cahya tetap menjadi pilihan utama kami,” ujar Van Gastel.

Kepercayaan dari pelatih PSIM menjadi modal berharga bagi Cahya Supriadi yang saat ini juga tengah memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026

Penampilan konsisten bersama klub maupun tim nasional membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu penjaga gawang muda paling menjanjikan di Indonesia.(*)




Hitung-hitungan Peluang Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026, Menang atas Singapura Harga Mati

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kekalahan telak 0-3 dari Vietnam memang membuat langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 semakin berat.

Namun, peluang Garuda untuk melaju ke babak semifinal belum sepenuhnya tertutup.

Hasil di Stadion Pakansari, Bogor, membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin.

Sementara Vietnam mengambil alih puncak klasemen dengan tujuh poin, unggul selisih gol atas Singapura yang menempati posisi kedua dengan jumlah poin sama.

Situasi tersebut membuat laga terakhir Grup A menjadi pertandingan hidup-mati bagi skuad asuhan John Herdman.

Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat 7 Agustus 2026, dalam duel yang akan menentukan nasib kedua tim.

Tidak ada lagi ruang untuk kehilangan poin. Kemenangan menjadi satu-satunya hasil yang dapat menjaga asa Garuda menuju babak empat besar.

Apabila berhasil mengalahkan Singapura, Indonesia akan mengumpulkan sembilan poin.

Raihan tersebut berpeluang mengantarkan Garuda finis di dua besar klasemen Grup A sekaligus mengamankan tiket ke semifinal.

Sebaliknya, hasil imbang maupun kekalahan dipastikan mengakhiri perjalanan Indonesia di fase grup.

Tambahan satu poin tidak cukup untuk mengejar Singapura yang saat ini berada di atas Indonesia, sehingga peluang lolos otomatis tertutup.

Di sisi lain, Vietnam berada dalam posisi yang lebih nyaman. Tim berjuluk The Golden Star Warriors itu masih akan menghadapi Kamboja pada laga terakhir.

Jika mampu meraih hasil positif, Vietnam diperkirakan tetap bertahan di posisi teratas klasemen.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia praktis tidak perlu bergantung pada hasil pertandingan lain.

Fokus utama Garuda adalah mengamankan tiga poin saat menghadapi Singapura.

Persaingan di Grup A memang masih berlangsung ketat. Vietnam memimpin klasemen dengan tujuh poin dan selisih gol +10.

Singapura berada tepat di bawahnya dengan tujuh poin dan selisih gol +3.

Indonesia menempati posisi ketiga dengan enam poin serta selisih gol +4. Di bawahnya, Kamboja mengoleksi tiga poin, sedangkan Timor Leste belum meraih satu poin pun sepanjang turnamen.

Melihat peta persaingan tersebut, duel melawan Singapura menjadi laga paling menentukan bagi Timnas Indonesia.

Kemenangan akan menjaga mimpi Garuda untuk terus bersaing memperebutkan gelar Piala AFF 2026.

Sebaliknya, apabila gagal membawa pulang tiga poin dari Kallang, langkah Indonesia dipastikan terhenti di fase grup dan harus mengubur harapan melangkah ke semifinal.(*)




Mat Sanusi Temui Gede Widiade, KONI Jambi Siapkan Modernisasi Fasilitas Olahraga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai bergerak cepat dalam upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga di daerah.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penjajakan kerja sama strategis dengan tokoh sepak bola nasional sekaligus owner Pancoran Soccer Field (PSF) Group, Gede Widiade.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, didampingi Sekretaris Umum Dr Muhammad Ali beserta jajaran pengurus lainnya pada Jumat (22/5/2026) di sela agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KONI di Jakarta.

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, mengatakan audiensi itu difokuskan untuk membangun sinergi dalam pengembangan sarana dan prasarana olahraga guna mendukung peningkatan prestasi atlet daerah.

Menurutnya, fasilitas olahraga yang representatif menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim pembinaan atlet yang kompetitif dan berkelanjutan.

“Melalui kerja sama strategis ini, kami berharap kualitas sarana olahraga di bawah naungan KONI Jambi dapat meningkat sehingga mampu menunjang pembinaan atlet dan melahirkan prestasi di tingkat nasional,” ujar Mat Sanusi.

Selain membahas pengembangan infrastruktur olahraga, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang berbagi pengalaman terkait tata kelola fasilitas olahraga modern yang profesional dan mandiri secara bisnis.

PSF Group sendiri dikenal sebagai salah satu pelopor pengelolaan fasilitas olahraga swasta modern di Indonesia yang mengintegrasikan infrastruktur olahraga dengan sistem manajemen berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Jambi, Dr. Muhammad Ali, menilai pembenahan infrastruktur olahraga menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung potensi atlet-atlet Jambi.

Menurutnya, banyak atlet daerah memiliki kemampuan bersaing, namun belum sepenuhnya didukung fasilitas latihan yang memadai dan sesuai standar.

“Jambi memiliki banyak potensi atlet. Karena itu, fasilitas olahraga yang modern dan representatif menjadi kebutuhan penting agar pembinaan bisa berjalan maksimal,” katanya.

KONI Jambi optimistis kolaborasi bersama PSF Group dapat menjadi langkah awal modernisasi fasilitas olahraga di Provinsi Jambi agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri olahraga saat ini.

Pertemuan tersebut diharapkan segera berlanjut ke tahap implementasi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam waktu dekat.

Kerja sama itu nantinya akan menjadi bagian dari blueprint pengembangan sarana olahraga modern di Provinsi Jambi.(*)




Comeback Elkan Baggott Langsung Diuji, Duel Panas Lawan Saint Kitts

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Kembalinya Elkan Baggott ke skuad Timnas Indonesia langsung menghadirkan tantangan berat.

Bek berpostur 196 cm itu diprediksi akan menghadapi ujian fisik saat melawan Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026.

Pertandingan yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (27/3) ini diperkirakan menyajikan duel menarik, khususnya di lini pertahanan Indonesia.

Baggott kemungkinan besar akan berhadapan langsung dengan Jordan Bowery, striker berpengalaman yang pernah merumput di berbagai klub Inggris.

Duel udara dan adu fisik diprediksi menjadi sorotan utama dalam laga ini.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai pertandingan ini sebagai ujian penting bagi lini belakang Garuda yang kini dihuni kombinasi pemain diaspora dan talenta lokal.

Menurutnya, pengalaman pemain yang berkarier di Eropa menjadi modal penting untuk menghadapi lawan dengan karakter permainan cepat dan fisik kuat.

Selain Baggott, sektor pertahanan Indonesia juga diperkuat oleh nama-nama seperti Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho yang menambah kedalaman skuad.

Di sisi lawan, Saint Kitts and Nevis juga membawa sejumlah pemain yang berkarier di Inggris, termasuk Tyrese Shade yang dikenal memiliki kecepatan dalam serangan balik.

Laga ini menjadi momen penting bagi Baggott setelah hampir dua tahun absen membela timnas.

FIFA Series 2026 pun menjadi panggung pembuktian bagi dirinya untuk kembali menunjukkan kualitas di level internasional.

Tak hanya itu, pertandingan ini juga memiliki arti strategis karena berstatus FIFA Grade A yang berpengaruh terhadap perolehan poin ranking dunia.

Saat ini, Indonesia masih berada di posisi ke-121 dunia dan berpeluang memperbaiki peringkat jika meraih hasil positif.

Dengan duel sengit yang diprediksi terjadi, laga ini tidak hanya menjadi ajang uji coba, tetapi juga kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan perkembangan di kancah internasional.(*)




Jelang Gubernur Cup 2026, FC Koja Luncurkan Logo dan Jersey Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang keikutsertaan dalam Kejuaraan Gubernur Cup 2026 yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi, Football Club Kota Jambi (FC Koja) resmi meluncurkan logo dan jersey terbaru.

Acara peluncuran berlangsung pada Kamis malam (8/1/2026) di Teanol Jelutung.

Jersey terbaru FC Koja tampil dengan nuansa elegan melalui perpaduan warna biru, ungu, dan putih.

Kombinasi warna tersebut menghadirkan kesan mewah sekaligus gagah, yang diharapkan mampu membangkitkan semangat juang para pemain saat berlaga di lapangan.

Peluncuran logo dan jersey FC Koja dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., yang juga menjabat sebagai Manajer FC Koja.

Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan penuh Pemerintah Kota Jambi terhadap tim sepak bola kebanggaan daerah menjelang laga perdana Grup C Gubernur Cup 2026.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana memberikan motivasi dan dukungan kepada seluruh pemain dan jajaran pelatih FC Koja yang dijadwalkan menjalani pertandingan pertama pada 14 Januari 2026 melawan United Sarolangun FC.

“Saya yakin FC Koja mampu menjadi juara umum dalam gelaran Gubernur Cup 2026. Kota Jambi pernah menorehkan prestasi tersebut beberapa tahun lalu,” ujar Maulana.

Ia juga menyoroti peran Wakil Wali Kota Jambi sebagai Manajer FC Koja yang dinilai menjadi simbol optimisme dan motivasi kuat bagi tim.

Menurutnya, hal ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong prestasi olahraga daerah.

“Baru kali ini manajer klub sepak bola Kota Jambi dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota. Ini juga pertama kalinya dilakukan seremoni resmi peluncuran jersey, pemain, dan logo klub,” tambahnya.

Selain itu, Maulana turut menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang telah mendukung FC Koja, di antaranya Taman Wisata Donorejo, Bank 9 Jambi, BPPRD, Amfibi, dan Tuan Kreasi.

Sementara itu, Manajer FC Koja, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi dan seluruh sponsor atas dukungan yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa target utama FC Koja pada Gubernur Cup 2026 adalah meraih juara umum.

“Target kita juara umum. Kami melakukan seleksi ketat pemain dan menjalani latihan intensif dengan dukungan pelatih yang kompeten. Pelatih FC Koja merupakan mantan pemain Timnas Indonesia, Saktiawan Sinaga,” jelas Diza.

Ia berharap para pemain mampu memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama Kota Jambi.

“Jika berhasil meraih juara umum, tentu akan ada apresiasi yang diberikan,” tambahnya singkat.

Dalam ajang tahunan ini, FC Koja diperkuat oleh 22 pemain beserta jajaran pelatih dan asisten pelatih.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Jambi, FC Koja optimistis target prestasi dapat tercapai dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Jambi di bidang olahraga.(*)




Dibayar US$40 Ribu per Bulan, Ini Alasan PSSI Pilih John Herdman

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia langsung menarik perhatian publik.

Terutama terkait besaran gaji yang diterimanya. Sejumlah media internasional melaporkan pelatih asal Inggris tersebut akan menerima bayaran sekitar US$40 ribu per bulan.

Angka yang dinilai lebih rendah, dibandingkan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.

Meski demikian, PSSI menegaskan bahwa nilai kontrak bukan tolok ukur utama.

Rekam jejak Herdman yang pernah membawa tim nasional putra dan putri ke Piala Dunia justru menjadi pertimbangan terbesar dalam penunjukan ini.

PSSI secara resmi mengumumkan Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Sekaligus menandai dimulainya era baru sepak bola nasional pasca perjalanan Garuda di Piala Dunia 2026.

Kontrak Hingga 2027, Ada Opsi Perpanjangan

Dalam keterangan resmi, PSSI tidak mengungkap secara detail durasi dan nilai kontrak Herdman.

Namun laporan dari media luar negeri menyebutkan bahwa Herdman dikontrak hingga 2027.

Mengikuti masa kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dengan opsi perpanjangan hingga 2030.

Selain menangani Timnas Indonesia senior, Herdman juga akan bertanggung jawab atas Timnas U-23, sebagai bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan PSSI.

“PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Kehadirannya menandai era baru sepak bola nasional. Herdman adalah pelatih dengan pengalaman membawa tim ke Piala Dunia,” tulis PSSI melalui pernyataan resminya.

Rekam Jejak Jadi Jaminan Kualitas

Meski menerima gaji yang relatif lebih rendah, Herdman memiliki reputasi global.

Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional pria dan wanita dari satu negara lolos ke Piala Dunia.

Ia sukses menangani Timnas Wanita Kanada pada periode 2011–2018, dengan prestasi dua medali perunggu Olimpiade serta perempat final Piala Dunia Wanita 2015.

Setelah itu, ia membawa Timnas Pria Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian selama 36 tahun.

PSSI menilai pengalaman tersebut sejalan dengan visi jangka panjang pengembangan Timnas Indonesia.

Agenda Perdana Bersama Timnas Indonesia

Setelah penunjukan resmi ini, Herdman langsung dihadapkan pada agenda padat.

Tugas perdananya adalah memimpin Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.

Selanjutnya, ia akan menangani Timnas Indonesia pada agenda FIFA bulan Juni, September, Oktober, dan November.

Serta memimpin skuad Garuda di Piala AFF 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai 25 Juli 2026.(*)




Profil John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia Berpengalaman Piala Dunia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, menandai dimulainya babak baru sepak bola nasional pasca keberhasilan skuad Garuda tampil di Piala Dunia 2026 di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert.

Pengumuman tersebut disampaikan PSSI pada Sabtu, 3 Januari 2026.

tidak mengungkap secara rinci nilai maupun durasi kontrak, kehadiran pelatih asal Inggris ini dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang dalam pembangunan tim nasional.

Sejumlah laporan media internasional menyebutkan Herdman dikontrak hingga 2027, mengikuti masa kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dengan opsi perpanjangan hingga 2030.

Gaji Herdman disebut berada di kisaran US$40 ribu per bulan, lebih rendah dibandingkan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.

Rekam Jejak John Herdman Jadi Alasan Utama

PSSI menilai Herdman bukan sekadar pelatih biasa.

Ia memiliki reputasi global sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia.

“PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Penunjukan ini menandai era baru sepak bola nasional. Herdman adalah arsitek berpengalaman yang telah membawa tim ke panggung Piala Dunia,” tulis PSSI dalam pernyataan resminya.

Karier Herdman mencuat saat menangani Timnas Wanita Kanada pada periode 2011–2018.

Di bawah asuhannya, Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade (2012 dan 2016) serta mencapai perempat final Piala Dunia Wanita 2015.

Kesuksesan itu berlanjut ketika ia dipercaya melatih Timnas Pria Kanada, yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian selama 36 tahun.

Tangani Timnas Senior hingga U-23

Dalam struktur kepelatihan baru, Herdman tidak hanya bertanggung jawab atas Timnas Indonesia senior.

Tetapi juga akan menangani Timnas U-23, guna memastikan kesinambungan pembinaan pemain dari level usia muda ke tim utama.

PSSI menegaskan bahwa, pendekatan Herdman yang berbasis mentalitas, disiplin, dan identitas permainan menjadi nilai tambah penting bagi sepak bola Indonesia.

“Rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Ia memiliki pengalaman nyata membangun tim dari fondasi hingga mampu bersaing di level tertinggi,” lanjut pernyataan PSSI.

Agenda Perdana John Herdman Bersama Timnas Indonesia

Setelah kegagalan melaju ke fase lanjutan Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani sejumlah agenda internasional sepanjang tahun ini.

Tugas pertama Herdman adalah memimpin Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.

Setelah itu, ia akan memimpin skuad Garuda pada kalender FIFA bulan Juni, September, Oktober, dan November, serta menghadapi Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

PSSI berharap kehadiran John Herdman mampu membawa stabilitas, identitas permainan yang jelas, serta konsistensi prestasi Timnas Indonesia di level Asia dan dunia.(*)