Jerman Comeback, Pantai Gading ‘Dipukul’ Deniz Undav di Gol Injury Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Jerman memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading dalam laga Grup E di Toronto Stadium, Minggu 21 Juni 2026 dini hari WIB.

Der Panzer harus bekerja keras untuk mengamankan tiga poin. Sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, pasukan Julian Nagelsmann bangkit melalui dua gol Deniz Undav.

Termasuk gol penentu kemenangan yang tercipta pada masa injury time.

Hasil ini membuat Jerman kokoh di puncak klasemen Grup E dengan koleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan.

Dengan satu laga tersisa, mereka menjadi salah satu tim pertama yang memastikan tempat di fase gugur.

Jerman langsung tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Kai Havertz memperoleh peluang emas lewat sundulan pada menit-menit awal, tetapi masih mampu diamankan kiper Pantai Gading, Yahia Fofana.

Tekanan Der Panzer terus berlanjut. Jamal Musiala dan Florian Wirtz beberapa kali merepotkan lini belakang lawan.

Sementara Aleksandar Pavlovic sempat menjebol gawang Pantai Gading pada menit ke-21. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah ditemukan pelanggaran dalam proses serangan.

Di tengah dominasi Jerman, Pantai Gading justru berhasil mencuri keunggulan. Serangan cepat yang dibangun dari sisi sayap berujung pada gol Franck Kessie pada menit ke-30.

Gelandang berpengalaman itu sukses memanfaatkan kelengahan pertahanan Jerman untuk membawa timnya unggul 1-0.

Menjelang turun minum, Pantai Gading nyaris menggandakan keunggulan. Ange-Yoan Bonny mendapatkan peluang terbuka.

Namun Manuel Neuer menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan krusial yang menjaga harapan Jerman tetap hidup.

Babak pertama ditutup dengan frustrasi bagi Der Panzer. Kai Havertz sempat mencetak gol, tetapi VAR kembali membatalkan gol tersebut karena pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Memasuki babak kedua, Jerman meningkatkan intensitas serangan. Julian Nagelsmann meminta anak asuhnya bermain lebih agresif dan menekan lebih tinggi untuk memaksa Pantai Gading bertahan di wilayah sendiri.

Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Deniz Undav menyambar umpan matang Nadiem Amiri sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau Fofana.

Skor berubah menjadi 1-1 dan momentum sepenuhnya berpihak kepada Jerman.

Setelah gol penyeimbang tersebut, tekanan Der Panzer semakin masif. Pantai Gading dipaksa bertahan total menghadapi gelombang serangan yang datang silih berganti.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Jerman mendapatkan momen penentu.

Pada menit ke-90+4, Felix Nmecha mengirim umpan terukur yang langsung disambar Deniz Undav menjadi gol kedua sekaligus gol kemenangan.

Gol telat tersebut memicu selebrasi besar kubu Jerman dan memupus harapan Pantai Gading untuk mencuri satu poin.

Kemenangan ini menegaskan status Jerman sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Selain menunjukkan mentalitas bangkit saat tertinggal, Der Panzer juga memperlihatkan kedalaman skuad yang mampu membuat perbedaan hingga detik-detik terakhir pertandingan.

Susunan pemain:

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, Nathaniel Brown; Aleksandar Pavlovic, Felix Nmecha; Leroy Sane, Jamal Musiala, Florian Wirtz; Kai Havertz.

Pelatih: Julian Nagelsmann

Pantai Gading (4-3-3): Yahia Fofana; Wilfried Singo, Odilon Kossounou, Emmanuel Agbadou, Ghislain Konan; Christ Inao Oulai, Franck Kessie, Ibrahim Sangare; Amad Diallo, Ange-Yoan Bonny, Yan Diomande.

Pelatih: Emerse Fae.(*)




Ronald Koeman Tersenyum, Belanda Hancurkan Swedia 5-1 dan Kuasai Grup F

SEPUCUKJAMBI.ID – Belanda menunjukkan sinyal serius sebagai salah satu penantang kuat di Piala Dunia 2026.

Tim Oranje tampil luar biasa saat membungkam Swedia dengan skor telak 5-1 pada laga kedua Grup F yang berlangsung di Houston Stadium, Minggu 21 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan besar ini bukan hanya soal tambahan tiga poin. Belanda memperlihatkan kombinasi efektivitas, kecepatan, dan kedalaman skuad yang membuat Swedia kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.

Brian Brobbey menjadi pembuka petaka bagi Swedia. Striker muda Belanda itu mencetak dua gol cepat pada menit ke-5 dan ke-17 yang langsung mengubah arah pertandingan sejak awal.

Unggul dua gol membuat Belanda semakin nyaman menguasai permainan.

Lini tengah yang dikomandoi Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders mampu mengendalikan tempo, sementara Denzel Dumfries berkali-kali menciptakan ancaman dari sisi kanan.

Swedia sebenarnya sempat memberikan perlawanan. Viktor Gyokeres dan Alexander Isak beberapa kali menguji ketangguhan Bart Verbruggen.

Bahkan, tim Skandinavia itu nyaris memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum, namun sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Memasuki babak kedua, keputusan pelatih Ronald Koeman melakukan pergantian pemain menjadi titik balik yang semakin menyulitkan Swedia.

Crysencio Summerville yang masuk dari bangku cadangan langsung memberi dampak instan.

Baru dua menit babak kedua berjalan, pergerakannya membuka ruang bagi Dumfries untuk mengirim umpan matang yang diselesaikan Cody Gakpo menjadi gol ketiga Belanda.

Tekanan Oranje semakin tak terbendung. Pada menit ke-54, Summerville kembali menjadi aktor penting lewat assist yang membuat Gakpo mencetak gol keduanya sekaligus memperbesar keunggulan menjadi 4-0.

Swedia akhirnya mendapatkan gol hiburan pada menit ke-59. Anthony Elanga yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memanfaatkan umpan terobosan Alexander Isak untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 4-1.

Namun momentum itu tidak bertahan lama. Belanda tetap mendominasi jalannya laga dan nyaris tidak memberikan ruang bagi Swedia untuk bangkit.

Pesta gol Oranje akhirnya ditutup Summerville pada menit ke-89. Setelah merebut bola di area pertahanan lawan, pemain sayap tersebut melakukan penetrasi cepat sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan kiper Swedia.

Skor 5-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini mengantarkan Belanda ke puncak klasemen sementara Grup F dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan.

Sementara itu, Swedia harus puas berada di posisi kedua dan menghadapi tekanan lebih besar dalam perebutan tiket ke fase gugur.

Selain kemenangan besar, laga ini juga memperlihatkan ketajaman lini depan Belanda yang mulai menemukan bentuk terbaiknya.

Brobbey, Gakpo, hingga Summerville tampil efektif dan menjadi modal berharga bagi Oranje untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026.

Susunan pemain

BELANDA : Bart Verbruggen; Micky van de Ven, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Denzel Dumfries; Tijjani Reijnders, Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch; Cody Gakpo, Brian Brobbey, Donyell Malen.

SWEDIA : Kristoffer Nordfeldt; Victor Lindelof, Isak Hien, Gustaf Lagerbielke; Jesper Karlstrom, Gabriel Gudmundsson, Alexander Bernhardsson, Yasin Ayari, Benjamin Nygren; Alexander Isak, Viktor Gyokeres.(*)




Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Dini Hari Nanti Belanda vs Swedia, Besok Jepang vs Tunisia

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 terus memanas seiring berjalannya pertandingan di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Sejumlah hasil mengejutkan mulai tercipta, sementara beberapa laga besar masih akan menentukan nasib tim di klasemen.

Salah satu laga yang paling disorot pada matchday 2 adalah duel Spanyol vs Arab Saudi di Grup H yang akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Minggu 21 Juni 2026 pukul 23.00 WIB.

Spanyol datang dengan tekanan besar setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde di laga pembuka.

Performa lini serang La Roja menjadi sorotan karena gagal memaksimalkan dominasi penguasaan bola dalam beberapa laga terakhir, termasuk saat uji coba sebelum turnamen.

Di sisi lain, Arab Saudi tampil lebih percaya diri usai menahan Uruguay 1-1. Hasil tersebut membuat The Green Falcons dipandang sebagai tim yang berpotensi memberi kejutan di grup ini.

HASIL SEMENTARA PIALA DUNIA 2026

Sejumlah pertandingan fase grup telah selesai dimainkan di berbagai grup, dengan beberapa tim unggulan mulai menunjukkan dominasi seperti Brasil, Jerman, dan Inggris.

Brasil sendiri tampil meyakinkan di Grup C setelah menang 3-0 atas Haiti, sementara Maroko dan Skotlandia juga bersaing ketat di papan atas grup yang sama.

HASIL & JADWAL PERTANDINGAN GRUP:

GRUP A

Hasil:

  • Meksiko 1-0 Afrika Selatan
  • Korea Selatan 1-2 Republik Ceko
  • Republik Ceko 1-1 Afrika Selatan
  • Meksiko 1-0 Korea Selatan

Jadwal Selanjutnya:

  • Republik Ceko vs Meksiko — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 08.00 WIB
  • Afrika Selatan vs Korea Selatan — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 08.00 WIB

GRUP B

Hasil:

  • Kanada 1-1 Bosnia & Herzegovina
  • Qatar 1-1 Swiss
  • Swiss 4-1 Bosnia & Herzegovina
  • Kanada 6-0 Qatar

Jadwal Selanjutnya:

  • Swiss vs Kanada — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 02.00 WIB
  • Bosnia & Herzegovina vs Qatar — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 02.00 WIB

GRUP C

Hasil:

  • Brasil 1-1 Maroko
  • Haiti 0-1 Skotlandia
  • Skotlandia 0-1 Maroko
  • Brasil 3-0 Haiti

Jadwal Selanjutnya:

  • Skotlandia vs Brasil — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 05.00 WIB
  • Maroko vs Haiti — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 05.00 WIB

GRUP D

Hasil:

  • Amerika Serikat 4-1 Paraguay
  • Australia 2-0 Turki
  • Amerika Serikat 2-0 Australia
  • Turki 0-1 Paraguay

Jadwal Selanjutnya:

  • Turki vs Amerika Serikat — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 09.00 WIB
  • Paraguay vs Australia — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 09.00 WIB

GRUP E

Hasil:

  • Jerman 7-1 Curaçao
  • Pantai Gading 1-0 Ekuador

Jadwal Selanjutnya:

  • Jerman vs Pantai Gading — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 03.00 WIB
  • Ekuador vs Curaçao — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
  • Curaçao vs Pantai Gading — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 03.00 WIB
  • Ekuador vs Jerman — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 03.00 WIB

GRUP F

Hasil:

  • Belanda 2-2 Jepang
  • Swedia 5-1 Tunisia

Jadwal Selanjutnya:

  • Belanda vs Swedia — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 01.00 WIB
  • Tunisia vs Jepang — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 11.00 WIB
  • Jepang vs Swedia — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 06.00 WIB
  • Tunisia vs Belanda — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 06.00 WIB

GRUP G

Hasil:

  • Belgia 1-1 Mesir
  • Iran 2-2 Selandia Baru

Jadwal Selanjutnya:

  • Belgia vs Iran — Senin, 22 Juni 2026 pukul 02.00 WIB
  • Selandia Baru vs Mesir — Senin, 22 Juni 2026 pukul 08.00 WIB
  • Mesir vs Iran — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
  • Selandia Baru vs Belgia — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 10.00 WIB

GRUP H

Hasil:

  • Spanyol 0-0 Tanjung Verde
  • Arab Saudi 1-1 Uruguay

Jadwal Selanjutnya:

  • Spanyol vs Arab Saudi — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 23.00 WIB
  • Uruguay vs Tanjung Verde — Selasa, 23 Juni 2026 pukul 05.00 WIB
  • Tanjung Verde vs Arab Saudi — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
  • Uruguay vs Spanyol — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB

GRUP I

Hasil:

  • Prancis 3-1 Senegal
  • Irak 1-4 Norwegia

Jadwal Selanjutnya:

  • Prancis vs Irak — Selasa, 23 Juni 2026 pukul 04.00 WIB
  • Norwegia vs Senegal — Selasa, 23 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
  • Norwegia vs Prancis — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 02.00 WIB
  • Senegal vs Irak — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 02.00 WIB

GRUP J

Hasil:

  • Argentina 3-0 Aljazair
  • Austria 3-1 Yordania

Jadwal Selanjutnya:

  • Argentina vs Austria — Senin, 22 Juni 2026 pukul 01.00 WIB
  • Yordania vs Aljazair — Senin, 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
  • Aljazair vs Austria — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 09.00 WIB
  • Yordania vs Argentina — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 09.00 WIB

GRUP K

Hasil:

  • Portugal 1-1 Kongo
  • Uzbekistan 1-3 Kolombia

Jadwal Selanjutnya:

  • Portugal vs Uzbekistan — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 00.00 WIB
  • Kolombia vs Kongo — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
  • Kolombia vs Portugal — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 06.30 WIB
  • Kongo vs Uzbekistan — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 06.30 WIB

GRUP L

Hasil:

  • Inggris 4-2 Kroasia
  • Ghana 1-0 Panama

Jadwal Selanjutnya:

  • Inggris vs Ghana — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 03.00 WIB
  • Panama vs Kroasia — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 06.00 WIB
  • Kroasia vs Ghana — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 04.00 WIB
  • Panama vs Inggris — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 04.00 WIB

JADWAL FASE GUGUR

  • 32 Besar: 29 Juni – 4 Juli 2026
  • 16 Besar: 5 – 8 Juli 2026
  • Perempat Final: 10 – 12 Juli 2026
  • Semifinal: 15 – 16 Juli 2026
  • Perebutan tempat ketiga: 19 Juli 2026
  • Final: 20 Juli 2026.(*)



Maroko Makin Dekat ke Fase Gugur, Skotlandia Dipaksa Menyerah di Boston

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Maroko meraih kemenangan penting dalam persaingan Grup C Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Skotlandia dengan skor tipis 1-0 di Boston Stadium, Sabtu 20 Juni 2026 WIB.

Tiga poin ini menjadi kemenangan perdana Singa Atlas di turnamen sekaligus mengantarkan mereka ke puncak klasemen sementara Grup C dengan koleksi empat poin.

Sebaliknya, Skotlandia harus rela turun ke posisi kedua setelah gagal memanfaatkan peluang untuk memperbesar kans lolos ke fase gugur.

Laga baru berjalan dua menit ketika Maroko berhasil memecah kebuntuan.

Berawal dari umpan terukur Brahim Diaz, Ismael Saibari sukses lolos dari pengawalan lini belakang Skotlandia sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Angus Gunn.

Gol cepat tersebut mengubah jalannya pertandingan. Maroko tampil lebih percaya diri dalam menguasai bola dan beberapa kali memaksa pertahanan Skotlandia bekerja keras mengamankan area pertahanan mereka.

Pada menit ke-18, Gunn kembali menjadi penyelamat Skotlandia setelah menggagalkan peluang berbahaya yang dibangun lini serang Maroko.

Dominasi tim asuhan Mohamed Ouahbi terlihat jelas sepanjang babak pertama, meski mereka gagal menambah keunggulan.

Skotlandia baru mampu memberikan ancaman berarti menjelang turun minum.

John McGinn mendapatkan ruang tembak setelah menerima umpan Andy Robertson, namun sepakannya masih melenceng tipis dari sasaran.

Memasuki babak kedua, Maroko tetap mempertahankan intensitas permainan. Peluang emas kembali hadir melalui sundulan Bilal El Khannouss pada menit ke-52.

Namun, Angus Gunn tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting untuk menjaga peluang timnya tetap hidup.

Di sisi lain, Skotlandia mencoba membalas melalui sejumlah serangan balik cepat.

Salah satu peluang terbaik hadir lewat Ruan Christie, tetapi penyelesaian akhirnya belum cukup akurat untuk menaklukkan Yassine Bounou.

Memasuki setengah jam terakhir pertandingan, tempo permainan mulai menurun. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih karena rapatnya organisasi pertahanan masing-masing.

Skotlandia terus berupaya mencari gol penyama kedudukan hingga menit-menit akhir, namun pertahanan Maroko tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman yang datang.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Maroko.

Hasil ini menempatkan Singa Atlas dalam posisi yang lebih menguntungkan menjelang laga terakhir fase grup.

Sementara Skotlandia masih harus berjuang mengamankan tiket ke babak berikutnya pada pertandingan penentuan.

Susunan Pemain:

Skotlandia (3-5-2): Angus Gunn; Kieran Tierney, Grant Hanley, Jack Hendry; Andy Robertson, John McGinn, Lewis Ferguson, Christie, Nathan Patterson; Che Adams, Scott McTominay.

Pelatih: Steve Clarke.

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Noussair Mazraoui, Chadi Riad, Diop, Achraf Hakimi; Bouaddi, El Aynaoui; Bilal El Khannouss, Azzedine Ounahi, Brahim Diaz; Ismael Saibari.

Pelatih: Mohamed Ouahbi.(*)




AS Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Australia Dipaksa Menyerah 0-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan skor 2-0 pada laga kedua Grup D di Seattle Stadium, Sabtu 20 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi skuad asuhan Mauricio Pochettino untuk mengamankan posisi di fase gugur.

Sebaliknya, Australia harus menunda kepastian lolos dan wajib meraih hasil positif pada pertandingan terakhir grup.

Meski akhirnya kalah, Australia sebenarnya sempat mengejutkan tuan rumah saat pertandingan baru berjalan satu menit.

Kesalahan umpan di lini belakang Amerika Serikat dimanfaatkan Mohamed Toure yang berhasil menembus kotak penalti.

Namun peluang emas tersebut mampu digagalkan kiper Matt Freese.

Setelah lolos dari ancaman awal, Amerika Serikat mulai mendominasi penguasaan bola dan mengendalikan ritme permainan.

Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah gol pada menit ke-11.

Berawal dari aksi cepat Folarin Balogun di sisi kiri, umpan mendatar yang dikirimkan ke depan gawang justru berakhir menjadi petaka bagi Australia.

Bek Cameron Burgess salah mengantisipasi bola dan membuat si kulit bundar bersarang ke gawang sendiri.

Tertinggal satu gol membuat Australia berupaya bangkit. Mathew Leckie sempat memperoleh peluang bagus melalui kombinasi serangan cepat Mohamed Toure dan Nishan Velupillay.

Namun penyelesaian akhirnya masih melebar dari sasaran.

Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan. Weston McKennie nyaris menggandakan keunggulan lewat sundulan keras hasil sepak pojok Malik Tillman, tetapi masih mampu diblok lini pertahanan Australia tepat di depan garis gawang.

Dominasi USMNT akhirnya kembali membuahkan hasil menjelang turun minum. Alex Freeman sempat melihat golnya dianulir karena dianggap offside.

Namun setelah pemeriksaan VAR, wasit mengesahkan gol tersebut karena Freeman dinilai sejajar dengan pemain bertahan terakhir Australia.

Gol itu membuat Amerika Serikat menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 2-0.

Memasuki paruh kedua, tuan rumah tidak mengendurkan serangan.

Balogun kembali mengancam setelah menerima umpan terobosan Tyler Adams, tetapi bek Alessandro Circati tampil sigap melakukan blok krusial.

Australia beberapa kali mencoba memperkecil ketertinggalan. Peluang terbaik hadir melalui Cristian Volpato dan Jason Geria.

Namun buruknya penyelesaian akhir serta disiplin pertahanan Amerika Serikat membuat Socceroos gagal mencetak gol.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga memiliki sejumlah kesempatan untuk memperbesar keunggulan. Meski demikian, hingga laga berakhir tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Skor 2-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini memastikan Amerika Serikat mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Australia masih memiliki peluang melaju ke fase gugur, namun harus berjuang pada laga penentuan grup.(*)




Luis Diaz Bersinar, Kolombia Tundukkan Uzbekistan di Laga Pembuka

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Uzbekistan harus mengakui keunggulan Kolombia dengan skor 1-3 pada laga Grup K Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Azteca, Mexico City, Kamis waktu setempat.

Meski sempat mencetak gol bersejarah di babak kedua, Uzbekistan gagal membendung tekanan Kolombia hingga akhir pertandingan.

Sejak awal laga, Uzbekistan kesulitan mengimbangi tempo permainan Kolombia yang tampil lebih dominan.

Beberapa peluang tercipta di babak pertama, termasuk tembakan Jhon Arias pada menit ke-17 yang masih melebar serta sepakan Luis Diaz pada menit ke-32 yang hanya membentur tiang gawang.

Dominasi Kolombia akhirnya berbuah gol pada menit ke-40. Umpan terobosan Luis Diaz berhasil dimanfaatkan Daniel Munoz yang menusuk ke kotak penalti sebelum mencetak gol pembuka.

Skor 1-0 untuk Kolombia bertahan hingga turun minum.

Uzbekistan Bangkit, Cetak Gol Perdana di Piala Dunia

Memasuki babak kedua, pelatih Uzbekistan Fabio Cannavaro melakukan perubahan cepat dengan memasukkan Farrukh Sayfiev dan Dostonbek Khamdamov untuk menambah daya gedor.

Perubahan tersebut langsung memberikan dampak. Uzbekistan tampil lebih agresif dan mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-60 melalui Abbosbek Fayzullaev.

Gol tersebut tercipta setelah memanfaatkan bola rebound dari kiper Kolombia Camilo Vargas yang gagal mengamankan tendangan Eldor Shomurodov.

Gol tersebut menjadi catatan penting karena merupakan gol pertama Uzbekistan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Kolombia Respons Cepat, Kunci Kemenangan di Akhir Laga

Namun, momentum Uzbekistan tidak bertahan lama. Hanya lima menit berselang, Kolombia kembali unggul lewat aksi Luis Diaz yang memanfaatkan situasi pressing tinggi untuk menembus lini pertahanan lawan. Skor berubah menjadi 2-1.

Uzbekistan berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan.

Namun, upaya tersebut justru kembali dimanfaatkan Kolombia pada masa tambahan waktu.

Pada menit ke-90+9, kombinasi pemain pengganti Kolombia berbuah gol ketiga melalui sundulan Jaminton Campaz, yang memastikan kemenangan 3-1 untuk tim berjuluk Los Cafeteros.

Kolombia Puncaki Grup K

Hasil ini membuat Kolombia memimpin klasemen sementara Grup K dengan tiga poin.

Sementara itu, Republik Demokratik (RD) Kongo dan Portugal berada di posisi berikutnya dengan masing-masing satu poin setelah bermain imbang 1-1 di laga sebelumnya.

Uzbekistan harus berada di posisi terbawah tanpa poin.

Pada laga selanjutnya, Kolombia akan menghadapi RD Kongo di Stadion Akron, Zapopan, Rabu 24 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.

Sementara Uzbekistan dijadwalkan menghadapi Portugal di Stadion Houston pada hari yang sama pukul 00.00 WIB.

Susunan Pemain

Uzbekistan: Utkir Yusupov (GK), Rustam Ashurmatov, Abdukodir Khusanov, Abdulla Abdullaev, Bekhruz Karimov, Akmal Mozgovoy, Otabek Shukurov, Sherzod Nasrullaev, Abbosbek Fayzullaev, Oston Urunov, Eldor Shomurodov (C).
Pelatih: Fabio Cannavaro.

Kolombia: Camilo Vargas (GK), Daniel Munoz, Davinson Sanchez, Jhon Lucumi, Johan Mojica, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta, Jhon Arias, James Rodriguez (C), Luis Diaz, Luis Javier Suarez.
Pelatih: Nestor Lorenzo.




Drama Injury Time! Ghana Bekuk Panama dan Tempel Inggris di Grup L

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Ghana mengawali langkah mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis setelah menundukkan Panama 1-0 pada laga perdana Grup L di Toronto Stadium, Kanada, Kamis 18 Juni 2026 pagi WIB.

Saat pertandingan tampak akan berakhir tanpa pemenang, Ghana justru menemukan momen penentu pada masa injury time.

Caleb Yirenkyi muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+5 dan mengamankan tiga poin berharga bagi The Black Stars.

Hasil ini membuat Ghana langsung menempel Inggris di papan atas klasemen sementara Grup L dengan koleksi tiga poin.

Sementara Panama harus puas pulang tanpa poin meski tampil kompetitif sepanjang pertandingan.

Sejak peluit awal dibunyikan, duel berlangsung ketat dan penuh kehati-hatian. Panama bahkan mampu tampil lebih berani pada babak pertama dan beberapa kali membuat pertahanan Ghana bekerja keras.

Peluang berbahaya pertama lahir ketika Cecilio Waterman menyambut umpan Amir Murillo pada menit kedua.

Beruntung bagi Ghana, kiper Lawrence Ati Zigi tampil sigap untuk menggagalkan ancaman tersebut.

Sepanjang babak pertama, Panama terlihat lebih nyaman menguasai ritme permainan. Sebaliknya, Ghana kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memaksimalkan potensi lini serangnya.

Andre Ayew sempat terjatuh dalam duel udara pada menit ke-23 yang membuat pertandingan terhenti sejenak.

Namun setelah laga dilanjutkan, kedua tim tetap kesulitan menciptakan peluang bersih.

Kesempatan terbaik Panama di babak pertama hadir melalui Jiovany Ramos pada menit ke-37.

Sayangnya, tembakan keras dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang.

Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Ghana mulai menunjukkan perubahan permainan. Intensitas serangan meningkat dan mereka lebih berani menekan pertahanan Panama.

Peluang pertama Ghana yang mengarah ke gawang tercipta pada menit ke-48 melalui sundulan Jonas Adjetey. Namun upaya tersebut masih terlalu mudah diamankan Orlando Mosquera.

Panama tidak tinggal diam. Pada menit ke-60, Cristian Martinez nyaris membawa timnya unggul setelah berhasil menembus sisi kanan pertahanan Ghana.

Akan tetapi, tembakannya hanya mengenai sisi luar jaring.

Pertandingan kemudian berlangsung semakin terbuka. Kedua tim saling bergantian melancarkan serangan demi mencari gol pembuka.

Antoine Semenyo menjadi pemain yang paling aktif mengancam pertahanan Panama.

Winger Ghana itu beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, termasuk umpan matang yang hampir diselesaikan Andre Ayew sebelum digagalkan tekel heroik Ramos.

Ketika laga memasuki menit-menit akhir, kedua tim tampak mulai menerima kemungkinan berbagi angka. Namun Ghana memiliki rencana berbeda.

Pada menit ke-90+5, Semenyo kembali menjadi aktor utama serangan. Ia mengalirkan bola kepada Brandon Thomas-Asante di sisi kiri yang kemudian mengirim umpan ke depan gawang.

Caleb Yirenkyi yang datang tanpa kawalan langsung menyambar bola dan mengirimkannya ke dalam gawang Panama.

Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus memicu selebrasi besar para pemain Ghana.

Panama berusaha merespons pada sisa waktu pertandingan, tetapi pertahanan Ghana mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Ghana dalam persaingan Grup L yang diprediksi berlangsung ketat.

Selain meraih tiga poin, kemenangan lewat gol telat juga dapat meningkatkan kepercayaan diri skuad asuhan Carlos Queiroz menghadapi laga berikutnya.

Sebaliknya, Panama harus segera bangkit. Meski kalah, penampilan disiplin dan organisasi permainan yang mereka tunjukkan sepanjang pertandingan menjadi sinyal bahwa mereka masih berpotensi memberikan kejutan pada laga-laga selanjutnya.

Dengan hasil ini, Inggris dan Ghana sama-sama mengoleksi tiga poin, sementara Panama dan Kroasia masih belum mendapatkan angka.

Persaingan menuju babak gugur di Grup L pun dipastikan semakin menarik.(*)




Pesta Gol di Arlington! Inggris Tundukkan Kroasia 4-2 dan Puncaki Grup L

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kroasia dengan skor 4-2 pada laga pembuka Grup L di AT&T Stadium, Arlington, Kamis 18 Juni 2026 dini hari WIB.

Dalam pertandingan yang berlangsung terbuka dan sarat drama, The Three Lions menunjukkan ketajaman lini depan sekaligus karakter kuat untuk bangkit setiap kali mendapat tekanan.

Harry Kane menjadi motor kemenangan Inggris lewat dua gol, sementara Jude Bellingham dan Marcus Rashford turut menyumbang gol penting.

Hasil ini mengantar skuad asuhan Thomas Tuchel meraih tiga poin pertama sekaligus memimpin klasemen sementara Grup L.

Inggris sebenarnya sempat dibuat bekerja keras oleh perlawanan Kroasia yang dua kali berhasil menyamakan kedudukan.

Namun kualitas individu dan kedalaman skuad menjadi pembeda pada paruh kedua pertandingan.

The Three Lions membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui eksekusi penalti Harry Kane.

Tendangan pertama sang kapten sempat digagalkan Dominik Livakovic, tetapi wasit memerintahkan penalti diulang karena kiper Kroasia dianggap bergerak lebih cepat dari garis gawang.

Pada kesempatan kedua, Kane sukses menjalankan tugasnya.

Meski tertinggal, Kroasia tidak kehilangan kepercayaan diri. Tim yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman itu mampu menyamakan skor pada menit ke-36 melalui Martin Baturina.

Gol tersebut berawal dari kesalahan Inggris saat kehilangan bola di area tengah lapangan.

Saat laga tampak akan berakhir imbang hingga jeda, Kane kembali menunjukkan insting predatornya.

Penyerang Bayern Munchen itu menyambut sepak pojok Declan Rice dengan sundulan tajam yang membawa Inggris unggul 2-1 pada menit ke-42.

Namun keunggulan tersebut kembali sirna di masa injury time babak pertama. Petar Musa memanfaatkan umpan sundulan Ivan Perisic untuk mencetak gol penyeimbang dan membuat skor berubah menjadi 2-2.

Babak pertama yang berlangsung sengit menjadi bukti bahwa Kroasia belum kehilangan daya saing meski menghadapi salah satu favorit juara.

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel tampaknya berhasil memberikan instruksi yang tepat kepada para pemainnya.

Baru dua menit setelah kick-off, Jude Bellingham membawa Inggris kembali unggul.

Gelandang Real Madrid itu melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan akurat yang gagal dihentikan Livakovic.

Gol cepat tersebut mengubah momentum pertandingan dan membuat Inggris tampil semakin percaya diri.

Setelah memimpin 3-2, Inggris meningkatkan intensitas serangan. Kroasia lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik untuk mencuri peluang.

Livakovic menjadi salah satu alasan Kroasia tetap bertahan dalam pertandingan. Kiper berusia 31 tahun itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting dari peluang Bellingham, Declan Rice, hingga O’Reilly.

Pelatih Kroasia mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Mateo Kovacic menggantikan Luka Modric pada menit ke-60. Namun perubahan itu belum cukup untuk meredam dominasi Inggris.

Gol penutup akhirnya hadir lima menit sebelum waktu normal berakhir. Kombinasi apik Bukayo Saka dan Djed Spence menghasilkan peluang matang yang diselesaikan dengan tenang oleh Marcus Rashford.

Gol tersebut memastikan kemenangan Inggris sekaligus menutup laga dengan skor 4-2.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Inggris dalam persaingan menuju fase gugur.

Selain meraih tiga poin, performa ofensif yang diperlihatkan Kane, Bellingham, dan Rashford menunjukkan bahwa The Three Lions memiliki amunisi lengkap untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Di sisi lain, Kroasia harus segera berbenah jika tidak ingin kehilangan peluang lolos dari fase grup.

Meski mampu dua kali menyamakan kedudukan, rapuhnya pertahanan saat menghadapi tekanan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Pada laga berikutnya, Inggris akan menghadapi Ghana dalam pertandingan yang berpotensi mengamankan tiket ke babak selanjutnya.

Sementara Kroasia wajib meraih hasil positif saat menghadapi Panama untuk menjaga asa tetap hidup di Piala Dunia 2026.(*)




Dua Gol Haaland Bawa Norwegia Libas Irak 4-1!

SEPUCUKJAMBI.ID – Haaland Cetak Dua Gol, Norwegia Akhiri Penantian 28 Tahun dengan Kemenangan di Piala Dunia

Erling Haaland akhirnya merasakan panggung yang selama ini hanya bisa ia saksikan dari kejauhan.

Penyerang andalan Norwegia itu langsung meninggalkan jejak besar pada laga debutnya di Piala Dunia 2026 dengan mengantar timnya mengalahkan Irak 4-1, Rabu 17 Juni 2026 WIB.

Kemenangan tersebut bukan sekadar tiga poin bagi Norwegia. Hasil itu mengakhiri penantian hampir tiga dekade untuk kembali merasakan kemenangan di putaran final Piala Dunia.

Terakhir kali Norwegia meraih hasil serupa terjadi pada edisi 1998.

Sejak peluit awal dibunyikan, Haaland langsung menjadi pusat perhatian. Penyerang Manchester City itu berulang kali menguji pertahanan Irak dan menunjukkan ketajamannya yang selama ini membuatnya disegani di level klub maupun internasional.

Gol pertama Norwegia lahir pada menit ke-29. Berawal dari umpan silang David Moller Wolfe dari sisi kiri, Haaland bergerak tanpa kawalan di tiang jauh sebelum menuntaskan peluang dengan sentuhan kaki kiri yang tak mampu dihentikan Jalal Hassan.

Irak sempat memberikan respons positif. Tim asal Timur Tengah itu berhasil menyamakan skor pada menit ke-39 dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Namun, keunggulan mental Norwegia terlihat menjelang turun minum. Saat Irak berusaha mempertahankan momentum, kesalahan di area pertahanan justru menjadi petaka. Haaland memanfaatkan situasi tersebut dengan sempurna.

Pada menit ke-43, ia menekan kiper Jalal Hassan yang sedang melakukan sapuan bola. Upaya tersebut berbuah manis setelah bola mengenai tubuhnya dan bergulir masuk ke gawang.

Gol itu membawa Norwegia menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.

Selepas jeda, jalannya pertandingan berubah. Irak tampil lebih berani menyerang sehingga ruang gerak Haaland di kotak penalti mulai terbatas. Meski demikian, dominasi Norwegia tidak berkurang.

Leo Ostigard memperlebar keunggulan menjadi 3-1 melalui gol hasil kemelut di depan gawang. Gol tersebut membuat Irak semakin kesulitan mengejar ketertinggalan.

Haaland hampir mencatatkan hat-trick pada menit ke-83. Namun peluang emas yang diperolehnya berhasil digagalkan Jalal Hassan melalui penyelamatan penting dari jarak dekat.

Norwegia akhirnya menutup pesta kemenangan pada masa injury time. Proses gol berawal dari duel udara yang dimenangkan Haaland di sisi kanan pertahanan Irak.

Bola kemudian mengarah ke area berbahaya dan berujung gol bunuh diri Ayman Hussein saat berusaha menghalau ancaman.

Skor 4-1 menjadi penegasan bahwa Norwegia layak diperhitungkan di Grup I.

Selain dua gol yang dicetak, kontribusi Haaland terlihat dari statistik yang mengesankan.

Ia melepaskan lima tembakan sepanjang pertandingan dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Sang striker juga beberapa kali menciptakan situasi berbahaya melalui pergerakan tanpa bola yang sulit diantisipasi lawan.

Penampilan tersebut memperpanjang catatan unik dalam kariernya.

Haaland kini tercatat selalu mencetak gol pada laga debut di sejumlah panggung elite, mulai Bundesliga, Premier League, Liga Champions hingga Piala Dunia.

Hasil ini menempatkan Norwegia di posisi ideal dalam persaingan Grup I.

Tantangan berikutnya akan datang saat menghadapi Senegal yang tengah berada di bawah tekanan setelah menelan kekalahan dari Prancis.

Jika mampu kembali meraih kemenangan, peluang Norwegia untuk mengamankan tiket ke fase gugur akan terbuka sangat lebar.

Setelah itu, ujian sesungguhnya menanti ketika mereka berhadapan dengan Prancis dalam duel yang berpotensi menentukan siapa penguasa Grup I.

Bagi Haaland, debut ini mungkin hanya awal. Namun bagi Norwegia, kemenangan atas Irak bisa menjadi sinyal bahwa mereka siap menciptakan kejutan besar di Piala Dunia 2026.(*)




Iran dan Selandia Baru Saling Balas Gol, Skor Akhir 2-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 menghadirkan duel ketat antara Iran dan Selandia Baru yang berakhir imbang 2-2 di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat, Selasa 16 Juni 2026 waktu setempat.

Kedua tim harus puas berbagi poin setelah pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh aksi saling serang sejak menit awal hingga akhir laga.

Selandia Baru tampil mengejutkan dengan start agresif. Tim asuhan Darren Bazeley langsung menekan pertahanan Iran dan berhasil membuka keunggulan lebih cepat.

Gol pertama lahir pada menit ke-7 melalui Elijah Just yang memaksimalkan umpan matang dari Chris Wood. Sepakan terarahnya membuat Selandia Baru unggul 1-0 lebih dulu.

Tertinggal, Iran mulai meningkatkan intensitas permainan. Trio Mehdi Taremi, Shahriyar Moghanloo, dan Saman Ghoddos menjadi motor serangan untuk menembus pertahanan All Whites.

Upaya Iran membuahkan hasil pada menit ke-32. Ramin Rezaeian memanfaatkan kemelut di depan gawang Selandia Baru dan sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung lebih seimbang. Kedua tim silih berganti membangun serangan, namun tidak ada tambahan gol hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Selandia Baru kembali mengejutkan Iran. Pada menit ke-54, Elijah Just mencetak gol keduanya setelah kembali menerima assist dari Chris Wood, membawa timnya unggul 2-1.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Iran merespons cepat dan kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-64 melalui Mohammad Mohebi yang memanfaatkan umpan Ramin Rezaeian.

Skor imbang membuat laga semakin terbuka. Iran kemudian lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui Taremi, Mohebi, Ezatolahi, hingga Ali Alipour.

Meski terus menekan, lini pertahanan Selandia Baru tampil disiplin dan mampu meredam berbagai ancaman hingga akhir pertandingan.

Pada menit-menit akhir, kedua tim masih berupaya mencari gol kemenangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan.

Hasil ini membuat Iran dan Selandia Baru sama-sama mengamankan satu poin pada laga pembuka Grup G, sekaligus membuka persaingan grup yang diprediksi akan berlangsung ketat.

Secara keseluruhan, pertandingan ini memperlihatkan efektivitas serangan Selandia Baru serta ketangguhan Iran dalam melakukan comeback, menjadikan duel ini salah satu laga menarik di awal turnamen.

Susunan pemain:

Iran (4-4-2): Alireza Beiranvand, Ramin Rezaeian, Shoja Khalilzadeh, Ali Nemati, Milad Mohammadi, Arya Yousefi, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos, Mohammad Mohebim Mehdi Taremi, Shahriyar Moghanlou.

Pelatih: Amir Ghalenoei.

Selandia Baru (4-2-3-1): Max Crocombe, Tim Payne, Michael Boxall, Finn Surman, Liberato Cacace, Joe Bell, Marko Stamenic, Sarpreet Singh, Elijah Just, Callum McCowatt, Chris Wood.

Pelatih: Darren Bazeley.(*)