Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris Bidik Final, Argentina Andalkan Magis Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Rivalitas panjang Inggris dan Argentina kembali tersaji di panggung terbesar sepak bola dunia.

Kedua tim akan bertarung memperebutkan satu tiket menuju final Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis WIB.

Laga ini bukan sekadar perebutan tempat di partai puncak. Pertemuan Inggris kontra Argentina membawa sejarah panjang, gengsi besar, serta pertarungan dua generasi pemain bintang.

Pemenang duel ini sudah ditunggu Spanyol yang lebih dulu memastikan tiket final setelah menyingkirkan Prancis dengan kemenangan 2-0 melalui gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Inggris Datang dengan Mental Comeback

Perjalanan Inggris menuju semifinal tidak berjalan mudah. Tim asuhan Thomas Tuchel harus melewati fase gugur dengan sejumlah laga penuh tekanan.

The Three Lions mengawali fase knockout dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar.

Pada babak 16 besar, Inggris kembali menunjukkan mental juara setelah menundukkan tuan rumah Meksiko 3-2 meski harus bermain dengan 10 pemain.

Ujian berikutnya datang saat menghadapi Norwegia di perempat final.

Inggris sempat tertinggal sebelum Jude Bellingham tampil sebagai penyelamat lewat dua gol yang membawa kemenangan 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Kemampuan membalikkan keadaan menjadi salah satu kekuatan utama Inggris sepanjang turnamen.

Namun, Thomas Tuchel menyadari tantangan menghadapi Argentina membutuhkan performa yang lebih sempurna.

Kane dan Bellingham Jadi Senjata Utama Inggris

Produktivitas Inggris sejauh ini bertumpu pada dua pemain utama: Harry Kane dan Jude Bellingham.

Keduanya telah mencetak masing-masing enam gol atau berkontribusi terhadap 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang Piala Dunia 2026.

Bellingham bahkan sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak empat gol dalam dua pertandingan terakhir.

Sementara Kane tetap menjadi ancaman utama di lini depan dengan pengalaman dan ketajamannya di pertandingan besar.

Argentina Masih Bergantung pada Magis Messi

Sebagai juara bertahan, Argentina juga tidak melangkah mudah menuju semifinal.

Pasukan Lionel Scaloni harus melewati laga-laga dramatis sejak fase gugur.

Argentina mengalahkan Tanjung Verde 3-2 melalui perpanjangan waktu pada babak 32 besar.

Pada babak berikutnya, La Albiceleste menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Mesir 3-2.

Di perempat final, Argentina kembali harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan 3-1 atas Swiss melalui perpanjangan waktu.

Messi Jadi Ancaman Terbesar

Lionel Messi tetap menjadi pusat perhatian Argentina. Kapten berusia 39 tahun tersebut telah mencetak delapan gol dan berada dalam persaingan daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Meski tidak mencetak gol saat melawan Swiss, Messi tetap memainkan peran penting dengan memberikan assist untuk gol Alexis Mac Allister.

Namun, kekuatan Argentina tidak hanya bergantung pada Messi.

Sejumlah pemain lain juga sudah membuktikan mampu menjadi pembeda, dengan tujuh pemain Argentina lainnya turut mencetak gol sepanjang turnamen.

Sejarah Panjang Inggris vs Argentina

Pertandingan semifinal ini menjadi pertemuan keenam Inggris dan Argentina dalam sejarah Piala Dunia.

Inggris memenangkan dua pertemuan awal pada 1962 dan 1966.

Argentina kemudian membalas pada Piala Dunia 1986 melalui aksi legendaris Diego Maradona di perempat final.

Pada Piala Dunia 1998, Argentina kembali mengalahkan Inggris melalui drama adu penalti.

Sementara pertemuan terakhir di Piala Dunia 2002 menjadi milik Inggris dengan kemenangan 1-0 lewat penalti David Beckham.

Prediksi Laga: Efektivitas Jadi Kunci

Inggris memiliki modal kecepatan, fisik, serta ketajaman Kane dan Bellingham.

Di sisi lain, Argentina membawa pengalaman sebagai juara bertahan dan kreativitas Messi yang masih mampu mengubah jalannya pertandingan.

Dengan kedua tim sama-sama memiliki pengalaman memenangkan laga sulit melalui comeback dan perpanjangan waktu, semifinal ini berpotensi ditentukan oleh satu momen kecil: efektivitas penyelesaian akhir dan konsentrasi di menit-menit krusial.

Perkiraan Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1)
Jordan Pickford; Reece James, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.

Argentina (4-1-2-1-2)
Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Facundo Medina, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Leandro Paredes; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister; Enzo Fernandez; Julian Alvarez, Lionel Messi.(*)




“Argentina Dong, Kita Menang Nih”, Gubernur Al Haris Ungkap Alasan Dukung Albiceleste

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris punya pilihan sendiri dalam ajang Piala Dunia 2026.

Orang nomor satu di Provinsi Jambi itu mengaku menjagokan Tim Nasional Argentina untuk meraih hasil terbaik pada turnamen sepak bola dunia tersebut.

Saat ditanya mengenai tim yang didukungnya, Al Haris langsung menyebut Argentina sebagai pilihannya.

“Argentina dong saya. Kita menang nih,” ujar Al Haris sambil tertawa, Rabu (15/7/2026).

Menurut Al Haris, alasan dirinya mendukung Argentina bukan hanya karena nama besar tim tersebut, tetapi juga karena perubahan gaya permainan yang dinilainya semakin menarik.

Ia melihat Argentina saat ini tidak lagi terlalu bergantung pada kemampuan individu pemain tertentu, melainkan lebih mengedepankan kerja sama tim.

“Saya senang mainnya. Iramanya bagus. Dulu mereka lebih ke individu, sekarang sudah berubah. Bukan lagi individual, tapi sudah kerja tim,” katanya.

Al Haris menilai permainan Argentina menjadi lebih efektif karena para pemain mampu berbagi peran dan tidak hanya mengandalkan satu sosok untuk mencetak gol.

“Mereka tidak egois, saling mengoper bola. Tidak hanya Messi yang bisa cetak gol, pemain lain juga bisa mencetak gol,” ujarnya.

Messi Tetap Jadi Pemain Favorit

Meski memuji kekuatan kolektif Argentina, Al Haris tetap memiliki pemain favorit yang menjadi idolanya, yakni Lionel Messi.

“Saya Messi. Itu masalahnya,” kata Al Haris singkat.

Menurutnya, pengalaman dan kualitas Messi tetap menjadi salah satu faktor penting yang membuat Argentina memiliki daya tarik tersendiri di pentas sepak bola internasional.

Prediksi Skor dan Target Final

Saat diminta memprediksi hasil pertandingan Argentina, Al Haris mengaku tidak mudah menebak skor akhir.

Namun, ia memperkirakan pertandingan yang dijalani Argentina akan berlangsung ketat dengan selisih gol tipis.

“Prediksi kita ini payah. Paling 3-2, 2-1, atau 1-0, paling begitu lah,” katanya.

Meski tidak ingin memberikan prediksi pasti, Al Haris optimistis Argentina mampu melangkah jauh dan mencapai partai puncak Piala Dunia 2026.

“Insyaallah final,” pungkasnya.(*)




Oyarzabal dan Porro Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Tim nasional Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga semifinal di AT&T Stadium, Arlington, Rabu 15 Juli 2026 dini hari WIB.

La Furia Roja tampil lebih efektif sepanjang pertandingan dan berhasil memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.

Dua gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui titik penalti pada babak pertama dan Pedro Porro selepas jeda.

Kemenangan ini membuat skuad asuhan Luis de la Fuente tinggal selangkah lagi menuju gelar juara dunia.

Di partai final, Spanyol akan menghadapi pemenang semifinal antara Inggris dan Argentina.

Sementara itu, Prancis harus mengubur ambisi merebut trofi dan akan tampil pada laga perebutan tempat ketiga menghadapi tim yang kalah dari semifinal lainnya.

Penalti Oyarzabal Pecah Kebuntuan

Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal dengan kedua tim saling menekan.

Namun, Prancis mendapat masalah lebih dulu ketika Adrien Rabiot menerima kartu kuning pada menit kesembilan setelah melanggar Dani Olmo.

Kartu tersebut membuat gelandang Les Bleus harus bermain lebih hati-hati.

Momentum penting hadir pada menit ke-20 ketika Lucas Digne menjatuhkan Lamine Yamal di dalam kotak penalti.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Mikel Oyarzabal yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-22 untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Setelah unggul, Spanyol semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Di sisi lain, Prancis kembali mendapat pukulan ketika William Saliba mengalami cedera pada menit ke-30 dan harus digantikan Maxence Lacroix.

Pergantian tersebut memaksa Didier Deschamps mengubah komposisi lini belakang saat tekanan Spanyol semakin meningkat.

Menjelang turun minum, Dani Olmo, Lamine Yamal, dan Fabian Ruiz hampir menggandakan keunggulan.

Beruntung bagi Prancis, Dayot Upamecano melakukan penyelamatan krusial sehingga skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Gol Porro Kunci Kemenangan Spanyol

Memasuki babak kedua, Didier Deschamps mencoba mengubah permainan dengan memasukkan Manu Kone menggantikan Adrien Rabiot.

Namun, perubahan itu belum mampu menghentikan dominasi Spanyol.

La Furia Roja akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-58.

Berawal dari kombinasi apik bersama Dani Olmo, Pedro Porro melepaskan penyelesaian akurat yang gagal diantisipasi kiper Mike Maignan.

Gol tersebut membuat Spanyol semakin nyaman mengendalikan permainan.

Lamine Yamal sebenarnya sempat membobol gawang Prancis beberapa menit kemudian.

Namun, gol itu dianulir wasit karena pemain muda Barcelona tersebut lebih dulu berada dalam posisi offside.

Prancis berusaha bangkit lewat sejumlah peluang, termasuk tembakan Kylian Mbappe pada menit ke-67.

Sayangnya, usaha sang kapten berhasil diblok Marc Cucurella sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.

Pada 20 menit terakhir, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga ritme permainan.

Meski terus menekan hingga tambahan waktu tujuh menit, Prancis gagal menembus pertahanan disiplin Spanyol.

Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026.(*)




Bukan Sekadar Nobar, Pemkot Jambi Hadirkan Pesta Sepak Bola dan UMKM di Tugu Keris Siginjai

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Jambi. Memasuki babak perempatfinal turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut, Pemerintah Kota Jambi bersama TVRI Jambi menyiapkan agenda nonton bareng (nobar) gratis bagi masyarakat di kawasan Tugu Keris Siginjai.

Kegiatan yang berlangsung pada 11 dan 12 Juli 2026 itu tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan secara bersama-sama, tetapi juga dirancang sebagai ruang hiburan publik sekaligus wadah memperkuat interaksi masyarakat.

Pemkot Jambi memilih kawasan Tugu Keris Siginjai sebagai lokasi nobar karena menjadi salah satu ruang publik ikonik yang mudah dijangkau masyarakat.

Selain tayangan pertandingan Piala Dunia 2026, pengunjung juga akan mendapatkan hiburan tambahan berupa penampilan musik, permainan interaktif, hingga pembagian hadiah.

Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi, Saleh Ridha, S.STP., M.E., mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Nobar ini mulai dilaksanakan sejak babak perempatfinal. Kegiatan terbuka untuk umum dan seluruh masyarakat dapat hadir secara gratis di kawasan Tugu Keris Siginjai,” ujar Saleh Ridha, Kamis (9/7/2026).

Pertandingan pertama yang akan ditayangkan dalam agenda nobar tersebut mempertemukan Spanyol menghadapi Belgia pada Sabtu dini hari, 11 Juli 2026 pukul 01.00 WIB.

Selanjutnya, laga Norwegia kontra Inggris akan digelar Minggu dini hari pukul 03.00 WIB, kemudian Argentina menghadapi Swiss pada pukul 07.00 WIB.

Selain menjadi tempat berkumpulnya para pecinta sepak bola, Pemkot Jambi juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah pelaku usaha, khususnya sektor kuliner, akan diberikan ruang untuk membuka lapak sehingga masyarakat dapat menikmati berbagai produk lokal selama menyaksikan pertandingan.

Menurut Saleh Ridha, konsep nobar ini sengaja dikemas agar memberikan dampak lebih luas, bukan hanya menghadirkan hiburan tetapi juga membantu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kami menyediakan ruang bagi UMKM, terutama pedagang kuliner, agar kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kota Jambi,” katanya.

Pemkot Jambi juga memastikan agenda nobar akan berlanjut hingga babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Juli 2026 serta pertandingan final Piala Dunia 2026 di lokasi yang sama.

“Kami berharap masyarakat dapat menikmati momen besar sepak bola dunia ini bersama-sama sekaligus mempererat kebersamaan warga Kota Jambi,” tambah Saleh.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan nyaman, Pemerintah Kota Jambi telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan serta instansi terkait.

Masyarakat juga diimbau memperhatikan kemungkinan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Tugu Keris Siginjai selama acara berlangsung.

Pemkot Jambi mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan bersama agar kegiatan nobar Piala Dunia 2026 dapat berjalan sukses.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap ruang publik dapat menjadi tempat berkumpul yang positif bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM.

Nobar Piala Dunia 2026 ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi menghadirkan konsep Kota Jambi Bahagia dengan menyediakan hiburan publik yang inklusif, memperkuat kebersamaan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.(*)




Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia dan Bertemu Argentina di 8 Besar Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Swiss menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti.

Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Selasa 7 Juli 2026 malam waktu setempat atau Rabu WIB itu berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 dalam adu tos-tosan.

Kemenangan tersebut memastikan Swiss melaju ke delapan besar dan akan menghadapi juara bertahan Argentina dalam salah satu laga paling dinantikan di babak perempat final.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil hati-hati. Swiss maupun Kolombia sama-sama enggan mengambil risiko sehingga permainan lebih banyak berlangsung di lini tengah.

Peluang bersih baru muncul memasuki menit ke-21 ketika Gustavo Puerta melepaskan tembakan keras dari sisi kiri.

Namun, kiper Swiss Gregor Kobel tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut.

Swiss membalas ancaman pada menit ke-30 melalui Fabian Rieder.

Sayangnya, sepakan gelandang muda itu masih mampu diamankan penjaga gawang Kolombia, Camilo Vargas.

Hingga turun minum, tidak banyak peluang berbahaya tercipta. Kedua tim gagal menemukan celah di lini pertahanan lawan sehingga babak pertama ditutup dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Murat Yakin mencoba mengubah ritme permainan dengan memasukkan Djibril Sow menggantikan Ardon Jashari.

Pergantian tersebut membuat Swiss lebih agresif pada awal babak kedua. Mereka sempat menciptakan beberapa peluang, tetapi belum cukup merepotkan pertahanan Kolombia.

Di sisi lain, Kolombia mengandalkan serangan balik cepat.

Luis Diaz memperoleh kesempatan emas pada menit ke-60, namun penyelesaiannya masih mampu diamankan Kobel yang kembali tampil solid di bawah mistar.

Memasuki 30 menit terakhir, intensitas pertandingan kembali menurun.

Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain demi memecah kebuntuan, tetapi tidak ada perubahan signifikan.

Skor tanpa gol bertahan hingga waktu normal usai.

Babak tambahan waktu juga berlangsung ketat. Kolombia hampir memecahkan kebuntuan ketika sundulan Jhon Lucumi menghantam mistar gawang Swiss.

Peluang tersebut menjadi kesempatan terbaik sepanjang pertandingan.

Swiss juga berusaha mencari gol kemenangan, tetapi kelelahan membuat penyelesaian akhir kedua tim jauh dari maksimal.

Setelah 120 menit tanpa gol, pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Drama terjadi pada babak tos-tosan. Penendang kedua Kolombia, Davinson Sanchez, gagal setelah bola menghantam mistar.

Swiss sebenarnya sempat kehilangan peluang saat Manuel Akanji juga gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Gregor Kobel kembali menjadi pembeda. Kiper Borussia Dortmund itu berhasil menggagalkan eksekusi Cucho Hernandez dan membuka jalan bagi Swiss untuk mengamankan kemenangan.

Ruben Vargas yang maju sebagai penendang terakhir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Swiss pun memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mengunci tiket terakhir menuju perempat final Piala Dunia 2026.

Hasil tersebut membuat Swiss akan menghadapi Argentina pada babak delapan besar dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling sengit di fase gugur turnamen.

Susunan Pemain

Swiss (4-3-3): Gregor Kobel; Ricardo Rodriguez, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Denis Zakaria; Remo Freuler, Granit Xhaka, Ardon Jashari; Fabian Rieder, Breel Embolo, Dan Ndoye.

Pelatih: Murat Yakin.

Kolombia (4-3-3): Camilo Vargas; Johan Mojica, Jhon Lucumi, Davinson Sanchez, Daniel Munoz; Jhon Arias, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta; Luis Diaz, Luis Suarez, James Rodriguez.

Pelatih: Nestor Lorenzo.(*)




Argentina Bangkit dari Maut! Messi Pimpin Comeback Gila, Mesir Tersingkir Dramatis 3-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menciptakan salah satu comeback paling dramatis sepanjang turnamen.

Tertinggal dua gol dari Mesir, La Albiceleste membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 dalam laga babak 16 besar di Atlanta Stadium, Selasa 7 Juli 2026 malam WIB.

Lionel Messi kembali menjadi tokoh utama di balik kebangkitan sang juara bertahan.

Mesir membuka pertandingan dengan penuh percaya diri.

Tim asuhan Hossam Hassan langsung memberikan tekanan dan berhasil memimpin lebih dulu pada menit ke-15 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan situasi bola mati.

Gol tersebut membuat Argentina berada dalam tekanan sejak awal pertandingan.

Meski tertinggal, Argentina sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Kesempatan terbaik hadir lewat titik putih setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan di area terlarang.

Namun, eksekusi penalti Lionel Messi berhasil dimentahkan penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir, yang tampil luar biasa sepanjang babak pertama.

Shobeir berkali-kali menjadi penyelamat timnya.

Ia sukses menggagalkan sundulan Alexis Mac Allister dan juga menepis peluang berbahaya dari Julian Alvarez.

Berkat penampilan gemilang sang kiper, Mesir menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Mesir sempat mencetak gol melalui Mostafa Zico.

Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Tekanan Mesir akhirnya benar-benar membuahkan hasil pada menit ke-67.

Mostafa Zico kembali menjebol gawang Emiliano Martinez dan kali ini gol disahkan.

Keunggulan 2-0 membuat Mesir semakin dekat dengan tiket menuju perempat final sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dalam situasi tertekan, Argentina menunjukkan mental juara.

Lionel Scaloni melakukan perubahan strategi yang membuat intensitas serangan La Albiceleste meningkat drastis.

Gol kebangkitan akhirnya lahir pada menit ke-79.

Berawal dari umpan matang Lionel Messi, Cristian Romero sukses menanduk bola ke dalam gawang Mesir dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Empat menit berselang, Messi menebus kegagalannya dari titik penalti.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang, sang kapten melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Mostafa Shobeir.

Skor berubah menjadi 2-2 dan momentum sepenuhnya beralih ke kubu Argentina.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Argentina justru memberikan pukulan telak kepada Mesir.

Pada menit 90+2, serangan balik cepat yang dibangun Lautaro Martinez diselesaikan dengan sundulan akurat Enzo Martinez.

Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2.

Hasil ini mengantar Argentina melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni kini tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang pertandingan antara Swiss melawan Kolombia.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Mesir (4-4-2): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Emam Ashour, Marwan Attia, Mohanad Lasheen, Haissem Hassan; Mohamed Salah, Mostafa Zico.

Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Neymar Tutup Karier Internasional, Brasil Kehilangan Top Skor Sepanjang Masa

SEPUCUKJAMBI.ID – Era Neymar bersama Timnas Brasil resmi berakhir.

Penyerang berusia 34 tahun itu mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah langkah Selecao terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut diumumkan Neymar sesaat setelah Brasil takluk 1-2 dari Norwegia.

Kekalahan itu sekaligus mengakhiri perjalanan Brasil di turnamen dan menjadi penampilan terakhir sang bintang bersama tim nasional.

Dalam pernyataannya, Neymar mengaku telah menuntaskan perjalanan panjangnya bersama Brasil yang dimulai sejak usia muda.

“Saya sudah mencoba dan terus mencoba. Saya mengawali karier saya di MetLife Stadium dan saya mengakhirinya di sini. Segalanya sudah selesai sekarang,” kata Neymar usai pertandingan.

Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Brasil.

Neymar tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Brasil dan menjadi bagian penting Selecao selama hampir dua dekade.

Sepanjang karier internasionalnya, Neymar tampil dalam berbagai turnamen besar, termasuk beberapa edisi Piala Dunia dan Copa America.

Ia menjadi salah satu ikon generasi emas Brasil berkat kontribusi gol, assist, serta perannya sebagai pemimpin di lapangan.

Pada Piala Dunia 2026, Neymar masih menjadi pilihan utama pelatih Carlo Ancelotti meski sempat mengalami cedera sebelum turnamen dimulai.

Dalam laga melawan Norwegia, Neymar sebenarnya masih mampu menunjukkan kualitasnya dengan mencetak satu gol melalui titik penalti pada masa injury time.

Namun gol tersebut tidak cukup menghindarkan Brasil dari kekalahan setelah Erling Haaland lebih dulu memborong dua gol kemenangan Norwegia.

Tersingkirnya Brasil di babak 16 besar menjadi penutup perjalanan Neymar bersama tim nasional.

Setelah mengakhiri karier internasionalnya, Neymar dipastikan akan mengalihkan seluruh fokus ke level klub.

Saat ini ia masih terikat kontrak bersama Santos hingga akhir musim dan bertekad membantu klub masa kecilnya kembali bersaing di kompetisi domestik Brasil.

Kepergian Neymar dari Timnas Brasil sekaligus menutup satu era penting dalam sejarah Selecao.

Regenerasi pemain kini menjadi pekerjaan besar bagi Brasil untuk kembali membangun kekuatan menuju turnamen internasional berikutnya.(*)




Mesir Lolos ke 16 Besar Usai Menang Adu Penalti atas Australia

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Mesir memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti pada pertandingan babak 32 besar, Jumat 3 Juli 2026.

Laga yang berlangsung di Dallas Stadium itu berakhir imbang 1-1 selama 120 menit.

Mesir kemudian tampil lebih tenang dalam adu penalti dan menang dengan skor 4-2, memastikan langkah mereka ke fase berikutnya.

Pada babak 16 besar, Mesir akan menghadapi pemenang pertandingan melawan Argentina.

Mesir Unggul Lebih Dulu

Australia membuka pertandingan dengan penguasaan bola yang lebih dominan.

Bahkan pada menit kelima, Volpato hampir membawa Socceroos unggul, tetapi tendangan jarak jauhnya hanya membentur mistar gawang.

Meski terus ditekan, Mesir justru mampu mencuri gol lebih dahulu pada menit ke-11.

Berawal dari umpan lambung Ahmed Hafez dari sisi kiri, Emam Ashour berhasil menyambut bola dengan sundulan akurat yang gagal dijangkau kiper Patrick Beach. Mesir memimpin 1-0.

Australia berusaha membalas melalui sejumlah peluang, termasuk tendangan Aziz Behich pada menit ke-35.

Namun kiper Mesir, Mostafa Shobeir, tampil sigap menjaga keunggulan timnya hingga turun minum.

Gol Bunuh Diri Ubah Jalannya Laga

Memasuki babak kedua, Australia meningkatkan intensitas serangan.

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.

Tendangan bebas O’Neill ke depan gawang justru berujung gol bunuh diri Mohamed Hany yang salah mengantisipasi arah bola. Skor berubah menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Kedua tim saling bergantian menyerang, tetapi minim peluang bersih yang benar-benar mengancam gawang lawan.

Di masa injury time babak kedua, Mesir nyaris mengunci kemenangan melalui Ramy Rabia dan Mohamed Salah.

Namun dua peluang emas tersebut berhasil digagalkan penyelamatan gemilang Patrick Beach.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Adu Penalti Jadi Penentu

Selama 30 menit extra time, Mesir tampil lebih agresif dalam membangun serangan.

Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi penyelesaian akhir membuat skor tetap tidak berubah.

Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti.

Australia langsung berada dalam posisi sulit setelah eksekusi pertama Harry Souttar melambung di atas mistar.

Situasi semakin berat ketika penendang keempat, Lucas Herrington, juga gagal menjalankan tugasnya.

Sebaliknya, seluruh algojo Mesir sukses menuntaskan tugas mereka dengan sempurna sehingga menang 4-2 dalam adu penalti.

Hasil tersebut memastikan Mesir melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan menjaga asa melangkah lebih jauh di turnamen.

Susunan Pemain

Australia (3-4-3): Patrick Beach; Harry Souttar, Alessandro Circati, Lucas Herrington; Aziz Behich, Aiden O’Neill, Jackson Irvine, Jordan Bos (Kai Trewin); Connor Metcalfe, Nestory Irankunda, Cristian Volpato.

Pelatih: Tony Popovic.

Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Ahmed Hafez, Ibrahim, Ramy Rabia, Mohamed Hany; Hamdy Fathy, Attia; Ziko, Emam Ashour, Mohamed Salah, Omar Marmoush.

Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Brasil Wajib Waspada! Troussier Sebut Jepang Kini Sudah Setara Tim Elite Dunia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jepang memang tidak diunggulkan saat menghadapi Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Namun, mantan pelatih Samurai Biru, Philippe Troussier, justru melihat peluang besar bagi wakil Asia itu untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen.

Laga Jepang kontra Brasil akan digelar di NRG Stadium, Houston, Selasa 30 Januari 2026 dini hari WIB.

Brasil datang dengan status juara Grup C sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia, sedangkan Jepang melaju ke fase gugur tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Meski banyak prediksi mengunggulkan Selecao, Troussier menilai pertandingan fase gugur selalu membuka peluang bagi tim mana pun untuk membuat kejutan.

“Pada pertandingan seperti ini, segalanya bisa terjadi,” kata Troussier kepada AFP.

Jepang Dinilai Sudah Naik Level

Pelatih asal Prancis yang pernah membawa Jepang tampil di Piala Dunia 2002 itu menilai perkembangan Samurai Biru dalam dua dekade terakhir sangat signifikan.

Menurutnya, skuad racikan Hajime Moriyasu kini memiliki kualitas yang jauh lebih matang dibanding generasi yang pernah ia tangani.

Troussier menilai banyak pemain Jepang kini tampil reguler di kompetisi elite Eropa sehingga pengalaman dan mental bertanding mereka semakin kuat ketika menghadapi negara-negara besar.

“Jepang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan banyak pemain berkualitas. Pendekatan taktik mereka berkembang pesat, ditambah pengalaman para pemain yang berkarier di klub-klub besar Eropa,” ujarnya.

Brasil Diunggulkan, Tetapi Tidak Sempurna

Meski mengakui Brasil tetap menjadi favorit, Troussier menegaskan tim asuhan Carlo Ancelotti bukan tanpa celah.

Ia meyakini Jepang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kelemahan permainan Brasil apabila mampu menjalankan strategi dengan disiplin sepanjang pertandingan.

“Brasil memiliki pemain-pemain luar biasa dan memang lebih diunggulkan. Tetapi mereka tetap mempunyai beberapa kelemahan yang bisa dimanfaatkan Jepang,” tegasnya.

Jepang Punya Modal Kemenangan atas Brasil

Optimisme Troussier bukan tanpa alasan. Jepang pernah mengalahkan Brasil dengan skor 3-2 dalam laga uji coba internasional pada Oktober 2025.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Samurai Biru mampu bersaing dengan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Kini, mereka berharap dapat mengulang pencapaian serupa demi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.(*)




Cape Verde vs Argentina: Vozinha Kirim Pesan Tegas, Tak Takut Hadapi Lionel Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Cape Verde siap menghadapi ujian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka saat menantang juara bertahan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang akan berlangsung di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Sabtu 4 Juli 2026 dini hari WIB itu diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.

Bagi Cape Verde, duel melawan Lionel Messi dan kolega bukan sekadar pertandingan biasa.

Ini merupakan penampilan pertama mereka di fase knockout Piala Dunia sekaligus kesempatan membuktikan bahwa status debutan bukan berarti hanya menjadi pelengkap turnamen.

Kapten sekaligus penjaga gawang Cape Verde, Vozinha, menegaskan timnya datang dengan ambisi besar.

Meski berstatus underdog, mereka tidak memiliki niat bermain bertahan demi mengejar hasil imbang.

“Kami tidak datang ke sini untuk mengamankan hasil imbang. Kami selalu bermain untuk menang,” kata Vozinha, dikutip dari Goal.

Cetak Sejarah, Cape Verde Ukir Rekor di Piala Dunia 2026

Cape Verde menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Negara kepulauan kecil di Afrika itu berhasil menembus babak 32 besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.

Lebih impresif lagi, Blue Sharks lolos tanpa sekalipun menelan kekalahan pada fase grup.

Mereka mengawali turnamen dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol, kemudian bermain 2-2 melawan Uruguay, sebelum memastikan tiket ke fase gugur usai bermain imbang 0-0 menghadapi Arab Saudi.

Rangkaian hasil tersebut mengantarkan Cape Verde finis sebagai runner-up Grup H dan mencatat sejarah sebagai salah satu negara debutan paling sukses di Piala Dunia edisi kali ini.

Vozinha mengaku pencapaian tersebut bahkan melampaui ekspektasi para pemain.

“Tak seorang pun dari kami membayangkan bisa sampai sejauh ini. Banyak orang mungkin berpikir kami tidak akan memenangkan satu pertandingan pun. Namun kami percaya dengan kualitas yang kami miliki,” ujar kiper veteran tersebut.

Lionel Messi Jadi Tantangan Terbesar

Lolos ke fase gugur langsung mempertemukan Cape Verde dengan lawan yang sangat berat, yakni Argentina, sang juara bertahan yang dipimpin Lionel Messi.

Meski demikian, situasi tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain.

Menurut Vozinha, menghadapi Messi merupakan mimpi bagi hampir semua pesepak bola. Namun, setelah peluit pertandingan dibunyikan, Cape Verde tetap akan berjuang mengejar kemenangan.

“Bermain melawan Argentina dan Lionel Messi adalah mimpi setiap pemain sepak bola. Tetapi kami tetap ingin bersaing dan memberikan perlawanan terbaik,” ucapnya.

Tak Ingin Sekadar Bertahan

Sepanjang fase grup, Cape Verde dikenal tampil disiplin dalam bertahan sekaligus berani membangun serangan ketika memiliki peluang.

Karakter permainan tersebut dipastikan tidak akan berubah saat menghadapi Argentina.

Vozinha menilai timnya telah menunjukkan kualitas yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara besar.

“Kami berasal dari negara kecil, tetapi kami tahu bagaimana bersaing. Banyak orang meragukan kualitas pemain Cape Verde, namun kami telah membuktikan bahwa kami layak berada di level ini dan mampu bersaing di kompetisi terbesar,” tegasnya.

Keberhasilan Cape Verde melangkah hingga fase gugur menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026.

Kini, mereka berpeluang menciptakan kejutan yang lebih besar apabila mampu menghentikan langkah sang juara bertahan.

Di atas kertas Argentina memang lebih diunggulkan. Namun dengan modal belum terkalahkan sepanjang fase grup, Cape Verde bertekad menulis babak baru dalam sejarah sepak bola negaranya.(*)