AS Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Australia Dipaksa Menyerah 0-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan skor 2-0 pada laga kedua Grup D di Seattle Stadium, Sabtu 20 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi skuad asuhan Mauricio Pochettino untuk mengamankan posisi di fase gugur.

Sebaliknya, Australia harus menunda kepastian lolos dan wajib meraih hasil positif pada pertandingan terakhir grup.

Meski akhirnya kalah, Australia sebenarnya sempat mengejutkan tuan rumah saat pertandingan baru berjalan satu menit.

Kesalahan umpan di lini belakang Amerika Serikat dimanfaatkan Mohamed Toure yang berhasil menembus kotak penalti.

Namun peluang emas tersebut mampu digagalkan kiper Matt Freese.

Setelah lolos dari ancaman awal, Amerika Serikat mulai mendominasi penguasaan bola dan mengendalikan ritme permainan.

Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah gol pada menit ke-11.

Berawal dari aksi cepat Folarin Balogun di sisi kiri, umpan mendatar yang dikirimkan ke depan gawang justru berakhir menjadi petaka bagi Australia.

Bek Cameron Burgess salah mengantisipasi bola dan membuat si kulit bundar bersarang ke gawang sendiri.

Tertinggal satu gol membuat Australia berupaya bangkit. Mathew Leckie sempat memperoleh peluang bagus melalui kombinasi serangan cepat Mohamed Toure dan Nishan Velupillay.

Namun penyelesaian akhirnya masih melebar dari sasaran.

Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan. Weston McKennie nyaris menggandakan keunggulan lewat sundulan keras hasil sepak pojok Malik Tillman, tetapi masih mampu diblok lini pertahanan Australia tepat di depan garis gawang.

Dominasi USMNT akhirnya kembali membuahkan hasil menjelang turun minum. Alex Freeman sempat melihat golnya dianulir karena dianggap offside.

Namun setelah pemeriksaan VAR, wasit mengesahkan gol tersebut karena Freeman dinilai sejajar dengan pemain bertahan terakhir Australia.

Gol itu membuat Amerika Serikat menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 2-0.

Memasuki paruh kedua, tuan rumah tidak mengendurkan serangan.

Balogun kembali mengancam setelah menerima umpan terobosan Tyler Adams, tetapi bek Alessandro Circati tampil sigap melakukan blok krusial.

Australia beberapa kali mencoba memperkecil ketertinggalan. Peluang terbaik hadir melalui Cristian Volpato dan Jason Geria.

Namun buruknya penyelesaian akhir serta disiplin pertahanan Amerika Serikat membuat Socceroos gagal mencetak gol.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga memiliki sejumlah kesempatan untuk memperbesar keunggulan. Meski demikian, hingga laga berakhir tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Skor 2-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini memastikan Amerika Serikat mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Australia masih memiliki peluang melaju ke fase gugur, namun harus berjuang pada laga penentuan grup.(*)




Luis Diaz Bersinar, Kolombia Tundukkan Uzbekistan di Laga Pembuka

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Uzbekistan harus mengakui keunggulan Kolombia dengan skor 1-3 pada laga Grup K Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Azteca, Mexico City, Kamis waktu setempat.

Meski sempat mencetak gol bersejarah di babak kedua, Uzbekistan gagal membendung tekanan Kolombia hingga akhir pertandingan.

Sejak awal laga, Uzbekistan kesulitan mengimbangi tempo permainan Kolombia yang tampil lebih dominan.

Beberapa peluang tercipta di babak pertama, termasuk tembakan Jhon Arias pada menit ke-17 yang masih melebar serta sepakan Luis Diaz pada menit ke-32 yang hanya membentur tiang gawang.

Dominasi Kolombia akhirnya berbuah gol pada menit ke-40. Umpan terobosan Luis Diaz berhasil dimanfaatkan Daniel Munoz yang menusuk ke kotak penalti sebelum mencetak gol pembuka.

Skor 1-0 untuk Kolombia bertahan hingga turun minum.

Uzbekistan Bangkit, Cetak Gol Perdana di Piala Dunia

Memasuki babak kedua, pelatih Uzbekistan Fabio Cannavaro melakukan perubahan cepat dengan memasukkan Farrukh Sayfiev dan Dostonbek Khamdamov untuk menambah daya gedor.

Perubahan tersebut langsung memberikan dampak. Uzbekistan tampil lebih agresif dan mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-60 melalui Abbosbek Fayzullaev.

Gol tersebut tercipta setelah memanfaatkan bola rebound dari kiper Kolombia Camilo Vargas yang gagal mengamankan tendangan Eldor Shomurodov.

Gol tersebut menjadi catatan penting karena merupakan gol pertama Uzbekistan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Kolombia Respons Cepat, Kunci Kemenangan di Akhir Laga

Namun, momentum Uzbekistan tidak bertahan lama. Hanya lima menit berselang, Kolombia kembali unggul lewat aksi Luis Diaz yang memanfaatkan situasi pressing tinggi untuk menembus lini pertahanan lawan. Skor berubah menjadi 2-1.

Uzbekistan berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan.

Namun, upaya tersebut justru kembali dimanfaatkan Kolombia pada masa tambahan waktu.

Pada menit ke-90+9, kombinasi pemain pengganti Kolombia berbuah gol ketiga melalui sundulan Jaminton Campaz, yang memastikan kemenangan 3-1 untuk tim berjuluk Los Cafeteros.

Kolombia Puncaki Grup K

Hasil ini membuat Kolombia memimpin klasemen sementara Grup K dengan tiga poin.

Sementara itu, Republik Demokratik (RD) Kongo dan Portugal berada di posisi berikutnya dengan masing-masing satu poin setelah bermain imbang 1-1 di laga sebelumnya.

Uzbekistan harus berada di posisi terbawah tanpa poin.

Pada laga selanjutnya, Kolombia akan menghadapi RD Kongo di Stadion Akron, Zapopan, Rabu 24 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.

Sementara Uzbekistan dijadwalkan menghadapi Portugal di Stadion Houston pada hari yang sama pukul 00.00 WIB.

Susunan Pemain

Uzbekistan: Utkir Yusupov (GK), Rustam Ashurmatov, Abdukodir Khusanov, Abdulla Abdullaev, Bekhruz Karimov, Akmal Mozgovoy, Otabek Shukurov, Sherzod Nasrullaev, Abbosbek Fayzullaev, Oston Urunov, Eldor Shomurodov (C).
Pelatih: Fabio Cannavaro.

Kolombia: Camilo Vargas (GK), Daniel Munoz, Davinson Sanchez, Jhon Lucumi, Johan Mojica, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta, Jhon Arias, James Rodriguez (C), Luis Diaz, Luis Javier Suarez.
Pelatih: Nestor Lorenzo.




Drama Injury Time! Ghana Bekuk Panama dan Tempel Inggris di Grup L

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Ghana mengawali langkah mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis setelah menundukkan Panama 1-0 pada laga perdana Grup L di Toronto Stadium, Kanada, Kamis 18 Juni 2026 pagi WIB.

Saat pertandingan tampak akan berakhir tanpa pemenang, Ghana justru menemukan momen penentu pada masa injury time.

Caleb Yirenkyi muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+5 dan mengamankan tiga poin berharga bagi The Black Stars.

Hasil ini membuat Ghana langsung menempel Inggris di papan atas klasemen sementara Grup L dengan koleksi tiga poin.

Sementara Panama harus puas pulang tanpa poin meski tampil kompetitif sepanjang pertandingan.

Sejak peluit awal dibunyikan, duel berlangsung ketat dan penuh kehati-hatian. Panama bahkan mampu tampil lebih berani pada babak pertama dan beberapa kali membuat pertahanan Ghana bekerja keras.

Peluang berbahaya pertama lahir ketika Cecilio Waterman menyambut umpan Amir Murillo pada menit kedua.

Beruntung bagi Ghana, kiper Lawrence Ati Zigi tampil sigap untuk menggagalkan ancaman tersebut.

Sepanjang babak pertama, Panama terlihat lebih nyaman menguasai ritme permainan. Sebaliknya, Ghana kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memaksimalkan potensi lini serangnya.

Andre Ayew sempat terjatuh dalam duel udara pada menit ke-23 yang membuat pertandingan terhenti sejenak.

Namun setelah laga dilanjutkan, kedua tim tetap kesulitan menciptakan peluang bersih.

Kesempatan terbaik Panama di babak pertama hadir melalui Jiovany Ramos pada menit ke-37.

Sayangnya, tembakan keras dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang.

Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Ghana mulai menunjukkan perubahan permainan. Intensitas serangan meningkat dan mereka lebih berani menekan pertahanan Panama.

Peluang pertama Ghana yang mengarah ke gawang tercipta pada menit ke-48 melalui sundulan Jonas Adjetey. Namun upaya tersebut masih terlalu mudah diamankan Orlando Mosquera.

Panama tidak tinggal diam. Pada menit ke-60, Cristian Martinez nyaris membawa timnya unggul setelah berhasil menembus sisi kanan pertahanan Ghana.

Akan tetapi, tembakannya hanya mengenai sisi luar jaring.

Pertandingan kemudian berlangsung semakin terbuka. Kedua tim saling bergantian melancarkan serangan demi mencari gol pembuka.

Antoine Semenyo menjadi pemain yang paling aktif mengancam pertahanan Panama.

Winger Ghana itu beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, termasuk umpan matang yang hampir diselesaikan Andre Ayew sebelum digagalkan tekel heroik Ramos.

Ketika laga memasuki menit-menit akhir, kedua tim tampak mulai menerima kemungkinan berbagi angka. Namun Ghana memiliki rencana berbeda.

Pada menit ke-90+5, Semenyo kembali menjadi aktor utama serangan. Ia mengalirkan bola kepada Brandon Thomas-Asante di sisi kiri yang kemudian mengirim umpan ke depan gawang.

Caleb Yirenkyi yang datang tanpa kawalan langsung menyambar bola dan mengirimkannya ke dalam gawang Panama.

Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus memicu selebrasi besar para pemain Ghana.

Panama berusaha merespons pada sisa waktu pertandingan, tetapi pertahanan Ghana mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Ghana dalam persaingan Grup L yang diprediksi berlangsung ketat.

Selain meraih tiga poin, kemenangan lewat gol telat juga dapat meningkatkan kepercayaan diri skuad asuhan Carlos Queiroz menghadapi laga berikutnya.

Sebaliknya, Panama harus segera bangkit. Meski kalah, penampilan disiplin dan organisasi permainan yang mereka tunjukkan sepanjang pertandingan menjadi sinyal bahwa mereka masih berpotensi memberikan kejutan pada laga-laga selanjutnya.

Dengan hasil ini, Inggris dan Ghana sama-sama mengoleksi tiga poin, sementara Panama dan Kroasia masih belum mendapatkan angka.

Persaingan menuju babak gugur di Grup L pun dipastikan semakin menarik.(*)




Pesta Gol di Arlington! Inggris Tundukkan Kroasia 4-2 dan Puncaki Grup L

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kroasia dengan skor 4-2 pada laga pembuka Grup L di AT&T Stadium, Arlington, Kamis 18 Juni 2026 dini hari WIB.

Dalam pertandingan yang berlangsung terbuka dan sarat drama, The Three Lions menunjukkan ketajaman lini depan sekaligus karakter kuat untuk bangkit setiap kali mendapat tekanan.

Harry Kane menjadi motor kemenangan Inggris lewat dua gol, sementara Jude Bellingham dan Marcus Rashford turut menyumbang gol penting.

Hasil ini mengantar skuad asuhan Thomas Tuchel meraih tiga poin pertama sekaligus memimpin klasemen sementara Grup L.

Inggris sebenarnya sempat dibuat bekerja keras oleh perlawanan Kroasia yang dua kali berhasil menyamakan kedudukan.

Namun kualitas individu dan kedalaman skuad menjadi pembeda pada paruh kedua pertandingan.

The Three Lions membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui eksekusi penalti Harry Kane.

Tendangan pertama sang kapten sempat digagalkan Dominik Livakovic, tetapi wasit memerintahkan penalti diulang karena kiper Kroasia dianggap bergerak lebih cepat dari garis gawang.

Pada kesempatan kedua, Kane sukses menjalankan tugasnya.

Meski tertinggal, Kroasia tidak kehilangan kepercayaan diri. Tim yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman itu mampu menyamakan skor pada menit ke-36 melalui Martin Baturina.

Gol tersebut berawal dari kesalahan Inggris saat kehilangan bola di area tengah lapangan.

Saat laga tampak akan berakhir imbang hingga jeda, Kane kembali menunjukkan insting predatornya.

Penyerang Bayern Munchen itu menyambut sepak pojok Declan Rice dengan sundulan tajam yang membawa Inggris unggul 2-1 pada menit ke-42.

Namun keunggulan tersebut kembali sirna di masa injury time babak pertama. Petar Musa memanfaatkan umpan sundulan Ivan Perisic untuk mencetak gol penyeimbang dan membuat skor berubah menjadi 2-2.

Babak pertama yang berlangsung sengit menjadi bukti bahwa Kroasia belum kehilangan daya saing meski menghadapi salah satu favorit juara.

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel tampaknya berhasil memberikan instruksi yang tepat kepada para pemainnya.

Baru dua menit setelah kick-off, Jude Bellingham membawa Inggris kembali unggul.

Gelandang Real Madrid itu melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan akurat yang gagal dihentikan Livakovic.

Gol cepat tersebut mengubah momentum pertandingan dan membuat Inggris tampil semakin percaya diri.

Setelah memimpin 3-2, Inggris meningkatkan intensitas serangan. Kroasia lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik untuk mencuri peluang.

Livakovic menjadi salah satu alasan Kroasia tetap bertahan dalam pertandingan. Kiper berusia 31 tahun itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting dari peluang Bellingham, Declan Rice, hingga O’Reilly.

Pelatih Kroasia mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Mateo Kovacic menggantikan Luka Modric pada menit ke-60. Namun perubahan itu belum cukup untuk meredam dominasi Inggris.

Gol penutup akhirnya hadir lima menit sebelum waktu normal berakhir. Kombinasi apik Bukayo Saka dan Djed Spence menghasilkan peluang matang yang diselesaikan dengan tenang oleh Marcus Rashford.

Gol tersebut memastikan kemenangan Inggris sekaligus menutup laga dengan skor 4-2.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Inggris dalam persaingan menuju fase gugur.

Selain meraih tiga poin, performa ofensif yang diperlihatkan Kane, Bellingham, dan Rashford menunjukkan bahwa The Three Lions memiliki amunisi lengkap untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Di sisi lain, Kroasia harus segera berbenah jika tidak ingin kehilangan peluang lolos dari fase grup.

Meski mampu dua kali menyamakan kedudukan, rapuhnya pertahanan saat menghadapi tekanan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Pada laga berikutnya, Inggris akan menghadapi Ghana dalam pertandingan yang berpotensi mengamankan tiket ke babak selanjutnya.

Sementara Kroasia wajib meraih hasil positif saat menghadapi Panama untuk menjaga asa tetap hidup di Piala Dunia 2026.(*)




Dua Gol Haaland Bawa Norwegia Libas Irak 4-1!

SEPUCUKJAMBI.ID – Haaland Cetak Dua Gol, Norwegia Akhiri Penantian 28 Tahun dengan Kemenangan di Piala Dunia

Erling Haaland akhirnya merasakan panggung yang selama ini hanya bisa ia saksikan dari kejauhan.

Penyerang andalan Norwegia itu langsung meninggalkan jejak besar pada laga debutnya di Piala Dunia 2026 dengan mengantar timnya mengalahkan Irak 4-1, Rabu 17 Juni 2026 WIB.

Kemenangan tersebut bukan sekadar tiga poin bagi Norwegia. Hasil itu mengakhiri penantian hampir tiga dekade untuk kembali merasakan kemenangan di putaran final Piala Dunia.

Terakhir kali Norwegia meraih hasil serupa terjadi pada edisi 1998.

Sejak peluit awal dibunyikan, Haaland langsung menjadi pusat perhatian. Penyerang Manchester City itu berulang kali menguji pertahanan Irak dan menunjukkan ketajamannya yang selama ini membuatnya disegani di level klub maupun internasional.

Gol pertama Norwegia lahir pada menit ke-29. Berawal dari umpan silang David Moller Wolfe dari sisi kiri, Haaland bergerak tanpa kawalan di tiang jauh sebelum menuntaskan peluang dengan sentuhan kaki kiri yang tak mampu dihentikan Jalal Hassan.

Irak sempat memberikan respons positif. Tim asal Timur Tengah itu berhasil menyamakan skor pada menit ke-39 dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Namun, keunggulan mental Norwegia terlihat menjelang turun minum. Saat Irak berusaha mempertahankan momentum, kesalahan di area pertahanan justru menjadi petaka. Haaland memanfaatkan situasi tersebut dengan sempurna.

Pada menit ke-43, ia menekan kiper Jalal Hassan yang sedang melakukan sapuan bola. Upaya tersebut berbuah manis setelah bola mengenai tubuhnya dan bergulir masuk ke gawang.

Gol itu membawa Norwegia menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.

Selepas jeda, jalannya pertandingan berubah. Irak tampil lebih berani menyerang sehingga ruang gerak Haaland di kotak penalti mulai terbatas. Meski demikian, dominasi Norwegia tidak berkurang.

Leo Ostigard memperlebar keunggulan menjadi 3-1 melalui gol hasil kemelut di depan gawang. Gol tersebut membuat Irak semakin kesulitan mengejar ketertinggalan.

Haaland hampir mencatatkan hat-trick pada menit ke-83. Namun peluang emas yang diperolehnya berhasil digagalkan Jalal Hassan melalui penyelamatan penting dari jarak dekat.

Norwegia akhirnya menutup pesta kemenangan pada masa injury time. Proses gol berawal dari duel udara yang dimenangkan Haaland di sisi kanan pertahanan Irak.

Bola kemudian mengarah ke area berbahaya dan berujung gol bunuh diri Ayman Hussein saat berusaha menghalau ancaman.

Skor 4-1 menjadi penegasan bahwa Norwegia layak diperhitungkan di Grup I.

Selain dua gol yang dicetak, kontribusi Haaland terlihat dari statistik yang mengesankan.

Ia melepaskan lima tembakan sepanjang pertandingan dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Sang striker juga beberapa kali menciptakan situasi berbahaya melalui pergerakan tanpa bola yang sulit diantisipasi lawan.

Penampilan tersebut memperpanjang catatan unik dalam kariernya.

Haaland kini tercatat selalu mencetak gol pada laga debut di sejumlah panggung elite, mulai Bundesliga, Premier League, Liga Champions hingga Piala Dunia.

Hasil ini menempatkan Norwegia di posisi ideal dalam persaingan Grup I.

Tantangan berikutnya akan datang saat menghadapi Senegal yang tengah berada di bawah tekanan setelah menelan kekalahan dari Prancis.

Jika mampu kembali meraih kemenangan, peluang Norwegia untuk mengamankan tiket ke fase gugur akan terbuka sangat lebar.

Setelah itu, ujian sesungguhnya menanti ketika mereka berhadapan dengan Prancis dalam duel yang berpotensi menentukan siapa penguasa Grup I.

Bagi Haaland, debut ini mungkin hanya awal. Namun bagi Norwegia, kemenangan atas Irak bisa menjadi sinyal bahwa mereka siap menciptakan kejutan besar di Piala Dunia 2026.(*)




Iran dan Selandia Baru Saling Balas Gol, Skor Akhir 2-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 menghadirkan duel ketat antara Iran dan Selandia Baru yang berakhir imbang 2-2 di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat, Selasa 16 Juni 2026 waktu setempat.

Kedua tim harus puas berbagi poin setelah pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh aksi saling serang sejak menit awal hingga akhir laga.

Selandia Baru tampil mengejutkan dengan start agresif. Tim asuhan Darren Bazeley langsung menekan pertahanan Iran dan berhasil membuka keunggulan lebih cepat.

Gol pertama lahir pada menit ke-7 melalui Elijah Just yang memaksimalkan umpan matang dari Chris Wood. Sepakan terarahnya membuat Selandia Baru unggul 1-0 lebih dulu.

Tertinggal, Iran mulai meningkatkan intensitas permainan. Trio Mehdi Taremi, Shahriyar Moghanloo, dan Saman Ghoddos menjadi motor serangan untuk menembus pertahanan All Whites.

Upaya Iran membuahkan hasil pada menit ke-32. Ramin Rezaeian memanfaatkan kemelut di depan gawang Selandia Baru dan sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung lebih seimbang. Kedua tim silih berganti membangun serangan, namun tidak ada tambahan gol hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Selandia Baru kembali mengejutkan Iran. Pada menit ke-54, Elijah Just mencetak gol keduanya setelah kembali menerima assist dari Chris Wood, membawa timnya unggul 2-1.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Iran merespons cepat dan kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-64 melalui Mohammad Mohebi yang memanfaatkan umpan Ramin Rezaeian.

Skor imbang membuat laga semakin terbuka. Iran kemudian lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui Taremi, Mohebi, Ezatolahi, hingga Ali Alipour.

Meski terus menekan, lini pertahanan Selandia Baru tampil disiplin dan mampu meredam berbagai ancaman hingga akhir pertandingan.

Pada menit-menit akhir, kedua tim masih berupaya mencari gol kemenangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan.

Hasil ini membuat Iran dan Selandia Baru sama-sama mengamankan satu poin pada laga pembuka Grup G, sekaligus membuka persaingan grup yang diprediksi akan berlangsung ketat.

Secara keseluruhan, pertandingan ini memperlihatkan efektivitas serangan Selandia Baru serta ketangguhan Iran dalam melakukan comeback, menjadikan duel ini salah satu laga menarik di awal turnamen.

Susunan pemain:

Iran (4-4-2): Alireza Beiranvand, Ramin Rezaeian, Shoja Khalilzadeh, Ali Nemati, Milad Mohammadi, Arya Yousefi, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos, Mohammad Mohebim Mehdi Taremi, Shahriyar Moghanlou.

Pelatih: Amir Ghalenoei.

Selandia Baru (4-2-3-1): Max Crocombe, Tim Payne, Michael Boxall, Finn Surman, Liberato Cacace, Joe Bell, Marko Stamenic, Sarpreet Singh, Elijah Just, Callum McCowatt, Chris Wood.

Pelatih: Darren Bazeley.(*)




Uruguay Dominan, Arab Saudi Efektif: Duel Grup H Berakhir Tanpa Pemenang

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 langsung berlangsung ketat sejak pertandingan pertama.

Arab Saudi sukses mencuri perhatian setelah menahan salah satu unggulan grup, Uruguay, dengan skor 1-1 di Miami Stadium, Selasa 16 Juni 2026 dini hari WIB.

Bahkan, The Green Falcons sempat berada di ambang kemenangan sebelum Uruguay menyamakan kedudukan 10 menit menjelang laga usai.

Hasil ini membuat persaingan Grup H semakin terbuka. Sebelumnya, Spanyol juga gagal meraih kemenangan setelah ditahan debutan Cape Verde tanpa gol. Alhasil, keempat tim di grup tersebut sama-sama mengoleksi satu poin.

Uruguay tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Tim asuhan Marcelo Bielsa menguasai jalannya pertandingan dan berupaya menekan pertahanan Arab Saudi melalui kombinasi Federico Valverde, Manuel Ugarte, dan Maxi Araujo.

Peluang pertama lahir pada menit kelima saat Araujo melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, kiper Mohammed Al Owais masih mampu mengamankan bola dengan baik.

Meski terus ditekan, Arab Saudi menunjukkan organisasi pertahanan yang disiplin. Lini belakang yang dikomandoi Hassan Al Tambakti dan Abdulelah Al Amri mampu meredam pergerakan Darwin Nunez maupun Federico Vinas.

Setelah bertahan cukup lama, Arab Saudi mulai berani keluar menyerang. Beberapa kali serangan balik cepat mampu merepotkan barisan pertahanan Uruguay yang terlalu fokus membangun serangan.

Momentum itu akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum.

Pada menit ke-41, Arab Saudi mendapatkan sepak pojok yang dieksekusi Musab Al-Juwayr. Bola berhasil disambut Saud Abdulhamid di tiang jauh.

Meski Fernando Muslera mampu menggagalkan peluang pertama, bola muntah langsung disambar Abdulelah Al Amri menjadi gol.

Gol tersebut membuat stadion bergemuruh dan membawa Arab Saudi unggul 1-0 hingga jeda pertandingan.

Tertinggal satu gol, Marcelo Bielsa langsung melakukan perubahan strategi pada awal babak kedua. Sejumlah pergantian pemain dilakukan untuk meningkatkan agresivitas serangan Uruguay.

Perubahan tersebut membuat La Celeste tampil semakin menekan. Federico Vinas beberapa kali mendapatkan peluang berbahaya, sementara Manuel Ugarte nyaris mencetak gol spektakuler melalui tembakan jarak jauh yang hanya membentur tiang gawang pada menit ke-60.

Di tengah gempuran Uruguay, satu nama menjadi sorotan utama, yakni Mohammed Al Owais.

Kiper Arab Saudi itu tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Sejumlah peluang emas berhasil dimentahkan, termasuk sundulan Vinas dan beberapa percobaan dari Federico Valverde.

Arab Saudi kemudian memilih menumpuk pemain di area pertahanan demi menjaga keunggulan.

Georgios Donis bahkan mengubah skema permainan menjadi lebih defensif untuk meredam tekanan lawan.

Namun pertahanan rapat tersebut akhirnya runtuh pada menit ke-80.

Berawal dari serangan bertubi-tubi Uruguay, sundulan Federico Vinas masih mampu ditepis Al Owais.

Sayangnya, bola liar jatuh tepat ke kaki Maxi Araujo yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke dalam gawang.

Gol itu mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membangkitkan semangat Uruguay untuk memburu kemenangan.

Pada 10 menit terakhir pertandingan, tekanan Uruguay semakin meningkat. Brian Rodriguez, Nicolas De la Cruz, hingga Federico Valverde bergantian mencoba peruntungan.

Akan tetapi, Al Owais kembali menunjukkan kualitasnya. Beberapa penyelamatan penting pada masa injury time membuat Arab Saudi mampu mempertahankan skor imbang hingga peluit panjang dibunyikan.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil ini tetap menjadi modal penting bagi Arab Saudi dalam persaingan Grup H.

Disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik menjadi senjata yang terbukti mampu merepotkan tim sekelas Uruguay.

Sementara bagi Uruguay, hasil imbang ini menjadi peringatan bahwa status unggulan tidak akan menjamin kemenangan mudah di grup yang kini terlihat sangat kompetitif.

Dengan seluruh tim sama-sama mengoleksi satu poin, persaingan menuju babak 16 besar dipastikan semakin menarik pada laga berikutnya.(*)




Belgia Frustrasi Hadapi Mesir, Courtois Jadi Penyelamat dari Kekalahan

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia gagal menunjukkan statusnya sebagai salah satu unggulan Grup G setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga perdana Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Selasa 16 Juni 2026 dini hari WIB.

Bahkan, Setan Merah nyaris pulang dengan tangan hampa sebelum gol bunuh diri Mohamed Hany pada babak kedua menyelamatkan mereka dari kekalahan yang bisa menjadi salah satu kejutan terbesar fase grup.

Hasil ini menjadi catatan kurang memuaskan bagi Belgia yang tampil dominan dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan.

Sebaliknya, Mesir tampil efektif, disiplin, dan beberapa kali mampu menciptakan ancaman serius melalui serangan balik cepat.

Belgia langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal. Kevin De Bruyne menjadi motor serangan dengan beberapa kali mengalirkan bola ke area pertahanan lawan.

Peluang pertama hadir pada menit ketujuh ketika gelandang Manchester City tersebut melepaskan tendangan jarak jauh yang masih melebar tipis.

Namun saat Belgia sibuk membangun serangan, Mesir justru berhasil mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-19.

Berawal dari umpan cerdas Mohamed Salah, Emam Ashour yang berdiri bebas di depan kotak penalti langsung melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut kiri bawah gawang.

Thibaut Courtois tak mampu menjangkau bola dan Mesir pun unggul 1-0.

Gol tersebut membuat pertandingan berjalan sesuai skenario Mesir. Tim asuhan Hossam Hassan semakin nyaman bertahan sambil menunggu peluang melakukan serangan balik.

Belgia yang tertinggal berusaha meningkatkan tekanan. Namun rapatnya lini pertahanan Mesir membuat Romelu Lukaku dan rekan-rekannya kesulitan mendapatkan ruang di area berbahaya.

Bahkan Mesir hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-33. Mostafa Zico yang menerima umpan dari Salah berhasil melepaskan tembakan keras, tetapi Courtois melakukan penyelamatan penting untuk menjaga harapan Belgia tetap hidup.

Menjelang turun minum, Belgia memperoleh peluang terbaik melalui Jeremy Doku.

Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih jauh dari sasaran sehingga skor 1-0 untuk Mesir bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Mesir kembali menunjukkan ancaman. Kombinasi Ashour dan Salah membuka ruang bagi Zico yang mendapat peluang emas di dalam kotak penalti.

Namun usaha tersebut berhasil digagalkan lini belakang Belgia.

Belgia mulai meningkatkan intensitas serangan dan nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-53 melalui tendangan bebas De Bruyne.

Bola sempat mengecoh pagar hidup, tetapi hanya membentur sisi luar tiang gawang.

Ketika Mesir terlihat semakin dekat dengan kemenangan, petaka justru datang dari lini pertahanan mereka sendiri.

Pada menit ke-66, Thomas Meunier mengirim umpan silang ke kotak penalti. Kehadiran Romelu Lukaku membuat barisan belakang Mesir panik.

Dalam upaya menghalau bola, Mohamed Hany justru mengarahkan si kulit bundar ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri itu mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus menghidupkan kembali peluang Belgia meraih tiga poin.

Momentum kemudian berpihak kepada Belgia. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk sundulan Brandon Mechele pada menit ke-83 yang memaksa Mohamed El-Shenawy Shobeir melakukan penyelamatan gemilang.

Empat menit berselang, Lukaku memperoleh kesempatan emas di depan gawang. Namun striker andalan Belgia itu gagal memanfaatkannya setelah sundulannya melambung di atas mistar.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Belgia harus puas membawa pulang satu poin, sementara Mesir layak mendapat apresiasi setelah tampil solid dan hampir mengamankan kemenangan penting atas salah satu tim unggulan grup.

Bagi Belgia, hasil ini menjadi alarm awal bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu cukup untuk memenangkan pertandingan.

Sementara bagi Mesir, satu poin dari laga melawan Belgia menjadi modal berharga untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.(*)




Hanya Bermain Imbang! Spanyol Frustrasi Hadapi Tembok Kokoh Cape Verde

SEPUCUKJAMBI.ID – Kejutan pertama langsung tersaji di Piala Dunia setelah Spanyol gagal mengamankan kemenangan pada laga pembuka Grup H.

Tim berjuluk La Roja harus puas berbagi angka usai ditahan imbang 0-0 oleh debutan Cape Verde dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Hasil tersebut menjadi sorotan karena Spanyol datang ke turnamen dengan status salah satu kandidat kuat juara.

Selain berbekal materi pemain yang lebih mentereng, tim asuhan Luis de la Fuente juga memiliki pengalaman dan peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi dibanding lawannya.

Namun, dominasi penguasaan bola yang menjadi ciri khas Spanyol tidak mampu diterjemahkan menjadi gol.

Sepanjang pertandingan, mereka kesulitan menembus pertahanan Cape Verde yang tampil disiplin, terorganisir, dan penuh kepercayaan diri.

Cape Verde memilih pendekatan pragmatis dengan menumpuk pemain di area pertahanan.

Formasi lima bek yang diterapkan bahkan kerap berubah menjadi enam pemain bertahan saat Spanyol meningkatkan intensitas serangan.

Meski terus ditekan, wakil Afrika itu menunjukkan ketenangan luar biasa. Organisasi permainan yang rapi membuat para pemain Spanyol frustrasi mencari ruang di sepertiga akhir lapangan.

Peluang berbahaya pertama baru tercipta setelah pertandingan berjalan sekitar 20 menit ketika Pedri melepaskan tembakan tepat sasaran.

Spanyol kemudian mulai menemukan ritme permainan melalui pergerakan Marc Cucurella dari sisi kiri.

Kesempatan terbaik La Roja hadir menjelang turun minum. Ferran Torres berhasil melepaskan tembakan keras yang nyaris memecah kebuntuan, tetapi bola hanya menghantam mistar gawang.

Di bawah mistar, Cape Verde memiliki sosok penting dalam diri Vozinha. Kiper veteran tersebut tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga gawang timnya tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.

Bagi Cape Verde, satu poin dari pertandingan ini terasa seperti kemenangan. Negara kepulauan yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia itu sukses mengukir sejarah dengan meraih poin perdana di panggung sepak bola terbesar dunia.

Pencapaian tersebut melanjutkan tren positif yang mereka tunjukkan sejak fase kualifikasi.

Sebelum lolos ke putaran final, Cape Verde mampu mengungguli sejumlah tim kuat Afrika seperti Kamerun, Angola, dan Libya, serta mencatat rekor impresif tanpa kekalahan dalam laga kandang.

Di sisi lain, Spanyol juga tidak tampil dengan komposisi terbaik. Dua pemain sayap andalan mereka, Lamine Yamal dan Nico Williams, belum berada dalam kondisi fisik ideal setelah sempat mengalami cedera otot.

Yamal akhirnya dimainkan pada menit ke-71 dan langsung memberi warna berbeda dalam serangan Spanyol.

Beberapa akselerasinya mampu membuka ruang bagi rekan setim, termasuk peluang yang didapat Mikel Merino.

Sementara Nico Williams baru masuk menjelang akhir pertandingan ketika waktu tersisa semakin sedikit.

Kegagalan meraih kemenangan menjadi alarm bagi Spanyol. Dominasi penguasaan bola kembali tidak cukup untuk menghasilkan tiga poin, sebuah masalah yang pernah menghantui mereka dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

Meski demikian, peluang Spanyol untuk lolos dari fase grup masih terbuka lebar. Mereka masih akan menghadapi Arab Saudi dan Uruguay pada dua laga berikutnya.

Namun, jika ingin kembali ke jalur kemenangan, La Roja perlu segera menemukan ketajaman di lini depan sekaligus berharap Yamal dan Williams bisa segera mencapai kondisi terbaiknya.

Sementara bagi Cape Verde, hasil imbang melawan salah satu unggulan turnamen menjadi bukti bahwa mereka tidak datang ke Piala Dunia hanya sebagai pelengkap.

Satu poin bersejarah ini sekaligus mengirim pesan bahwa kejutan-kejutan lain masih mungkin terjadi di Grup H.(*)




Pesta Gol di Monterrey! Swedia Permalukan Tunisia 5-1

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Swedia mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan cara yang meyakinkan.

Blågult tampil tajam dan efektif untuk menghancurkan Tunisia dengan skor telak 5-1 pada laga pembuka Grup F di Estadio Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Senin 15 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan besar ini langsung mengantarkan Swedia ke puncak klasemen sementara Grup F.

Sebaliknya, Tunisia harus menerima kenyataan pahit setelah sejumlah kesalahan sendiri menjadi awal dari kekalahan telak mereka.

Meski skor akhir terlihat mencolok, pertandingan sejatinya berlangsung cukup terbuka. Kedua tim sama-sama bermain menyerang dan menciptakan peluang.

Namun perbedaan terbesar terletak pada efektivitas penyelesaian akhir serta kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan.

Swedia membuka keunggulan cepat pada menit ketujuh melalui Yasin Ayari. Gol berawal dari blunder kiper Tunisia, Abdelmouhib Chamakh, yang gagal mengantisipasi bola panjang dari Victor Lindelof.

Bola liar langsung disambar Ayari dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut atas gawang.

Gol tersebut membuat Swedia semakin percaya diri mengendalikan permainan. Namun Tunisia tidak tinggal diam.

Pada menit ke-13, Anis Ben Slimane hampir menyamakan kedudukan setelah menerima umpan matang Elias Saad.

Akan tetapi, kiper Kristoffer Nordfeldt melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan timnya.

Tekanan Swedia kembali membuahkan hasil menjelang setengah jam pertandingan. Alexander Isak menunjukkan kualitasnya sebagai ujung tombak utama dengan mencetak gol kedua pada menit ke-30.

Penyerang Liverpool itu menuntaskan kombinasi cepat bersama Viktor Gyokeres melalui sepakan mendatar yang gagal dibendung Chamakh.

Saat laga tampak mulai dikuasai Swedia, Tunisia berhasil memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum.

Umpan silang akurat Hannibal Mejbri disambut sundulan Omar Rekik yang memperdaya Nordfeldt pada menit ke-43.

Gol tersebut membuat Tunisia kembali memiliki harapan setelah babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk keunggulan Swedia.

Namun harapan itu tak bertahan lama.

Memasuki babak kedua, Tunisia sebenarnya sempat mengancam lebih dulu melalui Hannibal Mejbri. Sayangnya peluang tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol penyama kedudukan.

Momen krusial kemudian terjadi pada menit ke-59.

Kesalahan fatal Ellyes Skhiri saat membangun serangan berhasil dimanfaatkan Alexander Isak.

Bola direbut dan langsung dialirkan kepada Viktor Gyokeres yang tanpa ampun melepaskan tembakan keras untuk membawa Swedia unggul 3-1.

Gol itu menjadi titik balik yang memukul mental Tunisia.

Swedia semakin nyaman memainkan pertandingan dan terus menekan pertahanan lawan.

Beberapa peluang tambahan tercipta, termasuk kesempatan emas Gyokeres yang nyaris memperbesar skor.

Gol keempat akhirnya lahir pada menit ke-84 melalui Mattias Svanberg. Pemain yang baru masuk sebagai pemain pengganti itu sempat melihat golnya dianulir karena dugaan offside.

Namun setelah tinjauan VAR, wasit mengesahkan gol tersebut dan membuat Swedia menjauh dengan skor 4-1.

Belum puas sampai di situ, Swedia menutup pertandingan dengan gol spektakuler pada masa injury time.

Yasin Ayari kembali menjadi sorotan setelah mencetak gol keduanya pada menit ke-90+6.

Gelandang Brighton itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam pojok gawang Tunisia tanpa mampu dijangkau Chamakh.

Gol tersebut sekaligus mengunci kemenangan telak 5-1 bagi Swedia.

Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa Swedia bukan sekadar pelengkap di Grup F.

Dengan kombinasi permainan agresif, lini depan yang tajam, dan kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan, pasukan Graham Potter menunjukkan potensi besar untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.

Di sisi lain, Tunisia harus segera mengevaluasi sektor pertahanan dan distribusi bola dari lini belakang yang menjadi sumber utama lahirnya beberapa gol Swedia dalam laga ini.(*)