Peksimida Jambi 2026 Dibuka, UNJA Targetkan Lahirkan Wakil Terbaik ke Peksiminas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Jambi 2026 yang diikuti 167 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi se-Provinsi Jambi.

Ajang seni dua tahunan ini menjadi pintu seleksi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026.

Pembukaan berlangsung di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA, Rabu 22 Juli 2026, dengan mengusung tema “Peksimida Jambi Bergerak, Seni Melayu Berdampak.” Selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Juli 2026, para peserta akan berkompetisi dalam 15 tangkai lomba seni.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, mengatakan Peksimida bukan sekadar kompetisi seni, tetapi juga momentum bagi mahasiswa untuk terus berinovasi sekaligus menjaga kelestarian budaya Melayu di tengah perkembangan teknologi.

Menurutnya, budaya Melayu harus mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai dan identitasnya.

“Perkembangan budaya yang lahir dari tradisi dan masyarakat kita harus terus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai budaya ini dianggap terbelakang. Justru pelestarian budaya Melayu harus didukung oleh perkembangan teknologi,” ujar Helmi saat membuka Peksimida Jambi 2026.

Ia mencontohkan sejumlah pelajar di Jambi yang telah berhasil menggabungkan teknologi dengan seni tari maupun karya karikatur bertema budaya Melayu sebagai bukti bahwa inovasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA sekaligus Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Jambi, Prof. Dr. Fauzi Syam, menjelaskan Peksimida merupakan agenda resmi BPSMI yang menjadi tahapan seleksi menuju Peksiminas XVIII di Universitas Jember, Jawa Timur, pada September 2026.

Ia berharap Provinsi Jambi mampu kembali meraih prestasi nasional setelah sempat mencatatkan sejumlah gelar juara pada penyelenggaraan sebelumnya.

“Pada 2008, 2010, dan 2016 kita pernah meraih juara, kemudian tahun 2022 kembali memperoleh satu gelar juara. Tahun 2024 kita belum berhasil, sehingga tahun 2026 ini kami ingin mengulang sejarah prestasi tersebut,” katanya.

Prof. Fauzi mengungkapkan antusiasme perguruan tinggi mengikuti Peksimida tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Jika pada tahun 2024 jumlah peserta hanya 67 orang, maka pada Peksimida 2026 meningkat menjadi 167 peserta yang berasal dari 11 perguruan tinggi di Provinsi Jambi.

Selain peningkatan jumlah peserta, penyelenggaraan tahun ini juga semakin modern dengan penggunaan website resmi BPSMI sebagai sistem terpadu untuk pendaftaran peserta, jadwal lomba, lokasi pertandingan, hingga pengumuman hasil kompetisi.

Menurutnya, Jambi menjadi salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang telah menerapkan sistem digital tersebut.

“Kehadiran website ini menunjukkan bahwa Jambi siap diperhitungkan pada ajang Peksiminas 2026,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Peksimida 2026, Indra Gunawan, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan bakat seni mahasiswa di tingkat daerah.

Selain memperebutkan tiket menuju Peksiminas, Peksimida juga menjadi ruang membangun kreativitas, jejaring, dan kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Ia berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan pengalaman selama kompetisi sebagai bekal untuk terus berkembang di dunia seni.

Pembukaan Peksimida Provinsi Jambi 2026 ditandai dengan penyematan tanda pengenal kepada peserta dan dewan juri, dilanjutkan penampilan Tari Zapin Rajuk Rindu serta sesi foto bersama.(*)