370 Siswa Keluarga Desil 1 Segera Masuk Sekolah Rakyat Jambi, Maulana Pastikan Fasilitas Siap

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 370 anak dari keluarga kelompok ekonomi terbawah atau kategori Desil 1 bersiap memulai pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Jambi.

Pemerintah Kota Jambi memastikan seluruh kebutuhan dasar sekolah, mulai dari sarana pendidikan hingga fasilitas asrama, harus siap sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 30 Juli 2026.

Kesiapan Sekolah Rakyat yang berada di kawasan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, menjadi perhatian langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Saat melakukan peninjauan pada Jumat 24 Juli 2026, Maulana mengecek berbagai fasilitas yang akan digunakan para peserta didik baru.

Sekolah Rakyat tersebut menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan layanan pendidikan berkualitas.

Berbeda dengan sekolah umum, peserta didik Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang masuk dalam kelompok prioritas berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Mereka akan mendapatkan layanan pendidikan sekaligus dukungan kebutuhan dasar selama mengikuti program.

370 Siswa SD hingga SMA Mulai Masuk Asrama 30 Juli

Wali Kota Jambi mengatakan, seluruh persiapan terus dikebut agar proses awal pendidikan berjalan tanpa kendala.

Menurutnya, sebanyak 370 siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA akan mulai memasuki lingkungan Sekolah Rakyat dan mengikuti rangkaian MPLS pada akhir Juli mendatang.

“Pada tanggal 30 Juli nanti, 370 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan mulai masuk asrama. Karena itu fasilitas dasar harus benar-benar siap, termasuk kepala sekolah, guru, pengasuh, dan pendamping yang akan mendampingi mereka,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, masa awal masuk sekolah menjadi tahap penting bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Karena itu, Pemkot Jambi ingin memastikan para peserta didik mendapatkan suasana belajar yang aman dan nyaman sejak hari pertama.

Pemkot Jambi Libatkan Banyak OPD Pastikan Sekolah Rakyat Berjalan

Untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat, Pemerintah Kota Jambi membentuk tim transisi yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Tim tersebut bertugas memastikan kebutuhan sekolah terpenuhi, termasuk koordinasi dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, satuan kerja terkait, serta pihak sekolah.

“Kami sudah menggerakkan seluruh OPD terkait untuk berkolaborasi dengan Kementerian Sosial, kepala sekolah Sekolah Rakyat, Kementerian PU, hingga satker terkait,” kata Maulana.

Menurutnya, pembangunan dan kesiapan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kerja bersama agar program tersebut dapat berjalan maksimal.

Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu Jadi Prioritas

Maulana menyebut peserta didik Sekolah Rakyat merupakan generasi penerus yang harus mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama seperti anak-anak lainnya.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat mampu menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan.

“Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak, membangun karakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan pemerataan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Maulana Kembali Cek Kesiapan Sebelum MPLS

Meski secara umum persiapan dinilai berjalan baik, Wali Kota Jambi memastikan akan kembali melakukan pengecekan sebelum pelaksanaan MPLS berlangsung.

Ia ingin memastikan seluruh unsur pendukung, mulai dari fasilitas, tenaga pendidik, hingga sistem pendampingan siswa benar-benar siap digunakan.

“Secara umum sudah baik, namun akan kembali kami pastikan semuanya berjalan dengan baik sebelum MPLS dimulai,” katanya.

Dengan dimulainya Sekolah Rakyat Jambi, Pemkot Jambi berharap program tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan memberikan peluang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.(*)




Sistem Unik Sekolah Rakyat Jambi, Saring Siswa Lewat Tes Potensi Bakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMA) 5 Jambi hadir sebagai alternatif pendidikan berbasis asrama dengan sistem seleksi ketat dan pendekatan berbasis bakat.

Diresmikan pada 4 Juli 2025, sekolah ini langsung menjadi sorotan karena pendekatan unik dalam proses penerimaan dan pendampingan siswa.

Tak seperti sekolah konvensional, calon siswa SMA Rakyat Jambi wajib mengikuti tes Talent DNA, sebuah metode penilaian potensi individual yang menjadi dasar pembinaan awal.

Tes ini memungkinkan sekolah memetakan bakat siswa, mulai dari seni, tilawah, olahraga, hingga kepemimpinan.

“Dalam tiga bulan pertama, kami tidak langsung masuk ke pelajaran akademik. Siswa dibina sesuai potensi mereka. Jadi tidak asal tebak bakatnya,” ungkap Kepala Sekolah, Sudarmono.

Sekolah ini tidak membuka ruang untuk siswa yang kurang motivasi. Sudarmono menegaskan, hanya siswa dengan semangat belajar dan disiplin tinggi yang bisa bertahan.

“Kalau siswa tidak punya kemauan, kami kembalikan ke orang tuanya. Sekolah ini bukan tempat coba-coba,” tegasnya.

Seluruh siswa wajib tinggal di asrama dengan jadwal harian ketat, mulai dari jam belajar pukul 07.00–15.30 WIB, hingga aktivitas Sabtu untuk kerja bakti dan Minggu untuk kunjungan orang tua secara bergiliran.

Selain fokus akademik dan bakat, sekolah ini juga menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal, taekwondo, pramuka, dan kerohanian sesuai agama masing-masing.

“Pelatih pun kami pilih dari yang terbaik di bidangnya. Kami ingin siswa mendapatkan pendampingan yang serius,” tambah Sudarmono.

Saat ini, Sekolah Rakyat SMA 5 Jambi masih beroperasi di kawasan Talang Bakung, namun tahun depan akan pindah ke Bagan Pete di atas lahan seluas 7 hektare.

Sekolah ini menampung 100 siswa (48 laki-laki dan 52 perempuan) dan menargetkan pengembangan lebih luas ke depannya.

Sudarmono berharap dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar konsep sekolah berbasis asrama dan potensi ini bisa menjadi model pendidikan masa depan.(*)