SBY Peringatkan Potensi Perang Dunia Ketiga, Serukan Sidang Darurat PBB

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kekhawatirannya terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berpotensi memicu Perang Dunia Ketiga.

Pernyataan ini diunggah SBY melalui akun media sosial pribadinya dan ramai diperbincangkan di media nasional maupun internasional.

SBY menilai situasi dunia saat ini memiliki banyak kemiripan dengan kondisi sebelum Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945).

Terutama terkait ketegangan antarnegara besar, aliansi yang saling berhadap-hadapan, dan peningkatan kekuatan militer.

Ia menekankan, jika dinamika ini tidak ditangani dengan serius, potensi terjadinya perang dunia semakin tinggi.

“Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun saya percaya hal ini bisa dicegah, namun day by day ruang dan waktu untuk mencegahnya semakin sempit,” tulis SBY melalui akun X pribadinya.

SBY juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar Sidang Umum Darurat (Emergency UN General Assembly) untuk membahas langkah konkret meredakan ketegangan global dan mencegah krisis dunia berskala besar.

Pernyataan SBY mendapat respons dari sejumlah pihak di Indonesia. Ketua DPP PKB, Daniel Johan, menyatakan keresahan SBY juga dirasakan warga, mendorong pemerintah memperkuat kerja sama diplomasi dan keamanan nasional.

Sementara Wakil Ketua Komisi I DPR RI menilai peringatan SBY adalah peringatan dini yang layak diperhatikan, bukan sekadar ramalan.

Para analis strategis menekankan, kekhawatiran SBY mencerminkan keprihatinan banyak pengamat geopolitik terhadap ketidakpastian global dan meningkatnya militerisasi.

Namun, melalui diplomasi dan kerja sama internasional, konflik besar seperti perang dunia tetap bisa dicegah.

Hingga kini, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan resmi, meski isu ini membuka ruang diskusi terkait peran diplomasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.(*)




Isu Ijazah Jokowi, SBY Jadi Sasaran Fitnah: Demokrat Siapkan Langkah Hukum

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Nama Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ikut terseret dalam polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang kembali ramai di media sosial.

Isu ini muncul dari konten yang menarasikan adanya “tokoh besar” di balik polemik ijazah Jokowi dan mencoba mengaitkannya dengan SBY.

Menanggapi hal tersebut, Partai Demokrat menegaskan SBY tidak memiliki keterkaitan apapun dengan isu tersebut.

Partai berlambang mercy ini menilai narasi yang menyeret nama SBY sebagai fitnah dan tidak berdasar.

Ahmad Khoirul Umam, Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, menyatakan bahwa SBY sedang mempertimbangkan langkah hukum atas pencatutan namanya.

“Betul-betul dipertimbangkan oleh Pak SBY. Tentu langkah awal adalah somasi, yaitu teguran hukum tertulis kepada pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut,” ujar Umam.

Somasi dipilih sebagai langkah awal untuk memberi peringatan sekaligus ruang klarifikasi kepada akun-akun media sosial yang menyebarkan tudingan tersebut.

Namun, Demokrat tidak menutup kemungkinan melanjutkan ke tahap hukum berikutnya bila diperlukan.

“Somasi ini menjadi fase awal sebelum masuk ke tahap berikutnya, jika memang diperlukan,” tambah Umam.

Menurut Demokrat, penyebaran narasi yang mengaitkan SBY dengan isu ijazah Jokowi tidak hanya mencederai nama baik tokoh negara.

Tetapi juga berpotensi menimbulkan kegaduhan politik dan misinformasi di ruang publik.

Oleh karena itu, partai menilai perlu ada sikap tegas agar praktik serupa tidak terus berulang.

Di sisi lain, Presiden Jokowi sebelumnya menegaskan tidak pernah menuduh SBY berada di balik isu ijazah palsu.

Jokowi meminta publik tidak berspekulasi dan mengaitkan nama tokoh tertentu tanpa dasar yang jelas.

Isu dugaan ijazah palsu Jokowi sendiri sudah beberapa kali muncul dan telah dibantah.

Aparat penegak hukum menegaskan dokumen pendidikan Jokowi sah dan sesuai data institusi resmi.

Dengan langkah somasi yang dipertimbangkan Demokrat, diharapkan penyebaran informasi menyesatkan dapat dihentikan serta menjadi pengingat agar ruang digital tidak digunakan untuk menyebarkan fitnah.(*)




Mantan Presiden SBY Alihkan Hidup ke Dunia Seni Setelah Pensiun Politik

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  – Setelah mengakhiri karier politiknya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Presiden ke-6 Republik Indonesia, kini mengalihkan perhatian sepenuhnya ke dunia seni.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam beberapa kesempatan, menyusul aktivitasnya yang semakin intens di bidang lukis-melukis.

SBY menegaskan dirinya telah pensiun dari politik dan tidak tertarik lagi pada urusan negara.

“Saya sudah pensiun, dan kini dunia saya adalah melukis. Saya sekarang bebas menjadi seniman,” kata SBY, Dalam orasi ilmiah beberapa waktu lalum

Mantan Presiden ini menjelaskan bahwa kegiatannya kini mencakup seni rupa, musik, menulis puisi, dan pembinaan olahraga.

Salah satu hobi utama yang kini digeluti lebih serius adalah melukis, kegiatan yang telah dinikmatinya sejak lama.

Meski sempat dirawat di rumah sakit pada Juli 2025, SBY tetap melanjutkan hobinya.

Bahkan, ia sempat melukis dengan tangan kiri karena tangan kanan terinfus. Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengungkapkan,

“Meskipun dirawat, beliau tetap melukis,” kata Sekjen Partai Demokrat,Herman Khaeron.

Lukisan SBY semakin menarik perhatian publik.

Ia kerap menggunakan teknik finger painting, seperti saat melukis di Pantai Klayar, Pacitan, maupun melukis Monas bersama pelukis Jerman, Christopher Lehmpfuhl.

Karya-karyanya menunjukkan sisi baru SBY sebagai seniman yang mengekspresikan diri melalui kanvas, bukan hanya kebijakan politik.

Hasil karya seni SBY mendapat apresiasi luas, baik dari masyarakat maupun kolega politik.

Bahkan, beberapa lukisannya kini dipertimbangkan untuk dipajang di tempat penting, termasuk di Istana Kepresidenan Nusantara oleh Presiden Prabowo Subianto.

Transformasi SBY dari politikus menjadi seniman menunjukkan bahwa meski telah pensiun dari dunia politik, ia tetap bisa memberikan dampak positif melalui ekspresi kreatif dan seni rupa.(*)