Pagar SDN 221 Kota Jambi Roboh, Naim Dorong Tindakan Segera dari Pemerintah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Koordinator Komisi IV DPRD Kota Jambi, Naim, menyoroti kondisi pagar SDN 221 Kota Jambi yang roboh dan dianggap sangat membahayakan keselamatan siswa.

Ia menegaskan bahwa, perbaikan pagar dan fasilitas sekolah lainnya perlu segera ditindaklanjuti agar lingkungan belajar menjadi lebih aman dan nyaman.

Kunjungan Komisi IV DPRD Kota Jambi dilakukan di SDN 221 yang berada di RT 40, Kecamatan Paal Merah, dipimpin Ketua Komisi IV, Martua Muda Siregar, didampingi anggota Fahrul Ilmi dan Azki Akhyari.

Menurut Naim, selain pagar sekolah yang rusak, banyak fasilitas di SDN 221 yang masih membutuhkan perbaikan.

Termasuk akses jalan, ruang kelas, ruang guru, serta rumah penjaga sekolah yang kondisinya memprihatinkan.

“Kondisi pagar sekolah sangat memprihatinkan dan membahayakan siswa. Ini harus segera diperbaiki,” sebut Naim.

“Kami juga akan mendorong perbaikan fasilitas lain agar SDN 221 bisa menjadi lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujar Naim.

Tahun ini, pemerintah kota menganggarkan perbaikan akses jalan sepanjang 150 meter di depan dan belakang sekolah melalui program Bidang Cipta Karya PUPR Kota Jambi, menggunakan beton rigid untuk mempermudah mobilitas siswa.

Naim menambahkan, Komisi IV juga akan mendorong Dinas PUPR dan Disdik Kota Jambi untuk membangun ruang kelas baru (RKB), ruang guru, serta memperbaiki rumah penjaga sekolah.

Kunjungan ini menegaskan komitmen DPRD Kota Jambi, khususnya Komisi IV, dalam memperbaiki infrastruktur sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan, agar siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan optimal.(*)




Infrastruktur SDN 221 Kota Jambi Jadi Perhatian Serius! Komisi IV Minta Segera Diperbaiki

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komisi IV DPRD Kota Jambi melakukan kunjungan ke SDN 221 Kota Jambi, yang terletak di RT 40, Kecamatan Paal Merah, untuk meninjau kondisi sarana dan prasarana sekolah yang masih kurang memadai.

Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Martua Muda Siregar, didampingi anggota Fahrul Ilmi, Azki Akhyari, dan Naim, selaku Koordinator Komisi IV DPRD Kota Jambi.

Dalam peninjauan tersebut, Naim menyampaikan bahwa banyak fasilitas di SDN 221 masih memerlukan perbaikan, mulai dari akses jalan hingga ruang kelas.

Lokasi sekolah yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi membuat akses selama ini cukup terbatas.

“Banyak sarana dan prasarana di SDN 221 yang kurang memadai, terutama akses jalan. Insya Allah, dengan dukungan Komisi IV, kami akan mendorong perbaikan infrastruktur jalan,” ujar Naim.

Ia menambahkan, pihaknya juga mendorong Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk segera membangun Ruang Kelas Baru (RKB).

Sebab, SDN 221 Kota Jambi tersebut kekurangan kelas dan ruang guru, termasuk perbaikan rumah penjaga sekolah yang kondisinya tampak memprihatinkan.

Tahun ini, kata dia pemerintah kota menganggarkan perbaikan akses jalan sepanjang 150 meter di depan dan belakang sekolah.

Pembangunan ini, melalui program Bidang Cipta Karya PUPR Kota Jambi, dengan penggunaan beton rigid untuk memperlancar mobilitas siswa menuju sekolah.

Selain akses jalan, kondisi pagar sekolah juga menjadi perhatian. Pagar yang roboh dianggap membahayakan keselamatan siswa dan warga sekolah.

Politisi PAN ini menegaskan, Komisi IV akan mendorong agar pagar direhabilitasi dan fasilitas lainnya diperbaiki secara menyeluruh.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen legislatif Komisi IV DPRD Kota Jambi dalam memperbaiki kualitas pendidikan melalui perbaikan infrastruktur sekolah, sehingga siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.(*)




Komisi IV DPRD Kota Jambi Dorong Perbaikan Drainase di SMPN 2 Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komisi IV DPRD Kota Jambi melakukan peninjauan langsung ke SMP Negeri 2 Kota Jambi pada Selasa, 6 Januari 2025.

Kegiatan ini bertujuan meninjau kondisi sarana dan prasarana sekolah, khususnya masalah drainase yang sering menimbulkan genangan air saat hujan.

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Martua Muda Siregar, didampingi anggota Fahrul Ilmi, Azki Akhyari, dan Naim sebagai koordinator Komisi IV.

Anggota Komisi IV, Fahrul Ilmi, menyebutkan bahwa beberapa waktu lalu lapangan tengah SMPN 2 Kota Jambi sempat terendam air cukup lama saat hujan deras.

Sehingga berdampak pada kenyamanan dan aktivitas belajar siswa.

“Ketika hujan deras, air menggenangi lapangan sekolah cukup lama. Ini tentu tidak ideal untuk lingkungan belajar siswa,” ujar Fahrul Ilmi, politisi PKS.

Dari hasil peninjauan, sistem drainase sekolah masih belum berfungsi maksimal. Meski begitu, Dinas PUPR Kota Jambi sudah melakukan beberapa langkah perbaikan awal.

“Memang sudah ada upaya dari Dinas PUPR Kota Jambi, tetapi masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” tambah Fahrul.

Salah satu solusi yang direncanakan adalah, pembangunan crossing saluran air dari area dalam sekolah menuju drainase utama di depan SMPN 2 Kota Jambi.

Ini dilakukan agar aliran air lebih lancar dan tidak lagi menyebabkan genangan.

Fahrul menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Kota Jambi berkomitmen untuk mendorong perbaikan infrastruktur pendidikan.

Termasuk drainase sekolah, agar siswa dapat belajar dengan nyaman dan aman.

Seorang penjaga kantin sekolah yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan bahwa, genangan air sering terjadi saat hujan deras dan pernah sampai menyebabkan aktivitas belajar diliburkan.

Dengan adanya peninjauan ini, Komisi IV DPRD Kota Jambi berharap masalah drainase di SMPN 2 Kota Jambi dapat segera ditangani secara menyeluruh.

Sehingga lingkungan belajar menjadi lebih aman, nyaman, dan mendukung semangat belajar seluruh warga sekolah.(*)




Bangunan Rusak dan Minim Fasilitas, Ini Kondisi Madrasah Nurul Ihsan di Tanjab Timur

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan nonformal seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nurul Ihsan, yang berlokasi di Kelurahan Simpang Tuan, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Meski berada dalam keterbatasan sarana dan prasarana, para guru di madrasah yang berdiri di pinggir jalan lintas Jambi-Kuala Tungkal ini tetap semangat memberikan pelajaran tambahan di luar jam sekolah kepada puluhan muridnya.

Kepala Madrasah, Marzuki, mengatakan saat ini madrasah memiliki 83 murid, 5 tenaga pengajar, dan hanya 4 ruang belajar yang kondisinya memprihatinkan.

“Madrasah ini berdiri sejak sekitar tahun 1991 atau 1992. Mayoritas murid berasal dari Kelurahan Simpang Tuan dan desa-desa sekitar,” ujar Marzuki.

Bangunan madrasah sudah mengalami banyak kerusakan, seperti plafon ruang kelas yang jebol, kaca jendela pecah, dan kekurangan sanitasi.

Dari beberapa toilet yang tersedia, hanya satu yang masih bisa digunakan. Selain itu, sumber air bersih juga belum tersedia karena tidak adanya sumur bor.

“Listrik memang sudah ada, tapi baru sampai ke meteran. Belum ada sambungan ke ruang kelas,” ungkap Marzuki.

Karena kegiatan belajar dilakukan di sore hari, kondisi ruangan yang minim pencahayaan sering menyulitkan proses belajar mengajar.

Hal ini membuat kebutuhan akan penerangan listrik menjadi sangat mendesak.

Tidak hanya itu, kekurangan meja dan kursi belajar juga menjadi masalah.

Salah satu ruang kelas bahkan tidak memiliki meja dan kursi sama sekali, membuat siswa harus belajar di lantai semen tanpa alas.

Di ruang lainnya, siswa terpaksa berbagi bangku dengan jumlah yang tidak mencukupi.

“Kami benar-benar berharap ada perhatian dan bantuan, baik dalam bentuk dana operasional maupun dana tahunan untuk memperbaiki kondisi madrasah ini,” kata Marzuki.

Karena lokasi madrasah berada tepat di tepi jalan lintas, Marzuki juga mengusulkan adanya pemasangan pagar permanen dan rambu-rambu zona sekolah demi keselamatan para murid.

“Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Rambu zona sekolah sangat penting, apalagi di sini ada dua sekolah berdampingan, yakni madrasah dan SD negeri,” tegasnya.

Marzuki juga menyampaikan keprihatinannya terhadap banyaknya orang tua yang belum bisa mendampingi anak belajar di rumah, sebagian karena sibuk bekerja, dan sebagian lain karena belum bisa membaca atau menulis (buta aksara).

Oleh karena itu, keberadaan madrasah ini sangat penting untuk mendampingi anak memahami pelajaran sekolah, serta memberikan bekal pendidikan agama dan karakter.

“Selain menambah pemahaman pelajaran, kami juga berupaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget dan konten negatif dari internet,” tutup Marzuki.(*)