Rumah Dua Lantai di Sulanjana Terbakar, Diduga Dipicu Puntung Rokok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Oto Iskandardinata (Otista), RT 003, Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur, Selasa 14 Juli 2026 siang.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan seorang warga mengalami luka bakar ringan dan bangunan rumah mengalami kerusakan berat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 11.44 WIB.

Tim dari Pos Pelayanan Kebakaran Jambi Timur langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sembilan menit kemudian.

Petugas segera melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api meluas ke bangunan di sekitar lokasi.

“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah lainnya. Seluruh proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar satu jam,” kata Mustari.

Dalam operasi tersebut, Damkartan Kota Jambi mengerahkan 25 personel serta enam armada yang terdiri atas satu unit mobil komando, tiga mobil tempur, dan dua mobil suplai air.

Penanganan kebakaran juga melibatkan PLN untuk pemutusan aliran listrik, personel TNI dan Polri untuk pengamanan, serta Tim PSC 119 yang memberikan penanganan medis kepada korban.

Mustari mengungkapkan proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena akses menuju lokasi relatif sempit.

Selain itu, posisi rumah yang terbakar cukup jauh dari titik parkir armada sehingga petugas harus memasang selang dengan jarak lebih panjang.

Di sisi lain, banyaknya warga dan pelajar yang memadati lokasi kebakaran juga sempat menghambat ruang gerak petugas saat melakukan pemadaman.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang belum benar-benar padam.

Puntung tersebut diduga mengenai material yang mudah terbakar setelah ditinggalkan oleh anak pemilik rumah.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman petugas.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membuang puntung rokok maupun menggunakan sumber api, karena kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang merugikan,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, seorang warga bernama Budi Guntoro mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan perawatan dari Tim PSC 119.

Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu oleh kelalaian dalam penggunaan api di lingkungan permukiman.(*)




Kebakaran Dua Rumah di Telanaipura, Damkartan Kota Jambi Sigap Padamkan Api

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dua rumah, satu semi permanen dan satu permanen, hangus dilalap api di Jl. Raden Perang Rt 09, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Jumat (27/2/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menyatakan bahwa tim pemadam bertindak cepat sehingga kobaran api berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.

“Respon cepat petugas menjadi kunci agar api tidak meluas. Alhamdulillah, pemadaman berlangsung aman dan lancar,” ujar Mustari Affandi, AP, ME.

Menurut laporan sementara, kebakaran bermula di dapur rumah semi permanen milik Suyati yang terdiri dari 5 penghuni.

Diduga konsleting listrik pada kabel plafon dipicu angin kencang sehingga api merambat ke rumah permanen milik Saimin, yang juga dihuni 5 anggota keluarga.

Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember, namun kobaran semakin membesar hingga akhirnya menghubungi Damkartan melalui call center 112 dan layanan WA 0811-7113-113.

Tim Damkartan dipimpin langsung oleh Kadis Mustari Affandi, didukung 45 personel dari Pleton I Mako, Regu Posyankar Alam Barajo, dan Posyankar Jamkose.

Sarana yang digunakan meliputi 1 unit armada komando, 6 armada tempur, 1 armada supply, serta 1 unit ambulance PSC 119.

Hambatan di lapangan termasuk jalan sempit yang menyulitkan manuver armada damkar dan banyaknya warga yang menonton serta melakukan live streaming di media sosial, sehingga petugas memberikan teguran agar lebih peduli terhadap korban.

Langkah utama pemadaman meliputi koordinasi dengan PLN untuk mematikan aliran listrik, pengamanan lokasi bersama TNI dan Polri, serta pemutusan penyebaran api ke area yang mudah terbakar.

Total air yang digunakan mencapai ±24.000 liter, dengan prinsip bertindak 5T: Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas.

Setelah api padam, lokasi diserahkan kepada Polsek Telanaipura untuk pemasangan police line dan investigasi lebih lanjut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dari warga maupun petugas. Kerugian materiil belum dapat dipastikan.

Mustari Affandi menekankan pentingnya kewaspadaan warga terhadap instalasi listrik rumah.

“Kebakaran ini menjadi pengingat agar masyarakat rutin memeriksa jaringan listrik dan tidak panik, segera hubungi Damkartan jika terjadi kebakaran,” tegasnya.(*)