Tidur Lebih Nyaman dan Sehat, Ini Jadwal Ideal Mengganti Sprei

SEPUCUKJAMBI.ID -Tidur berkualitas tidak hanya ditentukan oleh durasi dan posisi tubuh, tetapi juga oleh kebersihan tempat tidur.

Tanpa disadari, sprei yang digunakan setiap malam menyimpan berbagai partikel tak kasat mata mulai dari keringat, minyak tubuh, sel kulit mati, hingga mikroorganisme seperti bakteri dan tungau debu.

Jika jarang diganti, sprei bisa berubah menjadi sumber gangguan kesehatan.

Menurut berbagai kajian kebersihan dan kesehatan lingkungan, sprei idealnya diganti dan dicuci minimal satu kali dalam seminggu.

Kebiasaan ini dinilai paling aman untuk menjaga kebersihan kulit, kualitas udara saat tidur, serta kesehatan saluran pernapasan.

Selama tujuh hari pemakaian, tubuh manusia dapat melepaskan jutaan sel kulit mati yang kemudian menempel di kain sprei.

Dalam kondisi tertentu, frekuensi mengganti sprei bahkan dianjurkan lebih sering.

Tinggal di daerah beriklim panas atau lembap, mudah berkeringat di malam hari, atau tidur dengan pendingin ruangan yang kurang optimal bisa mempercepat penumpukan kotoran di tempat tidur.

Pada situasi ini, mengganti sprei setiap 4–5 hari dinilai lebih ideal.

Tak hanya faktor lingkungan, kondisi pribadi juga memengaruhi jadwal penggantian sprei.

Orang dengan riwayat alergi, asma, atau kulit sensitif cenderung lebih rentan terhadap tungau debu.

Sprei yang jarang dicuci bisa memicu bersin, hidung tersumbat, mata gatal, hingga iritasi kulit saat bangun tidur.

Kebiasaan sehari-hari pun ikut berperan. Makan di atas tempat tidur, tidur tanpa pakaian, atau membiarkan hewan peliharaan naik ke kasur meningkatkan jumlah bakteri dan kotoran yang menempel di kain.

Dalam kondisi ini, sprei sebaiknya diganti lebih sering dari jadwal normal.

Saat tubuh sedang sakit, seperti demam atau flu, kebersihan sprei menjadi semakin penting.

Mencuci sprei setiap beberapa hari dapat membantu mencegah bakteri dan virus bertahan di kain, sekaligus mengurangi risiko infeksi ulang setelah tubuh mulai pulih.

Meski ada yang merasa mengganti sprei dua minggu sekali masih nyaman, para pakar menilai interval tersebut merupakan batas maksimum, bukan kebiasaan ideal terutama jika kasur digunakan setiap hari.

Selain sprei, sarung bantal (pillowcase) juga perlu perhatian khusus. Karena bersentuhan langsung dengan wajah dan rambut, sarung bantal lebih cepat menyerap minyak alami kulit, keringat, dan sisa produk perawatan wajah.

Banyak ahli menyarankan sarung bantal dicuci dua kali seminggu, khususnya bagi pemilik kulit sensitif atau berjerawat.

Pada akhirnya, rutinitas mengganti sprei bukan sekadar soal kebersihan visual atau aroma segar.

Kebiasaan sederhana ini berperan besar dalam menjaga kesehatan kulit, kualitas tidur, dan kenyamanan bernapas sepanjang malam.

Tidur di sprei bersih dapat membantu tubuh beristirahat lebih optimal dan bangun dengan perasaan lebih segar.(*)




Tren Tanaman Indoor dan Dampaknya bagi Kesehatan Fisik dan Mental

SEPUCUKJAMBI.ID – Tanaman hias kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelengkap dekorasi rumah yang estetik dan Instagram-able.

Di balik tampilan daunnya yang hijau dan bentuknya yang menarik, tanaman indoor ternyata menyimpan manfaat nyata bagi kesehatan fisik dan mental, terutama di tengah gaya hidup modern yang sarat tekanan.

Kehadiran tanaman di dalam rumah diketahui mampu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menenangkan.

Berada di sekitar tumbuhan dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan setelah aktivitas harian yang padat.

Aktivitas sederhana seperti menyiram atau merawat tanaman bahkan dapat memicu respons relaksasi tubuh dan membantu menurunkan tekanan darah.

Selain menenangkan, tanaman indoor juga berkontribusi pada kejernihan mental. Lingkungan dengan elemen alami terbukti dapat meningkatkan fokus, suasana hati, serta produktivitas.

Sejumlah penelitian di ruang kerja menunjukkan bahwa keberadaan tanaman membuat seseorang lebih nyaman, lebih fokus, dan lebih menikmati aktivitas yang dilakukan di dalam ruangan.

Manfaat tanaman tidak hanya dirasakan secara psikologis, tetapi juga secara fisik.

Tanaman membantu memperbaiki kualitas udara di dalam rumah melalui proses fotosintesis, dengan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Udara pun terasa lebih segar dan sehat.

Beberapa jenis tanaman bahkan dikenal mampu menyerap polutan tertentu di udara.

Senyawa organik volatil seperti formaldehida dan benzena, yang kerap berasal dari furnitur, cat, hingga produk pembersih rumah tangga, dapat dikurangi dengan kehadiran tanaman tertentu.

Peace lily, snake plant, dan spider plant termasuk tanaman indoor yang populer karena kemampuannya membantu membersihkan udara di dalam ruangan.

Selain itu, tanaman juga berperan dalam menjaga kelembapan udara secara alami. Melalui proses transpirasi, tanaman melepaskan uap air dari daunnya, sehingga membantu meningkatkan kelembapan ruangan.

Kondisi ini bermanfaat untuk mengurangi iritasi tenggorokan, kulit kering, serta membuat pernapasan lebih nyaman, terutama di ruangan ber-AC atau saat musim kering.

Tidak kalah penting, merawat tanaman dapat menjadi aktivitas terapeutik.

Rutinitas memindahkan pot, memangkas daun, atau sekadar memperhatikan pertumbuhan tanaman dapat menjadi bentuk mindfulness yang membantu seseorang sejenak menjauh dari layar gawai dan tekanan digital.

Meski tidak dapat sepenuhnya menggantikan alat pembersih udara modern, menempatkan beberapa tanaman indoor di ruang keluarga, kamar tidur, atau meja kerja dapat membuat rumah terasa lebih segar, tenang, dan sehat secara menyeluruh.(*)




Atasi Jamur Hitam di Rumah dengan Cara Aman dan Efektif

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah melihat bercak hitam di sudut kamar mandi atau dapur rumahmu, lalu mengabaikannya karena terlihat sepele?

Padahal, bercak itu bisa jadi tanda munculnya black mold jamur hitam yang tak hanya merusak estetika rumah, tapi juga berpotensi membahayakan kesehatan.

Black mold tumbuh subur di tempat lembab, minim ventilasi, dan jarang tersinari matahari.

Dari langit-langit, dinding, hingga sudut tersembunyi di balik lemari, jamur ini bisa menyebar dengan cepat tanpa disadari.

Yang lebih berbahaya, spora halusnya bisa terhirup dan memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari alergi ringan, iritasi kulit dan mata, hingga gangguan pernapasan serius, terutama bagi anak-anak, lansia, atau penderita asma.

Untungnya, black mold bisa diatasi dengan langkah yang tepat.

Mulai dari menemukan sumber kelembaban, menggunakan alat pelindung, memilih cairan pembersih yang aman, hingga memastikan area yang dibersihkan kering sempurna.

Pencegahan jangka panjang juga penting, seperti menjaga ventilasi tetap baik, mengontrol kelembaban udara, dan memanfaatkan dehumidifier jika perlu.

Dengan memahami cara yang benar untuk menyingkirkan jamur hitam, rumahmu bisa kembali bersih, sehat, dan nyaman.

Tidak hanya untuk tampilannya, tapi juga demi keselamatan seluruh penghuni rumah.

Berikut tips dan caranya:

1. Temukan dan Atasi Sumber Kelembaban

Langkah paling penting adalah mencari penyebab utama munculnya jamur. Black mold berkembang pesat di lingkungan yang lembab dan kurang sirkulasi udara.

Periksa area rawan seperti kamar mandi, dapur, balik furnitur, plafon, serta sudut dinding yang jarang terlihat.

Kebocoran pipa, atap rusak, rembesan tembok, atau ruangan tertutup tanpa ventilasi bisa menjadi pemicu utama.

Jika sumber kelembaban tidak ditangani, jamur akan terus muncul meski sudah dibersihkan berulang kali.

2. Gunakan Alat Pelindung Diri

Membersihkan black mold tidak boleh dilakukan tanpa perlindungan. Spora jamur dapat memicu iritasi dan gangguan pernapasan.

Gunakan sarung tangan karet, masker respirator tipe N95, serta kacamata pelindung sebelum mulai membersihkan.

Disarankan juga mengenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang yang dapat langsung dicuci setelah proses pembersihan selesai.

3. Siapkan Cairan Pembersih yang Tepat

Untuk membersihkan area yang terkontaminasi jamur, gunakan larutan pembersih yang efektif namun aman.

Beberapa pilihan yang bisa digunakan antara lain:

– Campuran deterjen cair dan air hangat
– Larutan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:10
– Hidrogen peroksida 3% yang disemprotkan langsung ke permukaan

Bahan-bahan tersebut dikenal mampu membunuh jamur secara efektif.

Namun, penting untuk diingat agar tidak mencampur pemutih dengan amonia karena dapat menghasilkan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan.

Larutan karbol yang telah diencerkan juga bisa menjadi alternatif untuk membasmi jamur hitam.

4. Bersihkan Area yang Terinfeksi Secara Menyeluruh

Semprotkan atau oleskan larutan pembersih ke permukaan yang berjamur, lalu diamkan beberapa menit agar bekerja maksimal.

Setelah itu, gosok area tersebut menggunakan sikat, spons kasar, atau kain lap hingga jamur benar-benar hilang.

Pembersihan tidak hanya dilakukan pada noda yang terlihat, tetapi juga di area sekitarnya karena spora jamur dapat menyebar tanpa terlihat.

Untuk material berpori seperti gypsum, wallpaper, atau kayu yang sudah rusak parah, penggantian material sering kali menjadi solusi terbaik.

5. Keringkan Area dan Buang Limbah dengan Aman

Pastikan area yang telah dibersihkan benar-benar kering. Gunakan kipas angin, blower, atau dehumidifier untuk mempercepat pengeringan.

Sisa kelembaban dapat memicu pertumbuhan jamur kembali.

Alat pembersih yang telah digunakan sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong plastik tertutup dan dibuang.

Jangan menggunakan kembali alat tersebut untuk area lain karena berisiko menyebarkan spora.

6. Cegah Jamur Agar Tidak Muncul Kembali

Pencegahan menjadi kunci utama agar black mold tidak kembali. Jaga kelembaban udara di dalam rumah tetap di bawah 50 persen.

Pastikan ventilasi berfungsi dengan baik, rutin membuka jendela, membersihkan filter AC, serta segera memperbaiki kebocoran.

Perhatikan pula area tersembunyi di balik furnitur atau sudut ruangan yang jarang dibersihkan karena sering menjadi tempat favorit tumbuhnya jamur.

7. Manfaatkan Dehumidifier sebagai Perlindungan Tambahan

Penggunaan dehumidifier dapat menjadi solusi jangka panjang.

Alat ini membantu menurunkan kadar kelembaban udara dan menciptakan lingkungan yang tidak ideal bagi pertumbuhan jamur.

Tempatkan di ruangan yang lembab atau minim ventilasi, seperti kamar mandi tanpa jendela atau ruang penyimpanan. (*)