Sempat Unggul 3-0, AC Milan Dibuat Ketar-ketir Atalanta di San Siro

SEPUCUKJAMBI.ID – AC Milan mengamankan kemenangan dramatis 3-2 atas Atalanta pada pekan ketujuh Serie A 2026/2027 di San Siro, Minggu 18 Oktober 2026 malam WIB.

Rossoneri sempat unggul tiga gol, tetapi dua gol balasan tim tamu mengubah laga yang tampak terkendali menjadi pertarungan menegangkan hingga menit akhir.

Goncalo Ramos membuka keunggulan Milan melalui titik penalti, sedangkan Adrien Rabiot menggandakan skor menjelang turun minum.

Mario Gila kemudian memperlebar jarak pada awal babak kedua.

Namun, Milan gagal mempertahankan dominasi dengan nyaman. Gianluca Gaetano dan Nikola Krstovic membawa Atalanta kembali ke dalam pertandingan.

Mike Maignan akhirnya menjadi salah satu penentu kemenangan setelah menggagalkan peluang Davide Zappacosta ketika tim tamu berusaha mengejar gol penyeimbang.

Hasil ini membawa Milan mengoleksi 15 poin dan menempati peringkat keempat klasemen sementara. Atalanta tertahan di posisi ke-10 dengan sembilan poin.

Ramos dan Rabiot Buka Jalan bagi Milan

Milan langsung mengambil inisiatif permainan sejak awal.

Tuan rumah menguasai bola dan berusaha menekan pertahanan Atalanta, tetapi peluang Christian Pulisic pada menit ke-13 tidak menghasilkan gol.

Wasit menganulir penyelesaian tersebut karena posisi offside.

Atalanta juga mengancam melalui Nikola Krstovic. Penyerang itu berhasil melewati Maignan, tetapi gagal mengarahkan bola ke dalam gawang dan hanya mengenai sisi luar jaring.

Milan memecah kebuntuan pada menit ke-24. Wasit menunjuk titik putih setelah tembakan Yunus Musah mengenai tangan Relja Obric di area terlarang.

Ramos mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor dan menaklukkan Marco Carnesecchi dengan mengarahkan bola ke sisi berlawanan dari pergerakan kiper.

Keunggulan tersebut memberi Milan ruang untuk mengendalikan permainan.

Atalanta mencoba meningkatkan tekanan sebelum jeda, tetapi justru kembali kebobolan pada menit ke-43.

Rabiot menyelesaikan umpan Diego Moreira di dalam kotak penalti.

Gelandang Prancis itu mengelabui pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan terukur ke sudut bawah gawang.

Milan pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Penalti Gagal, Gila Justru Memperlebar Keunggulan

Atalanta belum menemukan jawaban setelah turun minum.

Milan kembali menciptakan peluang melalui Samuel Chukwueze, yang melepaskan tembakan melengkung tipis di sisi gawang.

Krstovic juga mencoba memanfaatkan kesempatan dari posisi sulit, tetapi belum mampu memperkecil ketertinggalan.

Pada menit ke-56, Milan mendapat penalti kedua setelah Thomas Kristensen melakukan handball.

Ramos kembali maju sebagai eksekutor, tetapi kali ini Carnesecchi membaca arah tendangannya dan menggagalkan peluang tuan rumah.

Kegagalan tersebut tidak menghentikan momentum Milan. Hanya semenit berselang, Gila menyambut bola di tiang jauh dengan sundulan setelah Rabiot meneruskan bola melalui sentuhan cerdik.

Gol itu mengubah skor menjadi 3-0 dan membuat Milan tampak semakin dekat dengan kemenangan.

Akan tetapi, keunggulan besar tidak serta-merta menjamin ketenangan bagi tuan rumah.

Atalanta Bangkit, Maignan Menjaga Kemenangan

Atalanta memperlihatkan perlawanan setelah tertinggal tiga gol. Gaetano memperkecil jarak melalui penyelesaian di dalam kotak penalti setelah mengontrol bola dengan baik.

Tekanan tim tamu semakin berbahaya ketika Krstovic menyambar umpan tarik Raoul Bellanova pada menit ke-81.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-3 dan membuka kembali peluang Atalanta untuk membawa pulang poin.

Milan pun menghadapi tekanan besar pada fase akhir pertandingan.

Atalanta hampir menyamakan kedudukan dua menit setelah gol Krstovic, tetapi Maignan menggagalkan peluang Zappacosta dengan penyelamatan krusial.

Rossoneri akhirnya mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Tiga poin tetap menjadi milik Milan, meski kebangkitan Atalanta memperlihatkan bahwa tuan rumah belum sepenuhnya mampu mengendalikan pertandingan setelah membangun keunggulan besar.

Kemenangan ini juga memperpanjang catatan kemenangan kandang Milan menjadi tiga laga beruntun di Serie A sepanjang 2026.

Rossoneri sekaligus mengakhiri penantian kemenangan liga atas Atalanta dalam tujuh pertemuan terakhir.

Susunan Pemain AC Milan vs Atalanta

AC Milan (3-4-2-1): Mike Maignan; Mario Gila, Koni De Winter, Strahinja Pavlovic; Samuel Chukwueze, Yunus Musah, Luka Modric, Diego Moreira; Adrien Rabiot, Christian Pulisic; Goncalo Ramos.

Pelatih: Ruben Amorim.

Atalanta (4-3-3): Marco Carnesecchi; Raoul Bellanova, Thomas Kristensen, Sead Kolasinac, Lorenzo Bernasconi; Mario Pasalic, Ederson, Lazar Samardzic; Charles De Ketelaere, Nikola Krstovic, Jonathan Rowe.

Pelatih: Maurizio Sarri.(*)




AC Milan Bidik Wing-Back Baru, Noussair Mazraoui dan Raphael Guerreiro Masuk Radar

SEPUCUKJAMBI.ID – AC Milan masih membuka peluang mendatangkan pemain baru di posisi wing-back sebelum bursa transfer musim panas ditutup.

Keputusan tersebut akan bergantung pada hasil evaluasi pelatih Ruben Amorim selama rangkaian pramusim.

Rossoneri memang belum menjadikan sektor sayap sebagai prioritas utama.

Namun, kebutuhan tambahan pemain bisa berubah apabila performa skuad dinilai belum sesuai dengan skema yang diinginkan sang pelatih.

Dalam laga uji coba melawan Celtic, Amorim mulai memperlihatkan filosofi permainannya melalui formasi 3-4-2-1.

Skema tersebut menuntut wing-back memiliki kemampuan menyerang dan bertahan secara seimbang.

Sejumlah pemain mulai diuji di posisi tersebut. Salah satunya adalah Samuel Chukwueze yang dicoba bermain sebagai wing-back.

Eksperimen itu memberikan hasil positif. Pemain asal Nigeria tersebut tampil cukup menjanjikan dan sukses menyumbang assist untuk gol Francesco Camarda saat menghadapi Celtic.

Selain Chukwueze, Alexis Saelemaekers juga dipersiapkan mengisi peran serupa.

Sementara Davide Bartesaghi tetap menjadi opsi penting karena mampu bermain sebagai wing-back maupun bek tengah sisi kiri.

Di tengah evaluasi tersebut, masa depan Pervis Estupinan masih menjadi perhatian.

Bek asal Ekuador itu dikabarkan diminati Aston Villa, meski hingga kini belum ada keputusan terkait kemungkinan kepindahannya.

Amorim disebut ingin melihat langsung performa Estupinan sepanjang pramusim sebelum menentukan apakah sang pemain akan dipertahankan atau dilepas.

Jika Estupinan hengkang, AC Milan dipastikan akan bergerak mencari pengganti. Salah satu nama yang masuk daftar incaran adalah Noussair Mazraoui dari Manchester United.

Bek asal Maroko itu disebut sudah lama masuk dalam radar Amorim karena dinilai sesuai dengan karakter permainan yang diinginkannya.

Selain Mazraoui, AC Milan juga mempertimbangkan Raphael Guerreiro.

Pemain asal Portugal itu kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Bayern Munchen berakhir.

Status tanpa klub membuat Guerreiro menjadi opsi menarik karena bisa direkrut tanpa biaya transfer. Pengalamannya di level tertinggi Eropa juga menjadi nilai tambah.

Selama bermain di Bundesliga, Guerreiro mencatatkan 42 gol dan 47 assist dalam 223 pertandingan, statistik yang menunjukkan kemampuannya memberikan kontribusi di sektor menyerang maupun bertahan.

Manajemen AC Milan diperkirakan baru akan mengambil keputusan final setelah seluruh agenda pramusim rampung.

Evaluasi tersebut akan menjadi dasar apakah Rossoneri benar-benar mendatangkan wing-back baru sebelum bursa transfer ditutup.(*)




Antoine Semenyo Menjauh dari MU! Amorim Sebut Bukan Lagi Target Setan Merah

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mengonfirmasi bahwa manajemen klub telah mematangkan rencana untuk menghadapi bursa transfer Januari 2026.

Meski masih memiliki ruang untuk mendatangkan pemain baru, Amorim memastikan tidak semua target akan dikejar.

Salah satu nama yang hampir dipastikan tidak akan bergabung dengan Setan Merah adalah Antoine Semenyo.

Penyerang Bournemouth tersebut sebelumnya sempat masuk dalam radar Manchester United.

Namun, peluang MU untuk merekrut Semenyo kian menipis lantaran sang pemain diprediksi akan merapat ke rival sekota, Manchester City, saat jendela transfer dibuka pada Kamis mendatang.

City dikabarkan siap menebus klausul rilis Semenyo senilai £65 juta.

Langkah tersebut membuat Manchester City berada di posisi terdepan, mengungguli Manchester United, Liverpool, Chelsea, dan Tottenham Hotspur dalam perburuan tanda tangan pemain asal Ghana itu.

Meski gagal mendapatkan Semenyo, Manchester United tetap bersiap menghadapi periode transfer yang sibuk.

Namun, Amorim menegaskan bahwa klub tidak akan merekrut pemain hanya untuk menambah jumlah skuad.

“Kami masih punya ruang untuk menambah pemain, tetapi yang terpenting adalah memiliki rencana yang jelas dan mendatangkan pemain yang benar-benar kami kenal,” ujar Amorim, dikutip dari Mirror, Kamis (25/12/2025).

Menurut Amorim, keyakinan terhadap karakter dan kualitas pemain menjadi faktor utama sebelum klub mengambil keputusan.

Ia menilai lebih baik tidak merekrut siapa pun jika tidak sepenuhnya yakin.

“Kami tidak boleh mengulangi kesalahan masa lalu. Jika saya tidak yakin, lebih baik bekerja dengan pemain yang sudah kami miliki,” tegasnya.

Pelatih asal Portugal tersebut juga menilai dirinya tidak membutuhkan waktu lama untuk menilai kecocokan seorang pemain.

Pertemuan langsung menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan.

“Saya percaya pada feeling. Dari cara mereka berbicara dan bersikap, saya biasanya bisa menilai apakah seseorang cocok atau tidak,” pungkas Amorim.(*)




Amorim Angkat Bicara, Soal Performa Manchester United yang Terus Dikritik!

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Manchester United (MU), Ruben Amorim, buka suara terkait kritik tajam yang menghujani timnya sepanjang musim 2024/2025.

Amorim menyoroti banyaknya kekalahan yang dialami Setan Merah, baik di Liga Inggris maupun Liga Europa UEFA, yang membuat tekanan terhadap dirinya dan tim semakin meningkat.

“Musim lalu, kami harus menang di setiap pertandingan, dan ketika gagal, kritik pun datang tanpa henti. Di klub ini, tidak ada toleransi untuk kegagalan,” ujar Amorim, dikutip dari laman resmi Manchester United, Sabtu (29/11/2025).

Di bawah kepemimpinan Amorim, MU menunjukkan performa yang tidak konsisten.

Dari total 42 laga pada musim 2024/2025, tim hanya meraih 17 kemenangan, 17 kekalahan, dan delapan hasil imbang.

Kekalahan di final Liga Europa UEFA menjadi salah satu momen paling disorot karena membuat MU gagal tampil di kompetisi Eropa pada musim 2025/2026.

Meski demikian, Amorim menegaskan bahwa bermain di kompetisi Eropa atau tidak, tekanan bagi MU tetap sama.

“Saya katakan tahun lalu dan saya katakan lagi sekarang: tidak ada alasan. Baik bermain di Eropa atau tidak, kami selalu dituntut menang di setiap pertandingan,” tegas Amorim.

Pada musim 2025/2026, The Red Devils mulai menunjukkan sedikit tanda perbaikan. Saat ini, MU menempati posisi ke-10 klasemen Liga Inggris dengan 18 poin dari 12 pertandingan.

Kehadiran Ruben Amorim di kursi pelatih MU menjadi sorotan utama karena ia dianggap berani menghadapi tekanan tinggi sekaligus menuntut konsistensi kemenangan dari seluruh skuad.

Tantangan berikutnya bagi tim adalah menghadapi tuan rumah Crystal Palace di Stadion Selhurst Park, London, Minggu malam WIB.

Crystal Palace saat ini tampil impresif dan berada di posisi keenam klasemen sementara dengan 20 poin dari 12 pertandingan.

“Setiap laga adalah kesempatan untuk menunjukkan kualitas kami. Tidak peduli musim sebelumnya atau kompetisi yang kami ikuti, fokus kami tetap sama: meraih kemenangan dan meningkatkan performa tim,” jelas Amorin,

Dengan pernyataan tersebut, pelatih berusia 40 tahun ini berharap dapat memotivasi skuad MU untuk bangkit, memperbaiki catatan kekalahan, dan kembali ke jalur kemenangan di Liga Inggris musim ini.(*)