Momen Nataru 2025/2026: Hutama Karya Catat 2,49 Juta Kendaraan Melintas di JTTS

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) melakukan evaluasi layanan arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Data dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencatat total kendaraan yang melintas sebanyak 2.491.021 unit, naik 43,32% dibanding trafik normal dan 7,63% dibanding Nataru 2024/2025.

Puncak arus mudik terjadi 21 Desember 2025 dengan 140.419 kendaraan, sementara puncak arus balik tercatat 4 Januari 2026 dengan 154.420 kendaraan.

Executive Vice President Hutama Karya, Mardiansyah, menekankan pentingnya pemantauan berbasis data untuk memastikan perjalanan pengguna aman dan nyaman.

“Kami memantau pergerakan kendaraan setiap hari dan menyiapkan langkah antisipasi agar arus tetap terkendali, terutama saat puncak mudik dan balik,” ujarnya.

Tol dengan Volume Lalu Lintas Tertinggi

  • Tol Kuala Tanjung – Sinaksak: 599.514 kendaraan, sebagai koridor vital pergerakan masyarakat dan wisata.

  • Tol Sigli – Banda Aceh: peningkatan tertinggi 87,50% dibanding normal, didorong pembukaan ruas fungsional Seksi Padang Tiji – Seulimeum.

Dukungan Perjalanan Selama Nataru

  • Potongan tarif Natal 22–24 Desember dan Tahun Baru 31 Desember–1 Januari di sejumlah ruas tol utama.

  • Pengoperasian ruas fungsional: Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 dan Tol Palembang – Betung Seksi 2 untuk memperkuat akses selama libur.

  • Fasilitas rest area: Work From Anywhere (WFA), co-working space, free Wi-Fi, kursi pijat, charging station, kopi gratis.

“Potongan tarif membuat biaya perjalanan lebih ringan, sehingga masih ada sisa untuk kebutuhan lain selama liburan,” kata Pengguna jalan Tolusa Ramadhona dari Palembang.

Persiapan Layanan Masa Depan

Evaluasi Nataru menjadi dasar penyempurnaan layanan JTTS dan persiapan Mudik Lebaran 2026.

Termasuk penguatan informasi, rest area, dan pengendalian arus kendaraan.

Sepanjang 2025, Hutama Karya juga mengoperasikan 3 seksi tol baru dan 1 junction, meningkatkan konektivitas di Sumatera.

Yakni Tol Binjai–Langsa Seksi Tanjung Pura–Pangkalan Brandan, Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin, Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) Seksi Tempino–Ness, serta  Junction Palembang.

“Misi kami adalah memastikan pengguna jalan selalu merasakan perjalanan aman, nyaman, dan terbantu setiap kali melintas di JTTS,” tutup Mardiansyah.(*)




Optimalkan JTTS di Momen Nataru, Hutama Karya Operasikan Tol Palembang–Betung! Cek Waktu dan Ketentuannya di Sini

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) mengoptimalkan pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) guna mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Sejumlah ruas tol dan jalur fungsional dioperasikan secara khusus untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di jalur utama Sumatera.

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah pengoperasian ruas fungsional Junction Palembang yang mencakup Ramp I, Ramp V, Ramp VI, Ramp VII B, dan Ramp VIII.

Ruas ini mulai difungsikan sejak 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dan beroperasi penuh selama 24 jam untuk mendukung distribusi arus kendaraan di wilayah Palembang dan sekitarnya.

Selain itu, Hutama Karya juga mengoperasikan Tol Palembang–Betung Seksi 1 (Musi Landas–Pulau Rimau) secara fungsional mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan waktu operasional pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Pengoperasian ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan di jalur nasional dan mempercepat waktu tempuh pengguna jalan.

Di wilayah Aceh, ruas Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) telah lebih dahulu difungsikan sejak 7 Desember 2025 dan akan tetap beroperasi hingga 4 Januari 2026.

Kehadiran ruas ini menjadi salah satu penopang utama mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas di ruas tol utama, Hutama Karya bersama instansi terkait turut menerapkan rekayasa lalu lintas.

Termasuk skema holding system di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP). Skema ini bertujuan mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di jalur utama tol.

Ketua Tim Penanganan Layanan Nataru Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis lalu lintas, puncak arus mudik Natal diperkirakan terjadi pada 20–21 Desember 2025.

Sedangkan arus balik Tahun Baru diproyeksikan pada 1 serta 3–4 Januari 2026.

“Kami mengimbau pengguna JTTS untuk merencanakan perjalanan dengan bijak dan memilih waktu perjalanan yang tepat agar terhindar dari kepadatan, sehingga perjalanan selama libur Nataru tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Dengan pengoperasian ruas tol fungsional dan penerapan manajemen lalu lintas terpadu, Hutama Karya berharap JTTS dapat berfungsi optimal sebagai tulang punggung konektivitas Sumatera selama periode libur panjang.(*)