Rokok Rempah vs Rokok Tembakau: Mana Lebih Berbahaya?

SEPUCUKJAMBI.ID – Rokok rempah atau rokok herbal belakangan ini semakin dikenal sebagai alternatif rokok konvensional.

Produk ini sering dipromosikan sebagai pilihan yang lebih “alami” karena tidak menggunakan tembakau dan diklaim bebas nikotin.

Aromanya pun cenderung lebih wangi dan tidak menyengat seperti rokok biasa.

Namun, apakah rokok rempah benar-benar lebih aman bagi kesehatan?

Secara umum, rokok rempah dibuat dari campuran berbagai bahan herbal seperti daun, bunga, atau akar tanaman tertentu.

Meski tidak mengandung tembakau, produk ini tetap dikonsumsi dengan cara dibakar dan asapnya dihirup.

Di sinilah letak masalahnya. Proses pembakaran bahan organik, apa pun jenisnya, tetap menghasilkan zat berbahaya yang bisa berdampak pada tubuh.

Asap dari rokok rempah tetap mengandung partikel halus dan senyawa kimia yang berisiko bagi sistem pernapasan.

Saat terhirup, zat-zat ini dapat mengiritasi saluran napas, mulai dari tenggorokan hingga paru-paru.

Dalam jangka panjang, paparan asap secara terus-menerus bisa memicu gangguan fungsi paru, batuk kronis, hingga memperburuk kondisi seperti asma.

Selain itu, pembakaran bahan herbal juga dapat menghasilkan karbon monoksida dan tar.

Karbon monoksida dapat mengurangi kemampuan darah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh, sementara tar berpotensi merusak jaringan paru-paru.

Meski kadar zat tertentu mungkin berbeda dibanding rokok tembakau, risiko kesehatan tetap ada.

Anggapan bahwa rokok rempah lebih sehat sering kali muncul karena label “herbal” atau “alami”.

Padahal, tidak semua bahan alami aman ketika dibakar dan dihirup. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa rokok rempah benar-benar aman atau bebas risiko.

Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa asap dari produk berbasis tanaman tetap dapat mengandung zat karsinogen yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Perlu diingat, tidak ada jenis rokok yang sepenuhnya aman bagi kesehatan. Baik rokok tembakau, rokok elektrik, maupun rokok rempah tetap membawa potensi bahaya, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Jika tujuan seseorang adalah menjaga kesehatan atau mengurangi risiko penyakit, menghentikan kebiasaan merokok sepenuhnya tetap menjadi langkah terbaik.

Kesimpulannya, meski memiliki aroma yang lebih lembut dan citra yang lebih “alami”, rokok rempah tetap menyimpan risiko kesehatan.

Sebelum tergoda oleh klaim yang beredar, penting untuk memahami bahwa proses pembakaran dan paparan asap adalah faktor utama yang membahayakan tubuh.(*)