Duel Iberia Berakhir Dramatis, Spanyol Kalahkan Portugal dan Lolos ke Perempat Final

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol memastikan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan rival sesama Eropa, Portugal, dengan skor tipis 1-0 pada laga babak 16 besar.

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil menyerang dan saling menciptakan peluang.

Namun rapatnya lini pertahanan serta penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat skor tetap imbang sepanjang sebagian besar pertandingan.

Portugal lebih dulu mengancam melalui Cristiano Ronaldo. Kapten Selecao itu melepaskan tembakan dari sisi kanan pada awal laga, tetapi masih mampu diamankan kiper Spanyol, Unai Simon.

Spanyol langsung merespons. Lamine Yamal hampir membawa La Roja unggul setelah melepaskan tembakan melengkung yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan gemilang.

Bola muntah kemudian disambar Alex Baena, namun Costa kembali tampil sigap menjaga gawang Portugal tetap aman.

Memasuki babak kedua, Portugal sempat mengambil alih penguasaan permainan.

Tim asuhan Roberto Martinez beberapa kali menekan pertahanan Spanyol melalui Bruno Fernandes, Pedro Neto, hingga Ronaldo, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.

Di sisi lain, Spanyol tetap sabar membangun serangan. Lamine Yamal dan Alex Baena terus merepotkan lini belakang Portugal, namun Diogo Costa kembali menjadi penyelamat dengan sejumlah penyelamatan penting.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-86. Dani Olmo mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti yang langsung disambut Mikel Merino dengan penyelesaian akurat untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Tertinggal di menit-menit akhir, Portugal meningkatkan intensitas serangan.

Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya terus menekan hingga masa injury time, namun pertahanan disiplin Spanyol mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini membawa Spanyol melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

La Roja selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan Amerika Serikat kontra Belgia dalam perebutan tiket menuju semifinal.

Susunan Pemain

Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Joao Neves; Joao Felix, Bruno Fernandes, Pedro Neto; Cristiano Ronaldo.
Pelatih: Roberto Martinez.

Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri, Dani Olmo; Alex Baena, Mikel Oyarzabal, Lamine Yamal.
Pelatih: Luis de la Fuente.(*)




Hasil Grup K Piala Dunia 2026: Kolombia Juara, Portugal Runner-up

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Kolombia memastikan diri finis sebagai juara Grup K Piala Dunia 2026 usai bermain imbang tanpa gol melawan Portugal pada laga terakhir fase grup di Miami Stadium, Minggu 28 Juni 2026 pagi WIB.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil 0-0 sudah cukup membawa Los Cafeteros mengoleksi tujuh poin dan mengamankan posisi teratas klasemen.

Portugal tetap lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup dengan enam poin.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Kolombia tampil lebih agresif dan mendominasi jalannya pertandingan.

Namun penampilan luar biasa kiper Portugal, Diogo Costa, menjadi alasan utama mengapa gawang Selecao das Quinas tetap perawan hingga laga usai.

Kolombia Langsung Menekan

Kolombia nyaris membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Luis Diaz menusuk dari sisi kiri sebelum bola mengarah kepada Jhon Cordoba.

Namun sundulan sang penyerang masih melayang tipis di atas mistar.

Portugal mencoba membalas melalui skema bola mati. Bruno Fernandes mengirim umpan ke arah Cristiano Ronaldo, tetapi lini belakang Kolombia masih mampu mengantisipasi ancaman tersebut.

Tim asuhan Nestor Lorenzo terus mengendalikan permainan.

Jhon Cordoba beberapa kali merepotkan pertahanan Portugal lewat duel fisik dan tembakan keras yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan penting.

Peluang terbaik Kolombia hadir pada menit ke-22. James Rodriguez mengirim umpan terukur kepada Jhon Arias yang lolos tanpa kawalan.

Namun, Ruben Neves melakukan penyelamatan heroik dengan menyapu bola tepat di garis gawang.

Pertandingan sempat dihentikan sementara karena cooling break akibat suhu panas di Miami.

Setelah laga kembali dilanjutkan, kedua tim tetap bermain terbuka meski intensitas permainan sedikit menurun.

Menjelang turun minum, Portugal mulai menemukan ritme permainan.

Bruno Fernandes hampir mencetak gol melalui sepakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi Camilo Vargas tampil sigap melakukan penyelamatan.

Cristiano Ronaldo juga sempat memperoleh peluang dari bola muntah, namun gagal memanfaatkannya.

Di sisi lain, James Rodriguez hampir membawa Kolombia unggul lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti, tetapi Diogo Costa kembali menunjukkan refleks luar biasa.

Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.

Diogo Costa Jadi Penyelamat Portugal

Portugal melakukan perubahan pada awal babak kedua dengan memasukkan Diogo Dalot dan Joao Neves demi meningkatkan intensitas permainan.

Namun justru Kolombia yang kembali mendominasi. Jefferson Lerma melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan gemilang.

Tak lama berselang, Jhon Arias dan Richard Rios bergantian mengancam gawang Portugal, tetapi lagi-lagi Costa tampil sebagai penyelamat.

Cristiano Ronaldo sempat mencetak peluang melalui penyelesaian umpan Joao Felix. Namun gol urung terjadi karena lebih dulu terjebak offside.

Melihat timnya terus gagal mencetak gol, Nestor Lorenzo melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Luis Suarez, Juan Quintero, Kevin Castano, Richard Rios, dan Daniel Munoz untuk menambah daya gedor.

Tekanan Kolombia semakin masif pada 20 menit terakhir pertandingan. Gustavo Puerta, Daniel Munoz hingga Jhon Arias silih berganti menguji ketangguhan Diogo Costa yang tampil nyaris tanpa cela.

Drama terjadi pada masa injury time. Davinson Sanchez sempat membawa Kolombia unggul lewat sundulan keras memanfaatkan bola mati.

Namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena bek Kolombia itu berada dalam posisi offside dengan margin yang sangat tipis.

Kolombia terus menggempur pertahanan Portugal hingga peluit panjang berbunyi.

Meski gagal mencetak gol, hasil imbang tanpa gol sudah cukup mengantarkan mereka finis sebagai juara Grup K.

Sementara Portugal juga tetap melangkah ke babak 32 besar sebagai runner-up grup berkat koleksi enam poin.

Susunan Pemain

Kolombia: Camilo Vargas; Santiago Arias (Daniel Munoz 87′), Davinson Sanchez, Jhon Lucumi, Deiver Machado; Gustavo Puerta, Jefferson Lerma (Richard Rios 60′), Jhon Arias (Kevin Castano 76′); James Rodriguez (Juan Quintero 76′), Jhon Cordoba (Luis Suarez 60′), Luis Diaz.

Pelatih: Nestor Lorenzo.

Portugal: Diogo Costa; Joao Cancelo (Diogo Dalot 46′), Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes (Matheus Nunes 90+3′); Ruben Neves (Joao Neves 46′), Vitinha (Samu Costa 70′); Pedro Neto, Bruno Fernandes, Joao Felix (Rafael Leao 70′); Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Roberto Martinez.(*)




Ronaldo Borong Dua Gol, Portugal Hajar Uzbekistan 5-0

SEPUCUKJAMBI.ID– Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol saat Portugal membungkam Uzbekistan 5-0 dalam laga Grup K Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, Rabu 24 Juni 2026 dini hari WIB.

Selain dua gol Ronaldo, Portugal juga mendapat kontribusi gol dari Nuno Mendes, Rafael Leao, serta satu gol bunuh diri pemain Uzbekistan.

Kemenangan ini mengantarkan Selecao das Quinas ke puncak klasemen Grup K dan memperbesar peluang lolos ke babak gugur sebagai juara grup.

Sejak menit awal, Portugal langsung menguasai jalannya pertandingan. Peluang pertama hadir pada menit ketiga melalui Bruno Fernandes, namun tembakannya masih mampu diblok lini pertahanan Uzbekistan.

Dua menit kemudian, Ronaldo nyaris membuka keunggulan setelah menerima umpan Nuno Mendes. Namun sentuhan akhir sang kapten belum mampu mengarah tepat ke sasaran.

Portugal akhirnya memecah kebuntuan pada menit keenam.

Berawal dari pergerakan Joao Cancelo di sisi kanan, bola mengarah ke Ronaldo yang dengan tenang melepaskan tembakan ke tiang dekat untuk membawa Portugal unggul 1-0.

Tim asuhan Roberto Martinez terus menekan dan menggandakan keunggulan pada menit ke-17.

Kali ini Nuno Mendes mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan melengkung yang gagal dijangkau kiper Uzbekistan, Abduvokhid Nematov.

Uzbekistan sempat mencetak gol pada menit ke-29 melalui tendangan jarak jauh Aziz G’Aniev.

Namun setelah meninjau VAR, wasit Jalal Jayed menganulir gol tersebut karena terjadi pelanggaran terhadap Joao Cancelo dalam proses terjadinya gol.

Portugal kemudian memperlebar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-39. Serangan balik cepat yang dibangun Bruno Fernandes diselesaikan dengan sempurna oleh Ronaldo melalui tembakan mendatar ke pojok gawang.

Skor 3-0 bertahan hingga jeda pertandingan.

Memasuki babak kedua, dominasi Portugal tidak mengendur.

Ronaldo hampir mencetak hattrick pada menit ke-58 melalui skema tendangan bebas, tetapi Nematov masih mampu melakukan penyelamatan.

Dua menit berselang, Portugal kembali menambah gol. Berawal dari sepak pojok Bruno Fernandes, bola memantul di kotak penalti sebelum berakhir di dalam gawang Uzbekistan.

Gol tersebut kemudian dicatat sebagai gol bunuh diri yang melibatkan pemain belakang Uzbekistan.

Unggul empat gol tidak membuat Portugal mengendurkan serangan. Ronaldo kembali memperoleh peluang emas pada menit ke-74, namun upayanya berhasil digagalkan pertahanan lawan.

Portugal menutup pesta gol pada menit ke-87. Nelson Semedo mengirim umpan dari sisi kanan yang kemudian disambut Rafael Leao dengan tembakan keras ke sudut atas gawang.

Gol tersebut memastikan kemenangan telak Portugal 5-0 atas Uzbekistan.

Hasil ini menempatkan Portugal di posisi teratas Grup K sekaligus membuka jalan menuju fase gugur.

Sebaliknya, Uzbekistan kembali menelan kekalahan dan menghadapi situasi sulit untuk mempertahankan peluang lolos ke babak berikutnya.(*)




Gol Wissa Bungkam Dominasi Portugal, Ronaldo Cs Hanya Raih Satu Poin

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Portugal gagal mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah ditahan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) 1-1 pada laga pembuka Grup K di NRG Stadium, Houston, Kamis 18 Juni 2026 dini hari WIB.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan awal turnamen. Portugal yang tampil dominan sejak menit pertama justru kehilangan dua poin setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sudah diraih sejak awal pertandingan.

Selecao sempat berada di atas angin ketika Joao Neves membuka keunggulan pada menit keenam.

Memanfaatkan umpan silang Pedro Neto dari sisi kiri, gelandang muda Portugal itu menyundul bola tanpa kawalan untuk menggetarkan gawang RD Kongo.

Gol cepat tersebut membuat Portugal diperkirakan mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Namun kenyataan di lapangan berbicara lain.

Tim asuhan Roberto Martinez memang mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih yang benar-benar membahayakan gawang Dimitry Bertaud Mpasi.

Sebaliknya, RD Kongo menunjukkan disiplin bertahan yang solid sembari menunggu kesempatan melalui serangan balik dan situasi bola mati.

Momentum penting terjadi pada penghujung babak pertama. Saat Portugal berusaha mempertahankan keunggulan hingga turun minum, RD Kongo justru berhasil mencuri gol penyama kedudukan.

Berawal dari skema sepak pojok pendek, Arthur Masuaku mengirim umpan akurat yang disambut sundulan Yoane Wissa.

Bola meluncur ke gawang Portugal dan membuat skor berubah menjadi 1-1 pada menit 45+5.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Portugal yang sebelumnya tampil nyaman sepanjang babak pertama.

Memasuki paruh kedua, Roberto Martinez melakukan sejumlah perubahan untuk meningkatkan daya serang.

Francisco Conceicao, Rafael Leao, Nelson Semedo, hingga Goncalo Ramos dimasukkan untuk membongkar pertahanan rapat RD Kongo.

Portugal sempat merayakan gol pada menit ke-54 melalui aksi akrobatik Joao Cancelo.

Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama setelah VAR memastikan Cancelo lebih dulu berada dalam posisi offside.

Cristiano Ronaldo juga memperoleh peluang emas pada menit ke-69. Sayangnya, penyelesaian akhir sang kapten masih melebar dari sasaran sehingga Portugal kembali gagal memimpin.

Meski terus menekan hingga menit-menit akhir, Portugal tidak mampu menemukan celah untuk mencetak gol kedua.

Pertahanan disiplin RD Kongo berhasil mematahkan berbagai upaya Selecao hingga peluit panjang dibunyikan.

Selain hasil yang mengecewakan, pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah bagi Cristiano Ronaldo.

Penyerang berusia 41 tahun itu mencatat penampilan keenamnya di putaran final Piala Dunia, sebuah pencapaian langka dalam sejarah sepak bola dunia.

Namun rekor tersebut belum mampu dilengkapi dengan kemenangan.

Tambahan satu poin membuat Portugal dan RD Kongo sama-sama mengoleksi satu angka di klasemen sementara Grup K.

Hasil ini membuat persaingan grup semakin terbuka, terlebih Kolombia dan Uzbekistan belum memainkan laga pertama mereka.

Pada pertandingan berikutnya, Portugal akan menghadapi Uzbekistan dalam laga yang berpotensi menentukan peluang lolos ke fase gugur.

Sementara RD Kongo akan mencoba melanjutkan momentum positif saat berhadapan dengan Kolombia.

Bagi Portugal, hasil imbang ini menjadi peringatan bahwa status unggulan tidak menjamin kemenangan di Piala Dunia.

Sementara bagi RD Kongo, satu poin dari laga melawan Portugal menjadi modal berharga untuk menjaga asa melangkah lebih jauh di turnamen ini.(*)