Tol Betung–Tempino–Jambi Ramai Saat Mudik, Ini Data Terbarunya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya di wilayah Jambi.

PT Hutama Karya mencatat peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan pada sejumlah ruas tol, termasuk Tol Betung–Tempino–Jambi.

Berdasarkan data per 18 Maret 2026, jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi (Bayung Lencir–Tempino–Simpang Ness) mencapai 10.443 kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 32,90 persen dibandingkan kondisi normal.

Peningkatan trafik ini menunjukkan bahwa ruas tol di Jambi semakin menjadi jalur utama bagi pemudik yang melintas di Sumatera.

Selain menghubungkan antarwilayah, tol ini juga menjadi akses penting menuju kawasan perkotaan dan jalur lintas utama di Sumatera bagian tengah.

Secara keseluruhan, trafik di seluruh ruas JTTS yang telah beroperasi mencapai 188.975 kendaraan dalam satu hari, atau melonjak hingga 109,65 persen dibandingkan hari biasa.

Tak hanya di Jambi, peningkatan juga terjadi di berbagai ruas tol lainnya, seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih, hingga Tol Pekanbaru–Dumai.

Hal ini menandakan mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sebagai operator JTTS, Hutama Karya terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan lancar.

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari kesiapan petugas di lapangan, fasilitas pendukung, hingga koordinasi dengan pihak terkait.

Hutama Karya mengimbau para pengguna jalan, khususnya yang melintasi Tol Jambi, untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Pengemudi diminta mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

Selain itu, pemudik juga disarankan untuk beristirahat di rest area jika merasa lelah guna menghindari risiko kecelakaan.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas juga dapat diakses melalui aplikasi HK Toll Apps maupun media sosial resmi Hutama Karya.(*)




Tol Jambi Padat Saat Arus Balik Tahun Baru 2026, Ini Data Hutama Karya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa lonjakan signifikan volume kendaraan di Jalan Tol Jambi, khususnya pada ruas Tol Betung–Tempino Jambi (Bayung Lencir–Tempino).

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan trafik yang cukup mencolok pada Jumat, 2 Januari 2026.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kawasan perkotaan dan pusat aktivitas ekonomi di Provinsi Jambi.

Berdasarkan data resmi Hutama Karya, ruas tol penghubung Sumatera Selatan–Jambi tersebut dilintasi 7.944 kendaraan, atau melonjak 56,90 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Kenaikan ini menempatkan Jalan Tol Jambi sebagai salah satu ruas dengan pertumbuhan trafik tertinggi selama fase arus balik Nataru di Jalan Tol Trans Sumatera.

Lonjakan kendaraan di Tol Jambi mencerminkan peran strategis ruas ini sebagai akses utama logistik dan perjalanan antarkota.

Terutama bagi pengguna dari arah Palembang menuju Jambi dan sekitarnya.

Total Trafik JTTS Naik 45 Persen

Secara keseluruhan, Hutama Karya mencatat total trafik harian mencapai 136.612 kendaraan di seluruh ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah beroperasi.

Angka ini meningkat 45,03 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.

Selain Jalan Tol Jambi, sejumlah ruas lain juga mengalami kenaikan signifikan, antara lain:

  • Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat mencatat 32.941 kendaraan atau naik 84,06 persen

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 naik 105,48 persen dengan 6.604 kendaraan

  • Tol Indrapura–Kisaran meningkat 68,07 persen dengan 14.543 kendaraan

Sementara itu, ruas Tol Padang–Sicincin justru mengalami penurunan trafik akibat terputusnya konektivitas menuju Bukittinggi.

Ruas Tol Fungsional Selama Nataru

Untuk mendukung kelancaran arus Nataru, beberapa ruas tol juga dioperasikan secara fungsional. Pada 2 Januari 2026, Hutama Karya mencatat:

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum–Padang Tiji) dilintasi 2.814 kendaraan

  • Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) mencatat 3.079 kendaraan

Pengoperasian fungsional ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas, terutama pada jalur non-tol yang sebelumnya rawan kemacetan.

Imbauan Pengguna Jalan Tol Jambi

Seiring masih berlangsungnya arus balik, Hutama Karya mengimbau pengguna Jalan Tol Jambi untuk:

  • Merencanakan perjalanan dengan matang

  • Mematuhi rambu dan batas kecepatan

  • Menjaga jarak aman antar kendaraan

  • Memanfaatkan rest area untuk beristirahat

Pengguna juga diingatkan memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima demi keselamatan bersama.

Sebagai operator JTTS, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran lalu lintas melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi lintas instansi selama periode Nataru.(*)




Tol Betung–Tempino Jambi Jadi Sorotan Arus Balik Nataru 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mulai terasa signifikan di Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya di ruas Tol Betung–Tempino Jambi.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan trafik kendaraan yang cukup tinggi pada 1 Januari 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pascaperayaan tahun baru.

Berdasarkan data Hutama Karya, Tol Betung–Tempino Jambi (Bayung Lencir–Tempino) dilintasi sebanyak 8.178 kendaraan, atau mengalami kenaikan 73,08 persen dibandingkan trafik normal.

Lonjakan ini menempatkan ruas tol Jambi sebagai salah satu koridor penting dalam pergerakan arus balik Nataru di Sumatera.

Secara keseluruhan, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi di JTTS mencapai 147.780 kendaraan, meningkat 65 persen dibandingkan kondisi normal

 Tingginya volume kendaraan menunjukkan bahwa fase awal arus balik Nataru 2025/2026 masih berlangsung dan diperkirakan terus bergerak dalam beberapa hari ke depan.

Selain Tol Jambi, peningkatan trafik juga tercatat di sejumlah ruas utama lainnya.

Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung dilalui 16.929 kendaraan, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih sebanyak 17.382 kendaraan, serta Tol Pekanbaru–Dumai mencapai 19.457 kendaraan.

Bahkan beberapa ruas mencatat lonjakan lebih dari 100 persen, seperti Tol Bengkulu–Taba Penanjung dan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6.

Sementara itu, untuk ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Nataru, Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 mencatat 3.027 kendaraan.

Sedangkan Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) dilintasi 3.048 kendaraan pada 1 Januari 2026.

Hutama Karya menyampaikan bahwa pemantauan lalu lintas dilakukan secara intensif dan berkelanjutan guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan tol selama arus balik.

Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi rambu dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat.

Sebagai bagian dari pelayanan, pengguna jalan dapat memantau informasi terkini melalui media sosial resmi Jalan Tol Hutama Karya dan HK Toll Apps, yang menyediakan pembaruan kondisi lalu lintas secara real-time selama periode Nataru.(*)




JTTS Permudah Akses dan Percepat Logistik, Sumatera Kini Lebih Dekat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sebagai infrastruktur vital yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di Pulau Sumatra.

Sejalan dengan semangat Hari Perhubungan Nasional 2025 bertema Bakti Transportasi untuk Negeri, kehadiran JTTS tak hanya mempercepat waktu tempuh.

Tetapi juga menghubungkan pusat-pusat ekonomi strategis serta membuka ruang tumbuhnya sektor UMKM, logistik, dan pariwisata lokal.

“JTTS menjadi simpul konektivitas vital dan katalisator ekonomi di Sumatra. Selain memangkas waktu dan biaya logistik, tol ini juga mendorong pertumbuhan UMKM dan daya saing daerah,” ungkap Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Kamis (25/9/2025).

Banyak pelaku usaha mengaku merasakan dampak langsung dari keberadaan JTTS.

Salah satunya Eka, pengusaha ekspedisi asal Pekanbaru.

“Dulu biaya bahan bakar tinggi dan pengiriman tidak pasti. Sekarang lebih hemat dan waktu kirim lebih singkat. Klien kami juga puas,” jelasnya.

Sementara itu, M. Fikhri Johar, warga Dumai, mengungkapkan bahwa perjalanan Pekanbaru–Dumai kini hanya memakan waktu sekitar 1,5–2 jam, jauh lebih singkat dibanding sebelumnya yang bisa mencapai 5–7 jam.

Hingga kini, Hutama Karya telah mengoperasikan 791,85 km ruas JTTS, menghubungkan berbagai kota dan kabupaten penting di Sumatra.

Selain mempercepat akses, Hutama Karya juga mengembangkan pelayanan digital melalui aplikasi HK Toll Apps, CCTV live monitoring, hingga fasilitas pendukung seperti:

  • Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

  • Ruang laktasi

  • Ladies parking

  • Area bermain anak

  • Tenant UMKM lokal (lebih dari 50% ruang di rest area dialokasikan khusus untuk pelaku UMKM)

Sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan jalan tol, Hutama Karya meluncurkan kampanye Sumatera Sudah Dekat, menekankan bahwa JTTS bukan sekadar infrastruktur, tapi simbol aksesibilitas dan pemerataan ekonomi.

“Sumatra kini lebih terhubung, lebih cepat dijangkau, dan punya peluang besar untuk tumbuh bersama. Ini bentuk nyata Bakti Transportasi untuk Negeri,” tutup Adjib.(*)