Rekor Pele Akhirnya Tumbang! Michael Olise Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Gelandang Timnas Prancis, Michael Olise, mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia 2026.

Pemain Bayern Munchen itu resmi memecahkan rekor legenda Brasil, Pele, sebagai pemain dengan jumlah assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Rekor tersebut tercipta setelah Olise menyumbang satu assist saat Prancis menghadapi Inggris pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Minggu 19 Juli 2026.

Assist untuk gol Kylian Mbappe itu menjadi assist ketujuh Olise sepanjang turnamen, sekaligus mengantarkannya sebagai raja assist Piala Dunia 2026 dan pemegang rekor baru sepanjang sejarah kompetisi.

Michael Olise Lewati Rekor Legendaris Pele

Dalam pertandingan melawan Inggris, Michael Olise memulai laga dari bangku cadangan sebelum masuk menggantikan Rayan Cherki pada awal babak kedua.

Kehadirannya langsung memberikan dampak bagi permainan Prancis. Olise mengirim umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Kylian Mbappe menjadi gol.

Assist tersebut menjadi assist ketujuh Olise di Piala Dunia 2026.

Catatan itu membuat pemain Bayern Munchen tersebut unggul jauh dari para pesaingnya dalam daftar pemberi assist terbanyak di turnamen.

Raja Assist Piala Dunia 2026

Sepanjang Piala Dunia 2026, Michael Olise mengoleksi tujuh assist.

Jumlah tersebut terpaut cukup jauh dari para pemain lain seperti Kylian Mbappe, Bruno Guimaraes, Martin Odegaard, dan Brahim Diaz yang masing-masing mencatatkan empat assist.

Berkat torehan tersebut, Olise dipastikan menjadi pemain dengan assist terbanyak sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Rekor Pele Bertahan 56 Tahun Akhirnya Pecah

Tak hanya menjadi raja assist Piala Dunia 2026, Michael Olise juga mengukir sejarah baru di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

Sebelumnya, rekor assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia dipegang oleh legenda Brasil, Pele.

Pada Piala Dunia 1970, Pele mencatatkan enam assist dalam satu turnamen.

Rekor itu bertahan selama 56 tahun dan belum pernah mampu disamai maupun dilampaui pemain lain.

Kini, Michael Olise berhasil memecahkan rekor tersebut dengan koleksi tujuh assist di Piala Dunia 2026, menjadikannya sebagai pemilik rekor assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Prestasi itu sekaligus menempatkan nama pemain berusia 24 tahun tersebut dalam daftar pemain yang mencatatkan sejarah baru di panggung Piala Dunia.(*)




Pesta Lima Gol! Senegal Akhiri Perlawanan Irak dan Intip Tiket Fase Gugur

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Senegal menjaga peluang tampil di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mencatat kemenangan telak 5-0 atas Irak pada laga terakhir Grup I di Toronto Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan besar tersebut bukan hanya menjaga asa Singa Teranga bertahan di turnamen, tetapi juga mengukir sejarah sebagai kemenangan dengan selisih gol terbesar yang pernah diraih wakil Afrika di ajang Piala Dunia.

Meski sukses menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan, Senegal belum bisa bernapas lega.

Tim asuhan Pape Thiaw hanya finis di peringkat ketiga Grup I sehingga nasib mereka masih bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain untuk memastikan tiket ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Sementara itu, Irak harus mengakhiri perjalanan mereka dengan catatan pahit.

Tim besutan Graham Arnold menelan tiga kekalahan beruntun tanpa mampu mengumpulkan satu poin pun.

Kekalahan tersebut juga memperpanjang rekor buruk Irak yang kini selalu kalah dalam enam pertandingan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia.

Sejak menit pertama, Senegal tampil dengan misi jelas, yakni memburu kemenangan besar demi memperbaiki selisih gol.

Upaya itu langsung membuahkan hasil ketika pertandingan baru berjalan empat menit.

Berawal dari situasi sepak pojok yang dikirim Lamine Camara, bola disundul Abdoulaye Seck sebelum berubah arah usai mengenai Habib Diarra dan masuk ke gawang Irak.

Situasi semakin sulit bagi Irak setelah bek Rebin Sulaka diganjar kartu merah usai melanggar Sadio Mane yang lolos sendirian menuju kotak penalti.

Unggul jumlah pemain membuat Senegal semakin leluasa menguasai pertandingan. Namun hingga turun minum, Irak masih mampu bertahan sehingga skor tetap 1-0.

Memasuki babak kedua, dominasi Senegal semakin tak terbendung.

Pada menit ke-52, Ismaila Sarr menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan matang Lamine Camara dari sisi kiri.

Hanya beberapa menit kemudian, Pape Gueye mencetak salah satu gol terbaik dalam pertandingan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut atas gawang tanpa mampu dijangkau Ahmed Basil.

Gelandang Senegal itu kembali mencatatkan namanya di papan skor sekitar 10 menit berselang.

Kali ini ia menyelesaikan umpan Iliman Ndiaye dengan tembakan terukur yang membawa Senegal unggul empat gol.

Sadio Mane sebenarnya hampir ikut mencatatkan namanya sebagai pencetak gol.

Sayangnya, upaya cungkilan mantan penyerang Liverpool itu hanya membentur mistar gawang.

Pesta gol Senegal akhirnya ditutup Iliman Ndiaye menjelang laga usai. Aksi individunya di depan kotak penalti diakhiri dengan sepakan keras yang memastikan kemenangan telak 5-0.

Tambahan tiga poin membuat Senegal menutup fase grup dengan penuh optimisme, meski mereka kini harus menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui apakah torehan tersebut cukup mengantar mereka ke babak gugur.

Sebaliknya, Irak pulang dengan evaluasi besar setelah kembali gagal meraih poin di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Kekalahan ini menjadi penegasan bahwa mereka masih memiliki pekerjaan rumah untuk mampu bersaing di level elite internasional.

Susunan pemain:

Senegal: Mory Diaw; Krepin Diatta, Abdoulaye Seck, Moussa Niakhate, Ismail Jakobs; Idrissa Gueye, Habib Diarra; Ibrahim Mbaye, Lamine Camara, Sadio Mane, Ismaila Sarr.

Pelatih: Pape Thiaw.

Irak: Ahmed Basil; Frans Putros, Akam Hashim, Rebin Sulaka, Merchas Doski; Amir Al Ammari; Ali Jasim, Ibrahim Bayesh, Zidane Iqbal, Ahmed Qasem, Ali Al Hamadi.

Pelatih: Graham Arnold.(*)