Ramadhipa Pede Hadapi Jerez, Incar Tambahan Poin Penting di Moto3 Junior 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, menyatakan optimisme tinggi jelang putaran Moto3 Junior World Championship 2026 yang akan digelar di Sirkuit Jerez – Ángel Nieto, Spanyol, pada 4–5 Juli 2026.

Bergabung bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team, Ramadhipa datang ke Jerez dengan modal kepercayaan diri setelah tampil konsisten sepanjang musim.

Mengendarai motor NSF250RW, ia berhasil mencatatkan sejumlah hasil positif di seri sebelumnya, termasuk podium di Barcelona, finis kuat di berbagai race, hingga kemenangan penting di Estoril.

Saat ini, pebalap asal Sleman, Yogyakarta itu menempati posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 51 poin, hanya terpaut tujuh angka dari pemuncak klasemen.

Situasi ini membuat peluangnya untuk bersaing di jalur juara masih terbuka lebar.

“Saya siap menghadapi balapan di Jerez. Dalam beberapa pekan terakhir saya sudah mempersiapkan fisik dan mental. Saya optimis bisa menunjukkan performa terbaik akhir pekan ini,” ujar Ramadhipa.

Ia juga menilai Sirkuit Jerez memiliki arti penting dalam kariernya, karena pernah menjadi lintasan yang memberikan pengalaman dan hasil positif pada ajang sebelumnya.

“Saya punya kenangan yang bagus di Jerez. Saya berharap bisa memanfaatkan pengalaman itu untuk tampil lebih maksimal,” tambahnya.

Performa Ramadhipa sepanjang musim 2026 juga mencatatkan sejumlah pencapaian menarik.

Pada seri Estoril, ia mencatat sejarah sebagai pebalap dengan jeda waktu tercepat menuju kemenangan di dua ajang berbeda, yakni European Talent Cup dan Moto3 Junior World Championship, dalam rentang kurang dari 12 bulan.

Catatan tersebut menempatkannya dalam daftar elite pebalap muda yang pernah menorehkan kemenangan di berbagai level kompetisi junior dunia, termasuk European Talent Cup, Red Bull Rookies Cup, dan Moto3 Junior World Championship.

Dalam kalender balap akhir pekan ini, rangkaian Moto3 Junior World Championship di Jerez dimulai pada Jumat 3 Juli 2026 dengan dua sesi free practice.

Dilanjutkan sesi kualifikasi pada Sabtu 4 Juli 2026, serta dua balapan utama masing-masing 15 lap pada Minggu 5 Juli 2026 yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi FIM MotoJunior.

Dengan posisi klasemen yang ketat dan performa yang terus meningkat, Ramadhipa menjadi salah satu sorotan utama dalam perebutan poin di seri Jerez kali ini.(*)




Merah Putih Berkibar di Estoril! Ramadhipa Raih Kemenangan Perdana Moto3 Junior

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dunia balap Indonesia kembali mendapat kabar membanggakan dari Eropa.

Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa, sukses menorehkan sejarah setelah meraih kemenangan perdananya di Moto3 Junior World Championship 2026.

Prestasi itu diraih saat putaran kedua kejuaraan berlangsung di Circuito do Estoril, Portugal, Minggu 14 Juni 2026.

Tampil bersama Honda Asia-Dream Racing Junior Team, Ramadhipa berhasil menaklukkan persaingan sengit dan finis terdepan setelah menjalani duel ketat hingga tikungan terakhir.

Kemenangan tersebut bukan sekadar podium tertinggi biasa. Ramadhipa kini tercatat sebagai pebalap Indonesia pertama yang mampu meraih kemenangan pada dua ajang berbeda di level MotoJunior, yakni Red Bull Rookies Cup dan Moto3 Junior World Championship.

Capaian ini juga mengakhiri penantian Indonesia untuk kembali merasakan kemenangan di MotoJunior sejak Fadillah Arbi Aditama terakhir kali berdiri di podium tertinggi di Barcelona pada 2023.

Balapan di Estoril berlangsung penuh drama. Memulai lomba dari posisi ketujuh, pebalap asal Sleman, Yogyakarta itu langsung menunjukkan kecepatan kompetitif sejak lap awal.

Ramadhipa konsisten berada dalam rombongan terdepan dan terus menjaga peluang untuk bersaing memperebutkan podium.

Persaingan yang berlangsung rapat membuat posisi pebalap terus berubah hampir di setiap lap.

Momentum penting terjadi pada lap kedelapan ketika Ramadhipa berhasil menembus tiga besar berkat manuver agresif namun terukur.

Sejak saat itu, ia mulai menjadi salah satu kandidat kuat peraih kemenangan.

Pertarungan mencapai puncaknya di lap terakhir. Saat memasuki sektor penentuan, Ramadhipa masih berada di posisi ketiga.

Namun dengan keberanian dan ketenangan yang luar biasa, ia melancarkan serangan ke depan dan merebut posisi pertama.

Meski tekanan dari rival terus datang hingga tikungan terakhir, Ramadhipa mampu menjaga fokus dan mempertahankan keunggulan tipis hingga menyentuh garis finis.

Momen kemenangan itu menjadi semakin spesial ketika bendera Merah Putih berkibar di Sirkuit Estoril dan lagu Indonesia Raya berkumandang di podium juara.

Tambahan 25 poin dari kemenangan tersebut membuat Ramadhipa kini mengoleksi 51 poin. Ia menempati posisi kedua klasemen sementara dan hanya terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen.

“Saya sangat senang bisa meraih kemenangan pertama di Moto3 Junior World Championship. Balapan hari ini sangat sulit karena cuaca cukup panas dan persaingan sangat ketat. Saya sempat kehilangan posisi di lap terakhir, tetapi berhasil merebutnya kembali di sektor akhir hingga finis pertama,” ujar Ramadhipa.

Ia mengaku kini fokus mempersiapkan diri menghadapi putaran berikutnya di Jerez dan bertekad mempertahankan tren positif yang telah dibangun sejak awal musim.

Sementara itu, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai kemenangan tersebut menjadi bukti perkembangan signifikan pebalap muda Indonesia di level internasional.

Menurutnya, keberhasilan Ramadhipa menunjukkan bahwa pembinaan berjenjang yang dijalankan AHM mampu melahirkan pebalap yang kompetitif di arena dunia.

“Hasil yang diraih Ramadhipa menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Ia menunjukkan perkembangan performa yang konsisten dan kemampuan bersaing di level internasional. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani mengejar mimpi di dunia balap,” kata Andy.

Moto3 Junior World Championship 2026 selanjutnya akan memasuki putaran ketiga di Circuit de Jerez-Angel Nieto, Spanyol, pada 3 hingga 5 Juli mendatang.

Dengan performa yang terus meningkat dan kepercayaan diri yang sedang tinggi, Ramadhipa kini membawa harapan besar Indonesia untuk kembali mencatatkan sejarah di pentas balap dunia.(*)




Jelang MotoGP 2026, Mario Aji dan Veda Ega Pratama Terbang ke Spanyol

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang dimulainya musim balap Moto Grand Prix (GP) 2026, dua pebalap Indonesia lulusan Astra Honda Racing School (AHRS), Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, bersiap berangkat ke Barcelona, Spanyol.

Keduanya akan memulai proses adaptasi dan koordinasi dengan tim teknis, mekanik, serta kru internasional yang tergabung dalam Honda Team Asia.

Veda Ega Pratama, pebalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta, menyambut antusias debutnya di ajang GP Moto3 2026.

Bagi Veda, musim ini bukan hanya tentang persaingan di lintasan, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya para pebalap binaan AHRS.

“Saya siap menghadapi musim balap GP Moto3 dengan dukungan Honda Team Asia. Saya berharap bisa bersaing kompetitif dan perjuangan saya bisa menginspirasi anak muda Indonesia untuk terus berjuang meraih mimpi,” ujar Veda.

Pada musim 2025, Veda tampil impresif dengan meraih runner up Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC).

Prestasi tersebut mengantarkannya langsung ke jenjang GP Moto3, meski usianya belum genap 18 tahun. Di musim 2026, Veda akan berduet dengan pebalap asal Jepang, Zen Mitani, di Honda Team Asia.

Sementara itu, Mario Suryo Aji akan menjalani musim ketiganya bersama Honda Team Asia di kelas Moto2 dan memasuki tahun kelima berkiprah di ajang Grand Prix dunia.

Pebalap asal Magetan, Jawa Timur, ini terus menjaga kondisi fisik dan performa balapnya dengan latihan intensif bersama pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) selama masa jeda musim.

“Musim ini menjadi kesempatan penting bagi saya untuk meraih hasil terbaik. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia,” kata Mario.

Mario telah dibina AHM sejak usia 12 tahun dan memulai karier internasionalnya sejak 2017, dari Thailand Talent Cup, Asia Talent Cup, ARRC, hingga FIM JuniorGP.

Pada musim lalu, salah satu hasil terbaiknya adalah finis posisi kesembilan di seri Amerika Serikat.

Mario dan Veda sama-sama memulai karier balap profesional melalui Astra Honda Racing School, yang berdiri sejak 2010 dan telah meluluskan lebih dari 150 pebalap muda Indonesia.

AHRS tidak hanya mengasah kemampuan balap, tetapi juga membekali siswa dengan manajemen balap dan kemampuan komunikasi.

Pada 2026, pendaftaran AHRS dibuka mulai 9 Januari hingga 5 Februari bagi pebalap berusia 11–14 tahun, dengan informasi pendaftaran tersedia melalui media sosial Astra Honda Racing Team.(*)