Sambut Ramadan 1447 H, Ketua DPRD Kota Jambi Ajak Warga Perkuat Ukhuwah dan Toleransi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengajak seluruh umat Muslim dan masyarakat di Tanah Pilih Pusako Betuah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjaga nilai toleransi antarumat beragama.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya sekadar kewajiban menjalankan ibadah puasa, tetapi juga momentum penting untuk memperbaiki kualitas diri, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kota Jambi.

Ia menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan awal Ramadan merupakan hal yang lumrah dan harus disikapi dengan bijak.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Bulan Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Mari kita jadikan sebagai ajang memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta tetap menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan pandangan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan selama pelaksanaan ibadah seperti Shalat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga i’tikaf di masjid.

Menurutnya, suasana yang aman dan kondusif akan membuat Ramadan terasa lebih khusyuk dan bermakna.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk saling menghormati, termasuk kepada mereka yang tidak berpuasa karena alasan syar’i seperti sakit atau sedang dalam perjalanan.

Sikap toleran terhadap warga non-Muslim pun menjadi bagian penting dalam menjaga wajah Jambi yang damai dan beradab.

Ia berharap Ramadan 1447 H membawa keberkahan, memperkuat persaudaraan, serta semakin meneguhkan nilai kebersamaan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.(*)




OJK Dorong Keuangan Syariah Lebih Inklusif lewat GERAK Syariah 2025

Tangerang, SepucukJambi.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah guna mendukung perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan pentingnya edukasi dan inovasi dalam industri keuangan syariah.

“Tugas kita bersama adalah memperkuat branding keuangan syariah agar semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya dalam pembukaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2025 di AEON Mall BSD City, Tangerang.

GERAK Syariah bertujuan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah, dengan memanfaatkan momentum Ramadan 1446 H. Friderica mendorong pelaku usaha jasa keuangan syariah untuk terus berinovasi guna memenuhi kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Dominasi Kasus Keuangan Ilegal, OJK Gencarkan Edukasi Masyarakat

Baca Juga:Bangkit di Babak Kedua, Manchester United Tahan Imbang Everton 2-2

Pertumbuhan Keuangan Syariah

Keuangan syariah di Indonesia terus berkembang pesat. Per Desember 2024, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,9% menjadi Rp643,5 triliun, dengan rasio NPF stabil di 2,12%. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 10,1% menjadi Rp753,6 triliun. Sementara itu, market cap syariah mencapai Rp6.825,3 triliun (naik 11,1%), Asset Under Management (AUM) syariah tumbuh 18,2% menjadi Rp50,5 triliun, serta sukuk mencapai Rp1.682,9 triliun (naik 12,9%).

Pada sektor asuransi syariah, aset meningkat 5,8% menjadi Rp46,55 triliun, sementara pembiayaan perusahaan syariah tumbuh 11,3% menjadi Rp33,8 triliun.

Kolaborasi dan Rangkaian Kegiatan

GERAK Syariah 2025 merupakan kampanye kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, Kementerian Agama, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Kegiatan ini juga diselenggarakan serentak oleh 37 kantor OJK di daerah.

Rangkaian acara GERAK Syariah 2025 berlangsung hingga 31 Maret 2025, dengan dua program utama:

  • KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah): mencakup webinar edukasi, podcast Ramadan, talkshow radio, dan School of Syariah.
  • KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan): kompetisi edukatif untuk meningkatkan pemahaman keuangan syariah.

Pada GERAK Syariah 2024, terdapat 1.007 kegiatan literasi dan inklusi keuangan, dengan lebih dari 3 juta peserta edukasi dan 1,17 juta peserta inklusi keuangan. OJK berharap capaian tahun ini lebih besar, sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaat keuangan syariah. (*)