Kejar Pemerataan Layanan Kesehatan, Wali Kota Jambi Bawa Usulan Dua Puskesmas ke Kemenkes

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pertumbuhan penduduk di sejumlah kawasan Kota Jambi mendorong pemerintah daerah memperkuat infrastruktur kesehatan.

Pemkot Jambi mengusulkan pembangunan dua fasilitas kesehatan baru kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. saat bertemu Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D. di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Maulana datang bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi Dr. dr. Elvi Roza, M.Kes., serta sejumlah direktur rumah sakit di Kota Jambi.

Dalam pertemuan itu, Maulana membawa sejumlah persoalan dan agenda strategis kesehatan Kota Jambi, mulai dari pengendalian tuberkulosis (TB) paru, pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), percepatan penanganan stunting, hingga kebutuhan fasilitas dan peralatan medis.

Salah satu perhatian utama Pemkot Jambi yakni pertumbuhan penduduk di Kecamatan Alam Barajo dan Paal Merah.

Pertambahan penduduk di dua kawasan tersebut dinilai perlu diikuti dengan penambahan fasilitas kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

“Kita telah menyiapkan lahan untuk pembangunan dua puskesmas atau fasilitas kesehatan baru. Alhamdulillah, usulan tersebut mendapat respons positif dari Kementerian Kesehatan,” ujar Maulana.

Pemkot Jambi telah menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pembangunan diharapkan dapat memperkuat jangkauan pelayanan kesehatan di kawasan yang terus berkembang.

RS Abdul Manap Diusulkan Dapat Tambahan Alat Medis

Selain pembangunan fasilitas baru, Pemkot Jambi juga membawa kebutuhan penguatan layanan di RSUD Abdul Manap.

Maulana mengusulkan penambahan sejumlah peralatan medis untuk rumah sakit milik pemerintah kota tersebut.

“Kita juga mengusulkan penambahan peralatan medis untuk RS Abdul Manap dan mendapat respons positif,” katanya.

Penambahan peralatan menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi meningkatkan kapasitas pelayanan rumah sakit sehingga masyarakat tidak selalu harus mencari layanan kesehatan di luar daerah.

RS Abdurahman Sayuti Dikaitkan dengan Pengembangan Pariwisata

Agenda lainnya berkaitan dengan rencana pengembangan kawasan RS Abdurahman Sayuti.

Pemkot Jambi melihat kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan kawasan wisata.

Karena itu, pemerintah pusat menyarankan agar rencana pengembangannya dapat masuk dalam pembangunan prioritas yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

“Selanjutnya kita juga mengusulkan pembangunan di kawasan RS Abdurahman Sayuti. Karena kawasan ini merupakan kawasan wisata, disarankan agar masuk dalam pembangunan prioritas yang berkaitan dengan kepariwisataan,” jelas Maulana.

Bawa Program Kesehatan Nasional ke Tingkat Kota

Pertemuan dengan Kemenkes juga membahas pelaksanaan sejumlah program kesehatan nasional di Kota Jambi.

Program penanganan TB paru, Cek Kesehatan Gratis dan percepatan penanganan stunting menjadi bagian dari pembahasan.

Pemkot Jambi berharap koordinasi dengan pemerintah pusat dapat mempercepat pelaksanaan program sekaligus memperkuat dukungan terhadap kebutuhan layanan kesehatan di tingkat daerah.

Maulana mengatakan, penguatan kesehatan masyarakat membutuhkan dukungan lintas pemerintahan, terutama ketika kebutuhan layanan berkembang mengikuti pertumbuhan penduduk.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan membawa manfaat untuk pengembangan kesehatan di Kota Jambi,” pungkas Maulana.

Dengan usulan dua fasilitas kesehatan baru, tambahan peralatan medis RSUD Abdul Manap, serta pengembangan kawasan RS Abdurahman Sayuti, Pemkot Jambi kini mendorong agar pertumbuhan kota berjalan seiring dengan peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.(*)




Asap Karhutla dari Luar Kepung Kota Jambi, ISPA Melonjak 600 Kasus dalam Sepekan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID— Kabut asap yang masuk ke Kota Jambi membawa persoalan yang lebih besar dari sekadar buruknya jarak pandang atau kualitas udara.

Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sekitar kini ikut membebani kesehatan warga perkotaan.

Pemerintah Kota Jambi mencatat rata-rata kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat dari sekitar 1.300 menjadi 1.900 kasus dalam satu pekan.

Lonjakan sekitar 600 kasus itu menjadi alarm bagi pemerintah. Terlebih, sebagian asap yang berdampak ke Kota Jambi disebut berasal dari wilayah di luar administrasi kota.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan dampak asap terasa akibat kebakaran di sejumlah daerah, termasuk Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur hingga wilayah provinsi tetangga.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa batas wilayah pemerintahan tidak menjadi batas bagi pergerakan asap.

Ketika titik api berada di luar kota, masyarakat Jambi tetap menjadi pihak yang menerima dampaknya.

Persoalan inilah yang membuat penanganan kabut asap di Jambi tidak sederhana.

Pemerintah Kota Jambi harus menghadapi konsekuensi kesehatan dari kebakaran yang sumbernya berada di wilayah lain.

Pada saat bersamaan, pemerintah daerah di lokasi kebakaran harus memastikan titik api dapat segera dikendalikan agar asap tidak terus menyebar.

Maulana menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kantor Manggala Agni Jambi, Selasa, 25 Agustus 2026.

Dalam rapat itu, peningkatan kasus ISPA menjadi salah satu perhatian pemerintah.

“Kami sampaikan juga bahwa kondisi ISPA meningkat, satu minggu dari rerata 1.300 menjadi 1.900,” ujar Maulana.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kabut asap mulai memiliki konsekuensi yang terukur terhadap sektor kesehatan.

Karena itu, pemerintah tidak hanya dituntut menangani sumber kebakaran, tetapi juga menyiapkan layanan kesehatan apabila jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan terus bertambah.

Pemkot Jambi meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan.

Puskesmas dan rumah sakit diminta memastikan pelayanan tetap tersedia bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Dukungan oksigen juga telah difokuskan di fasilitas kesehatan.

“Bantuan oksigen masih terfokus di puskesmas maupun rumah sakit, silakan datang jika membutuhkan. Kita sudah bilang ke pelayanan kesehatan untuk standby,” kata Maulana.

Pemerintah juga menegaskan warga yang membutuhkan penanganan medis akibat paparan asap tidak perlu menunda mendapatkan pertolongan karena persoalan biaya.

Terutama bagi masyarakat yang mengalami serangan asma berat, Maulana meminta agar segera mendatangi UGD.

“Kalau ada yang asma berat, datang ke UGD. Yang terdampak akibat asap itu gratis,” tegasnya.

Kenaikan kasus ISPA dari 1.300 menjadi 1.900 dalam satu pekan bukan sekadar angka statistik.

Di tengah kabut asap, peningkatan gangguan pernapasan menjadi indikator bahwa kualitas udara telah memberikan tekanan terhadap masyarakat.

Risiko tersebut dapat menjadi lebih serius bagi kelompok rentan, terutama warga yang memiliki gangguan pernapasan dan mereka yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan.

Karena itu, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi salah satu lapisan pertahanan ketika kondisi udara memburuk.

Namun, langkah medis hanya menangani dampak. Persoalan utama tetap berada pada sumber asap.

Selama karhutla di wilayah sekitar belum sepenuhnya dikendalikan, Kota Jambi masih berpotensi menerima kiriman asap.

Pemerintah pusat merespons kondisi tersebut dengan memberikan bantuan 5.000 masker melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Masker tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat Kota Jambi setelah bantuan diterima pemerintah daerah.

“Sehingga langsung mendapat respons dari BNPB, dibantu 5 ribu masker. Jika sampai, langsung kami distribusikan,” ujar Maulana.

Bantuan masker menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan asap terhadap masyarakat.

Namun, perlindungan warga tidak berhenti pada distribusi masker.

Ketika asap terus datang dari wilayah lain, pengendalian karhutla di daerah sumber menjadi kunci untuk memutus rantai dampak tersebut.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Jambi juga mengajukan bantuan dua mobil tangki untuk mendukung distribusi air kepada masyarakat.

Menurut Maulana, armada tambahan diperlukan agar distribusi air dapat dilakukan lebih merata.

“Kami mengajukan dua mobil tangki mengantar kebutuhan air, juga akan segera dibantu. Agar distribusi air bisa merata,” katanya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah menghadapi kondisi karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.

Sebelumnya, Pemkot Jambi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melakukan rapat dan menetapkan status siaga.

Keputusan tersebut membuat seluruh unsur terkait diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan karhutla dan kabut asap.

“Kita tetapkan status siaga, artinya semua komponen harus siaga terus mengantisipasi kondisi yang ada saat ini,” kata Maulana.

Status siaga menjadi penting karena persoalan yang dihadapi Kota Jambi bukan hanya mengenai ada atau tidaknya titik api di dalam wilayah kota.

Ancaman justru dapat datang dari luar wilayah administrasi.

Asap bergerak melintasi batas daerah, sementara dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Ketika kasus ISPA dalam sepekan bertambah sekitar 600 dari rata-rata sebelumnya, persoalan itu tidak lagi bisa dipandang sebagai gangguan udara biasa.

Kini, penanganan karhutla di wilayah sekitar menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya melindungi kesehatan warga Kota Jambi.

Sumber asap boleh berada di luar kota, tetapi dampaknya sudah sampai ke ruang-ruang layanan kesehatan Jambi.(*)




ISPA Melonjak, Pemkot Jambi Minta Layanan Kesehatan Standby 24 Jam Hadapi Dampak Asap

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap yang mulai memicu peningkatan gangguan pernapasan masyarakat.

Puskesmas dan rumah sakit diminta standby untuk menerima warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Pemerintah juga memastikan masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tidak perlu khawatir mengenai biaya.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Jambi, Maulana seusai mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kantor Manggala Agni Jambi, Selasa 25 Agustus 2026.

Maulana mengungkapkan, peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat kesiapan layanan kesehatan.

Dalam satu pekan terakhir, rata-rata kasus ISPA di Kota Jambi disebut meningkat dari sekitar 1.300 menjadi 1.900 kasus.

Angka tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap kualitas udara Kota Jambi.

Maulana mengatakan dukungan oksigen telah difokuskan di puskesmas maupun rumah sakit.

Fasilitas kesehatan juga diminta memastikan pelayanan tetap siap jika jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan meningkat.

“Bantuan oksigen masih terfokus di puskesmas maupun rumah sakit, silakan datang jika membutuhkan. Kita sudah bilang ke pelayanan kesehatan untuk standby,” ujar Maulana.

Pesan tersebut menjadi penting karena masyarakat yang terpapar asap dapat mengalami gangguan pernapasan dengan tingkat keparahan berbeda.

Pemerintah tidak ingin warga menunda pemeriksaan ketika kondisi kesehatan mulai memburuk.

Maulana secara khusus meminta warga yang mengalami serangan asma berat untuk segera mendatangi instalasi gawat darurat (UGD).

“Kalau ada yang asma berat, datang ke UGD. Yang terdampak akibat asap itu gratis,” tegasnya.

Dengan instruksi tersebut, pemerintah ingin memastikan fasilitas kesehatan menjadi titik respons pertama ketika dampak kabut asap mulai dirasakan masyarakat.

Kesiapan layanan kesehatan tidak terlepas dari perkembangan kasus ISPA di Kota Jambi.

Maulana menyebut terjadi kenaikan rata-rata kasus dari 1.300 menjadi 1.900 dalam kurun satu minggu.

“Kami sampaikan juga bahwa kondisi ISPA meningkat, satu minggu dari rerata 1.300 menjadi 1.900,” katanya.

Peningkatan tersebut disampaikan Maulana dalam rakor penanganan karhutla bersama Menteri Kehutanan.

Menurutnya, kondisi Kota Jambi ikut terdampak asap dari kebakaran di wilayah sekitar, termasuk Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, serta wilayah provinsi tetangga.

Artinya, meskipun sumber kebakaran berada di luar wilayah Kota Jambi, dampaknya tetap dirasakan masyarakat perkotaan, terutama melalui penurunan kualitas udara.

Peningkatan gangguan kesehatan tersebut juga mendapat respons pemerintah pusat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan 5.000 masker untuk masyarakat Kota Jambi.

Maulana mengatakan masker tersebut akan segera didistribusikan kepada masyarakat setelah bantuan diterima.

“Sehingga langsung mendapat respons dari BNPB, dibantu 5 ribu masker. Jika sampai, langsung kami distribusikan,” ujarnya.

Masker diharapkan menjadi salah satu perlindungan bagi masyarakat, terutama mereka yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

Selain persoalan kesehatan dan perlindungan dari asap, Pemkot Jambi juga mengajukan bantuan dua mobil tangki untuk mendukung kebutuhan air masyarakat.

Menurut Maulana, bantuan tersebut diperlukan agar distribusi air dapat dilakukan secara lebih merata di tengah kondisi yang sedang dihadapi.

“Kami mengajukan dua mobil tangki mengantar kebutuhan air, juga akan segera dibantu. Agar distribusi air bisa merata,” katanya.

Pemkot Jambi sebelumnya telah melakukan rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan menetapkan status siaga.

Status tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan memburuknya kondisi karhutla dan kabut asap.

Maulana mengatakan Kota Jambi saat ini cukup terdampak asap yang berasal dari sejumlah wilayah sekitar.

“Kemarin alhamdulillah kami juga sudah rakor bersama unsur Forkopimda Kota Jambi. Dari hasil rakor tersebut kita tetapkan status siaga, artinya semua komponen harus siaga terus mengantisipasi kondisi yang ada saat ini,” ujarnya.

Namun, di tengah berbagai langkah penanganan tersebut, pelayanan kesehatan menjadi salah satu sektor yang diminta paling siap menghadapi dampak langsung kepada masyarakat.

Puskesmas dan rumah sakit diminta tidak menunggu kondisi memburuk untuk meningkatkan kesiagaan.

Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan serius juga diminta segera mencari pertolongan medis.

Bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan berat atau serangan asma akibat paparan asap, pesan Pemkot Jambi jelas: jangan menunda datang ke UGD.(*)




Forum Konsultasi Publik Digelar, Puskesmas Tanjung Pinang Fokus Benahi Pelayanan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Puskesmas Tanjung Pinang terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Forum Konsultasi Publik yang menjadi ruang dialog antara penyedia layanan kesehatan dan masyarakat untuk menyerap kritik, saran, serta masukan demi perbaikan pelayanan.

Kegiatan yang digelar di lingkungan Puskesmas Tanjung Pinang itu dihadiri perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat, kader kesehatan, lintas sektor, hingga masyarakat yang selama ini memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas tersebut.

Forum berlangsung interaktif. Berbagai masukan disampaikan peserta, mulai dari peningkatan kenyamanan ruang tunggu, penyempurnaan alur pelayanan, kemudahan memperoleh informasi, hingga penguatan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Selain menyampaikan sejumlah catatan, peserta juga memberikan apresiasi terhadap berbagai layanan yang telah berjalan baik.

Mereka berharap inovasi pelayanan terus dilakukan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang semakin cepat, nyaman, dan berkualitas.

Seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun langkah-langkah perbaikan pelayanan.

Forum ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Puskesmas Tanjung Pinang dalam menerapkan pelayanan publik yang terbuka, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kepala Puskesmas Tanjung Pinang, dr. Tini, mengatakan Forum Konsultasi Publik menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat sebagai penerima layanan.

“Melalui forum ini kami ingin mendengar secara langsung harapan, kritik, dan saran dari masyarakat. Setiap masukan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan yang kami berikan semakin baik,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh fasilitas maupun tenaga medis, tetapi juga oleh kemampuan penyelenggara layanan dalam memahami kebutuhan masyarakat.

Karena itu, seluruh masukan yang diterima akan dipelajari dan ditindaklanjuti sesuai prioritas serta kemampuan yang dimiliki.

“Kami ingin pelayanan di Puskesmas Tanjung Pinang terus berkembang menjadi lebih cepat, lebih ramah, lebih mudah diakses, dan mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat,” kata dr. Tini.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan juga akan dilakukan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan inovasi layanan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui Forum Konsultasi Publik ini, Puskesmas Tanjung Pinang berharap komunikasi dengan masyarakat semakin terbuka sehingga setiap kebijakan maupun pengembangan layanan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)




Kabar Baik! Khitan Gratis dan Layanan IGD Ditanggung Baznas di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat jaminan layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Jambi dan Baznas Kota Jambi.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Elvi Roza, bersama Ketua Baznas Kota Jambi, Muhammad Padli, serta disaksikan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, pada Selasa (5/5).

Kesepakatan ini berfokus pada pelayanan kesehatan bagi mustahiq atau masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang belum terdaftar dalam program BPJS Kesehatan maupun asuransi lainnya.

Wali Kota Maulana menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan gratis di Kota Jambi.

“Ini menjadi momentum penting agar masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.

Dalam kerja sama tersebut, terdapat sejumlah program prioritas, salah satunya layanan khitan gratis yang dapat diakses kapan saja di seluruh puskesmas tanpa harus menunggu kegiatan sunatan massal.

“Cukup dengan surat pengantar dari RT, biaya akan ditanggung Baznas,” jelas Maulana.

Selain itu, warga tidak mampu yang belum memiliki jaminan kesehatan tetap bisa mendapatkan layanan di rumah sakit, khususnya untuk kondisi darurat di IGD. Biaya pelayanan tersebut nantinya akan ditanggung oleh Baznas.

Program ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan tidak ada warga yang terhambat mendapatkan layanan kesehatan hanya karena keterbatasan biaya.

Maulana menegaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah bersama Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Fokusnya adalah membantu warga kurang mampu, baik untuk kebutuhan khitan maupun layanan kegawatdaruratan,” katanya.

Melalui sinergi ini, Pemkot Jambi optimistis dapat mempercepat pencapaian target Universal Health Coverage (UHC) secara menyeluruh di wilayah Kota Jambi.(*)




Wawako Jambi Sidak Puskesmas, Temukan Atap Bocor hingga Saluran Tersumbat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, Diza Hazra Aljosha melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Jambi, Kamis (2/4/2026).

Lokasi yang dikunjungi meliputi UPTD Puskesmas Paal Lima dan Puskesmas Paal X. Dalam kegiatan tersebut, Diza turut didampingi oleh Elvi Roza bersama jajaran kepala puskesmas.

Peninjauan ini difokuskan pada pengecekan langsung terhadap kualitas pelayanan serta kondisi sarana dan prasarana penunjang kesehatan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan lapangan guna memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang optimal.

Menurut Diza, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Maulana untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Jambi berfungsi dengan baik, terutama dari sisi infrastruktur.

Dalam dialog dengan tenaga kesehatan, Diza juga menggali berbagai kendala yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dari hasil tinjauan, ditemukan beberapa persoalan yang perlu segera ditangani, di antaranya kondisi ruangan yang mengalami kebocoran serta instalasi air yang tidak berfungsi optimal akibat penyumbatan.

Temuan tersebut, kata Diza, akan segera dibahas dalam rapat bersama pihak terkait agar penanganannya bisa dilakukan secepat mungkin, terutama untuk hal-hal yang bersifat mendesak.

Ia menegaskan, kegiatan monitoring seperti ini tidak akan berhenti di dua lokasi tersebut. Ke depan, seluruh puskesmas di Kota Jambi akan menjadi sasaran evaluasi secara bertahap.

Melalui langkah ini, Pemkot Jambi ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan benar-benar memenuhi standar dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang berkualitas, sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Kota Jambi.(*)




Kunjungi Puskesmas Tahtul Yaman, Wali Kota Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Hari pertama kembali bekerja usai libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Wali Kota Jambi, Maulana, untuk melakukan pemantauan langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Pada Rabu siang (25/03/2026), Wali Kota Maulana meninjau pelayanan di Puskesmas Tahtul Yaman, Kecamatan Danau Teluk, setelah sebelumnya menghadiri agenda penyerahan bantuan bedah rumah secara simbolis.

Dalam kunjungannya, Wali Kota memastikan bahwa seluruh fasilitas penunjang pelayanan kesehatan berjalan dengan baik dan dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak awal pekan, para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Jambi telah kembali aktif bekerja dengan sistem piket selama masa libur lebaran.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 70 warga telah mendapatkan layanan kesehatan di Puskesmas tersebut.

“Alhamdulillah seluruh petugas sudah kembali bekerja dan pelayanan berjalan dengan baik. Ini menunjukkan komitmen kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, disiplin dan dedikasi para tenaga kesehatan sangat penting, terutama dalam menjaga kualitas pelayanan publik, meskipun di masa libur hari besar keagamaan.

Wali Kota Jambi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan pegawai di berbagai fasilitas kesehatan di wilayahnya yang tetap memberikan pelayanan secara optimal selama libur lebaran.

Menariknya, dalam kesempatan tersebut, Maulana juga mengenang awal kariernya sebagai tenaga medis. Puskesmas Tahtul Yaman disebut sebagai tempat ia memulai pengabdian sebagai seorang dokter.

“Saya masih ingat banyak rekan yang dulu bersama saat saya menjadi dokter di sini,” ungkapnya dengan penuh nostalgia.

Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan serta komitmen dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di Kota Jambi.(*)