Orientasi PPPK, Wawako Diza: ASN Didorong Lebih Profesional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, resmi membuka kegiatan orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di BKPSDM Kota Jambi pada Selasa (14/4/2026) ini diikuti sebanyak 1.040 peserta yang terdiri dari tenaga guru dan tenaga kesehatan.

Orientasi ini menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara Nomor 20 Tahun 2023, yang menegaskan peran ASN baik PNS maupun PPPK sebagai pilar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Digelar Hingga Juli 2026

Program orientasi dijadwalkan berlangsung hingga 23 Juli 2026 dan dibagi dalam 26 angkatan, dengan masing-masing angkatan berjumlah 40 peserta.

Dalam sambutannya, Diza Hazra Aljosha menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus melakukan reformasi birokrasi guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Pembenahan terus kami lakukan, mulai dari administrasi, pengelolaan keuangan daerah hingga digitalisasi pelayanan publik,” ujarnya.

PPPK Didorong Tingkatkan Kompetensi

Diza juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kompetensi bagi seluruh ASN, termasuk PPPK, melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.

Menurutnya, meskipun sebagian PPPK telah memiliki pengalaman kerja, proses orientasi tetap penting sebagai bekal pemahaman terhadap tugas, fungsi, serta etika sebagai aparatur negara.

“Orientasi ini penting untuk memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai ASN dan meningkatkan profesionalisme dalam bekerja,” tegasnya.

Peluang Karier PPPK Semakin Terbuka

Dalam kesempatan tersebut, Diza turut menyinggung peluang karier bagi PPPK di masa depan.

Ia menyebutkan, gelombang pensiun PNS dalam beberapa tahun ke depan membuka ruang bagi PPPK untuk berkembang dan mengambil peran strategis.

Bahkan, menurutnya, sejumlah PPPK telah mendapatkan kepercayaan menduduki jabatan penting, seperti kepala sekolah.

Target ASN BerAKHLAK

Melalui orientasi ini, peserta diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Sementara itu, perwakilan BKPSDM Kota Jambi menyebutkan bahwa dari total ribuan PPPK di Kota Jambi, masih ada ribuan lainnya yang akan mengikuti orientasi secara bertahap.

Di akhir program, peserta akan menjalani evaluasi menyeluruh yang mencakup aspek akademik, sikap, serta pemahaman etika dalam pemerintahan.(*)




Kampung Bahagia Berjalan Baik di RT 16, Wali Kota Jambi: Ada Penguatan Ekonomi dan UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, mengapresiasi keberhasilan warga RT 16 Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, dalam menerapkan Program Kampung Bahagia.

Kunjungan Maulana ke wilayah tersebut dilakukan bersama sejumlah pejabat terkait sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap gerakan pembangunan berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keseriusan warga RT 16 dalam menjalankan program tersebut.

“Saya berada di RT 16 Kelurahan Pematang Sulur didampingi beberapa pihak. Saya sangat bersyukur karena RT 16 sukses menerapkan Program Kampung Bahagia. Ada unsur penguatan kelembagaan, penguatan ekonomi, serta bantuan UMKM yang berjalan secara optimal,” ujar Maulana.

Ia menegaskan bahwa capaian yang ditunjukkan RT 16 merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Apa Itu Program Kampung Bahagia?

Program Kampung Bahagia adalah salah satu inovasi Pemerintah Kota Jambi yang bertujuan mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat, tertata, mandiri, dan berdaya secara sosial maupun ekonomi.

Program ini menekankan tiga aspek utama:

  1. Penguatan Kelembagaan Masyarakat
    RT dan perangkat lingkungan dibekali kemampuan untuk meningkatkan tata kelola wilayah, transparansi, partisipasi warga, dan penguatan koordinasi antarwarga.

  2. Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM
    Warga didorong mengembangkan usaha mikro melalui pendampingan, bantuan usaha, pelatihan manajemen keuangan, serta pemasaran berbasis digital.

  3. Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Sosial
    Mendorong kebersihan lingkungan, pembangunan fasilitas umum berbasis swadaya, hingga kegiatan sosial seperti posyandu, pendidikan keluarga, dan kegiatan pemuda.

Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga menciptakan masyarakat yang bahagia, produktif, dan saling mendukung.

Di RT 16 Pematang Sulur, sejumlah kegiatan telah menunjukkan hasil nyata.

Selain penguatan kelembagaan RT, warga juga mendapatkan dukungan UMKM, pelatihan keterampilan masyarakat, serta pengembangan kegiatan ekonomi tingkat lingkungan.

Partisipasi aktif warga menjadi salah satu faktor utama keberhasilan program di wilayah tersebut.

Maulana berharap keberhasilan RT 16 dapat memberikan motivasi bagi RT lain di Kota Jambi agar turut berinovasi dan memperkuat gerakan pemberdayaan berbasis masyarakat.

“Capaian RT 16 ini harus menjadi contoh. Pemerintah siap hadir memperkuat, tetapi kunci utamanya adalah partisipasi masyarakat. Jika kebersamaan tetap terjaga, Kampung Bahagia akan berkembang di seluruh Kota Jambi,” tambahnya.

Dengan adanya program ini, Pemkot Jambi menargetkan terciptanya lingkungan permukiman yang lebih mandiri, produktif, aman, serta memberikan rasa nyaman kepada seluruh warganya.(*)




881 UMKM Kota Jambi Terlibat dalam Program Bank Harkat! Akses Permodalan Usaha dan Bunga Ringan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Bank Harkat, gagasan Wali Kota Jambi dr Maulana dan Wawako Diza.

Program ini bertujuan memberikan akses permodalan dengan bunga ringan bagi pelaku usaha kecil agar lebih berdaya dan mandiri.

Kepala Bidang UMKM Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Jambi, Rian, mengatakan hingga saat ini terdapat 881 UMKM binaan yang masuk dalam program tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 399 UMKM telah diajukan untuk mendapatkan pinjaman permodalan melalui Bank Harkat.

“Data awal dari para ketua kelompok UMKM kami serahkan ke bagian ekonomi untuk diverifikasi, sebelum diajukan ke bank yang bekerja sama dalam program ini,” ujar Rian, Jumat (31/10/2025).

Ia menjelaskan, skema pembiayaan dilakukan melalui beberapa bank mitra, di antaranya Bank Jambi dan Bank BTN.

Program Kredit Bahagia yang hanya tersedia di Bank Jambi memberikan plafon pinjaman antara Rp2 juta hingga Rp10 juta dengan bunga ringan sekitar 3 persen per tahun.

Sementara pinjaman dengan nilai antara Rp10 juta hingga Rp30 juta diarahkan ke Bank BTN.

Namun, menurut Rian, tidak menutup kemungkinan Bank Jambi juga menyalurkan kredit dengan plafon serupa sesuai hasil verifikasi bank.

“Setelah data diterima, pihak bank akan melakukan survei kelayakan, termasuk riwayat keuangan dan kemampuan bayar calon debitur. Semua proses ini menjadi kewenangan penuh pihak bank,” jelasnya.

Rian menambahkan, dari 399 UMKM yang diajukan, Bank Jambi telah melaporkan beberapa permohonan yang disetujui.

Sementara itu, laporan dari Bank BTN masih dalam proses penyelesaian.

Ia juga mengakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama karena sebagian pelaku UMKM masih masuk daftar hitam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) akibat gagal bayar saat pandemi Covid-19.

Kondisi ini menyebabkan sebagian pengajuan belum bisa diproses.

“Ke depan, kami akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak perbankan untuk mencari solusi agar pelaku UMKM yang terdampak bisa kembali mendapatkan akses permodalan,” tutup Rian.(*)