Dugaan Pemalsuan Dokumen Yayasan MBG Jambi! Tiga Orang Diperiksa Polda, Satu Di Antaranya Poliis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ditreskrimum Polda Jambi terus mendalami laporan dugaan pemalsuan dokumen yang berkaitan dengan yayasan pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi.

Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari tiga orang yang memiliki keterkaitan dengan yayasan yang disebut dalam laporan tersebut.

Ketiga pihak yang telah dimintai klarifikasi diketahui adalah Novilyan Dewi, Ipda Purwanto, serta seorang anggota keluarga yang namanya tercantum dalam salah satu yayasan yang berkaitan dengan pengelolaan dapur MBG di Jambi.

Meski pemeriksaan telah dilakukan, kepolisian menegaskan proses hukum masih berada pada tahap penyelidikan.

Karena itu, belum ada kesimpulan maupun penetapan pihak tertentu sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan, dokumen, serta informasi pendukung guna mengungkap secara jelas duduk perkara yang dilaporkan masyarakat.

“Masih dalam proses penyelidikan. Kita tunggu hasil kerja penyidik. Nanti jika seluruh rangkaian proses sudah selesai, tentu akan kami sampaikan kepada rekan-rekan media,” ujar Erlan.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah agenda pemeriksaan dan pendalaman yang harus dilakukan sebelum penyidik mengambil kesimpulan terkait laporan yang diterima.

Erlan juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara profesional sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Kita percayakan kepada penyidik yang menangani perkara ini. Semua akan diproses sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Laporan dugaan pemalsuan dokumen tersebut diketahui telah diterima Ditreskrimum Polda Jambi sejak 25 Maret 2026.

Pelapor disebut berasal dari sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Jambi.

Dalam proses penyelidikan, penyidik kini tidak hanya memeriksa saksi-saksi, tetapi juga menelaah sejumlah dokumen administrasi dan legalitas yayasan yang berkaitan dengan program tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat beberapa yayasan yang namanya muncul dalam proses pendalaman penyidik.

Di antaranya Yayasan Nusantara Pangan Sejahtera yang tercatat atas nama Purwanto, kemudian Yayasan Nuansa Mitra Sejati yang tercatat atas nama Novilyan Dewi, serta Yayasan Mitra Pangan Global yang disebut tercatat atas nama salah satu anggota keluarganya.

Penyidik juga dikabarkan tengah menelusuri keterkaitan antar yayasan tersebut, termasuk aspek legalitas, dokumen pendirian, hingga peran masing-masing pihak dalam pengelolaan program yang dilaporkan.

Meski sejumlah nama telah dimintai keterangan, Polda Jambi menegaskan bahwa seluruh pihak yang diperiksa saat ini masih berstatus sebagai pihak yang dimintai klarifikasi dalam tahap penyelidikan.

Kepolisian juga mengingatkan bahwa asas praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan selama proses hukum berlangsung.

“Setiap laporan yang masuk akan kami tangani secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang cukup. Kami juga mengedepankan asas praduga tak bersalah. Karena itu, mari menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan,” kata Erlan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program strategis nasional.

Namun demikian, hingga saat ini penyidik masih fokus pada pengumpulan fakta dan verifikasi dokumen sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Perkembangan lebih lanjut dari perkara tersebut akan bergantung pada hasil pemeriksaan saksi, analisis dokumen, serta alat bukti yang berhasil dikumpulkan penyidik selama proses penyelidikan berlangsung.(*)




TP Posyandu Diminta Bergerak Cepat, Pendataan Ibu Hamil dan Balita di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah Maulana, menginstruksikan seluruh jajaran TP Posyandu di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk segera melakukan pendataan ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah masing-masing.

Arahan tersebut disampaikan saat pelantikan dan pengukuhan TP PKK, Bunda PAUD, dan TP Posyandu se-Kota Jambi yang digelar di Aula PKK Kota Jambi, Selasa (3/3/2026).

Menurut Nadiyah, pendataan yang akurat menjadi langkah awal yang sangat penting guna memastikan berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat tepat sasaran.

“Melalui TP Posyandu, segera lakukan pendataan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Data ini menjadi dasar agar bantuan dan intervensi gizi benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegasnya.

Ia menekankan, peran TP Posyandu tidak hanya sebatas pelayanan rutin, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kota Jambi.

Dengan data yang valid dan terbarui, lanjutnya, pemerintah daerah dapat mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus memperkuat pemberdayaan keluarga.

Selain menyoroti pentingnya pendataan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan serah terima jabatan TP PKK Kecamatan Alam Barajo dan Telanaipura.

Nadiyah mengingatkan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi, sehingga pengurus baru diharapkan segera beradaptasi dan memahami tugasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari camat hingga kader di tingkat kelurahan, untuk bersinergi mendukung program kesehatan dan pendidikan anak, termasuk penguatan peran Bunda PAUD.

“Kolaborasi dan kerja nyata di lapangan menjadi kunci. Dengan pendataan yang baik dan kerja bersama, kita bisa memastikan ibu dan anak di Kota Jambi mendapatkan perhatian maksimal,” pungkasnya.(*)