Pemerintah Targetkan Efisiensi Anggaran Rp20 Triliun dari Program MBG

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah resmi menyesuaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyalurkan makanan sehat selama lima hari dalam seminggu.

Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi anggaran negara di tengah tantangan ekonomi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa program MBG tetap berjalan, namun difokuskan pada hari-hari aktif sekolah agar lebih tepat sasaran.

“Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar lima hari dalam seminggu, dengan pengecualian untuk asrama, daerah 3T, dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).

Penyesuaian ini menyesuaikan dengan jadwal belajar di sekolah masing-masing daerah.

Sekolah yang aktif lima hari, akan menerima program MBG lima hari, sedangkan wilayah tertentu yang membutuhkan perhatian khusus tetap diberikan fleksibilitas.

Langkah ini diproyeksikan mampu memberikan penghematan signifikan, mencapai sekitar Rp 20 triliun, sekaligus mendukung transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan.

“Pemerintah mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif, berpartisipasi aktif, dan mendukung efisiensi serta transformasi budaya kerja ini,” tambah Airlangga.

Meskipun penyesuaian dilakukan, tujuan utama MBG tetap dijaga: meningkatkan asupan gizi anak-anak dan kelompok rentan, sekaligus menjaga efektivitas program dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal, meningkatkan efisiensi belanja negara, serta membangun ketahanan ekonomi menghadapi tekanan global.(*)




Alhamdulillah, 1.769 Anak Merangin Dapatkan Layanan Gizi dari SPPG Nalo Tantan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Merangin, H. Abdul Khafidh, resmi membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nalo Tantan 1 pada Senin (27/10).

Peresmian ini menjadi langkah penting pemerintah daerah dalam menjaga kualitas gizi bagi ribuan anak penerima manfaat di Kabupaten Merangin.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri Wakil Ketua TP PKK Merangin Emi Minarsih, Isnedi selaku owner SPPG, Direktur PDAM, perwakilan Kodim 0420 Sarko, Polres Merangin, Camat Nalo Tantan, Ketua RT 10, serta berbagai tamu undangan.

Momen simbolis dilakukan dengan pengguntingan pita oleh Wabup Khafidh, menandai dimulainya operasional SPPG Nalo Tantan 1.

Usai peresmian, Wabup meninjau kondisi dapur utama.

Mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap masker, sarung tangan, celemek, hingga sandal khusus  ia memeriksa loker, gudang bahan kering, tempat memasak nasi, dan area pencucian ompreng.

Wabup menekankan pentingnya menjaga kebersihan dapur dan pengelolaan limbah.

“Pak Bupati sangat menekankan soal saluran pembuangan limbah. Hari ini mungkin belum banyak, tapi beberapa hari ke depan harus tetap dipantau. Peninjauan rutin itu wajib,” tegasnya.

Selain dapur, Wabup meninjau ruang pemorsian untuk memastikan nasi dan lauk pauk disajikan hangat dan layak konsumsi.

Ia juga mengunjungi SMPN 43 Merangin, tempat anak-anak penerima manfaat menikmati makanan dari SPPG Nalo Tantan 1. Total ada 1.769 anak penerima manfaat yang mendapatkan layanan dari SPPG ini.

“Kalau ada makanan yang terasa janggal, jangan dimakan. Segera laporkan ke guru supaya bisa ditindaklanjuti,” pesan Wabup Khafidh kepada para siswa.

Dengan peresmian ini, Pemerintah Kabupaten Merangin berharap program pemenuhan gizi dapat berjalan maksimal, tidak hanya dari sisi kualitas makanan, tetapi juga kebersihan dan keamanan proses penyajiannya.(*)




Cegah Gizi Buruk, Polres Sarolangun Rekrut Relawan Pengawas MBG

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Polres Sarolangun melaksanakan tahapan wawancara dan pemeriksaan kesehatan (Rikkes) dalam rangka Rekrutmen Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Para relawan ini nantinya akan bertugas memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Kegiatan dilaksanakan di Ruangan Dokkes Polres Sarolangun, Selasa pagi (2/9/2025), sebagai bagian penting dari proses seleksi guna memastikan bahwa calon relawan memiliki kondisi fisik, mental, serta pemahaman gizi yang memadai.

Menurut Wakapolres Sarolangun Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom, MH, proses wawancara dan pemeriksaan menyeluruh ini mencakup:

  • Tes motivasi dan pemahaman terkait program gizi nasional

  • Evaluasi kesiapan mental dan fisik

  • Pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tanda vital, kondisi tubuh, serta tes medis pendukung lainnya

“Diharapkan para relawan yang lolos seleksi dapat bekerja secara profesional dan memberikan kontribusi nyata dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya di Kabupaten Sarolangun,” ujar Kompol Aswindo.

Seluruh proses Rikkes juga diawasi langsung oleh sejumlah pejabat internal Polres, di antaranya Kabag SDM AKP Sarehat, SH, Kasat Intelkam AKP Tarjono, SH, MH, Kasiwas AKP Syamsudin, Kasi Humas AKP Riendradi, Kaur Dokkes Aipda Firman A.Mkes, serta perwira dan personel yang tergabung dalam tim pengawasan.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk memastikan anak-anak dan masyarakat rentan mendapatkan akses gizi seimbang melalui distribusi makanan bergizi secara terstruktur dan terpantau.(*)