Kota Jambi Raih Terbaik III Pengelolaan Sampah se-Sumatera, Bawa Pulang Hadiah Rp1 Miliar

BATAM, SEPUCUKJAMBI.ID — Kinerja Pemerintah Kota Jambi dalam pengelolaan sampah dan lingkungan mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.

Kota Jambi ditetapkan sebagai Terbaik III Regional Sumatera kategori pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI dalam ajang Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Hotel Radisson Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu malam, 12 Agustus 2026.

Tak hanya piagam, capaian tersebut juga membawa apresiasi senilai Rp1 miliar untuk Pemerintah Kota Jambi.

Piagam penghargaan diterima langsung Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, dari Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Capaian ini menempatkan Kota Jambi sebagai salah satu dari tiga kota di Regional Sumatera yang mendapat penghargaan pada kategori pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI.

Penghargaan tersebut diberikan dalam skema penilaian kinerja pemerintah daerah yang dilakukan secara regional dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal masing-masing daerah.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah pusat mendorong persaingan antardaerah agar berlomba meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik.

Rp1 Miliar Jadi Tantangan Berikutnya

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengatakan penghargaan tersebut bukan menjadi alasan bagi Pemkot Jambi untuk berhenti berbenah.

Sebaliknya, capaian tersebut dinilai menjadi dorongan untuk meningkatkan pengelolaan sampah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Capaian ini tentu merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi dan dukungan masyarakat,” ujar Diza.

Ia menyebut program pengelolaan sampah yang telah diinisiasi Pemkot Jambi, termasuk Program OPBM, akan terus diperkuat.

Menurut Diza, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan kota. Dampaknya juga berhubungan langsung dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Melalui penghargaan ini kami berkomitmen akan terus meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Jambi menjadi lebih baik lagi dan bisa dirasakan manfaatnya baik dari sisi lingkungan hidup begitu juga dengan kesehatan untuk seluruh masyarakat,” katanya.

Adapun hadiah Rp1 miliar yang diterima pemerintah daerah juga disebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Pengelolaan Sampah Jadi Salah Satu Ukuran Kinerja Daerah

Kemendagri memasukkan pengelolaan sampah dan lingkungan sebagai salah satu kategori dalam penghargaan pemerintah daerah berprestasi.

Selain kategori tersebut, penilaian juga mencakup akses penduduk terhadap pendidikan, akses dan kualitas layanan kesehatan, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.

Untuk Batch II Regional Sumatera, penghargaan diberikan kepada masing-masing tiga provinsi, tiga kabupaten dan tiga kota pada setiap kategori.

Artinya, capaian Kota Jambi bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat terhadap kinerja daerah dalam menjalankan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Namun, penghargaan tersebut sekaligus membawa pekerjaan rumah.

Pengelolaan sampah merupakan persoalan yang membutuhkan konsistensi, mulai dari pengurangan sampah di sumber, pengangkutan, pengolahan hingga pengelolaan lingkungan.

Karena itu, penghargaan Rp1 miliar tersebut menjadi peluang bagi Pemkot Jambi untuk memperkuat program yang sudah berjalan, sekaligus memastikan manfaat anggaran dapat dirasakan masyarakat.

Diza: Hasil Kerja Bersama

Diza menegaskan penghargaan tersebut bukan hasil kerja satu pihak. Menurutnya, capaian Kota Jambi merupakan hasil kolaborasi pemerintah, aparatur hingga masyarakat.

“Ini menjadi motivasi untuk kita ke depan semakin lebih baik lagi dalam tatanan pengelolaan sampah,” ujarnya.

Ia juga menilai program yang telah dijalankan Pemkot Jambi perlu terus dikembangkan agar memberikan dampak lebih besar pada tahun-tahun berikutnya.

Sebelum malam penganugerahan, para kepala daerah atau perwakilan pemerintah daerah se-Sumatera mengikuti rapat koordinasi Forkopimda se-Sumatera bersama Menteri Dalam Negeri.

Forum tersebut menjadi ruang koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk membahas berbagai agenda pembangunan sekaligus memperkuat pelaksanaan program prioritas nasional.

Bagi Kota Jambi, penghargaan ini kini menghadirkan target baru: memastikan predikat sebagai daerah berprestasi tidak berhenti pada piagam dan seremoni, tetapi diterjemahkan menjadi pengelolaan sampah yang semakin efektif serta lingkungan kota yang benar-benar lebih bersih dan sehat.(*)




Setahun Kepemimpinan Maulana-Diza, Berikut Capaian Program Kota Jambi Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr Maulana, memaparkan capaian signifikan selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dalam apel disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Kota Jambi, Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat OPD, staf ahli, asisten, serta seluruh unsur ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Maulana menegaskan, sejak hari pertama menjabat, pemerintah langsung mengimplementasikan 11 program unggulan sebagai peta jalan menuju visi “Kota Jambi Bahagia”.

Ia menekankan, capaian tersebut bisa diraih berkat komitmen, kerja keras, kolaborasi, dan sinergi seluruh jajaran pemerintah.

“Tidak ada yang mudah, namun juga tidak ada yang terlalu sulit. Dengan kekompakan tim, berbagai capaian dapat kita raih bersama demi kebahagiaan masyarakat,” ujar Maulana.

Capaian Program Unggulan

Beberapa hasil program prioritas selama satu tahun terakhir antara lain:

  • Program Kartu Bahagia: Menambah 49.212 kuota BPJS bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, memberikan layanan cek kesehatan gratis untuk 111.762 warga, serta jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

  • Beasiswa dan Infrastruktur: 2.070 siswa menerima beasiswa, lebih dari 13 ribu jaringan gas rumah tangga dipasang, dan berbagai bantuan sosial disalurkan, termasuk bedah rumah, sembako murah, bantuan disabilitas, internet gratis, hingga dukungan bencana.

  • Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat): Lebih dari 2.000 peserta mengikuti pelatihan keterampilan, job fair dengan 13 ribu lowongan kerja, workshop kewirausahaan, digital marketing, hingga program magang luar negeri.

  • Program Bank Harkat: Kredit berbunga rendah sebesar Rp111,4 miliar dan dukungan untuk ratusan UMKM melalui bantuan usaha dan peralatan.

  • Ruang Milenial: Pengembangan ruang publik kreatif, festival ekonomi kreatif, dan internet gratis di rumah ibadah.

  • Kampung Bahagia dan Lansia Bahagia: Pilot project di 67 RT, berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, layanan kesehatan dan jenguk lansia, serta pengembangan puskesmas ramah lansia.

  • Kota Tangguh: Infrastruktur, penanganan banjir, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, armada listrik, dan penataan estetika kota serta kawasan bersejarah.

  • Pendapatan dan Kebudayaan: PAD 2025 mencapai Rp618,98 miliar, program Bahagia Berbudaya mendorong festival budaya, sport tourism, dan penyelenggaraan event nasional.

  • ASN dan Call Center: Ribuan tenaga honorer diangkat menjadi PPPK melalui Program Apel Kota dan Balap, sedangkan Call Center Bahagia mencatat 6.152 panggilan masyarakat dengan tingkat penyelesaian 97,15 persen.

Selama satu tahun kepemimpinan, Pemerintah Kota Jambi berhasil meraih 37 penghargaan, terdiri dari 23 tingkat provinsi, 13 nasional, dan satu internasional. Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur, petugas lapangan, tenaga pendamping, dan semua pihak yang terlibat.

Tantangan dan Arah Kebijakan 2026

Memasuki tahun kedua, Maulana menyoroti tantangan seperti keterbatasan keuangan daerah, kebutuhan lapangan kerja, perkembangan teknologi, partisipasi masyarakat, serta isu perubahan iklim.

Pemerintah menargetkan capaian 2026, termasuk IPM 82,45, pertumbuhan ekonomi 5,75 persen, investasi Rp2 triliun, pengangguran 6,95 persen, dan prevalensi stunting 8,75 persen.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, optimalisasi pembiayaan non-APBD, peningkatan layanan publik, penguatan SDM ASN berbasis teknologi, serta percepatan program prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan, hilirisasi, investasi, pengelolaan sampah, dan pengentasan kemiskinan.

Di akhir arahannya, Maulana meminta seluruh ASN untuk terus menjaga disiplin, meningkatkan inovasi, dan memastikan setiap program berjalan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kerja kita adalah untuk pelayanan dan kesejahteraan warga. Mari songsong tahun kedua dengan semangat lebih kuat,” pungkasnya.(*)




Keterbukaan Informasi Publik, Pemkot Jambi Juara Pertama Se-Provinsi Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi (Pemkot Jambi) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan tertinggi Keterbukaan Informasi Publik.

Prestasi ini menjadi yang kelima kalinya secara berturut-turut, di mana Pemkot Jambi berhasil mempertahankan predikat PPID Utama “Informatif” Terbaik I dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi dengan nilai 98,39.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan Pemkot Jambi sebagai peringkat pertama PPID Utama se-Provinsi Jambi, disusul Kabupaten Sarolangun di posisi kedua dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur di peringkat ketiga.

Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik Provinsi Jambi Tahun 2025 ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, Rabu malam (17/12/2025).

Anugerah tersebut merupakan puncak dari rangkaian monitoring dan evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik terhadap badan publik di Provinsi Jambi.

Iyang meliputi pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, desa, hingga sektor Industri Jasa Keuangan (IJK).

Predikat Informatif menjadi bentuk pengakuan atas akuntabilitas dan kualitas layanan informasi yang diberikan kepada masyarakat.

Hal ini juga mencerminkan keberhasilan Pemkot Jambi dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik secara konsisten dan berkelanjutan.

Usai menerima penghargaan, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini Pemkot Jambi kembali menerima penghargaan keterbukaan informasi publik dengan predikat tertinggi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan ini didukung oleh kelengkapan data serta keterbukaan informasi yang disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai platform resmi Pemkot Jambi.

“Banyak daerah yang juga meraih predikat Informatif, namun Pemkot Jambi memperoleh nilai tertinggi. Ini didorong oleh kualitas dan kelengkapan informasi yang kami sajikan,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkot Jambi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik agar semakin tepat sasaran dan mudah diakses oleh masyarakat.

Pada malam penganugerahan tersebut, Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi juga mencatatkan prestasi sebagai satu-satunya BUMD yang meraih predikat Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Jambi.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Dwike Riantara, mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan yang ketiga kalinya diraih oleh perusahaannya.

“Kami akan terus mempertahankan prestasi ini sebagai motivasi untuk memberikan layanan informasi yang terbuka dan informatif kepada publik,” singkatnya.

Prestasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh perangkat daerah, dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi sebagai leading sector yang didukung oleh seluruh OPD terkait.

Sinergi dan kekompakan antarinstansi menjadi kunci utama keberhasilan Pemkot Jambi dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.(*)