PERWOSI Jambi Juara Lagi! Pertahankan Gelar Senam Kreasi Nasional 2026 di Jakarta

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — PERWOSI Provinsi Jambi kembali menjadi yang terbaik di panggung nasional.

Tim senam Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Jambi berhasil merebut juara pertama Lomba Senam Kreasi Nasional 2026 di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta, Rabu 23 September 2026.

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Jambi pada ajang yang sama. Setelah menjadi juara pada 2025, tim PERWOSI Jambi kembali merebut posisi teratas pada edisi 2026.

Tampil dengan nomor urut enam, tim Jambi harus bersaing dengan peserta dari sejumlah daerah, di antaranya Maluku, Jawa Barat, Maluku Utara, Jawa Tengah hingga Papua Barat Daya.

Di hadapan para peserta dan penonton, tim Jambi menampilkan koreografi yang mengandalkan kekompakan, dinamika gerakan dan kekuatan penampilan kelompok.

Identitas daerah juga ditonjolkan melalui kostum bercorak kain tradisional khas Jambi. Perpaduan gerakan dan busana tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton.

Lomba tersebut dibuka Ketua Umum PERWOSI, Tri Tito Karnavian.

Diperkuat Atlet Berprestasi

Keberhasilan Jambi mempertahankan gelar tidak lepas dari komposisi tim yang diperkuat sejumlah atlet berprestasi.

Tim Jambi diisi oleh peraih medali cabang gimnastik pada Pekan Olahraga Nasional (PON), serta atlet dari Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Jambi.

Mereka menjalani persiapan di bawah arahan Aprilian Anggara, pesenam Jambi yang sebelumnya meraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara.

Kombinasi pengalaman atlet dan persiapan tersebut menjadi salah satu modal tim Jambi menghadapi persaingan pada lomba tahun ini.

Pembina PERWOSI Jambi, Hesti Haris, yang hadir menyaksikan perlombaan, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim mempertahankan gelar.

“Alhamdulillah, saya ikut bangga karena kembali meraih gelar juara untuk kedua kalinya,” kata Hesti.

Menurut Hesti, capaian tersebut merupakan hasil dari latihan yang dilakukan secara serius oleh para anggota tim.

Dukungan KONI Provinsi Jambi juga disebut menjadi bagian dari proses persiapan tim.

Persaingan Tahun Ini Makin Ketat

Ketua PERWOSI Jambi, Fitriani Ulinda, mengaku keberhasilan mempertahankan gelar terasa semakin berarti karena persaingan tahun ini berlangsung ketat.

Menurutnya, sejumlah kontingen tampil dengan persiapan yang matang, baik dari sisi koreografi maupun penampilan visual.

“Peserta lainnya juga tampil menarik dan lebih siap, baik dari sisi gerakan maupun kostum,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan 2025, PERWOSI Jambi juga berhasil mengamankan juara pertama sekaligus membawa pulang penghargaan kostum terbaik.

Tahun ini, Jambi kembali menunjukkan konsistensinya dengan merebut gelar juara utama.

Daftar Pemenang Senam Kreasi Nasional 2026

  • Juara I: PERWOSI Jambi

  • Juara II: PERWOSI Maluku

  • Juara III: PERWOSI Jawa Barat

  • Harapan I: PERWOSI Maluku Utara

  • Harapan II: PERWOSI Jawa Barat II

  • Harapan III: PERWOSI Jawa Tengah

Daftar Peraih Kostum Terbaik

  • Provinsi Riau

  • PERWOSI Banten

  • PERWOSI Papua

Bagi Jambi, kemenangan tersebut bukan hanya mempertahankan gelar, tetapi juga menunjukkan konsistensi tim dalam bersaing pada ajang senam kreasi tingkat nasional.(*)




Menuju PON 2028, KONI Jambi Siapkan Pelatda Mulai Oktober 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyusun strategi lebih awal untuk menghadapi babak prakualifikasi PON 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang ditargetkan mulai berjalan Oktober 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari persiapan KONI Jambi untuk meningkatkan capaian olahraga prestasi pada ajang PON mendatang.

Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Jambi, H AS Budianto, bersama Tim Pembinaan Prestasi (Binpres) telah menyerahkan proposal Pelatda kepada Ketua Umum KONI Jambi melalui Kepala Sekretariat KONI Jambi, Murni, di Jambi.

Dalam proposal itu, KONI Jambi menyiapkan tiga skema Pelatda yang dapat diterapkan sepanjang 2026.

Skema pertama berupa Pelatda khusus bagi 76 atlet berprestasi yang sebelumnya tampil pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Skema kedua adalah Pelatda berjalan yang melibatkan seluruh cabang olahraga anggota KONI Provinsi Jambi.

Saat ini terdapat 54 cabang olahraga yang berada di bawah KONI Jambi.

Sementara skema ketiga berupa Training Camp selama 10 hari di Kerinci pada Desember 2026.

“Training Camp tersebut direncanakan akan diikuti 50 atau 30 atlet terseleksi hasil Pelatda khusus 76 atlet berprestasi PON Aceh-Sumut dan Pelatda berjalan seluruh cabor,” kata H AS Budianto.

KONI Jambi merencanakan peresmian Pelatda pada 18 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan HUT KONI 2026.

Sementara pelaksanaan program latihan diusulkan berlangsung mulai 1 Oktober hingga Desember 2026.

Namun, agar agenda tersebut dapat berjalan sesuai jadwal, Tim Binpres KONI Jambi mengusulkan sejumlah langkah yang perlu segera diputuskan.

Pertama, KONI Jambi perlu menerbitkan Surat Keputusan mengenai penunjukan Satuan Pelaksana (Satlak) Pelatda KONI Jambi Tahun 2026.

Kedua, dilakukan revisi anggaran dari dana PON Bela Diri Sulawesi Utara 2026 untuk mendukung pembiayaan Pelatda 2026.

Ketiga, Ketua Umum KONI Jambi diminta segera menentukan opsi Pelatda yang akan digunakan berdasarkan skema yang diajukan Tim Binpres.

Dengan demikian, persiapan tidak hanya menyangkut program latihan atlet, tetapi juga kepastian struktur pelaksana dan dukungan anggaran.

Pelatda 2026 diposisikan sebagai tahap awal untuk membangun kesiapan atlet Jambi menghadapi rangkaian persiapan PON.

Pada 2027, para atlet akan menghadapi babak prakualifikasi PON. Atlet dan cabang olahraga yang berhasil lolos kemudian diproyeksikan melanjutkan persiapan menuju PON 2028 di NTB-NTT.

H AS Budianto mengatakan KONI Jambi telah menyusun program pembinaan melalui Tim Binpres dengan target memperbaiki pencapaian Jambi pada PON berikutnya.

“Jambi menargetkan bisa naik peringkat pada PON 2028 dibandingkan prestasi pada PON 2024 di Aceh-Sumut lalu, program telah disusun oleh Binpres KONI Jambi untuk bisa meraih prestasi pada PON mendatang,” katanya.

Karena itu, tiga bulan terakhir 2026 akan menjadi salah satu fase penting dalam pematangan program pembinaan atlet Jambi.

Mulai dari pemetaan atlet, pelaksanaan Pelatda, seleksi menuju Training Camp hingga persiapan menghadapi prakualifikasi PON 2027 akan menjadi rangkaian yang saling berkaitan.

KONI Jambi kini tinggal menunggu keputusan mengenai skema Pelatda yang akan dipilih serta sejumlah perangkat pendukung agar program tersebut dapat berjalan sesuai jadwal.(*)




Kejuaraan Anggar Kota Jambi Perdana Digelar, Bidik Regenerasi Atlet Menuju Pra PON 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan atlet anggar mulai memanas di Kota Jambi. Kejuaraan Anggar Kota Jambi resmi digelar di Aula SMAN 1 Kota Jambi, Sabtu, 19 September 2026.

Bukan sekadar perebutan medali, kejuaraan tersebut menjadi momentum awal Pengkot IKASI Kota Jambi membangun pembinaan atlet secara lebih terukur.

Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi kalender kompetisi yang lebih besar, termasuk Babak Kualifikasi PON (BK PON) atau Pra PON 2027.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, hadir dalam pembukaan bersama sejumlah pengurus olahraga dan jajaran SMAN 1 Kota Jambi.

Hadir pula Ketua KONI Kota Jambi Antoni Karia Gumay, Ketua KONI Tebo Fadlin Hafizi, Ketua Harian Pengprov IKASI Jambi Atri Widowati, Ketua Pelaksana AKBP Ambar Puji Utomo, serta Kepala SMAN 1 Kota Jambi Irwansyah.

Mat Sanusi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut.

Menurut dia, penyelenggaraan Kejuaraan Kota Jambi kali ini memiliki kualitas yang dinilainya sudah mendekati level Kejuaraan Provinsi.

“Terima kasih Kota Jambi, semoga ini menjadi contoh baik ke depannya,” kata Mat Sanusi.

Pelaksanaan kejuaraan di SMAN 1 Kota Jambi juga menjadi catatan tersendiri. Sekolah tersebut untuk pertama kalinya menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan anggar.

Bagi Mat Sanusi, pemanfaatan venue di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan olahraga prestasi kepada generasi muda.

Ia juga mendorong atlet agar tidak berhenti pada kejuaraan tingkat kota.

Menurutnya, peluang berkarier melalui jalur prestasi olahraga juga semakin terbuka, termasuk melalui institusi pemerintah, TNI, dan Polri.

“Raihlah prestasi semaksimal mungkin,” ujarnya.

Pesan tersebut berkaitan dengan agenda yang sudah menunggu di depan. Tahun 2027, atlet akan menghadapi BK PON atau Pra PON sebagai salah satu tahapan menuju PON NTT-NTB 2028.

Karena itu, Mat Sanusi meminta atlet Jambi mulai mempersiapkan kemampuan sejak sekarang.

“Saya harapkan kepada seluruh atlet agar menyiapkan diri menjadi atlet handal yang bisa membawa nama baik Provinsi Jambi untuk PON kedepannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan atlet untuk menjaga sportivitas dan disiplin selama pertandingan.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov IKASI Jambi, Atri Widowati, menyebut kejuaraan ini memiliki arti penting karena menjadi penyelenggaraan perdana yang dilakukan Pengkot IKASI Kota Jambi.

Menurut Atri, agenda serupa tidak akan berhenti pada kejuaraan kali ini.

Pengprov IKASI Jambi tengah mendorong format pertandingan rutin berbentuk sirkuit yang melibatkan kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“Pengprov ke depannya akan mengadakan kegiatan rutin yang kita sebut sirkuit pertandingan yang diwajibkan kepada seluruh kabupaten/kota secara bergilir,” ujar Atri.

Format tersebut diharapkan membuat atlet memiliki kesempatan bertanding secara lebih rutin sekaligus memberi ruang bagi pengurus, pelatih, dan daerah untuk mengukur perkembangan atlet.

Agenda penting berikutnya dijadwalkan pada November. Pengprov IKASI Jambi akan menggelar seleksi BK PON yang sekaligus dirangkai dengan Kejuaraan Provinsi.

Atri meminta atlet tidak menunggu hingga kompetisi dimulai untuk melakukan persiapan.

“Jadi kepada seluruh atlet agar bersiap dan tetap bersemangat,” katanya.

Kejuaraan Kota Jambi juga menjadi ajang menguji atlet-atlet binaan dari sejumlah kabupaten dan kota.

Atri menyebut sebagian atlet yang tampil telah memiliki pengalaman bertanding di level nasional.

Salah satu catatannya adalah keikutsertaan mereka dalam kejuaraan open nasional di Palembang sekitar dua bulan sebelumnya.

Dari ajang tersebut, atlet Jambi berhasil membawa pulang dua medali perunggu.

Catatan itu menjadi modal awal menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Namun, konsistensi pertandingan dan pembinaan tetap menjadi pekerjaan berikutnya jika Jambi ingin membangun kekuatan anggar yang kompetitif hingga level PON.

Ketua KONI Kota Jambi, Antoni Karia Gumay, yang membuka kejuaraan, menempatkan event tersebut tidak semata-mata sebagai arena mengejar podium.

Menurut Antoni, pertandingan juga menjadi ruang bagi atlet untuk menyalurkan energi ke aktivitas positif sekaligus mempertemukan pengurus, pelatih, dan atlet dalam suasana kompetitif.

“Kita bisa berdiskusi di sini, sharing, saling bertukar pikiran. Yang paling penting energi lebih yang dimiliki anak-anak ini dapat disalurkan kepada hal-hal positif di bidang olahraga,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sportivitas selama pertandingan. Bagi Antoni, kejuaraan tersebut dapat menjadi salah satu tolok ukur proses pembinaan atlet anggar di Kota Jambi.

Dengan agenda sirkuit yang direncanakan Pengprov IKASI serta seleksi BK PON pada November, Kejuaraan Anggar Kota Jambi kini menjadi salah satu pijakan awal menuju persaingan yang lebih besar pada 2027 dan PON NTT-NTB 2028.(*)




Atlet Petanque Jambi Topan Satria Dipanggil Seleksi Timnas untuk World Cup 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peluang atlet petanque Jambi untuk menembus jajaran Tim Nasional Indonesia terbuka lebar.

Topan Satria mendapat panggilan dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) untuk mengikuti training camp sekaligus seleksi Timnas Indonesia menghadapi World Cup Petanque Championship 2026.

Seleksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–26 September 2026.

Topan akan bersaing dalam training camp yang menjadi bagian dari proses pemilihan atlet untuk memperkuat Indonesia pada ajang dunia yang akan berlangsung di Thailand.

Pemanggilan Topan tertuang dalam surat PB FOPI Nomor 106/FOPI/IX/2026 tertanggal 16 September 2026.

Surat tersebut ditujukan kepada Ketua Umum Pengprov FOPI Jambi dan ditandatangani Ketua Umum PB FOPI, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.

Ketua Umum Pengprov FOPI Jambi, Prof. Dr. Drs. H. Sukendro, M.Kes., AIFO, menyebut pemanggilan tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga petanque di Jambi.

Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan buah dari proses pembinaan dan kerja keras atlet bersama pelatih serta pihak-pihak yang mendukung perkembangan petanque di Jambi.

“Topan Satria mendapat kesempatan mengikuti training camp dan seleksi Tim Nasional Indonesia. Ini merupakan hasil dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung perkembangan petanque di Jambi,” ujar Sukendro.

Dalam surat pemanggilan tersebut, Topan dipilih berdasarkan hasil evaluasi Tim Pembinaan Prestasi PB FOPI untuk mengikuti seleksi melalui training camp Tim Nasional Indonesia.

Jika berhasil melewati proses seleksi, atlet terpilih akan melanjutkan ke pemusatan latihan nasional sebagai bagian dari persiapan menuju kejuaraan dunia.

Dengan demikian, training camp pada akhir September menjadi tahapan penting bagi Topan untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing memperebutkan tempat di skuad Indonesia.

Sukendro meminta Topan menjaga kondisi fisik dan menjalani seluruh program latihan dengan disiplin selama berada di training camp.

“Kami berharap Topan menjaga kondisi, disiplin selama menjalani program latihan, dan tampil maksimal. Semoga ia lolos serta dipercaya membawa nama Indonesia pada World Cup 2026,” katanya.

Topan dijadwalkan sudah berada di Lapangan Petanque New Kampret, Perumahan Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada 21 September 2026.

Selain mengikuti rangkaian latihan dan seleksi, Topan diminta membawa sejumlah dokumen dan perlengkapan yang diperlukan, termasuk paspor serta perlengkapan latihan dan pertandingan.

Apabila lolos dalam proses seleksi, Topan berpeluang melanjutkan perjalanan bersama Timnas Indonesia menuju World Cup Petanque Championship 2026.

Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20–26 November 2026 di Khon Kaen University, Provinsi Khon Kaen, Thailand.

Sukendro menilai pemanggilan Topan menunjukkan bahwa atlet petanque asal Jambi memiliki peluang untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi pemicu bagi atlet-atlet petanque lainnya untuk meningkatkan kualitas latihan dan prestasi.

“Ini harus menjadi motivasi bagi atlet-atlet petanque Jambi lainnya. Dengan latihan yang sungguh-sungguh dan pembinaan berkelanjutan, peluang untuk menembus Tim Nasional selalu terbuka,” pungkas Sukendro.(*)




Taklukkan Pesaing Enam Negara, Panahan Jambi Raih Emas di Satria Legawa 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  — Busur atlet Jambi kembali berbicara di panggung internasional.

Tim panahan Provinsi Jambi berhasil merebut medali emas nomor beregu compound putra 50 meter pada Satria Legawa Pro Archery Championship 2026 di Jakarta.

Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi Pengprov Perpani Jambi karena kemenangan diraih dalam kejuaraan yang mempertemukan atlet Indonesia dengan peserta dari enam negara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Kanada, Prancis dan Hong Kong.

Kompetisi berlangsung di Jakarta International Equestrian Park, Pulomas, Jakarta, pada 21-25 Agustus 2026.

Medali emas itu sekaligus menunjukkan kemampuan atlet panahan Jambi untuk bersaing dalam level kompetisi yang lebih luas, tidak hanya di arena nasional.

Ketua Umum Pengprov Perpani Provinsi Jambi, Heri Yanto, menyambut keberhasilan tersebut dengan penuh apresiasi.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui latihan, kedisiplinan dan kesiapan mental para atlet.

“Atas nama Pengprov Perpani Jambi, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga yang luar biasa kepada atlet-atlet kita yang telah mengharumkan nama Provinsi Jambi di kancah internasional,” kata Heri Yanto, Rabu 26 Agustus 2026.

Heri menilai keberhasilan merebut podium tertinggi memiliki arti lebih dari sekadar tambahan koleksi medali.

Tim Jambi mampu melewati persaingan dengan atlet dari sejumlah negara peserta yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

“Mereka mampu bersaing dan mengalahkan atlet terbaik dari enam negara sahabat: Singapura, Malaysia, Thailand, Kanada, Prancis, dan Hong Kong,” ujarnya.

Bagi Perpani Jambi, capaian itu menjadi modal penting untuk terus memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan daya saing cabang olahraga panahan di daerah.

Heri berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai satu pencapaian, tetapi menjadi pemicu lahirnya atlet-atlet baru yang mampu membawa nama Jambi dan Indonesia ke kompetisi yang lebih tinggi.

Di balik prestasi yang diraih, Heri juga menyoroti kebutuhan dukungan terhadap pembinaan atlet, terutama dari sisi sarana dan peralatan pertandingan.

Menurut dia, prestasi atlet perlu diikuti dengan dukungan fasilitas yang memadai agar kemampuan atlet dapat terus berkembang.

“Kami berharap kemenangan ini menjadi awal dari deretan prestasi lain, sekaligus menginspirasi generasi muda Jambi untuk berani bermimpi besar dan mengangkat busur demi Merah Putih,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah daerah dan KONI memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan peralatan cabang olahraga panahan.

Permintaan tersebut dinilai penting agar atlet Jambi tidak hanya mampu mempertahankan prestasi.

Tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kompetisi nasional maupun internasional berikutnya.

Heri turut memberikan penghargaan kepada jajaran pelatih, ofisial, orang tua atlet serta masyarakat Jambi yang selama ini memberikan dukungan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah tim tidak lahir hanya dari performa atlet saat berada di arena pertandingan.

Pembinaan, dukungan keluarga, kerja pelatih dan kesiapan tim menjadi bagian dari proses menuju podium.

“Terima kasih kepada pelatih, official, orang tua, dan seluruh masyarakat Jambi atas dukungan yang luar biasa. Jambi bisa, Jambi juara!” ucap Heri.

Emas dari Jakarta tersebut kini menjadi tambahan energi bagi Perpani Jambi untuk melanjutkan pembinaan.

Tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan podium, tetapi memastikan prestasi internasional tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang lahirnya atlet panahan Jambi berkelas nasional dan dunia.(*)




Liga TopSkor Nasional 2026, Wakil Wali Kota Jambi Beri Pesan Khusus untuk Atlet Muda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 30 pemain muda Tim Talent Liga TopSkor (LTS) Jambi resmi mendapat dukungan Pemerintah Kota Jambi untuk berlaga pada Liga TopSkor Nasional 2026 di Bogor.

Mereka akan mewakili Provinsi Jambi pada kelompok usia 10 dan 12 tahun dalam salah satu kompetisi sepak bola usia dini bergengsi di Indonesia.

Saat memberikan motivasi kepada para pemain, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menegaskan keikutsertaan di level nasional merupakan kesempatan berharga yang tidak dimiliki semua atlet muda.

Menurutnya, ajang tersebut harus dimanfaatkan untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, sekaligus menunjukkan bahwa anak-anak Jambi mampu bersaing dengan daerah lain.

“Tidak semua anak mendapat kesempatan tampil di tingkat nasional. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, percaya pada kemampuan diri sendiri, bermain dengan penuh percaya diri, disiplin, dan ikuti arahan pelatih,” ujar Diza.

Ia meminta para pemain tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjadikan setiap pertandingan sebagai proses belajar untuk meningkatkan kualitas diri.

Bawa Nama Kota Jambi di Tingkat Nasional

Diza mengingatkan, setiap pemain membawa nama baik Kota Jambi saat bertanding.

Karena itu, selain menampilkan permainan terbaik, mereka juga diminta menjaga sikap, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Kalian tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga nama Kota Jambi. Tunjukkan bahwa anak-anak Jambi memiliki semangat juang, kemampuan, dan sikap yang baik di dalam maupun di luar lapangan,” katanya.

Menurut Diza, sepak bola tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter.

Melalui olahraga, anak-anak belajar disiplin, bekerja sama, bertanggung jawab, berkomunikasi, hingga menghadapi kemenangan maupun kekalahan dengan sikap dewasa.

Pemkot Jambi Perkuat Pembinaan Atlet Muda

Pemerintah Kota Jambi, lanjut Diza, berkomitmen memperkuat pembinaan olahraga usia dini melalui dukungan terhadap kompetisi, peningkatan fasilitas olahraga, serta pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Ia berharap semakin banyak atlet muda Kota Jambi yang mampu menembus kompetisi nasional bahkan internasional.

“Kami ingin pembinaan olahraga usia dini terus berjalan dengan baik sehingga lahir lebih banyak atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kota Jambi. Prestasi penting, tetapi yang lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan pantang menyerah,” tegasnya.

Diza juga memberikan apresiasi kepada pelatih, orang tua, dan penyelenggara kompetisi yang dinilai memiliki peran besar dalam membina bakat sepak bola usia dini.

Tim Talent Liga TopSkor Jambi yang berangkat ke Bogor terdiri dari 30 orang, meliputi pemain kelompok usia 10 tahun dan 12 tahun, didampingi pelatih serta ofisial.

Keikutsertaan mereka diharapkan menjadi ajang menambah pengalaman bertanding sekaligus mengharumkan nama Kota Jambi di tingkat nasional.(*)




KONI Jambi Harap Taekwondo Kembali Solid Usai Penunjukan Karateker

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) resmi menunjuk kepengurusan karateker untuk Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jambi setelah kepengurusan sebelumnya dinonaktifkan.

Penunjukan ini menjadi langkah strategis untuk melakukan penataan ulang organisasi sekaligus menjaga keberlanjutan pembinaan atlet taekwondo di Provinsi Jambi.

Surat Keputusan (SK) karateker tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan PBTI, Hendri Juanda, S.H., kepada Ketua KONI Provinsi Jambi, Sanusi, di Kantor KONI Jambi dan disaksikan jajaran pengurus terkait.

Dalam struktur baru ini, Hendri Juanda, S.H. juga dipercaya PBTI untuk menjabat sebagai Ketua Karateker Pengprov TI Jambi.

Tugas utama karateker ke depan mencakup penataan organisasi, persiapan Musyawarah Provinsi (Musprov), serta memastikan pembinaan atlet tetap berjalan tanpa gangguan.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses konsolidasi internal organisasi taekwondo di Jambi agar kembali stabil dan produktif.

Ketua KONI Provinsi Jambi, Sanusi, menyambut baik penunjukan tersebut. Ia berharap TI Jambi dapat segera kembali solid dan fokus pada pembinaan atlet.

“KONI berharap TI Jambi segera solid kembali, pembinaan atlet berjalan maksimal, dan musyawarah pemilihan pengurus definitif segera dilakukan agar organisasi lebih cepat tertata,” ujar Sanusi.

Ia menambahkan, stabilitas organisasi menjadi kunci penting dalam mencetak prestasi atlet di level daerah maupun nasional.

Dengan adanya kepengurusan karateker ini, diharapkan Taekwondo Indonesia Jambi dapat kembali aktif, terstruktur, dan mampu meningkatkan prestasi di berbagai ajang kompetisi.

Momentum ini juga menjadi awal baru bagi pembinaan atlet agar lebih sistematis dan berkelanjutan di bawah tata kelola organisasi yang lebih solid.(*)




KONI Jambi dan Forki Bersinergi Tingkatkan Prestasi Karate Menuju PON 2028

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – AKBP Mat Sanusi, Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, menerima audiensi Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Jambi di Ruang Kerja Ketum KONI Jambi, Jumat (28/2).

Dalam pertemuan tersebut, Mat Sanusi memaparkan program kerja KONI bidang pembinaan olahraga dan menyamakan persepsi untuk menciptakan pembinaan yang lebih terstruktur dan menghasilkan prestasi membanggakan bagi Jambi.

“Saya ingin pembinaan olahraga di Jambi lebih terstruktur dan menghasilkan prestasi yang membanggakan. Kita harus kerja sama untuk raih prestasi olahraga Jambi Bisa,” ujar Mat Sanusi.

Sekretaris Umum Pengprov Forki Jambi, M Ali Adam, menegaskan pihaknya akan menyelaraskan program pembinaan untuk meningkatkan prestasi atlet karate Jambi, khususnya menjelang PON 2028.

“Kita akui prestasi karate Jambi pada PON 2016 atas nama Erlando. Kami berkomitmen tingkatkan prestasi pada ajang kejurnas di Bandung tahun ini,” ungkap Ali Adam.

Ia juga mengajak seluruh perguruan karate di Jambi untuk bersama-sama membina atlet dari tingkat lokal hingga nasional agar prestasi olahraga Jambi semakin optimal.

Pengurus Pengprov Forki Jambi periode 2026-2030 diketuai oleh Abun Yani, dengan Ketua Harian Ritas Mairiyanto, Sekum M Ali Adam, Bendahara Umum Ibnu Sina, dan Kabid Binpres Rahmad Riswandi.

Sinergi antara KONI Jambi dan Forki Jambi diharapkan menjadi fondasi kuat untuk pembinaan olahraga yang berkelanjutan dan prestasi yang membanggakan.(*)




Perlindungan untuk Atlet Jambi, Jasindo dan KONI Jalin Kerja Sama Asuransi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Asuransi Jasindo (Persero) Cabang Jambi mengajak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi untuk mengasuransikan seluruh atlet dan pelatih,.

Sehingga mereka dapat menjalani latihan dan kompetisi dengan aman, nyaman, serta fokus meraih prestasi terbaik.

Ajakan ini disampaikan dalam pertemuan resmi antara Jasindo Jambi dan pengurus KONI Provinsi Jambi di Jambi, Sabtu (29/02/2026).

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, menyambut baik inisiatif ini.

Ia menegaskan, perlindungan bagi atlet dan pelatih sangat penting agar mereka dapat fokus berkompetisi tanpa khawatir risiko cedera atau kecelakaan.

“Pengasuransian ini memberi rasa aman dan motivasi tambahan bagi para atlet, sehingga mereka bisa berjuang membawa nama Jambi dengan lebih tenang,” ujar Mat Sanusi.

Program ini diharapkan juga menjadi bentuk penghargaan terhadap dedikasi atlet dan pelatih yang berjuang untuk mengangkat prestasi olahraga di Provinsi Jambi.

Kerja sama ini menandai langkah konkret Jasindo Jambi dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi atlet dan pelatih.

Kedua pihak akan segera membahas detail program asuransi, termasuk cakupan perlindungan dan mekanisme klaim, agar implementasinya tepat sasaran dan efektif.

Dengan adanya program ini, diharapkan para atlet Jambi dapat lebih fokus pada latihan dan kompetisi, sementara pelatih merasa aman dalam membimbing para atlet.

Jasindo Jambi menegaskan komitmennya mendukung dunia olahraga lokal melalui perlindungan asuransi yang profesional dan menyeluruh.(*)




Manajer FC Koja Diza Hazra Aljosha Incar Gelar Juara Gubernur Cup 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Manajer Football Club Kota Jambi (FC Koja), Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menegaskan bahwa timnya menargetkan gelar juara umum dalam Kejuaraan Gubernur Cup 2026.

Target tersebut ditetapkan setelah melalui proses seleksi pemain yang ketat dan persiapan tim yang matang menjelang turnamen bergengsi tingkat Provinsi Jambi tersebut.

“Target kita jelas, juara umum. Sejak awal kami melakukan seleksi ketat terhadap para pemain. Mereka yang lolos seleksi kemudian ditempa dengan latihan intensif bersama pelatih yang berpengalaman,” ujar Diza.

Diza menjelaskan, FC Koja ditangani oleh pelatih berkualitas yang memiliki rekam jejak nasional.

Pelatih kepala FC Koja merupakan mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Saktiawan Sinaga, yang diharapkan mampu membawa strategi dan mental juara bagi tim Kota Jambi.

Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab para pemain karena membawa nama baik Kota Jambi dalam setiap pertandingan.

Menurutnya, kemenangan di setiap laga menjadi tujuan utama demi mengharumkan daerah.

“Kami berharap para pemain bisa memenangkan setiap pertandingan karena mereka membawa nama Kota Jambi. Jika berhasil menjadi juara umum, tentu akan ada apresiasi yang diberikan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Diza Hazra Aljosha yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jambi dalam acara peluncuran logo dan jersey terbaru FC Koja yang digelar pada Kamis malam (8/1/2026) di Teanol Jelutung.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., turut memberikan dukungan penuh dan motivasi kepada seluruh pemain serta jajaran pelatih FC Koja.

Ia menyatakan optimisme bahwa FC Koja mampu meraih prestasi tertinggi pada Gubernur Cup 2026.

“Saya yakin FC Koja bisa menjadi juara umum. Kota Jambi pernah meraih prestasi tersebut beberapa tahun lalu, dan saya percaya tahun ini bisa terulang,” kata Maulana.

Maulana juga mengapresiasi kepemimpinan manajemen FC Koja yang dinilainya solid.

Serta keterlibatan Wakil Wali Kota Jambi sebagai manajer klub yang menjadi simbol keseriusan Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung prestasi olahraga daerah.

Peluncuran logo dan jersey baru FC Koja menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi Gubernur Cup 2026.

Jersey terbaru tampil dengan perpaduan warna biru, ungu, dan putih yang memberikan kesan elegan, modern, dan penuh semangat juang.

Dalam ajang Gubernur Cup 2026, FC Koja diperkuat oleh 22 pemain beserta jajaran pelatih dan asisten pelatih.

Tim dijadwalkan menjalani laga perdana Grup C pada 14 Januari 2026 melawan United Sarolangun FC.

Dengan persiapan matang, dukungan penuh Pemerintah Kota Jambi, serta target juara yang jelas, FC Koja optimistis mampu mengharumkan nama Kota Jambi di bidang olahraga.(*)