Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo: Indonesia Satu Kapal, Harus Tetap Bersatu

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menilai situasi global saat ini dipenuhi ketidakpastian sehingga Indonesia membutuhkan solidaritas nasional yang kuat untuk menghadapi berbagai dinamika yang terjadi.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar, terutama dalam proses politik seperti pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, maupun pemilihan presiden.

Namun ia menegaskan bahwa setelah kontestasi politik berakhir, seluruh elemen bangsa seharusnya kembali bersatu untuk membangun negara.

“Kita satu negara ini satu kapal. Kalau kapal oleng, semua ikut oleng. Perbedaan pendapat tidak masalah, bersaing dalam politik juga wajar,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan bahwa setelah proses politik selesai, seluruh pihak harus kembali bekerja sama demi menjaga stabilitas dan masa depan bangsa.

“Kalau pertandingan sudah selesai, kita harus bersatu menyelamatkan kapal besar kita, yaitu Republik Indonesia, yang sedang mengarungi lautan penuh tantangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai krisis global.

Ia menilai bangsa Indonesia telah berulang kali mampu melewati berbagai krisis besar di masa lalu sehingga optimistis negara ini dapat menghadapi tantangan yang ada saat ini.

Menurutnya, tekanan dari kondisi global justru dapat menjadi momentum untuk mempercepat transformasi nasional di berbagai sektor.

“Menurut saya krisis justru bisa mempercepat rencana transformasi kita. Situasi ini mendorong kita untuk melakukan akselerasi perubahan,” ungkapnya.

Melalui pesan tersebut, Presiden berharap seluruh masyarakat Indonesia tetap menjaga kebersamaan dan tidak terpecah oleh berbagai perbedaan.

Ia menegaskan bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kemampuannya untuk tetap bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan global.




Presiden Prabowo Imbau Pejabat Tidak Gelar Open House Lebaran Berlebihan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Prabowo Subianto mengingatkan seluruh menteri dan pejabat pemerintah agar tidak menyelenggarakan open house Lebaran dengan kemewahan berlebihan.

Menurutnya, pejabat negara harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idulfitri dengan sederhana.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Ia menekankan agar tradisi open house tetap dijalankan secara bijak, tanpa menonjolkan kemewahan yang tidak perlu.

“Kita juga, saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan,” kata Prabowo saat arahannya di sidang kabinet paripurna.

Presiden menambahkan bahwa pemerintah perlu menunjukkan kesederhanaan di tengah berbagai kondisi yang dialami masyarakat.

Momen Lebaran menjadi kesempatan bagi para pejabat untuk memberi teladan dalam menjalankan tradisi secara bijak.

“Sudahlah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat. Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga nggak jalan nanti,” jelasnya.

Meski menekankan kesederhanaan, Prabowo menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi tetap penting dan dapat dilaksanakan selama dilakukan secara sederhana.

Tradisi open house tidak harus mewah untuk tetap menjaga kebersamaan.

Selain memberikan arahan kepada pejabat, Prabowo juga menyampaikan pesan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menjelang Idulfitri.

Ia berharap masyarakat tetap menjaga keselamatan selama perjalanan.

“Untuk mereka yang ingin mudik nanti, saya ucapkan sebelumnya, selamat mudik dan jaga diri masing-masing di rumah,” ucapnya.

Dengan imbauan tersebut, pemerintah ingin menekankan pentingnya kesederhanaan dan teladan bagi pejabat negara.

Tujuannya agar Lebaran dapat dirayakan dengan hangat, penuh kebersamaan, namun tetap sederhana tanpa kemewahan yang berlebihan.(*)




Prabowo Subianto akan Tunjuk Utusan Khusus di Setiap BUMN

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto berencana menunjuk utusan khusus presiden yang ditempatkan di setiap perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memastikan pengelolaan aset negara berjalan transparan dan akuntabel.

Langkah ini bertujuan melindungi kepentingan bangsa dan mencegah kebocoran pengelolaan kekayaan negara.

Rencana tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri tasyakuran satu tahun lembaga investasi negara Danantara di Jakarta.

Ia menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap perusahaan milik negara, mengingat BUMN mengelola sumber daya dan kekayaan yang sangat besar.

“Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola,” ujar Prabowo di Wisma Danantara, Rabu (11/3/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa pengawasan diperlukan agar pengelolaan dana investasi negara tidak merugikan rakyat.

Ia menyebut, pengelolaan dana yang lemah dapat menimbulkan kerugian yang signifikan, bahkan di tingkat internasional.

“Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah,” ujarnya.

Selain pengawasan internal pemerintah, Prabowo juga memastikan pengelolaan BUMN dan investasi negara akan diawasi oleh lembaga negara lainnya, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga Tentara Nasional Indonesia.

Dengan sistem pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap pengelolaan BUMN dan dana investasi negara berjalan transparan, akuntabel, dan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.(*)




Lewat Telepon, Prabowo Bahas Ketegangan Timur Tengah dengan MBS

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang belakangan mengalami peningkatan ketegangan.

Informasi mengenai komunikasi antara kedua pemimpin tersebut disampaikan melalui akun resmi X milik Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Dalam keterangannya disebutkan bahwa pembicaraan menyoroti eskalasi militer yang sedang terjadi di kawasan tersebut serta potensi dampaknya terhadap stabilitas global.

Menurut pernyataan tersebut, Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Presiden Prabowo meninjau perkembangan situasi keamanan yang semakin memanas di Timur Tengah.

Kondisi ini dinilai dapat memberikan dampak serius terhadap keamanan regional maupun internasional.

Dalam percakapan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya langkah cepat untuk meredakan ketegangan yang sedang berlangsung.

Ia menekankan bahwa penghentian aksi militer menjadi langkah mendesak guna mencegah situasi semakin memburuk.

Pemerintah Indonesia menilai bahwa eskalasi konflik yang terus meningkat berpotensi memicu ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan.

Karena itu, upaya diplomasi dan dialog dinilai menjadi jalan terbaik untuk mengurangi risiko konflik berkepanjangan.

Sebagai negara yang menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia secara konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.

Sikap tersebut kembali ditegaskan oleh Presiden Prabowo dalam pembicaraan dengan Mohammed bin Salman yang menyoroti pentingnya menjaga stabilitas kawasan serta keamanan internasional.

Percakapan antara kedua pemimpin ini menunjukkan adanya perhatian bersama terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah yang saat ini menjadi sorotan dunia.(*)




Upaya Redakan Konflik Timur Tengah,Prabowo Berencana Kunjungi Teheran Bersama PM Pakistan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Prabowo Subianto berencana melakukan kunjungan ke Teheran bersama Perdana Menteri Pakistan sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan yang tengah meningkat di kawasan Timur Tengah.

Rencana tersebut muncul setelah Presiden Indonesia melakukan komunikasi langsung dengan pemimpin Pakistan.

Informasi ini diungkap oleh Jimly Asshiddiqie, Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), usai menghadiri pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam (5/3/2026).

Menurut Jimly, Presiden Prabowo sempat melakukan percakapan melalui telepon dengan Perdana Menteri Pakistan sebelum pertemuan tersebut berlangsung.

Dalam komunikasi itu, muncul gagasan agar kedua pemimpin negara melakukan kunjungan bersama ke Iran.

Langkah tersebut, kata Jimly, dimaksudkan sebagai upaya untuk membantu meredakan ketegangan yang terus meningkat akibat konflik yang memanas di kawasan.

Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bukan bertujuan untuk melakukan negosiasi formal antara pihak-pihak yang berkonflik.

Sebaliknya, langkah itu lebih diarahkan pada upaya mencegah konflik agar tidak semakin meluas.

Menurut Jimly, peran negara-negara dengan populasi Muslim besar dinilai penting dalam upaya meredakan konflik tersebut.

Ia menyebut Indonesia dan Pakistan sebagai dua negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di luar kawasan Arab yang memiliki potensi memainkan peran diplomasi penting.

Selain itu, situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah juga dinilai cukup kompleks karena melibatkan berbagai kepentingan internasional, termasuk pengaruh negara-negara besar.

Karena itu, kehadiran negara seperti Indonesia dan Pakistan diharapkan dapat membawa pendekatan diplomasi yang lebih menekankan dialog dan upaya perdamaian.

Rencana kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya diplomasi Indonesia yang selama ini dikenal mengedepankan pendekatan damai dalam menyikapi berbagai konflik internasional.

Pemerintah Indonesia sebelumnya juga menyatakan kesiapan untuk mendorong dialog guna meredakan ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.(*)




Resmi! Purnawirawan Jenderal TNI Pimpin BPJS Kesehatan Lima Tahun ke Depan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Mayor Jenderal TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk periode 2026–2031.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Pengawas serta Direksi BPJS Kesehatan, yang mulai berlaku efektif pada 19 Februari 2026.

Sosok yang dipercaya memimpin lembaga pengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu bukanlah nama baru di dunia kesehatan.

Prihati Pujowaskito merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan pengalaman panjang di bidang medis militer dan manajemen rumah sakit.

Ia pernah bertugas di RSPAD Gatot Soebroto serta memiliki rekam jejak di Universitas Pertahanan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menyampaikan bahwa penunjukan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan JKN.

Menurutnya, penyegaran struktur kepemimpinan diharapkan dapat menjaga stabilitas operasional sekaligus meningkatkan mutu layanan bagi jutaan peserta JKN di seluruh Indonesia.

Proses pengangkatan direktur utama baru tersebut juga telah melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI sesuai amanat Undang-Undang tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Pemerintah berharap kepemimpinan Prihati mampu menjawab berbagai tantangan besar yang dihadapi BPJS Kesehatan, mulai dari keberlanjutan pembiayaan, peningkatan kualitas layanan fasilitas kesehatan, hingga percepatan digitalisasi sistem layanan.

Dengan latar belakang militer yang identik dengan disiplin dan manajemen terstruktur, serta pengalaman medis yang kuat, Prihati diharapkan membawa pendekatan kepemimpinan yang tegas, terukur, dan berorientasi pada perbaikan layanan publik.

Masa jabatan hingga 2031 memberi ruang untuk transformasi berkelanjutan dalam pengelolaan JKN.(*)




Indonesia Gabung Board of Peace, PBNU Nilai Langkah Strategis dan Tepat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang membawa Indonesia menjadi anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian, sebuah forum internasional yang berfokus pada upaya perdamaian dan pemulihan di Gaza, Palestina.

Keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut ditandai dengan penandatanganan piagam Board of Peace oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan internasional beberapa waktu lalu.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen diplomasi aktif Indonesia dalam mendukung penyelesaian konflik berkepanjangan yang dialami rakyat Palestina.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang tepat dan strategis.

Menurutnya, Indonesia perlu terus memperluas peran dan kehadirannya di berbagai forum global agar kontribusinya bagi perdamaian Palestina tidak berhenti pada pernyataan moral semata.

“Keputusan Presiden untuk bergabung di dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina,” ujar Gus Yahya kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).

Gus Yahya menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa bersikap pasif jika benar-benar ingin membantu Palestina keluar dari konflik yang telah berlangsung lama.

Ia menilai kehadiran Indonesia di berbagai platform internasional justru penting agar suara yang memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina tetap terdengar.

Menurutnya, meskipun keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace menuai perdebatan dan dianggap kontroversial oleh sebagian pihak, langkah tersebut harus dilihat sebagai bagian dari strategi jangka panjang diplomasi perdamaian.

“Kalau kita memang sungguh ingin berbuat sesuatu untuk membantu Palestina menemukan jalan keluar dari masalahnya, maka kita harus hadir di semua arena, apa pun arenanya dan apa pun platform-nya,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers.

Respons PBNU ini muncul di tengah diskusi publik terkait efektivitas Board of Peace serta implikasi diplomatik dari keanggotaan Indonesia.

Namun PBNU menilai langkah tersebut justru memperluas ruang gerak Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendorong perdamaian global, khususnya di kawasan Gaza.(*)




Kejar SDM Unggul, Prabowo Rancang 10 Kampus Internasional di Indonesia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Bogor, untuk membahas rencana pembangunan 10 kampus baru berkelas dunia di Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor teknologi dan digital.

Rapat tersebut melibatkan para menteri yang membidangi pendidikan, sains, dan teknologi.

Pemerintah berencana mengembangkan kampus-kampus baru itu melalui kerja sama dengan universitas ternama dari luar negeri yang selama ini telah memiliki hubungan akademik dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal awal yang kuat karena kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi sudah berjalan cukup lama.

“Kita ingin mengajak kerja sama nanti. Mereka sudah banyak bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan banyak universitas lainnya. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singhasari, ada di Bandung, terutama di bidang yang kita butuhkan, seperti digital dan teknologi,” ujar Prabowo kepada wartawan usai rapat.

Menurut Prabowo, pengalaman kerja sama tersebut akan mempercepat proses pembangunan kampus baru tanpa harus memulai dari awal.

Pemerintah ingin memastikan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dapat setara dengan universitas-universitas terbaik dunia.

“Kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar. Kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” lanjutnya.

Rencana pembangunan 10 kampus ini akan difokuskan pada bidang-bidang strategis, antara lain teknologi digital, kecerdasan buatan, sains, teknik, serta kesehatan.

Pemerintah juga membuka peluang penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan penyusunan kurikulum bersama universitas mitra internasional guna menjaga standar akademik global.

Selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan, kampus-kampus tersebut juga dirancang menjadi pusat riset dan inovasi.

Pemerintah berharap keberadaan kampus ini dapat memperkuat ekosistem penelitian nasional serta mendorong kolaborasi antara akademisi dan industri.

Presiden Prabowo menilai peningkatan kualitas SDM merupakan kunci agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global, terutama di tengah percepatan perubahan teknologi dan ekonomi dunia.

Ia menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan tinggi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Pemerintah menargetkan tahap awal pembangunan serta pematangan kerja sama internasional dapat segera dilakukan.

Sehingga kampus-kampus berstandar dunia tersebut dapat mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.(*)




Dari Istana Élysée, Prabowo dan Macron Bangun Fondasi Kerja Sama Strategis

PARIS, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden terpilih Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam jamuan makan malam tertutup di Istana Élysée, Paris.

Pertemuan tersebut dinilai memiliki makna strategis karena tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana penguatan komunikasi personal antar pemimpin kedua negara.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden Indonesia, pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Meski dikemas secara informal, dialog yang terjalin disebut substansial dan membuka ruang pembahasan yang lebih mendalam terkait masa depan hubungan Indonesia dan Prancis.

“Presiden Macron menjamu Presiden Prabowo dalam suasana yang hangat dan bersahabat. Percakapan berlangsung santai namun bermakna, sekaligus menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi personal dan membuka peluang pendalaman kerja sama Indonesia–Prancis di berbagai sektor strategis,” demikian keterangan Sekretariat Presiden Indonesia.

Jamuan makan malam di Istana Élysée tersebut juga dipandang memiliki nilai simbolik yang kuat dalam konteks diplomasi bilateral.

Pertemuan tertutup di kediaman resmi Presiden Prancis mencerminkan tingkat kepercayaan dan kedekatan hubungan yang terus dibangun antara kedua negara.

“Jamuan makan malam ini bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan simbol kepercayaan, kedekatan, serta komitmen bersama untuk terus memperkuat hubungan Indonesia–Prancis dan memperluas kemitraan strategis yang saling menguntungkan ke depan,” lanjut pernyataan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Indonesia dan Prancis menunjukkan perkembangan yang positif, terutama dalam bidang pertahanan, ekonomi, energi, pendidikan, serta transisi menuju ekonomi hijau.

Prancis merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Eropa, sementara Indonesia dipandang sebagai mitra penting Prancis di kawasan Indo-Pasifik.

Pertemuan antara Prabowo dan Macron ini juga dilihat sebagai sinyal kesinambungan arah kebijakan luar negeri Indonesia ke depan.

Pendekatan dialog personal yang dibangun melalui pertemuan informal dinilai dapat memperkuat kepercayaan dan mempercepat realisasi kerja sama konkret antarnegara.

Meski tidak diumumkan kesepakatan spesifik, pertemuan tersebut membuka peluang lanjutan untuk pembahasan kerja sama strategis di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Dengan komunikasi yang semakin erat, Indonesia dan Prancis diharapkan mampu memainkan peran yang lebih signifikan dalam menjaga stabilitas regional dan memperkuat kemitraan global berbasis kepentingan bersama.(*)




Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo Sebut Dampak Ekonomi Luas bagi UMKM

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menyoroti salah satu program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dalam forum internasional World Economic Forum (WEF) 2026.

Ia memaparkan bahwa produksi makanan dari program ini kini mencapai skala besar dan berpotensi melampaui jumlah porsi harian jaringan restoran global McDonald’s.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia, akademisi, dan pelaku ekonomi internasional, Prabowo menekankan pertumbuhan MBG yang luar biasa sejak program dimulai pada 6 Januari 2025.

“Awalnya kami memiliki 190 dapur yang menghasilkan sekitar 570.000 porsi per hari. Saat ini, jumlah dapur telah meningkat menjadi lebih dari 21.000 unit yang melayani masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo, Kamis (22/1/2026).

Jumlah Porsi Makanan Capai 59,8 Juta per Hari

“Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk 58,9 juta anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta lansia yang hidup sendiri. Dalam waktu sekitar sebulan lagi, kami akan melampaui McDonald’s dengan 68 juta porsi per hari,” kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa pencapaian ini hanya membutuhkan waktu satu tahun lebih, sementara McDonald’s membutuhkan lebih dari lima dekade untuk mencapai kapasitas produksi serupa.

Target 2026 dan Dampak Ekonomi

Prabowo juga menyebut target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas MBG hingga 82,9 juta porsi per hari pada akhir 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan gizi nasional bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.

Selain itu, program MBG membantu mengintegrasikan puluhan ribu UMKM ke dalam rantai pasok makanan bergizi, sekaligus menciptakan peluang kerja di berbagai daerah di Indonesia.

“MBG bukan hanya soal jumlah porsi makanan, tetapi juga tentang dampak ekonomi dan sosial yang luas. Ini bagian dari strategi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif,” tambah Prabowo.

Pernyataan ini mendapat sorotan global karena disampaikan di panggung internasional yang prestisius, menegaskan komitmen Indonesia dalam menjadikan program gizi nasional sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.(*)