Dari Istana Kadriah, Awal Mula Kota Pontianak Dimulai

SEPUCUKJAMBI.ID – Istana Kadriah menjadi salah satu ikon sejarah penting di Pontianak yang menyimpan kisah awal berdirinya kota tersebut.

Bangunan ini dulunya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak, sekaligus titik awal berkembangnya Pontianak sebagai kota perdagangan yang strategis di Kalimantan Barat.

Istana Kadriah dibangun pada akhir abad ke-18 oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie.

Ia memilih lokasi di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak karena dinilai strategis untuk aktivitas perdagangan dan pelayaran.

Dari kawasan inilah cikal bakal Kota Pontianak mulai tumbuh dan berkembang hingga menjadi ibu kota provinsi seperti saat ini.

Istana ini memiliki ciri khas arsitektur Melayu dengan dominasi warna kuning yang melambangkan kebesaran dan kehormatan kerajaan.

Struktur bangunan berupa rumah panggung berbahan kayu, menyesuaikan kondisi lingkungan tepian sungai. Meski terlihat sederhana, nilai historis dan filosofinya sangat kuat.

Di dalam istana, pengunjung dapat menemukan berbagai peninggalan Kesultanan Pontianak, mulai dari singgasana raja, pakaian adat, hingga senjata tradisional.

Nuansa ruangan yang masih terjaga membuat pengunjung seolah diajak kembali ke masa kejayaan kerajaan Melayu di wilayah tersebut.

Keunikan lain Istana Kadriah adalah lokasinya yang berada di tepi Sungai Kapuas, yang dikenal sebagai sungai terpanjang di Indonesia.

Letak ini menunjukkan betapa pentingnya jalur air sebagai pusat aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Hingga kini, suasana kawasan sekitar masih mempertahankan karakter kota tepian sungai.

Tak jauh dari istana berdiri Masjid Jami Pontianak, masjid tua yang juga dibangun oleh Sultan Syarif Abdurrahman.

Kedekatan lokasi keduanya mencerminkan hubungan erat antara pemerintahan dan kehidupan religius masyarakat pada masa Kesultanan Pontianak.

Saat ini, Istana Kadriah menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan.

Selain menikmati keindahan arsitektur, pengunjung juga bisa belajar tentang asal-usul Pontianak dan peran penting Kesultanan Melayu dalam membentuk identitas daerah.(*)




Jadwal Lengkap Pekan 1 Proliga 2026: Sore Ini Jakarta Pospivo dan Medan Falcons Siap Bertanding

SEPUCUKJAMBI.ID – Kompetisi bola voli profesional PLN Mobile Proliga 2026 resmi bergulir pekan ini dengan GOR Terpadu A Yani, Pontianak, menjadi lokasi pembuka musim baru.

Sebanyak sembilan pertandingan akan digelar pada pekan pertama, 8–11 Januari 2026, mempertemukan klub-klub terbaik sektor putra dan putri di Tanah Air.

Jadwal Pekan Pertama:

Kamis, 8 Januari 2026

  • 16.00 WIB – Putri: Jakarta Popsivo Polwan vs Medan Falcons

  • 19.00 WIB – Putra: Jakarta Bhayangkara Presisi vs Medan Falcons Tirta Bhagasasi

Jumat, 9 Januari 2026

  • 16.00 WIB – Putri: Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Electric PLN

  • 19.00 WIB – Putri: Bandung BJB Tandamata vs Jakarta Livin Mandiri

Sabtu, 10 Januari 2026

  • 16.00 WIB – Putri: Medan Falcons vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia

  • 19.00 WIB – Putra: Jakarta LavAni vs Jakarta Garuda Jaya

Minggu, 11 Januari 2026

  • 13.00 WIB – Putri: Jakarta Electric PLN vs Jakarta Livin Mandiri

  • 16.00 WIB – Putri: Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

  • 19.00 WIB – Putra: Jakarta Bhayangkara Presisi vs Surabaya Samator

PLN Mobile Proliga 2026 diikuti 5 tim putra dan 7 tim putri.

Klub putra antara lain, Jakarta Bhayangkara Presisi, Jakarta Garuda Jaya, Jakarta LavAni, Medan Falcons Tirta Bhagasasi, dan Surabaya Samator.

Sementara klub putri terdiri atas, Bandung BJB Tandamata, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Jakarta Electric PLN, Jakarta Livin Mandiri, Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Popsivo Polwan, dan Medan Falcons.

Setelah Pontianak, rangkaian pertandingan akan berlanjut ke:

  • Medan (15–18 Januari)

  • Bandung (22–25 Januari)

  • Gresik (29 Januari–1 Februari)

  • Malang (5–8 Februari)

  • Bojonegoro (12–15 Februari)

  • Sentul, Bogor (19–22 Februari & 26 Februari–1 Maret)

Babak Final Four dijadwalkan di:

  • Surabaya (3–5 April)

  • Semarang (10–12 April)

  • Solo (17–19 April)

Grand Final Proliga 2026 akan digelar di Yogyakarta pada 24–26 April 2026.

PLN Mobile Proliga kembali menghadirkan persaingan sengit dan laga-laga seru antara klub-klub voli terbaik Indonesia, siap memuaskan penggemar di seluruh Tanah Air.(*)