Ali Mardiansyah Bawa Pulang Perak Asian Games 2026, Jambi Siapkan Target Lebih Besar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Medali perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akhirnya dibawa pulang atlet dayung asal Jambi, Letda M. Ali Mardiansyah.

Namun, podium kedua yang diraihnya bersama Rafiq Wijdan Yasir tidak datang lewat perjalanan yang mudah.

Ali dan Rafiq merebut perak pada nomor lightweight men’s double sculls setelah menyelesaikan lomba 2.000 meter dengan waktu 6 menit 23,41 detik.

Pasangan Indonesia finis di posisi kedua di belakang Uzbekistan.

Prestasi tersebut menjadi salah satu dari dua medali perak yang disumbangkan cabang rowing Indonesia pada Asian Games 2026.

Setibanya di Bandara Sultan Thaha Jambi, Ali mendapat sambutan dari Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi Prof. Dr. Sukendro bersama jajaran pengurus dan staf KONI Jambi.

Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan bersama jajaran pengurus cabang olahraga dayung juga hadir menyambut kepulangan atlet tersebut.

Bagi Jambi, keberhasilan Ali menjadi sorotan tersendiri. Sebelumnya, KONI Jambi memang memasukkan Ali sebagai salah satu atlet daerah yang memperkuat kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Di balik medali perak tersebut terdapat tantangan yang cukup berat. Ali mengungkapkan jadwal pertandingan mengalami perubahan akibat kondisi cuaca dan ancaman badai.

Pertandingan yang semula dijadwalkan pada 21 September harus bergeser. Semifinal kemudian berlangsung pada 23 September, sedangkan final digelar 24 September.

Perubahan jadwal tersebut memberikan tantangan tambahan bagi Ali karena ia turun di nomor kelas ringan.

Penimbangan berat badan yang bergeser ke sekitar pukul 14.00 membuat Ali harus menjaga berat badan lebih lama sebelum bertanding.

“Biasanya kalau sesuai jadwal kelas ringan lomba sekitar jam sepuluh pagi. Karena jadwal berubah, kita harus menahan berat badan lebih lama. Timbang berat badan baru sekitar jam dua siang, jadi dari pagi sampai siang kita tahan makan,” ujar Ali.

Bagi atlet kelas ringan, pengendalian berat badan merupakan bagian penting dari persiapan sebelum perlombaan.

Ali menyebut situasi tersebut menjadi ujian kesabaran sebelum akhirnya perjuangan mereka menghasilkan medali.

“Alhamdulillah, kesabaran itu membuahkan hasil. Sesuatu yang kita laksanakan dengan tekun dan ikhlas, alhamdulillah semuanya dibalas Allah SWT,” katanya.

Selain persaingan di arena, pengalaman selama berada di Jepang juga meninggalkan kesan bagi Ali.

Ia mengapresiasi pelayanan yang diterima para kontingen selama Asian Games. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah penggunaan kapal pesiar sebagai tempat penginapan kontingen.

Menariknya, Ali menemukan cukup banyak pekerja asal Indonesia di kapal tersebut, mulai dari awak kapal hingga pekerja restoran.

“Selama di kapal pesiar, kebanyakan awak kapalnya, orang yang memasak dan di restoran banyak orang Indonesia. Jadi kita merasa seperti pulang ke kampung sendiri,” katanya.

Ali menyebut persaingan nomor lightweight men’s double sculls sangat ketat. Para pesaing Indonesia datang dengan pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan internasional.

Tim Indonesia juga menjadikan sejumlah kompetisi internasional sebelumnya sebagai bahan pemantauan terhadap kekuatan lawan.

Menurut Ali, keterbatasan kesempatan melakukan try out ke Eropa tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan kepercayaan diri.

“Kita tidak berkecil hati. Kita jadikan itu motivasi lebih untuk memantau lawan-lawan kita,” ujarnya.

Hasil di Jepang kemudian menjadi pembuktian bahwa atlet Indonesia tetap mampu bersaing di nomor tersebut.

Ali menilai dukungan dan pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan intensitas persiapan atlet untuk menghadapi persaingan internasional.

“Ini suatu kebanggaan bagi kami. Bukan berarti kita tidak bisa bersaing. Mungkin kita masih terbentur anggaran ataupun dukungan,” katanya.

Ali belum ingin menjadikan medali Asian Games sebagai garis akhir.

Setelah kembali dari Jepang, ia akan melanjutkan pemusatan latihan nasional sebagai bagian dari persiapan menuju tahapan kualifikasi Olimpiade Los Angeles.

“Target ke depan, khususnya saya, dipersiapkan untuk mengikuti prakualifikasi Olimpiade di Los Angeles. Setelah ini kami akan kembali TC ke Pelatnas untuk memperkuat tim dayung Indonesia,” ungkap Ali.

Target tersebut membuat medali perak Asian Games bukan hanya menjadi pencapaian tersendiri, tetapi juga bagian dari perjalanan Ali menuju persaingan di level yang lebih tinggi.

Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi, Prof. Dr. Sukendro menilai prestasi Ali memberikan gambaran mengenai potensi pembinaan olahraga dayung di daerah.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi salah satu indikator dalam mempersiapkan kekuatan Jambi menghadapi agenda olahraga nasional mendatang.

“Tentunya kita merasa bangga. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu barometer kita untuk persiapan terutama Pra-PON 2027 dan PON 2028,” kata Sukendro.

KONI Jambi juga melihat peluang peningkatan prestasi cabang dayung pada PON mendatang. Setelah sebelumnya meraih dua medali emas, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang.

Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan mengatakan keberhasilan Ali menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu menembus persaingan internasional.

Ia juga menyebut sejumlah atlet dayung Jambi lainnya sebagai bagian dari kekuatan daerah yang terus dibina.

“Hari ini kami sangat bangga bahwa inilah putra-putri dayung dari Jambi yang membela Negara Republik Indonesia. Hari ini diwakili oleh Ali,” ujar Wawan.

Menurutnya, capaian di Asian Games dapat menjadi tambahan motivasi bagi PODSI Jambi untuk mempersiapkan atlet menuju kompetisi nasional berikutnya, khususnya PON.

Prestasi Ali sekaligus memperlihatkan jalur pembinaan atlet Jambi tidak berhenti pada level daerah.

Dari arena PON hingga panggung Asian Games, atlet Jambi kini memiliki jejak kompetitif yang semakin luas.

Setelah membawa pulang perak dari Jepang, tantangan berikutnya sudah menanti: mempertahankan performa, memperkuat persiapan di Pelatnas, dan mengejar tiket menuju Olimpiade Los Angeles.(*)




Menuju PON 2028, KONI Jambi Siapkan Pelatda Mulai Oktober 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyusun strategi lebih awal untuk menghadapi babak prakualifikasi PON 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang ditargetkan mulai berjalan Oktober 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari persiapan KONI Jambi untuk meningkatkan capaian olahraga prestasi pada ajang PON mendatang.

Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Jambi, H AS Budianto, bersama Tim Pembinaan Prestasi (Binpres) telah menyerahkan proposal Pelatda kepada Ketua Umum KONI Jambi melalui Kepala Sekretariat KONI Jambi, Murni, di Jambi.

Dalam proposal itu, KONI Jambi menyiapkan tiga skema Pelatda yang dapat diterapkan sepanjang 2026.

Skema pertama berupa Pelatda khusus bagi 76 atlet berprestasi yang sebelumnya tampil pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Skema kedua adalah Pelatda berjalan yang melibatkan seluruh cabang olahraga anggota KONI Provinsi Jambi.

Saat ini terdapat 54 cabang olahraga yang berada di bawah KONI Jambi.

Sementara skema ketiga berupa Training Camp selama 10 hari di Kerinci pada Desember 2026.

“Training Camp tersebut direncanakan akan diikuti 50 atau 30 atlet terseleksi hasil Pelatda khusus 76 atlet berprestasi PON Aceh-Sumut dan Pelatda berjalan seluruh cabor,” kata H AS Budianto.

KONI Jambi merencanakan peresmian Pelatda pada 18 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan HUT KONI 2026.

Sementara pelaksanaan program latihan diusulkan berlangsung mulai 1 Oktober hingga Desember 2026.

Namun, agar agenda tersebut dapat berjalan sesuai jadwal, Tim Binpres KONI Jambi mengusulkan sejumlah langkah yang perlu segera diputuskan.

Pertama, KONI Jambi perlu menerbitkan Surat Keputusan mengenai penunjukan Satuan Pelaksana (Satlak) Pelatda KONI Jambi Tahun 2026.

Kedua, dilakukan revisi anggaran dari dana PON Bela Diri Sulawesi Utara 2026 untuk mendukung pembiayaan Pelatda 2026.

Ketiga, Ketua Umum KONI Jambi diminta segera menentukan opsi Pelatda yang akan digunakan berdasarkan skema yang diajukan Tim Binpres.

Dengan demikian, persiapan tidak hanya menyangkut program latihan atlet, tetapi juga kepastian struktur pelaksana dan dukungan anggaran.

Pelatda 2026 diposisikan sebagai tahap awal untuk membangun kesiapan atlet Jambi menghadapi rangkaian persiapan PON.

Pada 2027, para atlet akan menghadapi babak prakualifikasi PON. Atlet dan cabang olahraga yang berhasil lolos kemudian diproyeksikan melanjutkan persiapan menuju PON 2028 di NTB-NTT.

H AS Budianto mengatakan KONI Jambi telah menyusun program pembinaan melalui Tim Binpres dengan target memperbaiki pencapaian Jambi pada PON berikutnya.

“Jambi menargetkan bisa naik peringkat pada PON 2028 dibandingkan prestasi pada PON 2024 di Aceh-Sumut lalu, program telah disusun oleh Binpres KONI Jambi untuk bisa meraih prestasi pada PON mendatang,” katanya.

Karena itu, tiga bulan terakhir 2026 akan menjadi salah satu fase penting dalam pematangan program pembinaan atlet Jambi.

Mulai dari pemetaan atlet, pelaksanaan Pelatda, seleksi menuju Training Camp hingga persiapan menghadapi prakualifikasi PON 2027 akan menjadi rangkaian yang saling berkaitan.

KONI Jambi kini tinggal menunggu keputusan mengenai skema Pelatda yang akan dipilih serta sejumlah perangkat pendukung agar program tersebut dapat berjalan sesuai jadwal.(*)




Kejuaraan Anggar Kota Jambi Perdana Digelar, Bidik Regenerasi Atlet Menuju Pra PON 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan atlet anggar mulai memanas di Kota Jambi. Kejuaraan Anggar Kota Jambi resmi digelar di Aula SMAN 1 Kota Jambi, Sabtu, 19 September 2026.

Bukan sekadar perebutan medali, kejuaraan tersebut menjadi momentum awal Pengkot IKASI Kota Jambi membangun pembinaan atlet secara lebih terukur.

Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi kalender kompetisi yang lebih besar, termasuk Babak Kualifikasi PON (BK PON) atau Pra PON 2027.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, hadir dalam pembukaan bersama sejumlah pengurus olahraga dan jajaran SMAN 1 Kota Jambi.

Hadir pula Ketua KONI Kota Jambi Antoni Karia Gumay, Ketua KONI Tebo Fadlin Hafizi, Ketua Harian Pengprov IKASI Jambi Atri Widowati, Ketua Pelaksana AKBP Ambar Puji Utomo, serta Kepala SMAN 1 Kota Jambi Irwansyah.

Mat Sanusi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut.

Menurut dia, penyelenggaraan Kejuaraan Kota Jambi kali ini memiliki kualitas yang dinilainya sudah mendekati level Kejuaraan Provinsi.

“Terima kasih Kota Jambi, semoga ini menjadi contoh baik ke depannya,” kata Mat Sanusi.

Pelaksanaan kejuaraan di SMAN 1 Kota Jambi juga menjadi catatan tersendiri. Sekolah tersebut untuk pertama kalinya menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan anggar.

Bagi Mat Sanusi, pemanfaatan venue di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan olahraga prestasi kepada generasi muda.

Ia juga mendorong atlet agar tidak berhenti pada kejuaraan tingkat kota.

Menurutnya, peluang berkarier melalui jalur prestasi olahraga juga semakin terbuka, termasuk melalui institusi pemerintah, TNI, dan Polri.

“Raihlah prestasi semaksimal mungkin,” ujarnya.

Pesan tersebut berkaitan dengan agenda yang sudah menunggu di depan. Tahun 2027, atlet akan menghadapi BK PON atau Pra PON sebagai salah satu tahapan menuju PON NTT-NTB 2028.

Karena itu, Mat Sanusi meminta atlet Jambi mulai mempersiapkan kemampuan sejak sekarang.

“Saya harapkan kepada seluruh atlet agar menyiapkan diri menjadi atlet handal yang bisa membawa nama baik Provinsi Jambi untuk PON kedepannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan atlet untuk menjaga sportivitas dan disiplin selama pertandingan.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov IKASI Jambi, Atri Widowati, menyebut kejuaraan ini memiliki arti penting karena menjadi penyelenggaraan perdana yang dilakukan Pengkot IKASI Kota Jambi.

Menurut Atri, agenda serupa tidak akan berhenti pada kejuaraan kali ini.

Pengprov IKASI Jambi tengah mendorong format pertandingan rutin berbentuk sirkuit yang melibatkan kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“Pengprov ke depannya akan mengadakan kegiatan rutin yang kita sebut sirkuit pertandingan yang diwajibkan kepada seluruh kabupaten/kota secara bergilir,” ujar Atri.

Format tersebut diharapkan membuat atlet memiliki kesempatan bertanding secara lebih rutin sekaligus memberi ruang bagi pengurus, pelatih, dan daerah untuk mengukur perkembangan atlet.

Agenda penting berikutnya dijadwalkan pada November. Pengprov IKASI Jambi akan menggelar seleksi BK PON yang sekaligus dirangkai dengan Kejuaraan Provinsi.

Atri meminta atlet tidak menunggu hingga kompetisi dimulai untuk melakukan persiapan.

“Jadi kepada seluruh atlet agar bersiap dan tetap bersemangat,” katanya.

Kejuaraan Kota Jambi juga menjadi ajang menguji atlet-atlet binaan dari sejumlah kabupaten dan kota.

Atri menyebut sebagian atlet yang tampil telah memiliki pengalaman bertanding di level nasional.

Salah satu catatannya adalah keikutsertaan mereka dalam kejuaraan open nasional di Palembang sekitar dua bulan sebelumnya.

Dari ajang tersebut, atlet Jambi berhasil membawa pulang dua medali perunggu.

Catatan itu menjadi modal awal menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Namun, konsistensi pertandingan dan pembinaan tetap menjadi pekerjaan berikutnya jika Jambi ingin membangun kekuatan anggar yang kompetitif hingga level PON.

Ketua KONI Kota Jambi, Antoni Karia Gumay, yang membuka kejuaraan, menempatkan event tersebut tidak semata-mata sebagai arena mengejar podium.

Menurut Antoni, pertandingan juga menjadi ruang bagi atlet untuk menyalurkan energi ke aktivitas positif sekaligus mempertemukan pengurus, pelatih, dan atlet dalam suasana kompetitif.

“Kita bisa berdiskusi di sini, sharing, saling bertukar pikiran. Yang paling penting energi lebih yang dimiliki anak-anak ini dapat disalurkan kepada hal-hal positif di bidang olahraga,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sportivitas selama pertandingan. Bagi Antoni, kejuaraan tersebut dapat menjadi salah satu tolok ukur proses pembinaan atlet anggar di Kota Jambi.

Dengan agenda sirkuit yang direncanakan Pengprov IKASI serta seleksi BK PON pada November, Kejuaraan Anggar Kota Jambi kini menjadi salah satu pijakan awal menuju persaingan yang lebih besar pada 2027 dan PON NTT-NTB 2028.(*)




Kejurprov Atletik Jambi 2026 Resmi Dibuka, 325 Atlet Berebut Tiket Menuju Kejurnas dan PON

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya mencetak atlet berprestasi dan menjaring bibit unggul atletik Provinsi Jambi kembali dilakukan.

Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Jambi resmi membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Jambi 2026 di Stadion Mini Kota Jambi, Jumat 17 Juli 2026.

Pembukaan Kejurprov Atletik Jambi 2026 dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PASI Jambi Ramli Taha serta para Ketua KONI dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 325 atlet dari seluruh daerah di Provinsi Jambi ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Keikutsertaan seluruh kabupaten/kota menjadi bukti semakin kuatnya pembinaan olahraga atletik di tingkat daerah.

PASI Jambi Bidik Atlet Berprestasi untuk Kejurnas dan PON

Ketua PASI Jambi, Ramli Taha, mengatakan Kejurprov Atletik merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari program pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi tempat persaingan meraih medali, tetapi juga menjadi sarana menemukan atlet potensial yang dapat membawa nama Jambi di tingkat nasional.

“Kejurprov ini adalah agenda rutin tahunan kami, di mana tujuan akhirnya adalah melahirkan prestasi gemilang di tingkat Kejurnas,” kata dia.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi karena 11 kabupaten/kota di Jambi kompak mengirimkan perwakilan atlet terbaik mereka untuk berkompetisi di sini,” ungkap Ramli Taha.

Selain pertandingan, tim pemandu bakat PASI Jambi juga melakukan pemantauan terhadap atlet-atlet potensial untuk masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) jangka panjang.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat regenerasi atlet atletik Jambi sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi nasional.

KONI Jambi Apresiasi Konsistensi Pembinaan PASI

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, memberikan apresiasi terhadap konsistensi PASI Jambi dalam menggelar kompetisi dan melakukan pembinaan atlet dari tingkat daerah.

Menurutnya, Kejurprov Atletik menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam membangun prestasi olahraga Jambi secara berkelanjutan.

“Kami dari KONI Jambi sangat mengapresiasi Kejurprov Atletik ini. Ini adalah bukti komitmen nyata dari jajaran pengurus PASI Jambi yang rutin melakukan pembinaan dari bawah,” tegas Mat Sanusi.

Ia menyebut perkembangan atletik Jambi menunjukkan peningkatan positif setelah berhasil menembus 10 besar nasional pada Kejurnas terakhir.

KONI Jambi berharap Kejurprov Atletik 2026 dapat menjadi momentum penting dalam mempersiapkan atlet menuju Babak Kualifikasi PON 2027 dan PON 2028.

Dengan mengusung semangat “Bumi Siginjai Berlari”, PASI Jambi optimistis proses regenerasi atlet akan terus berjalan dan mampu melahirkan atlet-atlet baru dengan mental juara serta prestasi nasional.(*)




KONI Jambi Mulai Digitalisasi, Siapkan Bank Data Atlet Menuju PON 2028

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi resmi memulai langkah transformasi digital dalam penguatan tata kelola organisasi dan pembinaan atlet daerah.

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Aplikasi Data, Tata Kelola Keuangan, dan Program Kerja KONI Provinsi Jambi yang digelar di Aula KONI Jambi, Senin (18/5/2026).

Kegiatan strategis yang berlangsung selama dua hari hingga 19 Mei 2026 ini diikuti oleh jajaran KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota, serta pengurus Cabang Olahraga (Cabor) se-Provinsi Jambi.

Dalam arahannya, Mat Sanusi menegaskan bahwa digitalisasi ini merupakan langkah awal penyamaan visi dan misi seluruh struktur KONI di daerah dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Ini langkah awal untuk menyamakan visi dan misi antara KONI Provinsi dan Kabupaten/Kota. Semua program harus selaras dan bergerak bersama demi meningkatkan prestasi olahraga Jambi,” ujarnya.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah Aplikasi Bank Data Atlet Provinsi Jambi, yang berfungsi sebagai sistem pendataan terintegrasi untuk memantau perkembangan, prestasi, dan pembinaan atlet secara digital.

Menurut Mat Sanusi, selama ini Jambi belum memiliki sistem data atlet yang terdokumentasi secara lengkap dan terintegrasi.

Kehadiran aplikasi ini diharapkan menjadi solusi dalam memperkuat basis data olahraga daerah.

“Dengan aplikasi ini, kita bisa memantau perkembangan dan prestasi atlet secara lebih akurat dan terukur,” jelasnya.

Selain digitalisasi, KONI Jambi juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan, khususnya dana hibah yang diterima setiap cabang olahraga.

Mat Sanusi mengingatkan seluruh pengurus agar mengelola anggaran secara akuntabel dan fokus pada pembinaan atlet di lapangan.

“Dana hibah harus digunakan tepat sasaran, sepenuhnya untuk pembinaan atlet dan peningkatan prestasi. Tidak boleh keluar dari tujuan utama,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan tata kelola, digitalisasi data, serta transparansi keuangan menjadi fondasi penting dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga Jambi di tingkat nasional.

Dengan langkah ini, KONI Jambi berharap dapat menciptakan sistem pembinaan atlet yang lebih profesional, terukur, dan siap bersaing menuju PON 2028.(*)




Target 22 Emas PON 2028, KONI Jambi Perkuat Kerja Sama dengan SKK Migas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Jambi terus melakukan langkah strategis dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga daerah.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum AKBP Mat Sanusi, KONI Jambi kini memperluas kolaborasi dengan sektor industri energi untuk mendukung pembinaan atlet.

Terbaru, KONI Jambi bersama Ketua Dewan Penyantun Sudirman yang juga Sekda Provinsi Jambi, serta pengurus cabang olahraga, melakukan pertemuan lanjutan dengan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada Rabu malam, 6 Mei 2026.

Hasil pertemuan tersebut menunjukkan perkembangan positif, di mana program pembinaan atlet berpotensi mendapatkan dukungan pendanaan, khususnya untuk cabang olahraga yang ditargetkan meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional 2028.

Sudirman menyampaikan bahwa skema dukungan tersebut direncanakan mulai berjalan pada periode 2027 hingga 2028.

Fokus utama diarahkan pada cabor unggulan yang memiliki peluang besar menyumbang medali untuk Provinsi Jambi.

“Khususnya untuk cabor potensial medali di PON 2028 nanti, skemanya adalah pendanaan program KONI di tahun 2027 dan 2028,” ujarnya.

Ia juga menegaskan akan ada pertemuan lanjutan untuk merumuskan program yang dapat didukung oleh SKK Migas dan KKKS secara lebih teknis dan terarah.

Sudirman mengapresiasi dukungan yang mulai terbuka dari sektor energi tersebut dan berharap model kolaborasi ini dapat diikuti oleh perusahaan lain di Jambi, termasuk sektor perkebunan dan pertambangan.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jambi AKBP Mat Sanusi menyoroti pentingnya kolaborasi ini di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Ia menyebutkan bahwa tanpa dukungan lintas sektor, capaian prestasi olahraga Jambi berisiko stagnan bahkan menurun.

“Pada PON Aceh-Sumut lalu Jambi berada di peringkat 20 dari 38 provinsi. Jika tidak ada kolaborasi seperti ini, kita khawatir prestasi bisa menurun,” kata Sanusi.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi efisiensi anggaran menyebabkan beberapa program pembinaan, termasuk Porprov, tidak dapat dilaksanakan tahun ini.

Meski demikian, Sanusi tetap optimistis bahwa dukungan dari dunia usaha akan membawa dampak positif terhadap peningkatan prestasi atlet Jambi di PON 2028.

Di sisi lain, Ketua Pengprov Drum Band sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, memberikan apresiasi atas langkah KONI Jambi dalam membangun kerja sama strategis ini.

Ia menegaskan bahwa target 22 medali emas di PON mendatang harus didukung dengan pendanaan yang kuat dan berkelanjutan.

“Kita minta dukungan semua pihak, tidak hanya SKK Migas, tapi juga perusahaan lain. Jika konsisten, target 22 emas sangat mungkin tercapai,” ujarnya.(*)




KONI Jambi dan Forki Bersinergi Tingkatkan Prestasi Karate Menuju PON 2028

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – AKBP Mat Sanusi, Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, menerima audiensi Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Jambi di Ruang Kerja Ketum KONI Jambi, Jumat (28/2).

Dalam pertemuan tersebut, Mat Sanusi memaparkan program kerja KONI bidang pembinaan olahraga dan menyamakan persepsi untuk menciptakan pembinaan yang lebih terstruktur dan menghasilkan prestasi membanggakan bagi Jambi.

“Saya ingin pembinaan olahraga di Jambi lebih terstruktur dan menghasilkan prestasi yang membanggakan. Kita harus kerja sama untuk raih prestasi olahraga Jambi Bisa,” ujar Mat Sanusi.

Sekretaris Umum Pengprov Forki Jambi, M Ali Adam, menegaskan pihaknya akan menyelaraskan program pembinaan untuk meningkatkan prestasi atlet karate Jambi, khususnya menjelang PON 2028.

“Kita akui prestasi karate Jambi pada PON 2016 atas nama Erlando. Kami berkomitmen tingkatkan prestasi pada ajang kejurnas di Bandung tahun ini,” ungkap Ali Adam.

Ia juga mengajak seluruh perguruan karate di Jambi untuk bersama-sama membina atlet dari tingkat lokal hingga nasional agar prestasi olahraga Jambi semakin optimal.

Pengurus Pengprov Forki Jambi periode 2026-2030 diketuai oleh Abun Yani, dengan Ketua Harian Ritas Mairiyanto, Sekum M Ali Adam, Bendahara Umum Ibnu Sina, dan Kabid Binpres Rahmad Riswandi.

Sinergi antara KONI Jambi dan Forki Jambi diharapkan menjadi fondasi kuat untuk pembinaan olahraga yang berkelanjutan dan prestasi yang membanggakan.(*)




Tanjab Barat Jadi Tuan Rumah! Porprov Jambi ke‑24 Ditunda ke 2027, Berikut Penjelasan Ketua KONI Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi ke‑24 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 2026 resmi ditunda menjadi 2027.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jambi yang digelar pada 15‑16 Desember 2025 di Kota Jambi.

Rakerprov dihadiri oleh 11 pengurus KONI kabupaten dan kota se‑Jambi serta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor).

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, menyampaikan bahwa rapat menyepakati tiga keputusan utama:

  1. Tanjung Jabung Barat tetap menjadi tuan rumah Porprov ke‑24.

  2. Pelaksanaan Porprov ditunda dari 2026 ke 2027 karena sebagian besar KONI kabupaten dan kota belum memiliki alokasi anggaran dalam APBD 2026.

  3. KONI Provinsi Jambi diberi mandat untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam persiapan Porprov 2027 di Tanjabbar.

Mat Sanusi menambahkan, penundaan ini dimaksudkan agar event olahraga dapat lebih matang, berkualitas, dan menjadi ajang pencarian bibit atlet untuk PON mendatang.

Rakerprov juga menekankan evaluasi cabor dan penyusunan program kerja bersama KONI serta cabor menjelang prakualifikasi PON 2027 dan PON 2028.

Selain itu, rapat juga menekankan penguatan pembinaan atlet dan peningkatan target medali untuk PON 2028

KONI Jambi berharap semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, dapat bersinergi agar Porprov Jambi 2027 berjalan sukses

Informasi jadwal dan persiapan lebih lanjut akan diumumkan setelah koordinasi selesai.(*)