Menuju PON 2028, KONI Jambi Siapkan Pelatda Mulai Oktober 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyusun strategi lebih awal untuk menghadapi babak prakualifikasi PON 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang ditargetkan mulai berjalan Oktober 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari persiapan KONI Jambi untuk meningkatkan capaian olahraga prestasi pada ajang PON mendatang.

Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Jambi, H AS Budianto, bersama Tim Pembinaan Prestasi (Binpres) telah menyerahkan proposal Pelatda kepada Ketua Umum KONI Jambi melalui Kepala Sekretariat KONI Jambi, Murni, di Jambi.

Dalam proposal itu, KONI Jambi menyiapkan tiga skema Pelatda yang dapat diterapkan sepanjang 2026.

Skema pertama berupa Pelatda khusus bagi 76 atlet berprestasi yang sebelumnya tampil pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Skema kedua adalah Pelatda berjalan yang melibatkan seluruh cabang olahraga anggota KONI Provinsi Jambi.

Saat ini terdapat 54 cabang olahraga yang berada di bawah KONI Jambi.

Sementara skema ketiga berupa Training Camp selama 10 hari di Kerinci pada Desember 2026.

“Training Camp tersebut direncanakan akan diikuti 50 atau 30 atlet terseleksi hasil Pelatda khusus 76 atlet berprestasi PON Aceh-Sumut dan Pelatda berjalan seluruh cabor,” kata H AS Budianto.

KONI Jambi merencanakan peresmian Pelatda pada 18 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan HUT KONI 2026.

Sementara pelaksanaan program latihan diusulkan berlangsung mulai 1 Oktober hingga Desember 2026.

Namun, agar agenda tersebut dapat berjalan sesuai jadwal, Tim Binpres KONI Jambi mengusulkan sejumlah langkah yang perlu segera diputuskan.

Pertama, KONI Jambi perlu menerbitkan Surat Keputusan mengenai penunjukan Satuan Pelaksana (Satlak) Pelatda KONI Jambi Tahun 2026.

Kedua, dilakukan revisi anggaran dari dana PON Bela Diri Sulawesi Utara 2026 untuk mendukung pembiayaan Pelatda 2026.

Ketiga, Ketua Umum KONI Jambi diminta segera menentukan opsi Pelatda yang akan digunakan berdasarkan skema yang diajukan Tim Binpres.

Dengan demikian, persiapan tidak hanya menyangkut program latihan atlet, tetapi juga kepastian struktur pelaksana dan dukungan anggaran.

Pelatda 2026 diposisikan sebagai tahap awal untuk membangun kesiapan atlet Jambi menghadapi rangkaian persiapan PON.

Pada 2027, para atlet akan menghadapi babak prakualifikasi PON. Atlet dan cabang olahraga yang berhasil lolos kemudian diproyeksikan melanjutkan persiapan menuju PON 2028 di NTB-NTT.

H AS Budianto mengatakan KONI Jambi telah menyusun program pembinaan melalui Tim Binpres dengan target memperbaiki pencapaian Jambi pada PON berikutnya.

“Jambi menargetkan bisa naik peringkat pada PON 2028 dibandingkan prestasi pada PON 2024 di Aceh-Sumut lalu, program telah disusun oleh Binpres KONI Jambi untuk bisa meraih prestasi pada PON mendatang,” katanya.

Karena itu, tiga bulan terakhir 2026 akan menjadi salah satu fase penting dalam pematangan program pembinaan atlet Jambi.

Mulai dari pemetaan atlet, pelaksanaan Pelatda, seleksi menuju Training Camp hingga persiapan menghadapi prakualifikasi PON 2027 akan menjadi rangkaian yang saling berkaitan.

KONI Jambi kini tinggal menunggu keputusan mengenai skema Pelatda yang akan dipilih serta sejumlah perangkat pendukung agar program tersebut dapat berjalan sesuai jadwal.(*)




Ketua Baru IBCA MMA Jambi Terpilih, KONI Fokus Persiapan PON Beladiri 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengurus Provinsi Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Jambi diminta bergerak cepat setelah terbentuknya kepengurusan baru.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menargetkan cabang olahraga tersebut mampu bersaing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2026 hingga kualifikasi PON 2027.

Pesan itu disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, usai Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) IBCA MMA Provinsi Jambi yang digelar di Kota Jambi, Minggu 5 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, Reval Kurniawan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi IBCA MMA Jambi periode 2026-2030 setelah mendapat dukungan dari 11 pengurus cabang (Pengcab) kabupaten dan kota.

Mat Sanusi mengatakan kepengurusan baru tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi karena agenda nasional sudah menanti.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menyusun kepengurusan sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi PON Beladiri yang dijadwalkan berlangsung di Manado pada Oktober 2026.

“Kami berharap pengurus baru segera bekerja dan menyiapkan atlet untuk PON Beladiri serta babak prakualifikasi PON 2027,” ujarnya.

Selain pembinaan atlet, KONI Jambi juga mendorong IBCA MMA membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, sebagai langkah memperkuat pembinaan olahraga melalui dukungan sponsor atau bapak angkat.

Menurut Mat Sanusi, kolaborasi tersebut penting agar atlet memperoleh dukungan pembinaan yang berkelanjutan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia berharap dengan kepengurusan baru dan program pembinaan yang terarah, IBCA MMA dapat berkembang menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang medali bagi Provinsi Jambi pada ajang nasional.

Sementara itu, Ketua Karateker IBCA MMA Jambi yang juga pengurus PP IBCA MMA, Delfi Rahman, mengatakan Musprovlub bukan hanya bertujuan memilih ketua baru, tetapi juga menjadi momentum mengevaluasi organisasi dan menyusun arah pembinaan atlet ke depan.

Menurutnya, pembinaan yang berkesinambungan menjadi kunci untuk melahirkan atlet MMA asal Jambi yang mampu berprestasi di level nasional.

Ketua terpilih IBCA MMA Jambi, Reval Kurniawan, menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi yang profesional dan transparan.

Selain itu, pihaknya akan memperluas pembinaan atlet usia dini, memperbanyak klub dan komunitas MMA di seluruh kabupaten dan kota, meningkatkan kualitas pelatih dan wasit, serta membangun kemitraan dengan pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.

Reval juga menargetkan penyelenggaraan kompetisi secara berjenjang sebagai bagian dari proses regenerasi atlet menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional.(*)