Dari Aduan KDRT hingga Konflik Tetangga, Kisah Aipda Samingan Menjaga Keamanan Warga Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kedekatan polisi dengan masyarakat tidak selalu diukur dari seberapa sering petugas hadir dalam kegiatan resmi.

Lebih dari itu, kedekatan tersebut terlihat ketika warga berani menyampaikan persoalan, menghubungi polisi saat membutuhkan bantuan, hingga merasa memiliki tempat untuk mencari penyelesaian atas berbagai permasalahan di lingkungan mereka.

Hal itulah yang berupaya dibangun Aipda Samingan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Sejak mulai bertugas sebagai Bhabinkamtibmas pada 2025, Samingan mengaku telah menemukan beragam persoalan di tengah masyarakat.

Mulai dari aduan dugaan pelecehan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pencurian, hingga perselisihan antarwarga.

Baginya, setiap persoalan yang disampaikan masyarakat harus mendapat perhatian.

Tidak hanya menunggu laporan datang, ia juga rutin turun langsung menyambangi warga untuk mengetahui kondisi dan perkembangan situasi di lingkungan binaannya.

“Sebagai Bhabinkamtibmas, kita wajib sambang ke masyarakat. Kita harus hadir dan berinteraksi langsung dengan warga. Walaupun terkadang ada tugas dari Mapolres, kita tetap berupaya menyempatkan diri untuk turun ke lapangan,” ungkapnya.

Menurut Samingan, pendekatan langsung menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Sebab, tidak semua warga berani menyampaikan persoalan kepada polisi, terlebih jika menyangkut masalah pribadi atau konflik dengan orang lain.

Karena itu, ia berusaha mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan rasa tenang kepada masyarakat yang datang mengadu.

Dalam menjalankan tugasnya, Samingan juga mengaku selalu berupaya memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun posisi warga yang sedang berselisih.

Ketika menerima laporan, langkah pertama yang dilakukan adalah mendatangi lokasi kejadian secepat mungkin.

Setelah itu, ia mempelajari persoalan dan mendengarkan keterangan dari masing-masing pihak sebelum menentukan langkah penyelesaian.

“Kalau ada laporan, kita utamakan kecepatan untuk mendatangi lokasi. Setelah itu, baru kita petakan persoalannya. Kita dengarkan kedua belah pihak, apa yang menjadi masalah dan apa yang mereka harapkan. Prinsipnya, jangan sampai ada pihak yang merasa diberatkan,” jelasnya.

Mediasi menjadi salah satu pendekatan yang kerap ditempuh, sepanjang persoalan memungkinkan diselesaikan melalui musyawarah dan kedua belah pihak bersedia duduk bersama.

Proses tersebut dapat dilakukan di kantor kelurahan maupun di rumah ketua RT, dengan tujuan mencari kesepakatan yang dapat diterima bersama.

Salah satu pengalaman yang masih diingatnya adalah penanganan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di wilayah RT 05, dengan lokasi kejadian di sekitar SMA Negeri 6, Pintu Besi.

Dalam perkara tersebut, korban sempat menyampaikan laporan ke Unit PPA Polres.

Namun, korban kemudian disarankan untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas guna mengupayakan penyelesaian melalui mediasi.

Samingan pun memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak. Setelah dilakukan dua kali pertemuan, persoalan tersebut akhirnya mencapai kesepakatan.

Kedua pihak sepakat menyelesaikan permasalahan melalui kesepakatan bersama, termasuk terkait ganti rugi.

Meski demikian, Samingan menegaskan bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan melalui mediasi.

Ada kondisi ketika proses hukum tetap harus ditempuh, terutama apabila kedua pihak tidak menemukan titik temu.

Salah satu contohnya adalah persoalan dugaan pengancaman di wilayah RT 29.

Upaya mediasi tidak berhasil lantaran kedua belah pihak sama-sama mempertahankan ego. Bahkan, persoalan tersebut berkembang menjadi aksi saling melapor.

“Kalau memang tidak bisa dimediasi, tentu kita arahkan ke proses hukum. Kita tidak bisa memaksakan perdamaian kalau memang kedua belah pihak tidak menemukan kesepakatan,” katanya.

Baginya, tugas Bhabinkamtibmas tidak berhenti ketika kedua pihak menandatangani kesepakatan.

Persoalan yang telah dimediasi tetap menjadi perhatian dan masuk dalam pemantauan agar tidak kembali menimbulkan konflik.

Seperti perselisihan terkait kebisingan di sekitar lapangan voli di kawasan perumahan Kenali, RT 16.

Meski telah menghasilkan kesepakatan antara kedua pihak, Samingan mengaku tetap memantau perkembangan situasinya.

Upaya membangun kedekatan dengan masyarakat juga dilakukan melalui penyebaran informasi kontak yang bisa dihubungi ketika warga membutuhkan bantuan.

Selain rutin menyambangi lingkungan warga, ia turut membagikan stiker imbauan yang mencantumkan nomor teleponnya serta layanan Call Center Polri 110.

Ia ingin masyarakat tidak ragu melapor ketika menemukan persoalan atau mengalami gangguan keamanan.

Bahkan, kepada warga yang masih merasa takut atau ragu, Samingan berupaya memberikan penjelasan bahwa masyarakat memiliki perlindungan hukum ketika menyampaikan laporan.

“Kalau ada masyarakat yang melapor, kita berikan pemahaman bahwa mereka dilindungi undang-undang. Kita ingin masyarakat merasa aman dan tidak takut untuk menyampaikan informasi,” ujarnya.

Selama bertugas, ia mengaku mulai merasakan perubahan dalam pola komunikasi masyarakat.

Jika sebelumnya warga mungkin masih merasa sungkan, kini semakin banyak yang langsung menghubunginya ketika menghadapi persoalan.

Namun, membangun keamanan lingkungan bukan pekerjaan yang bisa dilakukan polisi seorang diri.

Samingan menilai, peran ketua RT, petugas keamanan atau sekuriti, serta partisipasi warga melalui kegiatan siskamling sangat penting dalam menjaga ketertiban.

Ia mengakui, menghidupkan kembali siskamling bukan perkara mudah.

Dibutuhkan komunikasi dan kesadaran bersama, termasuk dukungan tokoh masyarakat serta ketua RT yang mampu menggerakkan warganya.

Koordinasi di tingkat lingkungan pun masih menjadi tantangan. Dalam beberapa kejadian, seperti kebakaran, ia terkadang kesulitan menghubungi ketua RT untuk bersama-sama turun ke lokasi.

Menurutnya, persoalan yang sebenarnya dapat ditangani lebih awal di tingkat RT seharusnya tidak seluruhnya dibebankan kepada Bhabinkamtibmas.

Meski demikian, Samingan tetap berupaya menjalankan tugasnya dengan mengedepankan komunikasi, pendekatan persuasif, serta koordinasi dengan pimpinan maupun instansi terkait apabila persoalan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Baginya, keberhasilan seorang Bhabinkamtibmas bukan semata-mata dilihat dari banyaknya persoalan yang berhasil diselesaikan, melainkan juga dari tumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk menjadikan polisi sebagai tempat menyampaikan keluhan dan mencari perlindungan.

Sementara itu, Yudhi warga Kenali Asam menyebutkan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat termasuk suatu hal penting, di tengah adanya ragam interaksi masyarakat, yang terkadang menimbulkan persoalan.

“Kalau Bhabinkamtibmas, kami sering berhubungan. Mereka berkumpul dengan masyarakat, mendengarkan permasalahan warga, dan membantu menengahi konflik,” ujarnya.

“Tentu penting, sebab kadang ada persoalan-persoalan di tengah masyarakat, yang tak isa diselesaikan langsung oleh masyarakat itu sendiri. Sehingga peran Bhabinkamtibmas menjadi penting,” timpalnya.

Ada kalanya, warga membutuhkan seseorang yang mampu mempertemukan pihak-pihak yang berselisih, mendengarkan keterangan masing-masing, lalu mencari jalan keluar yang dapat diterima bersama.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat semestinya bukan hanya terasa ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika warga membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan, membantu mencari jalan keluar, dan memastikan setiap persoalan mendapatkan perhatian.(*)




Motor Inventaris Jambi Mini Soccer Diduga Digadaikan, Polisi Amankan Pria Asal Sukabumi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sepeda motor inventaris tempat kerja yang seharusnya digunakan untuk menunjang operasional justru diduga digadaikan tanpa izin.

Kasus tersebut terungkap setelah Unit Reskrim Polsek Jelutung mengamankan seorang pria berinisial R (28) di kawasan Jambi Mini Soccer, Kota Jambi.

Polisi juga memburu seorang pria berinisial A yang diduga terlibat dalam penggelapan tersebut. Hingga kini, A masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolsek Jelutung, AKP Adi Mansah, S.H., M.H., membenarkan pengungkapan kasus yang melibatkan kendaraan inventaris milik tempat usaha tersebut.

“Benar, Unit Reskrim Polsek Jelutung telah mengungkap kasus penggelapan. Tersangka R sudah diamankan, satu rekan pelaku A masih DPO dan kita lakukan pengejaran,” ujar Adi.

Kasus ini bermula pada Selasa 29 Oktober 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di Jambi Mini Soccer, Jalan Pigai, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Pelapor berinisial J (46), seorang karyawan swasta yang berdomisili di Kecamatan Jambi Selatan, menerima informasi dari pegawai bahwa satu unit Honda Beat merah tahun 2019 yang menjadi kendaraan inventaris tidak lagi berada di lokasi.

Sepeda motor tersebut sebelumnya digunakan oleh R.

Setelah menelusuri keberadaan kendaraan, pelapor memperoleh informasi bahwa R bersama rekannya berinisial A telah menggadaikan motor tersebut kepada pihak lain.

Merasa dirugikan atas kejadian itu, J kemudian melaporkannya ke Polsek Jelutung.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Jelutung langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan R di Jambi Mini Soccer tanpa perlawanan.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan satu barang bukti berupa BPKB sepeda motor Honda Beat merah tahun 2019.

Namun, polisi masih menghadapi pekerjaan lanjutan. Petugas belum menemukan sepeda motor beserta surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang diduga telah digadaikan.

Selain mencari kendaraan tersebut, penyidik juga terus memburu A yang diduga terlibat bersama R.

Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Jelutung menegaskan bahwa jajaran kepolisian terus menangani perkara tersebut hingga proses hukum berjalan.

Polisi menjerat R dengan Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penggelapan.

Saat ini, R menjalani penahanan di Polsek Jelutung. Penyidik melanjutkan proses pemberkasan dan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sementara itu, pengejaran terhadap A serta pencarian Honda Beat merah tahun 2019 berikut STNK masih berlangsung.

Pengungkapan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap penggunaan kendaraan inventaris perusahaan, terutama untuk mencegah penyalahgunaan aset yang dipercayakan kepada pekerja.(*)




Terpergok Bobol Cafe FORESTHREE Jambi, Pria 27 Tahun Akui Beraksi di 10 Lokasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aksi percobaan pencurian di Cafe FORESTHREE, Jalan H. Agus Salim, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, berujung penangkapan seorang pria berusia 27 tahun.

Petugas keamanan kafe memergoki pria berinisial R.Y.A. saat diduga hendak melakukan pencurian pada Selasa 27 Oktober 2026 sekitar pukul 03.27 WIB.

Setelah diamankan bersama warga, pria tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Jelutung.

Pengungkapan kasus ini berkembang setelah polisi memeriksa tersangka. Berdasarkan keterangan Polsek Jelutung, R.Y.A. mengakui keterlibatannya dalam sejumlah aksi pencurian lain di wilayah Kota Jambi.

Bahkan, tersangka menyebut telah melakukan aksi serupa di 10 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Polisi kini memproses perkara tersebut untuk mendalami pengakuan dan mengumpulkan bukti terkait setiap lokasi.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Jelutung, AKP Adi Mansyah menjelaskan, peristiwa di Cafe FORESTHREE bermula ketika tersangka diduga masuk ke area kafe dengan melompati pagar tembok setinggi sekitar dua meter.

Setelah berada di dalam area bangunan, tersangka masuk ke ruang dapur dengan merusak pintu kayu hingga bagian grendelnya rusak.

Namun, aksi tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Petugas keamanan yang sedang berjaga malam memergoki keberadaan tersangka dan langsung mengamankannya bersama warga sekitar.

“Tersangka melompat pagar tembok setinggi 2 meter, kemudian masuk ke ruang kitchen dengan cara mendobrak pintu kayu hingga grendel pintu rusak. Saat berada di dalam, tersangka dipergoki oleh security yang sedang dinas malam dan langsung diamankan bersama warga sekitar kemudian diserahkan ke Mako Polsek Jelutung,” ujar Kapolsek Jelutung.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut R.Y.A. mengaku pernah melakukan aksi pencurian di sejumlah lokasi lain di Kota Jambi.

Lokasi yang disebut dalam pengakuan tersebut meliputi pangkas rambut di sekitar Pujasera Jelutung, dua gerai Alfamart di kawasan Jelutung dan Kota Baru, serta tempat pencucian mobil di Simpang Pasar.

Selain itu, tersangka juga menyebut toko obat dekat RSJ Simpang Rimbo, sebuah kafe di Simpang Rimbo, kios batu akik di Terminal Rawasari, dua bengkel di kawasan Paal 5 dan Simpang Rimbo, serta lokasi di Simpang Kawat Jelutung.

Menurut keterangan polisi, kerugian korban dalam sejumlah kejadian tersebut bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp2 juta.

Meski demikian, pengakuan tersebut masih perlu didalami melalui pemeriksaan dan pencocokan bukti pada masing-masing lokasi kejadian.

Polisi juga menyebut tersangka merupakan residivis. Dalam sejumlah aksi yang diakuinya, tersangka diduga menggunakan modus merusak kunci dengan peralatan seperti linggis dan obeng.

Dalam pengungkapan kasus di Cafe FORESTHREE, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Barang bukti itu terdiri atas satu buah grendel pintu yang mengalami kerusakan, satu obeng minus, dan satu obeng plus.

Saat ini, R.Y.A. berada di Mapolsek Jelutung untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga menyiapkan pemberkasan dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat dengan ketentuan pidana percobaan pencurian sebagaimana disampaikan kepolisian, yakni Pasal 17 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 362 KUHP.

Menyusul pengungkapan kasus tersebut, Polresta Jambi mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik kafe, toko, bengkel, dan tempat usaha lainnya, agar meningkatkan sistem keamanan.

Pengelola usaha diimbau memasang kamera pengawas atau CCTV, memastikan pintu dan akses masuk terkunci dengan baik, serta memperhatikan keamanan lingkungan ketika tempat usaha tidak beroperasi.

Polisi juga mengajak masyarakat segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Pengungkapan kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi pelaku usaha untuk tidak mengabaikan keamanan bangunan, terutama pada malam hingga dini hari ketika aktivitas usaha sudah berhenti.(*)




umah di Paal Merah Jambi Dibakar, Kasus Berujung Dugaan Pencurian HP

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus kebakaran rumah yang disertai dugaan pencurian di kawasan Paal Merah, Kota Jambi, berhasil diungkap Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan.

Polisi mengamankan seorang remaja berinisial GS (17) yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Nurul Huda RT 08, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Senin 26 Oktober 2026 sekitar pukul 14.30 WIB.

Selain menghadapi kerugian akibat kebakaran, pemilik rumah bernama Agung Hermanto (32) juga kehilangan satu unit telepon genggam Samsung A10 saat memeriksa kondisi rumah setelah api berhasil dipadamkan.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kebakaran pertama kali diketahui korban setelah seorang tetangga menghubunginya ketika sedang bekerja.

Mendapat kabar tersebut, Agung langsung pulang untuk melihat kondisi rumahnya.

Setibanya di lokasi, korban mendapati rumahnya sudah terbakar. Empat unit mobil pemadam kebakaran kemudian dikerahkan dan berhasil memadamkan api.

Namun, saat memeriksa kondisi rumah sekaligus menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan, korban menyadari satu unit HP Samsung A10 miliknya tidak ditemukan.

Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari laporan polisi yang dibuat pada 28 Oktober 2026.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan pembakaran dan pencurian tersebut.

Hasil penyelidikan mengarah kepada GS (17), warga Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah.

Tim Opsnal Polsek Jambi Selatan kemudian mendatangi rumah terduga pelaku dan mengamankannya tanpa perlawanan.

Petugas selanjutnya membawa GS ke Polsek Jambi Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut, yakni:

  • Satu unit HP Samsung A10.
  • Dua buah korek api gas berwarna hijau dan biru.
  • Satu buah tas laptop dalam kondisi terbakar.
  • Satu unit kipas angin dalam kondisi terbakar.

Kapolsek Jambi Selatan, AKP Taroni Zebua menegaskan bahwa, penyidik akan mendalami perkara tersebut dan melengkapi administrasi penyidikan sebelum melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan.

Dalam perkara ini, terduga pelaku disangkakan Pasal 308 KUHP tentang pembakaran dan/atau Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di Polsek Jambi Selatan. Kami akan lengkapi mindik dan lakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” ujar Kapolsek.

Polisi masih perlu mendalami rangkaian peristiwa, termasuk dugaan keterlibatan terduga pelaku dalam kebakaran dan hilangnya barang milik korban.

Karena terduga pelaku masih berusia 17 tahun, proses penanganan perkara juga harus memperhatikan ketentuan khusus mengenai sistem peradilan pidana anak.(*)




Kebakaran Ruko di Jambi Timur Telan Korban Jiwa, Polisi Selidiki Penyebabnya

JAMBI — Kebakaran melanda Toko Berkah Jaya di Jalan Raden Pamuk, RT 03, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026 sore.

Api menghanguskan ruko dua lantai beserta seluruh isinya dan menewaskan seorang karyawati toko.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas menemukan korban di dalam bak kamar mandi di lantai bawah ruko setelah berjibaku memadamkan api bersama warga.

Polisi kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi untuk menjalani pemeriksaan medis dan proses identifikasi sesuai prosedur.

Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Nilai itu mencakup bangunan ruko berukuran 5 x 16 meter beserta barang dagangan berupa sembako dan kebutuhan kelontong yang hangus terbakar.

Peristiwa bermula ketika warga sekitar melihat kepulan asap tebal dari Toko Berkah Jaya.

Salah seorang saksi berusaha masuk melalui ruko di sebelah lokasi dan menjebol pintu lantai dua.

Namun, api sudah membesar dan asap tebal memenuhi bagian dalam bangunan sehingga upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Personel piket Polsek Jambi Timur yang menerima laporan segera mendatangi lokasi.

Bersama warga, petugas berupaya melakukan pemadaman awal sembari menunggu bantuan pemadam kebakaran.

Enam unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Jambi tiba sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas Damkar, personel kepolisian, dan warga kemudian bekerja sama menjinakkan api.

Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Ananto Herlambang bersama Kapolsek Jambi Timur dan personel gabungan turut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan aman.

Setelah pemadaman selesai, polisi mengamankan lokasi dan memasang garis polisi.

Satreskrim Polresta Jambi kini menyelidiki penyebab kebakaran dan berencana berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan.

Hingga informasi ini disusun, polisi belum mengungkap penyebab pasti munculnya api.

Karena itu, dugaan mengenai sumber kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama di bangunan usaha yang menyimpan barang dagangan dalam jumlah besar.

Melalui Kasi Humas, Kapolresta Jambi mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi instalasi listrik, memastikan kompor dan sumber api dalam keadaan aman, serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada kepolisian atau petugas pemadam kebakaran terdekat.

Polisi masih mendalami peristiwa yang menewaskan karyawati tersebut, termasuk penyebab kebakaran dan kondisi di dalam bangunan saat api mulai membesar.(*)




LPKNI Terima 5 Aduan Debitur NSC Finance Jambi, 3 Kasus Dilaporkan ke Polisi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) menerima lima pengaduan terkait penanganan kredit macet nasabah PT Nusantara Sakti Finance (NSC Finance) Cabang Jambi dalam sepekan terakhir.

Dari jumlah tersebut, tiga debitur telah memberikan surat kuasa kepada LPKNI dan, menurut keterangan lembaga tersebut, kasus mereka telah dilaporkan ke Polresta Jambi.

Ketua Umum LPKNI, Kurniadi Hidayat, menyampaikan informasi itu saat dikonfirmasi pada Rabu 28 Oktober 2026.

Pengaduan tersebut berkaitan dengan persoalan penarikan atau penahanan kendaraan bermotor dalam penyelesaian tunggakan pembiayaan.

“Dalam sepekan sudah lima orang yang melapor, tapi baru tiga orang yang memberikan surat kuasa ke LPKNI dan telah resmi dilaporkan ke Polresta Jambi,” kata Kurniadi.

Laporan tersebut menandai langkah hukum yang ditempuh sebagian debitur melalui pendampingan LPKNI.

Namun, dugaan pelanggaran prosedur dalam penanganan kredit macet masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak terkait.

LPKNI mengimbau debitur agar tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menghadapi penagihan atau panggilan dari pihak perusahaan pembiayaan maupun petugas penagihan.

Lembaga tersebut meminta konsumen memeriksa kembali perjanjian pembiayaan, dokumen jaminan fidusia, surat pemberitahuan, dan dokumen lain yang berkaitan dengan penyelesaian tunggakan.

Debitur juga perlu memahami isi dokumen sebelum menandatangani kesepakatan atau menyerahkan kendaraan.

Jika menemukan prosedur yang diragukan, konsumen dapat meminta penjelasan tertulis dan mencari pendampingan dari pihak yang memahami persoalan hukum pembiayaan.

Menurut LPKNI, tunggakan kredit tidak menghapus hak konsumen untuk memperoleh penanganan yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Sebaliknya, perlindungan konsumen juga tidak menghapus kewajiban debitur untuk memenuhi perjanjian pembiayaan yang sah.

Karena itu, penyelesaian sengketa perlu memperhatikan hak dan kewajiban kedua belah pihak, termasuk kejelasan status tunggakan, dasar penagihan, serta prosedur penanganan kendaraan yang menjadi objek jaminan.

Penarikan kendaraan yang menjadi objek jaminan fidusia memiliki ketentuan hukum tersendiri.

Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 18/PUU-XVII/2019 menegaskan bahwa kreditur tidak dapat menentukan wanprestasi secara sepihak.

Putusan tersebut juga mengatur bahwa apabila tidak terdapat kesepakatan mengenai wanprestasi dan debitur keberatan menyerahkan objek jaminan secara sukarela, pelaksanaan eksekusi sertifikat jaminan fidusia harus mengikuti mekanisme dan prosedur eksekusi melalui pengadilan.

Dengan demikian, ketentuan hukum tidak berarti setiap penarikan kendaraan selalu harus melalui proses pengadilan.

Penerapan prosedurnya bergantung pada kondisi yang diatur dalam putusan, termasuk kesepakatan mengenai wanprestasi dan kesediaan debitur menyerahkan kendaraan secara sukarela.

Dalam setiap sengketa, pemeriksaan dokumen dan kronologi menjadi penting untuk menentukan apakah prosedur yang ditempuh telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

LPKNI berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan yang telah mereka ajukan sesuai prosedur.

Lembaga tersebut juga meminta agar dugaan pelanggaran dalam penanganan kredit macet diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan para pihak.(*)




Polresta Jambi Sita 1,5 Kg Sabu dan 583 Ekstasi, Pengembangan Chat WhatsApp Buru Sosok A

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satuan Reserse Narkoba Polresta Jambi mengungkap kasus peredaran narkotika dengan barang bukti sekitar 1,5 kilogram sabu, 583 butir pil ekstasi, dan 302,2 gram serbuk ekstasi.

Polisi menangkap dua pria berinisial RH (39) dan FPP (26) dalam pengungkapan pada 20 dan 23 Oktober 2026.

Pengembangan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika di kawasan Jalan Hasan Basri, tepatnya di depan Kuburan Cina, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang melalui Kasat Resnarkoba AKP Tito Al Hafezt menjelaskan, informasi tersebut mendorong tim operasional melakukan penyelidikan. Petugas kemudian menangkap RH pada Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat menggeledah RH dan sepeda motor yang dikendarainya, polisi menemukan lima paket sabu dan ratusan butir ekstasi di dalam jok kendaraan.

Petugas kemudian mengembangkan penyelidikan ke rumah RH di Jalan Rd. Abdurrahman, RT 01, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo.

Di gudang belakang rumah, polisi kembali menemukan sabu, pil ekstasi, dan serbuk ekstasi yang tersimpan dalam kotak plastik.

Dari RH, polisi menyita 10 paket sabu dengan berat bruto sekitar 1,4 kilogram.

Petugas juga mengamankan 398 butir ekstasi merek Marvel, 185 butir ekstasi merek Tengkorak, 302,2 gram serbuk ekstasi, timbangan digital, serta barang bukti lainnya.

Temuan tersebut menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam transaksi narkotika tersebut.

Menurut Tito, pemeriksaan telepon genggam RH menemukan percakapan WhatsApp yang diduga berkaitan dengan transaksi dan pengantaran sabu serta ekstasi.

Salah satu percakapan memuat pesanan sabu sebanyak 1 kilogram.

“Dari handphone tersangka RH banyak ditemukan chat tentang pengantaran sabu dan ekstasi. Ada salah satu nomor yang memesan sabu sebanyak 1 Kg. Kami langsung lakukan penyelidikan,” ujar Tito.

Penyidik menindaklanjuti informasi dari percakapan tersebut hingga menangkap FPP pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.

Petugas mengamankannya di Lorong Pelangi, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan.

Berdasarkan keterangan kepolisian, FPP mengaku memesan sabu seberat 1 kilogram atas suruhan seseorang berinisial A.

Polisi menyebut A masih dalam pengejaran.

Penyidik kemudian mengembangkan pemeriksaan ke rumah FPP di Perumahan Evodia, Desa Sepakat Makmur, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Di kamar rumah tersebut, petugas menemukan satu paket besar, lima paket sedang, dan satu paket kecil sabu.

Total berat bruto sabu yang polisi kaitkan dengan FPP mencapai sekitar 140 gram.

Dengan temuan dari kedua tersangka, Polresta Jambi menyebut total sabu yang diamankan mencapai sekitar 1,5 kilogram bruto.

Polisi masih mengembangkan perkara untuk menelusuri pihak lain yang diduga terlibat.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Ananto Herlambang menegaskan komitmen jajarannya untuk memberantas peredaran narkotika.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang memberikan informasi sehingga polisi dapat menindaklanjuti dugaan transaksi narkoba.

“Kami tegaskan, tidak ada ruang bagi narkoba di Kota Jambi. Kami apresiasi informasi dari masyarakat. Ini bukti sinergi Polri dan masyarakat berhasil menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah besar. Kedua pelaku akan kami jerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” tegas Ananto.

Saat ini, polisi menahan kedua tersangka beserta barang bukti di Mapolresta Jambi untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Penyidik juga masih memburu sosok A yang menurut keterangan FPP menyuruhnya memesan sabu.

Polresta Jambi mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas yang mencurigakan dan diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.(*)




Operasi Sarang Narkoba Polda Jambi: 213 Orang Diamankan, 2.567 Butir Ekstasi Disita

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polda Jambi bersama jajaran Polres dan Polresta mengamankan 213 orang dalam Operasi Sarang Narkoba yang berlangsung pada 9–26 Oktober 2026.

Dalam operasi di 301 lokasi tersebut, polisi menyita sabu seberat hampir 2,7 kilogram, 2.567 butir ekstasi, ganja, serta etomidate.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menekan peredaran gelap narkotika di Provinsi Jambi.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo, S.H., M.H., melalui Erlan, menegaskan komitmen jajarannya untuk melanjutkan penindakan terhadap jaringan narkotika sekaligus menangani pengguna yang memenuhi persyaratan rehabilitasi.

Berdasarkan data hasil operasi, polisi mengklasifikasikan 213 orang yang diamankan menjadi 140 orang berstatus tersangka penyalahguna, 22 kurir, 46 pengedar, dan lima bandar. Data operasi tersebut tidak mencatat orang dalam kategori pecandu.

Dari total 213 orang tersebut, sebanyak 140 orang ditindaklanjuti melalui rehabilitasi, sedangkan 73 orang lainnya menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Operasi Sarang Narkoba berlangsung dengan melibatkan 4.248 personel gabungan. Jumlah tersebut terdiri dari 4.112 personel internal Polri dan 136 personel eksternal.

Unsur Polri meliputi Ditresnarkoba, Ditintelkam, Ditlantas, Ditsamapta, Satbrimob, Bidpropam, Biddokkes, unsur logistik, serta personel Polres dan Polresta jajaran Polda Jambi.

Sementara itu, unsur eksternal mencakup Badan Narkotika Nasional (BNN), Denpom TNI AD, Bea Cukai, Satpol PP, dan perangkat terkait.

Petugas melaksanakan kegiatan di 301 lokasi yang tersebar di wilayah hukum Polres dan Polresta jajaran Polda Jambi.

Operasi ini menyasar upaya penekanan peredaran gelap narkotika sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan yang terlibat.

Dalam operasi tersebut, petugas mencatat sejumlah barang bukti narkotika, yakni sabu seberat 2.699,955 gram atau sekitar 2,7 kilogram, ganja seberat 7,84 gram, ekstasi sebanyak 2.567 butir, serta etomidate sebanyak 62 mililiter dan barang bukti lainnya.

Temuan tersebut menjadi bagian dari hasil penindakan selama operasi berlangsung.

Namun, data yang disampaikan dalam keterangan operasi belum merinci asal barang, jumlah perkara untuk setiap jenis narkotika, ataupun keterkaitan antarpihak yang diamankan.

Karena itu, jumlah orang yang diamankan dan barang bukti sitaan perlu dibaca sesuai klasifikasi resmi operasi, tanpa menyimpulkan bahwa seluruh orang yang diamankan memiliki keterlibatan atau peran yang sama dalam jaringan peredaran narkotika.

Erlan menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap bandar, pengedar, dan kurir.

Kepolisian juga menangani pengguna melalui rehabilitasi sesuai hasil pemeriksaan, asesmen, dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Intinya, kami berkomitmen untuk memulihkan pengguna yang memenuhi persyaratan rehabilitasi sekaligus memberantas bandar narkoba beserta seluruh jaringannya. Penanganan terhadap pengguna dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan asesmen sesuai ketentuan hukum, sedangkan bandar, pengedar, kurir, serta pihak lain yang terbukti terlibat tindak pidana akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pendekatan tersebut membedakan penanganan pengguna yang memenuhi persyaratan rehabilitasi dari proses pidana terhadap pihak yang terbukti terlibat dalam tindak pidana narkotika.

Penentuan penanganan tetap mengacu pada hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum, bukan semata-mata pada jumlah orang yang diamankan dalam operasi.

Polda Jambi juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah peredaran narkotika.

Menurut Erlan, keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, lingkungan pendidikan, dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan memberantas narkoba. Jangan biarkan lingkungan kita menjadi tempat berkembangnya jaringan peredaran narkotika. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan atau peredaran gelap narkoba, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Masyarakat yang mengetahui dugaan tindak pidana narkotika juga dapat menghubungi Call Center Polri 110.

Layanan tersebut dapat diakses secara gratis.

Polda Jambi menyatakan akan melanjutkan Operasi Sarang Narkoba atau Kampung Narkoba secara optimal dan masif.

Kepolisian berharap kerja sama dengan masyarakat dapat membantu mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika dan memutus mata rantai distribusinya di Provinsi Jambi.(*)




Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai, Polisi Bidik 7 Pelanggaran Lalu Lintas di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polresta Jambi mulai menggelar Operasi Patuh Siginjai 2026 pada Senin 26 Oktober 2026.

Selama 14 hari hingga 8 November 2026, kepolisian memprioritaskan penertiban tujuh jenis pelanggaran lalu lintas, mulai dari penggunaan ponsel saat berkendara hingga knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M., memimpin apel gelar pasukan di Lapangan Hijau Polresta Jambi, Senin 26 Oktober 2026 pagi.

Operasi ini mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis, dengan dukungan penegakan hukum melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis, ETLE mobile, serta teguran simpatik.

Dalam amanatnya, Ananto menegaskan bahwa operasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan.

Kepolisian juga ingin meningkatkan kesadaran pengendara agar mematuhi aturan dan ikut menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Operasi Patuh Siginjai 2026 mengedepankan upaya edukatif, persuasif, dan humanis, didukung dengan penegakan hukum melalui ETLE statis, ETLE Mobile, dan teguran simpatik. Tujuan utamanya adalah meningkatkan disiplin masyarakat, menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas korban laka lantas,” tegas Ananto.

Dalam pelaksanaan operasi, Polresta Jambi menetapkan tujuh sasaran prioritas yang menjadi perhatian petugas di lapangan.

Berikut tujuh pelanggaran yang menjadi sasaran operasi:

  1. Menggunakan ponsel saat berkendara. Aktivitas ini dapat mengalihkan perhatian pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
  2. Pengendara di bawah umur. Anak yang belum memenuhi persyaratan berkendara berisiko menghadapi persoalan keselamatan dan kepatuhan hukum.
  3. Sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang. Praktik ini dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan meningkatkan risiko saat bermanuver.
  4. Tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman. Perlengkapan keselamatan berperan mengurangi risiko cedera ketika kecelakaan terjadi.
  5. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Kondisi tersebut dapat mengganggu konsentrasi, penilaian, dan reaksi pengemudi.
  6. Melawan arus lalu lintas. Pelanggaran ini berpotensi memicu tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
  7. Melebihi batas kecepatan dan menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Pengendara perlu mematuhi batas kecepatan serta memastikan kendaraannya memenuhi ketentuan teknis.

Polisi mengimbau masyarakat memahami sasaran operasi tersebut dan tidak menunggu pemeriksaan petugas untuk mulai mematuhi aturan.

Kepatuhan seharusnya menjadi bagian dari kebiasaan berkendara sehari-hari.

Ananto juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas agar mengutamakan profesionalisme dan memperlakukan masyarakat secara humanis.

Ia meminta anggota menghindari tindakan arogan maupun praktik pungutan liar selama operasi berlangsung.

“Laksanakan tugas dengan senyum, sapa, salam. Hindari pungli dan tindakan kontraproduktif. Kita ingin masyarakat tertib karena kesadaran, bukan karena takut,” ujarnya.

Kepolisian juga mengajak pengendara melengkapi dokumen kendaraan, memastikan kelengkapan kendaraan sesuai ketentuan, dan mematuhi rambu lalu lintas.

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat Kota Jambi, mari lengkapi surat-surat kendaraan Anda, lengkapi kelengkapan kendaraan Anda, dan patuhi rambu-rambu lalu lintas. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas untuk diri sendiri dan orang lain,” kata Ananto.

Apel gelar pasukan turut dihadiri Wali Kota Jambi, Dandim 0415/Jambi, Dandenpom II/Jambi, perwakilan Jasa Raharja, pejabat utama Polresta Jambi, para kapolsek jajaran, serta personel gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan Kota Jambi, Satpol PP, dan Jasa Raharja.

Setelah apel, kegiatan berlanjut dengan pemeriksaan kendaraan dinas dan sarana pendukung operasi. Kapolresta Jambi juga memasang pita operasi secara simbolis sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Operasi Patuh Siginjai 2026 berlangsung hingga 8 November mendatang.

Polresta Jambi berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan disiplin pengguna jalan sekaligus menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang lebih baik di wilayah hukumnya.

Bagi pengendara, langkah paling penting selama operasi berlangsung tetap sama, patuhi aturan, gunakan perlengkapan keselamatan, dan pastikan kendaraan memenuhi persyaratan sebelum melaju di jalan raya.(*)




Hampir Dua Tahun Buron, Tersangka Curas Pedagang Telur Rp31 Juta Ditangkap di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  — Unit Reserse Kriminal Polsek Telanaipura, Polresta Jambi, mengamankan seorang pria berinisial S (32) yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pencurian dengan kekerasan di Pasar Angso Duo Baru, Kota Jambi.

Polisi menangkap tersangka pada Senin 19 Oktober 2026, terkait peristiwa perampasan uang Rp31 juta yang terjadi pada Desember 2024.

Kasus tersebut bermula ketika seorang pedagang telur hendak menyetorkan uang hasil dagangannya ke Bank BRI.

Di tengah perjalanan menuju bank, korban dihadang beberapa orang di Blok A Pasar Angso Duo Baru, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin.

Kapolsek Telanaipura menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat 13 Desember 2024 sekitar pukul 11.30 WIB.

Salah seorang pelaku diduga mengancam korban menggunakan pisau dari arah belakang, kemudian menusuk pinggang kanan korban.

Para pelaku lalu merampas uang tunai Rp31 juta milik korban dan melarikan diri. Setelah kejadian, korban mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara.

Setelah penyelidikan berjalan, Unit Reskrim Polsek Telanaipura memperoleh informasi bahwa S sedang berada dalam pengamanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi dan akan menjalani proses asesmen terpadu (TAT) di BNNP Jambi.

Kanit Reskrim bersama Tim Operasional kemudian mengawal proses TAT hingga selesai.

Petugas selanjutnya menjemput S di balai rehabilitasi kawasan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, sebelum membawanya ke Polsek Telanaipura untuk menjalani pemeriksaan terkait perkara curas tersebut.

Polisi mengungkapkan, penanganan kasus ini mengacu pada laporan polisi tertanggal 23 Desember 2024.

Setelah mengamankan tersangka, penyidik melanjutkan proses hukum untuk melengkapi berkas perkara.

Dalam perkara ini, polisi menyebut tersangka dijerat dengan Pasal 365 ayat (1) dan ayat (4) KUHP atau Pasal 479 ayat (1) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Penyidik Polsek Telanaipura selanjutnya akan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jambi untuk mempersiapkan pelimpahan berkas perkara tahap I.

Hingga kini, tersangka berada di Polsek Telanaipura untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Proses hukum berikutnya akan menentukan kelengkapan berkas dan kelanjutan penanganan perkara tersebut.(*)