Kronologi Terbongkarnya TPPO di Bungo: Pelaku Kasih Modal ke Korban dan Jadi Hutang

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Polres Bungo berhasil mengungkap kasus perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan perempuan dan anak di bawah umur.

Dalam operasi ini, polisi menangkap dua tersangka, RM (26) dan MI (20), warga Majalengka, Jawa Barat, yang berdomisili di Kabupaten Bungo.

Awal pengungkapan berawal dari informasi yang diterima Polres Bungo dari Polsek Baleendah, Polresta Bandung.

Satreskrim, khususnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan penyelidikan intensif.

Pada Sabtu, 27 Desember 2025, sekitar pukul 01.00 WIB, petugas mengamankan seorang perempuan di Lobby Hotel Lavender Muara Bungo. Korban diduga dipesan dan diantar ke hotel oleh pihak tertentu.

Dari hasil pengembangan, polisi bergerak ke Milan 1 Karaoke, Kecamatan Rimbo Tengah.

Di lokasi ini, petugas mengamankan tujuh perempuan, termasuk dua anak di bawah umur, serta beberapa orang yang diduga membantu operasional kegiatan TPPO.

Polisi juga menyita barang bukti seperti buku kasir, dokumen transaksi, dan surat kontrak kerja yang berkaitan dengan praktik perdagangan orang.

Semua barang bukti diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Korban, khususnya anak-anak, mendapat perlindungan dan pendampingan profesional.

Polisi bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk memastikan keselamatan dan pemulangan korban ke daerah asal.

Dua anak berinisial L dan M dipulangkan ke Jawa Barat, sedangkan lima korban lain S, A, M, E, dan C juga berasal dari Jawa Barat.

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, menjelaskan modus pelaku adalah memberikan modal kepada korban yang dijadikan utang.

Misalnya untuk membeli barang mahal, sehingga korban terperangkap dalam praktik TPPO.

Dua tersangka dijerat Pasal 88 juncto Pasal 76I UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 2 Ayat (1) UU No. 21/2007 tentang TPPO, dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp120 juta–Rp600 juta.

Kapolres menegaskan, Polres Bungo tidak akan mentolerir TPPO, terutama yang melibatkan anak-anak, dan mengimbau masyarakat segera melapor jika mengetahui praktik serupa.(*)




TPPO di Bungo Terbongkar! Tujuh Korban Sudah Dievakuasi

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID –  Polres Bungo berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan perempuan serta anak di bawah umur di wilayah hukumnya.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang tersangka berinisial RM (26) dan MI (20), warga asal Majalengka, Jawa Barat, yang berdomisili di Kabupaten Bungo.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono, didampingi Kasat Reskrim AKP Ilham Tri Kurnia, membenarkan penangkapan kedua tersangka.

Berdasarkan hasil penyelidikan, MI berperan sebagai operator, sedangkan RM bertindak sebagai kasir sekaligus penanggung jawab kegiatan.

Kapolres menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima dari Polsek Baleendah, Polresta Bandung, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Bungo.

Khususnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), melalui rangkaian penyelidikan intensif dan terukur.

Pada Sabtu, 27 Desember 2025, sekitar pukul 01.00 WIB, petugas melakukan pengamanan di Lobby Hotel Lavender Muara Bungo.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang perempuan yang diduga menjadi korban setelah dipesan dan diantar ke hotel.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi kemudian melakukan pengembangan ke lokasi lain yang diduga berkaitan langsung dengan praktik TPPO.

Pengembangan penyelidikan mengarah ke Milan 1 Karaoke di Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.

Di lokasi tersebut, petugas mengamankan tujuh orang perempuan, terdiri dari lima perempuan dewasa dan dua anak di bawah umur.

Sejumlah pihak lain yang diduga terkait dengan operasional kegiatan tersebut turut diamankan untuk dimintai keterangan.

Selain mengamankan para korban, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain buku kasir, dokumen pencatatan transaksi.

Serta surat kontrak kerja yang diduga berkaitan dengan praktik eksploitasi. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lanjutan.

Terhadap para korban, khususnya anak di bawah umur, Polres Bungo melakukan pemeriksaan secara humanis dan profesional dengan melibatkan pendamping dari instansi terkait.

Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial guna memastikan para korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan, termasuk pemulangan ke daerah asal.

Dua korban anak berinisial L dan M telah diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi dan dipulangkan ke Jawa Barat.

Sementara lima korban lainnya berinisial S, A, M, E, dan C juga diketahui berasal dari Jawa Barat.

“Para korban diberikan modal oleh pelaku yang kemudian dijadikan sebagai utang, seperti pembelian handphone mahal, sehingga menjerat korban dalam ketergantungan,” ungkap Kapolres.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 88 juncto Pasal 76I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp120 juta hingga Rp600 juta.

Kapolres Bungo menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk tindak pidana perdagangan orang, terutama yang melibatkan anak di bawah umur.

Serta mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui praktik serupa di lingkungan sekitar.(*)




Pembunuhan Erni Yunianti di Bungo, Polisi Bekuk Terduga Pelaku di Tebo

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus pembunuhan dosen cantik di Muara Bungo, Erni Yunianti, akhirnya menemukan titik terang.

Tim gabungan Satreskrim Polres Bungo dan Polres Tebo berhasil menangkap terduga pelaku di wilayah Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Minggu (2/11/2025).

Penangkapan berlangsung setelah penyidik melakukan pelacakan intensif lebih dari 12 jam.

Pelaku dibekuk di sebuah rumah kontrakan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolres Bungo untuk pemeriksaan lanjutan.

“Benar, satu terduga pelaku telah diamankan. Polres Tebo hanya membackup Polres Bungo dalam proses penangkapan ini,” kata Kasat Reskrim Polres Tebo, Iptu Rimhot Nainggolan, S.H., M.H., dikutip dari portaltebo.id.

Sehari sebelumnya, Sabtu (1/11/2025), warga Perumahan Al-Kausar VII, Arena Ex MTQ Baru, Muara Bungo, digemparkan dengan penemuan jasad Erni di kamar rumahnya.

Dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan (IAK) Setih Setio ditemukan tewas dalam kondisi setengah berpakaian, dengan luka di kepala dan leher.

Barang berharga milik korban, termasuk mobil dan sepeda motor, dilaporkan hilang, sehingga polisi menduga kasus ini merupakan pembunuhan disertai pencurian.

Usai olah TKP, tim gabungan langsung melakukan penyelidikan melalui rekaman CCTV dan pelacakan digital.

Polisi menutup jalur keluar-masuk wilayah Tebo hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya.

“Pelaku kini sedang diperiksa intensif. Motifnya masih didalami, apakah terkait pencurian semata atau ada hubungan pribadi dengan korban,” jelas sumber kepolisian.

Kasus ini mengejutkan dunia pendidikan di Bungo.

Erni dikenal sebagai dosen teladan, aktif dalam kegiatan kampus, dan berdedikasi tinggi kepada mahasiswa.

Rekan-rekan sejawatnya menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Beliau sosok yang sabar dan berdedikasi. Kami sangat kehilangan dan berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya,” kata salah seorang rekan korban di IAK Setih Setio.

Hingga Minggu siang, polisi masih melakukan pendalaman, memeriksa saksi tambahan, serta menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat atau mengetahui rencana pembunuhan.

“Ini bukan kasus biasa. Ada indikasi perencanaan matang dan motif ganda,” ungkap sumber internal penyidik.(*)




Sejumlah Fakta Kasus Pembunuhan Dosen Keperawatan di Bungo, Ada Bekas Kekerasan hingga Sperma di Tubuh Korban

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus kematian Erni Yuniati (EY), dosen sekaligus Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo, kini menjadi perhatian publik.

Korban ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan BTN Al Kausar Residence, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, pada Sabtu (1/11/2025) siang.

Polisi menduga kuat korban menjadi korban pembunuhan setelah menemukan sejumlah kejanggalan di tempat kejadian perkara (TKP).

Berikut rangkuman fakta-fakta terbaru yang berhasil dihimpun terkait kasus tersebut:

1. Seorang Dosen Sekaligus Ketua Prodi Keperawatan

Korban diketahui bernama Erni Yuniati, seorang dosen di Institut Agama dan Kesehatan (IAK) Setih Setio Muara Bungo.

Selain mengajar, korban juga menjabat sebagai Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan.

Rekan-rekannya mengenal korban sebagai sosok yang ramah dan aktif di lingkungan kampus.

2. Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Tempat Tidur

Jasad korban ditemukan dalam kondisi terbaring di atas tempat tidur, tertutup kain sarung, dan hanya mengenakan pakaian dalam.

Penemuan ini terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WIB setelah warga curiga korban tidak keluar rumah sejak pagi.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP.

3. Diduga Sudah Meninggal Selama 12 Jam

Hasil pemeriksaan awal tim medis menyebutkan bahwa korban sudah meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Dugaan itu diperkuat dari kondisi tubuh korban yang mulai kaku dan perubahan warna kulit yang tampak jelas di beberapa bagian.

4. Dua Kendaraan Milik Korban Raib

Polisi menemukan fakta bahwa dua kendaraan milik korban, yaitu satu mobil dan satu sepeda motor, hilang dari rumah.

Dugaan sementara, pelaku sempat membawa kabur kendaraan tersebut usai melakukan aksi keji di rumah korban.

Polisi kini sedang melacak keberadaan kendaraan itu melalui rekaman CCTV di radius satu kilometer dari lokasi kejadian.

5. Ada Luka Lebam di Wajah dan Kepala

Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter dr. Sepriadi di RSUD H. Hanafie Muara Bungo menunjukkan adanya lebam di wajah, bahu, dan belakang kepala.

Luka-luka itu diduga akibat benturan benda tumpul. Polisi pun semakin yakin bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan.

6. Ditemukan Bekas Sperma di Tubuh Korban

Pemeriksaan medis juga menemukan indikasi adanya sperma di pakaian dan tubuh korban.

Fakta ini menguatkan dugaan bahwa korban mengalami kekerasan seksual sebelum tewas.

Saat ini, hasil visum et repertum tengah diproses untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengatakan pihaknya telah mengantongi beberapa petunjuk penting dan tengah mengumpulkan rekaman CCTV dari rumah warga di sekitar lokasi.

“Ini kami lagi lidik dan sidik, termasuk kumpulkan CCTV di perumahan warga radius satu kilometer dan akses jalan yang kemungkinan dilalui kendaraan korban. Namun masih terus kami dalami,” ujarnya.

Tim Satreskrim Polres Bungo kini fokus pada analisis barang bukti, pemeriksaan saksi, dan pelacakan kendaraan korban.

Polisi memastikan akan mengusut tuntas kasus ini untuk mengungkap siapa pelaku di balik kematian tragis tersebut.(*)




Polisi Lacak Jejak Pelaku Lewat CCTV! Usai Dosen IAK Setih Setio Ditemukan Tewas

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Polisi terus bekerja keras mengungkap misteri kematian tragis Erni Yuniati (EY), dosen sekaligus Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo.

Di mana Erni Yuniati ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan BTN Al Kausar Residence, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, pada Sabtu (1/11/2025) siang.

Korban ditemukan terbaring di atas tempat tidur, tertutup kain sarung, dan masih mengenakan pakaian dalam.

Polisi bersama warga segera mengevakuasi jasad korban ke RSUD H. Hanafie Muara Bungo untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kini, Polres Bungo tengah menelusuri rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi untuk menemukan petunjuk baru yang mengarah kepada pelaku.

“Ini kami lagi lakukan penyelidikan dan penyidikan, termasuk mengumpulkan rekaman CCTV dari perumahan warga dalam radius satu kilometer dan di akses jalan yang mungkin dilalui kendaraan korban,” ungkap Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, kepada wartawan, Sabtu (1/11/2025).

Kapolres menambahkan, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dan terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar rumah korban.

“Kami sudah punya beberapa petunjuk awal yang sedang kami dalami,” ujarnya.

Sebelumnya, hasil pemeriksaan awal di lokasi menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Selain itu, dua kendaraan milik korban satu mobil dan satu motor dilaporkan hilang dari rumahnya.

Temuan ini semakin memperkuat dugaan polisi bahwa kasus ini bermotif pembunuhan disertai pencurian.

Hasil pemeriksaan medis dari dr. Sepriadi di RSUD H. Hanafie Bungo juga menunjukkan adanya lebam di wajah dan bahu, serta benjolan di bagian belakang kepala korban.

Ditemukan pula indikasi sperma pada pakaian korban, dan korban diperkirakan telah meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Polisi memastikan akan terus menelusuri jejak pelaku dengan menggabungkan hasil visum, keterangan saksi, dan analisis rekaman CCTV.

“Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secepat mungkin. Setiap petunjuk kami telusuri, termasuk dari rekaman CCTV di sekitar lokasi,” tegas AKBP Natalena.(*)




Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar, Mobil dan Motor Dosen Keperawatan Bungo Hilang

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Misteri kematian seorang perempuan di Perumahan BTN Al Kausar Residence, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, mulai terungkap.

Polisi kini mengindikasikan korban Erni Yuniati (EY), seorang dosen sekaligus Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo, menjadi korban pembunuhan.

Korban ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya, Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi terbaring di tempat tidur dan tertutup kain sarung, masih mengenakan pakaian dalam.

Hasil pemeriksaan awal di lokasi oleh Satreskrim Polres Bungo menemukan sejumlah kejanggalan.

Selain terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dua kendaraan milik korban satu mobil dan satu sepeda motor dilaporkan hilang dari rumahnya.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, kami mengindikasikan adanya dugaan pembunuhan terhadap korban. Dua kendaraan milik korban juga tidak ditemukan di lokasi,” ungkap Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, pada Sabtu sore.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ilham mengatakan bahwa korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar tidurnya.

“Korban ditemukan tertutup kain sarung dan masih memakai pakaian dalam. Saat ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari rumah sakit,” jelasnya.

Jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD H. Hanafi Muara Bungo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dr. Sepriadi menunjukkan adanya lebam di wajah dan bahu, serta benjolan di kepala bagian belakang.

Selain itu, ditemukan indikasi sperma pada pakaian korban.

Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Polisi saat ini masih menunggu hasil visum et repertum untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Sementara itu, tim Satreskrim Polres Bungo tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mencari keberadaan mobil dan motor korban yang hilang.

Termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

“Kasus ini kami tangani secara serius. Kami akan mengusut tuntas untuk memastikan motif dan pelaku di balik kematian korban,” tegas Kapolres Natalena.(*)

@sepucukjambi.idkasus pencurian dengan penganiayaan kembali terjadi.. kali ini di Bungo, korb4nnya Erni Yuniati, seorang dosen di Institut Agama dan Kesehatan (IAK) Setiap Setio Muara Bungo, Sabtu 1 November 2025 siang baca selengkapnya di sepucukjambi.id #viraltiktok #fypシ゚ #kabarhariini #viralvideo #muarabungo♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music




Polisi Temukan Tanda Kekerasan di Tubuh Korban! Dosen IAK Setih Setio Tewas di Kamar Tidur

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang perempuan ditemukan terbaring tak bernyawa di atas tempat tidur rumahnya di kawasan BTN Al Kausar Residence, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Sabtu siang (1/11/2025).

Tubuh korban tertutup kain sarung, sementara kondisinya masih mengenakan pakaian dalam.

Penemuan jasad tersebut sontak menggegerkan warga sekitar.

Setelah mendapat laporan, Satreskrim Polres Bungo bersama Tim Inafis segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga:  Tragis, Ketua Prodi Keperawatan IAK Setih Setio Ditemukan Tewas di Rumah Pribadi

Korban diketahui bernama Erni Yuniati, warga Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir.

Ia merupakan Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan Institut Agama dan Kesehatan (IAK) Setih Setio Muara Bungo.

Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ilham, membenarkan adanya temuan jasad tersebut.

“Benar, korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di BTN Al Kausar, Rimbo Tengah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda perlawanan di lokasi kejadian.

Namun, polisi tetap mendalami penyebab pasti kematian korban.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter rumah sakit. Saat ini belum dapat disimpulkan apakah korban meninggal akibat pembunuhan atau sebab lain,” jelas AKP Ilham.

Setelah proses identifikasi di lokasi, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD H. Hanafi Muara Bungo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, dokter Sepriadi dari RSUD H. Hanafi mengungkapkan hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

“Kami menemukan lebam di bagian wajah dan bahu serta terdapat benjolan di kepala bagian belakang. Selain itu, ditemukan adanya indikasi sperma di pakaian korban,” terangnya.

Dari hasil analisis medis awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Pihak kepolisian kini menunggu hasil visum et repertum untuk memastikan penyebab pasti kematian dosen tersebut.

Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Bungo.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap kronologi dan motif di balik kematian tragis ini.(*)

@sepucukjambi.id

kasus pencurian dengan penganiayaan kembali terjadi.. kali ini di Bungo, korb4nnya Erni Yuniati, seorang dosen di Institut Agama dan Kesehatan (IAK) Setiap Setio Muara Bungo, Sabtu 1 November 2025 siang baca selengkapnya di sepucukjambi.id #viraltiktok #fypシ゚ #kabarhariini #viralvideo #muarabungo

♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music




Tragis, Ketua Prodi Keperawatan IAK Setih Setio Ditemukan Tewas di Rumah Pribadi

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga BTN Al Kausar Residence, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan di dalam rumah pada Sabtu 1 November 2025 siang.

Korban diketahui bernama Erni Yuniati, warga Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir.

Ia merupakan Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo.

Penemuan ini segera ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bungo.

Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ilham, membenarkan laporan tersebut.

“Benar, telah ditemukan seorang perempuan meninggal dunia di rumahnya di BTN Al Kausar, Rimbo Tengah,” ujarnya kepada awak media.

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian, korban ditemukan dalam posisi terbaring di tempat tidur dan tertutup kain sarung.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian dalam.

Setelah proses identifikasi awal, jasad korban dievakuasi ke RSUD H Hanafi Muara Bungo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian korban,” kata dia.

“Saat ini kami belum dapat menyimpulkan apakah ini merupakan kasus pembunuhan atau bukan,” jelas AKP Ilham.

Ia menambahkan, tim Inafis bersama Unit Reskrim masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, dokter Sepriadi dari RSUD H. Hanafi Muara Bungo mengungkapkan hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

“Kami menemukan lebam di area wajah, bahu, serta terdapat benjolan di bagian belakang kepala. Selain itu, ditemukan pula adanya indikasi sperma di pakaian korban,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil visum et repertum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.(*)

View this post on Instagram

Shared post on

Televizia



Terungkap! Cara Kekasih Bunuh Remaja Dinda di Bungo Sebelum Buang Jasad ke Sungai

Category: Hukum

BUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID — Polisi mengungkap kronologi tragis pembunuhan Dinda Apriani (17), remaja perempuan asal Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Di mana jasadnya ditemukan mengapung di Sungai Batang Tebo, Dusun Babeko, Kecamatan Bathin II Babeko, pada Minggu (26/10/2025) siang.

Pelaku pembunuhan ternyata kekasih korban sendiri, berinisial FAG (17), warga Simpang Tebat, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, yang juga masih di bawah umur.

Ia ditangkap Senin (27/10/2025) pagi oleh tim Satreskrim Polres Bungo di rumah neneknya, Desa Tanjung Agung, tanpa perlawanan.

Baca juga:  Kasus Korupsi Pasar Tanjung Bungur Tebo, Konsultan Ungkap Nilai Usulan Rp 5 Miliar

Baca juga:  Update Kasus Dana BOS SMAN 2 Bungo, Polisi Tetapkan Sejumlah Tersangka Baru

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku membunuh korban di dalam mobil Avanza hitam miliknya.

Saat itu keduanya terlibat pertengkaran hebat di dalam kendaraan karena pelaku merasa diperas dan ditipu korban yang mengaku hamil, serta cemburu setelah melihat korban sering berkomunikasi dengan pria lain.

Emosi tak terkendali membuat pelaku kehilangan akal sehat.

Ia kemudian mencekik leher korban dengan tangan kosong, disusul memukul wajah korban berkali-kali hingga korban tak berdaya.

Tak berhenti di situ, pelaku juga membenturkan kepala korban ke dinding mobil hingga tubuh korban tak bergerak lagi.

“Pelaku mengaku memukul dan membenturkan kepala korban berkali-kali hingga yakin korban meninggal dunia di dalam mobil,” ujar Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ilham Tri Kurnia, Senin (27/10/2025).

Setelah memastikan korban sudah tak bernyawa, pelaku membawa mobil ke arah Desa Tanjung Menanti.

Sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku menghentikan mobil di atas jembatan Sungai Batang Tebo, lalu membuang tubuh korban ke sungai dari ketinggian agar tak mudah ditemukan.

Keesokan harinya, sekitar pukul 13.00 WIB, seorang warga bernama Herikun (41) menemukan jasad korban mengapung tanpa busana di tengah sungai saat hendak pergi bekerja.

Warga kemudian mengevakuasi jasad ke tepi sungai sebelum dilaporkan ke polisi.

Petugas menemukan beberapa ciri yang melekat pada tubuh korban, antara lain gelang emas kecil bermotif bunga kaca hitam, sepasang anting bulat, serta cat kuku merah di tangan dan kaki.

Tubuh korban juga mengalami luka lecet di lutut kiri dan luka di mulut akibat benturan keras.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 1 unit mobil Toyota Avanza BH 1776 MM, 1 unit handphone Samsung Galaxy A05, dan 1 unit iPhone 13 Pro Max warna putih.

Kasus ini kini ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Bungo sesuai ketentuan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena pelaku dan korban sama-sama di bawah umur. Namun proses hukum tetap berjalan dengan prinsip keadilan dan perlindungan anak,” tegas AKP Ilham.

Korban sebelumnya sempat viral di media sosial setelah jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Saat ini, jenazah Dinda masih menjalani autopsi di RSUD Hanafie Bungo untuk memastikan penyebab pasti kematian.(*)




Remaja Perempuan di Bungo Tewas di Sungai, Kekasihnya Jadi Tersangka

Category: Hukum

BUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID — Kasus pembunuhan tragis menimpa seorang remaja perempuan di bawah umur di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Korban ditemukan tewas mengapung di Sungai Batang Tebo, Dusun Babeko, Kecamatan Bathin II Babeko, pada Minggu (26/10/2025) siang.

Belakangan, pelaku diketahui masih berusia 17 tahun dan merupakan kekasih korban sendiri.

Sekitar pukul 13.00 WIB, seorang warga bernama Herikun (41), petani asal Simpang Babeko, menemukan tubuh korban tanpa busana mengapung di sungai saat hendak bekerja menggunakan perahu.

Baca juga:  Kasus Korupsi Pasar Tanjung Bungur Tebo, Konsultan Ungkap Nilai Usulan Rp 5 Miliar

Baca juga:  Update Kasus Dana BOS SMAN 2 Bungo, Polisi Tetapkan Sejumlah Tersangka Baru

Ia kemudian meminta bantuan warga untuk mengevakuasi jasad korban ke tepi sungai.

Petugas Satreskrim Polres Bungo yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah barang yang masih melekat di tubuh korban, seperti gelang rantai emas kecil bermotif bunga kaca hitam, sepasang anting bulat, serta cat kuku berwarna merah di tangan dan kaki.

Korban juga mengalami luka lecet di lutut kiri dan luka pada bagian mulut.

Meskipun kondisi tubuh sudah rusak, identitas korban akhirnya diketahui bernama Dinda Apriani (17), warga Limbur Lubuk Mengkuang.

Berdasarkan keterangan rekan kerjanya, Dinda terakhir kali terlihat bersama kekasihnya menggunakan mobil Avanza hitam.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono, melalui Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ilham Tri Kurnia, mengatakan bahwa setelah melakukan pelacakan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial FAG (17), warga Simpang Tebat, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII.

Pelaku diketahui sering menggunakan mobil Avanza hitam dan motor NMAX.

“Tim Gunjo Opsnal Satreskrim Polres Bungo bersama Unit Reskrim Polsek Bathin II Babeko berhasil menangkap pelaku di rumah neneknya di Desa Tanjung Agung pada Senin (27/10/2025) sekitar pukul 06.00 WIB tanpa perlawanan,” ujar AKP Ilham.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku telah membunuh korban di dalam mobil dengan cara mencekik, memukul, dan membenturkan kepala korban ke dinding mobil.

Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku membuang jasad ke sungai dari atas jembatan Desa Tanjung Menanti sekitar pukul 22.00 WIB.

Motif sementara pembunuhan diduga karena pelaku sakit hati, merasa diperas dan ditipu korban yang mengaku hamil, serta cemburu karena korban kerap terlihat bersama pria lain.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 1 unit mobil Toyota Avanza BH 1776 MM, 1 unit handphone Samsung Galaxy A05, dan 1 unit iPhone 13 Pro Max warna putih.

Kasus ini kini ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Bungo sesuai ketentuan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan anak sebagai korban dan pelaku. Proses hukum tetap berjalan dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan dan perlindungan anak,” ujar Kasat Reskrim.

Sebelumnya, penemuan jasad Dinda sempat viral di media sosial karena kondisi korban yang mengenaskan.

Saat ini jenazah tengah menjalani autopsi di RSUD Hanafie untuk memastikan penyebab kematian.

Pihak kepolisian bersama tim INAFIS Polres Bungo telah mengamankan sejumlah barang bukti dan masih melakukan penyelidikan mendalam.

Kasus ini mengguncang masyarakat Bungo, terlebih korban dikenal sebagai gadis yang sopan dan rajin bekerja.

Polisi berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga seluruh fakta terungkap.(*)