Patroli Polri di Sungai Batanghari, ABK dan Nakhoda Diberi Imbauan Keselamatan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Direktur Polisi Perairan dan Udara (Wadirpolairud) Polda Jambi, AKBP Abilio Dos Santos, memimpin patroli perairan di Sungai Batanghari, Kamis (15/01/2026).

egiatan ini dilakukan menggunakan Kapal Patroli KP. XXVI-1017 sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah perairan.

Selama patroli, tim Polairud memeriksa kapal-kapal yang melintas di alur Sungai Batanghari.

Pemeriksaan difokuskan untuk memastikan aktivitas pelayaran berjalan aman, bebas dari gangguan kamtibmas, serta meminimalisir risiko pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan.

AKBP Abilio Dos Santos menyampaikan imbauan langsung kepada nakhoda dan anak buah kapal (ABK) untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan pelayaran, dan meningkatkan kewaspadaan selama berada di perairan.

“Patroli ini kami lakukan agar seluruh pengguna transportasi air merasa aman dan nyaman. Kehadiran Polri di perairan Sungai Batanghari diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah potensi gangguan,” ujar AKBP Abilio Dos Santos.

Dengan kegiatan ini, Ditpolairud Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk mengawal keamanan transportasi air, memperkuat pengawasan, dan menjaga kondusivitas Sungai Batanghari bagi masyarakat.(*)




Aksi Warga Sukaramai Protes Abrasi Sungai, Ditpolairud Polda Jambi Fasilitasi Mediasi Damai

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi bertindak cepat merespons konflik antara warga Desa Sukaramai, Kecamatan Tembesi, dan perusahaan pengelola tongkang batu bara yang beroperasi di Sungai Batang Tembesi.

Aksi protes warga pecah pada Senin (28/4/2025), saat mereka menahan sejumlah tongkang batu bara sebagai bentuk penolakan terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas parkir tongkang.

Warga mengaku mengalami abrasi di sepanjang bantaran sungai, yang menggerus lahan pertanian dan pemukiman mereka.

Menanggapi ketegangan tersebut, Ditpolairud Polda Jambi bersama unsur TNI, Polsek Tembesi, pemerintah desa, dan Polres Batanghari langsung turun tangan.

Pendekatan persuasif dan humanis dikedepankan demi menjaga ketertiban dan mencegah konflik sosial yang lebih luas.

“Kami hadir untuk menengahi dengan mengedepankan dialog dan solusi damai. Negara harus hadir untuk melindungi masyarakat dari potensi konflik berkepanjangan,” ujar Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi, AKBP Ade Candra.

Langkah mediasi dilakukan dengan mempertemukan perwakilan warga dan pihak perusahaan. Meski belum membuahkan kesepakatan final, proses dialog terus berjalan dalam suasana kondusif.

Menurut AKBP Ade Candra, keberadaan Ditpolairud bukan semata sebagai penegak hukum di wilayah perairan, tetapi juga pelindung dan pengayom masyarakat.

“Prinsip kami adalah menjamin rasa aman, mengayomi tanpa keberpihakan, dan memastikan setiap persoalan diselesaikan secara musyawarah dan adil,” tegasnya.

Ditpolairud Polda Jambi pun mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga ketenangan dan menyerahkan penyelesaian masalah ini melalui jalur dialog, agar tidak menimbulkan dampak sosial lanjutan.

Dengan pendekatan proaktif ini, Ditpolairud Polda Jambi menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas wilayah perairan serta mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.(*)