Buka Puasa Pakai Gorengan? Ini Dampaknya bagi Berat Badan dan Kolesterol

SEPUCUKJAMBI.ID – Gorengan seolah menjadi takjil favorit yang sulit dipisahkan dari momen berbuka puasa.

Mulai dari bakwan, tahu isi, risoles, hingga tempe goreng, aroma gurihnya memang menggoda setelah seharian menahan lapar dan haus.

Namun, kebiasaan langsung menyantap gorengan saat adzan magrib berkumandang ternyata perlu disikapi dengan lebih bijak.

Tubuh Butuh Energi Bertahap Setelah Puasa

Setelah berpuasa selama kurang lebih 12 jam, tubuh memerlukan asupan yang ringan dan mudah dicerna.

Idealnya, berbuka diawali dengan air putih dan makanan manis alami seperti kurma untuk mengembalikan kadar gula darah secara perlahan.

Sebaliknya, gorengan termasuk makanan tinggi lemak karena dimasak dengan minyak bersuhu tinggi.

Lemak, khususnya lemak jenuh, dapat memperlambat proses pengosongan lambung.

Akibatnya, perut terasa penuh lebih lama dan bisa memicu rasa tidak nyaman seperti begah atau mual.

Tinggi Kalori, Berisiko Picu Berat Badan Naik

Gorengan juga dikenal tinggi kalori. Dalam beberapa potong saja, asupan energi bisa meningkat signifikan.

Jika dikonsumsi hampir setiap hari tanpa diimbangi aktivitas fisik, kebiasaan ini berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan selama bulan puasa.

Padahal, banyak orang berharap puasa justru membantu mengontrol berat badan. Tanpa perhitungan yang tepat, kalori dari gorengan dapat menggagalkan tujuan tersebut.

Pengaruh terhadap Kolesterol dan Kesehatan Jantung

Konsumsi gorengan berlebihan juga dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Terlebih jika minyak yang digunakan dipakai berulang kali, proses ini dapat menghasilkan senyawa yang kurang baik bagi kesehatan.

Dalam jangka panjang, pola makan tinggi lemak jenuh dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kardiovaskular.

Karena itu, penting untuk membatasi frekuensi dan jumlah konsumsi makanan yang digoreng.

Boleh Saja, Asal Tahu Batasnya

Bukan berarti gorengan harus dihindari sepenuhnya saat berbuka puasa. Kuncinya ada pada porsi dan keseimbangan.

Mengonsumsi satu atau dua potong sebagai pelengkap masih tergolong wajar, asalkan tidak dijadikan menu utama setiap hari.

Untuk pilihan yang lebih sehat, kamu bisa:

  • Memastikan gorengan ditiriskan dengan baik agar tidak terlalu berminyak

  • Menggunakan minyak baru dan tidak dipakai berulang kali

  • Mempertimbangkan metode memasak alternatif seperti memanggang atau menggunakan air fryer

  • Mengombinasikan dengan makanan bergizi seimbang seperti karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, sayuran, dan buah

Selain itu, minum air putih yang cukup saat berbuka membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung proses pencernaan.

Pada akhirnya, menikmati gorengan saat buka puasa bukanlah kesalahan. Namun, kebiasaan tersebut perlu dikontrol agar tidak berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

Dengan pola makan yang lebih bijak, momen berbuka tetap nikmat tanpa mengorbankan kondisi tubuh.(*)




Body Composition Lebih Penting daripada Berat Badan, Ini Alasannya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang masih mengandalkan timbangan untuk menilai kesehatan tubuh, padahal angka berat badan saja tidak cukup menggambarkan kondisi tubuh secara menyeluruh.

Di sinilah pentingnya body composition atau komposisi tubuh, yang menunjukkan persentase lemak, massa otot, tulang, dan cairan dalam tubuh.

Dua orang dengan berat badan sama bisa memiliki kondisi tubuh yang berbeda.

Seseorang mungkin terlihat normal di timbangan, tetapi persentase lemaknya tinggi, sementara yang lain memiliki massa otot lebih banyak meski berat badan lebih besar.

Memahami body composition membantu menilai kesehatan lebih realistis dan mencegah kesalahpahaman.

Komponen utama body composition meliputi:

  • Lemak tubuh: Penting untuk energi dan perlindungan organ, tapi kelebihan lemak, terutama di perut, meningkatkan risiko penyakit.

  • Massa otot: Membantu metabolisme, kekuatan, dan daya tahan tubuh.

  • Kepadatan tulang dan cairan tubuh: Tulang yang kuat mencegah cedera, cairan tubuh penting untuk fungsi organ optimal.

Manfaat mengetahui komposisi tubuh tidak hanya soal pencegahan penyakit, tetapi juga untuk melihat hasil diet dan olahraga secara akurat.

Berat badan mungkin tidak turun, tapi otot bertambah dan lemak berkurang  perubahan ini baru terlihat melalui body composition.

Pengukuran body composition bisa dilakukan melalui alat bioelectrical impedance, pemeriksaan medis, atau teknologi pencitraan.

Hasil pengukuran memberikan panduan bagi gaya hidup sehat, mulai dari pola makan seimbang, olahraga rutin, latihan kekuatan, hingga cukup istirahat.

Fokusnya bukan diet ekstrem, tetapi konsistensi dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Dengan memahami body composition, seseorang dapat menilai tubuh secara lebih adil, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup jangka panjang.(*)




Tips Konsisten Menurunkan Berat Badan Tanpa Stres

SEPUCUKJAMBI.ID – Menurunkan berat badan sering bukan soal tahu caranya, melainkan menjaga konsistensi.

Banyak orang sudah paham pentingnya makan seimbang dan rutin bergerak, tetapi kesulitan mempertahankan motivasi di tengah rutinitas harian yang padat.

Tak heran, semangat yang besar di awal sering memudar di tengah jalan.

Kunci utama menjaga motivasi adalah memahami alasan pribadi di balik keinginan menurunkan berat badan.

Sebagian orang ingin tubuh lebih ringan dan bertenaga, sementara yang lain ingin hidup lebih sehat atau merasa lebih percaya diri.

Alasan personal biasanya lebih efektif dibanding sekadar mengejar angka di timbangan.

Menetapkan target realistis juga penting agar proses tidak terasa melelahkan. Penurunan berat badan yang sehat biasanya terjadi secara bertahap.

Fokus pada perubahan kecil, seperti berjalan kaki rutin atau mengurangi minuman manis, lebih mudah dipertahankan dibanding target besar yang terasa berat.

Pola makan dan aktivitas fisik sebaiknya disesuaikan dengan gaya hidup masing-masing. Tidak semua orang cocok dengan diet ketat atau olahraga intens.

Memilih aktivitas yang disukai, seperti bersepeda santai, yoga, atau jalan sore, membantu tetap aktif tanpa terasa sebagai beban.

Selain itu, fokuslah pada proses, bukan hanya hasil akhir. Tidur lebih nyenyak, tubuh terasa segar, dan stamina meningkat adalah tanda kemajuan.

Mencatat kebiasaan harian dapat membantu melihat perkembangan secara objektif.

Dukungan dari orang terdekat juga membantu menjaga motivasi.

Berbagi cerita dengan teman atau keluarga dan merayakan pencapaian kecil, seperti konsistensi seminggu, dapat menambah semangat.

Yang tak kalah penting, beri ruang untuk diri sendiri jika sesekali melenceng. Proses menurunkan berat badan bukan perjalanan yang selalu lurus.

Alih-alih menyalahkan diri sendiri, lebih baik kembali fokus dan melanjutkan kebiasaan sehat.

Pada akhirnya, menurunkan berat badan adalah membangun gaya hidup jangka panjang. Dengan pendekatan santai, realistis, dan penuh kesadaran, motivasi untuk hidup lebih sehat akan lebih mudah dipertahankan.(*)