Ini Perbedaan Kolesterol Baik dan Jahat yang Perlu Diketahui

SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang menganggap lemak darah sebagai ancaman utama kesehatan.

Padahal, tubuh tetap membutuhkan lemak untuk menjalankan berbagai fungsi penting.

Masalah baru muncul ketika kadarnya tidak seimbang dan tidak terkontrol.

Lemak dalam darah terdiri dari kolesterol dan trigliserida.

Keduanya berperan dalam pembentukan sel, produksi hormon, serta penyimpanan energi.

Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Memahami jenis-jenis lemak darah membantu kita lebih bijak dalam menjaganya.

1. Kolesterol LDL (Kolesterol Jahat)

LDL dikenal sebagai kolesterol “jahat” karena dapat menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak.

Penumpukan ini dapat mempersempit pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke jantung maupun otak.

2. Kolesterol HDL (Kolesterol Baik)

Sebaliknya, HDL disebut kolesterol “baik” karena membantu membersihkan kelebihan kolesterol dari aliran darah dan membawanya kembali ke hati untuk diproses.

3. Trigliserida

Trigliserida berfungsi sebagai cadangan energi.

Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat memperbesar risiko gangguan jantung, terutama jika disertai LDL tinggi dan HDL rendah.

Dokter biasanya juga mengevaluasi kolesterol total sebagai gambaran umum keseimbangan lemak dalam tubuh.

Beberapa faktor yang memengaruhi kadar lemak darah antara lain:

  • Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula berlebih

  • Kurangnya aktivitas fisik

  • Kebiasaan merokok

  • Kelebihan berat badan

  • Faktor genetik

Sebagian orang memiliki risiko lebih tinggi akibat faktor keturunan, sehingga tetap perlu rutin memantau kadar kolesterol meskipun merasa sehat.

Kabar baiknya, kadar lemak darah bisa dikendalikan dengan perubahan gaya hidup sederhana:

  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan

  • Kurangi makanan tinggi lemak jenuh dan makanan olahan

  • Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari

  • Hindari rokok dan batasi konsumsi alkohol

  • Jaga berat badan tetap ideal

Olahraga terbukti meningkatkan kolesterol HDL sekaligus membantu menurunkan LDL dan trigliserida.

Tes lemak darah atau profil lipid merupakan langkah pencegahan penting.

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi risiko sejak dini sebelum muncul gejala serius.

Dengan pemantauan rutin dan gaya hidup sehat, kadar kolesterol dan trigliserida bisa tetap berada dalam batas normal, sehingga fungsi jantung tetap optimal.

Lemak darah bukanlah musuh yang harus dihilangkan sepenuhnya.

Tubuh tetap membutuhkannya untuk berbagai fungsi vital. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan agar tidak berlebihan.

Dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala, risiko penyakit jantung dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga.(*)




Kebanyakan Gula Bisa Berbahaya, Ini Manfaat Besar Jika Mulai Menguranginya

SEPUCUKJAMBI.ID – Gula kerap tersembunyi dalam berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Tanpa disadari, asupan gula harian bisa melampaui batas aman bagi tubuh.

Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan serius.

Sebaliknya, membatasi konsumsi gula secara bertahap justru memberikan banyak manfaat, baik bagi kesehatan organ dalam maupun penampilan luar.

Berikut sejumlah dampak positif yang bisa dirasakan saat mulai mengurangi asupan gula.

1. Membantu mengontrol berat badan

Kelebihan gula akan diubah tubuh menjadi lemak dan disimpan sebagai cadangan energi.

Dengan mengurangi konsumsi gula, risiko penumpukan lemak dapat ditekan sehingga berat badan lebih mudah terjaga dan risiko obesitas menurun.

2. Menurunkan risiko penyakit jantung

Asupan gula berlebih diketahui dapat meningkatkan kadar trigliserida serta kolesterol jahat. Kondisi ini berkontribusi pada gangguan jantung dan pembuluh darah.

Pola makan rendah gula membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.

3. Menjaga kestabilan gula darah

Lonjakan gula darah yang terlalu sering memaksa tubuh memproduksi insulin secara berlebihan. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

Mengurangi gula membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil.

4. Menjaga kesehatan gigi dan mulut

Bakteri di rongga mulut menggunakan gula sebagai sumber energi untuk menghasilkan asam yang merusak enamel gigi.

Semakin sedikit gula yang dikonsumsi, semakin kecil risiko gigi berlubang dan gangguan gusi.

5. Mengurangi peradangan dalam tubuh

Konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan kronis yang berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif.

Membatasi gula membantu menurunkan beban inflamasi dan menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

6. Membuat energi lebih stabil sepanjang hari

Meski gula memberi dorongan energi cepat, efeknya sering bersifat sementara dan diikuti rasa lelah. Pola makan rendah gula membantu menjaga energi lebih konsisten tanpa penurunan drastis.

7. Mendukung kesehatan dan penampilan kulit

Asupan gula berlebih dapat mempercepat proses penuaan kulit dan memperparah jerawat. Dengan mengurangi gula, elastisitas kulit lebih terjaga dan tampilan wajah terlihat lebih sehat.

Mengurangi gula tidak harus dilakukan secara ekstrem. Kesadaran memilih makanan dan pengendalian porsi menjadi langkah awal yang efektif.

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa manfaat besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.(*)




Pegal, Nyeri, dan Lelah Sepanjang Hari? Kenali Penyebab Badan Sakit Semua

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah bangun tidur dengan tubuh terasa pegal, nyeri di punggung, kaki berat, dan energi habis?

Kondisi yang sering disebut “badan sakit semua” ini sebenarnya adalah sinyal tubuh bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

Nyeri tubuh menyeluruh bukan penyakit tunggal, melainkan gejala yang bisa disebabkan berbagai faktor.

Salah satu penyebab paling umum adalah infeksi virus, seperti flu.

Saat tubuh melawan virus, sistem imun melepaskan zat peradangan yang membuat otot terasa nyeri dan lemah.

Inilah alasan mengapa badan terasa letih dan nyeri saat sedang sakit.

Selain infeksi, kekurangan vitamin D bisa membuat otot dan sendi lebih mudah nyeri.

Vitamin ini penting untuk menjaga kekuatan tulang dan kesehatan otot.

Dehidrasi juga berkontribusi terhadap nyeri tubuh karena mengganggu keseimbangan elektrolit yang diperlukan untuk kerja otot, sehingga kram dan rasa sakit muncul lebih mudah.

Stres mental menjadi faktor lain yang sering diabaikan.

Ketegangan yang berlangsung lama membuat otot terus tegang, menimbulkan nyeri menyebar.

Aktivitas fisik berlebihan tanpa pemanasan atau pendinginan juga kerap memicu pegal dan nyeri pada seluruh tubuh.

Dalam kasus tertentu, badan sakit semua bisa menjadi tanda kondisi kronis seperti fibromyalgia, yang ditandai nyeri luas, kelelahan ekstrem, dan gangguan tidur.

Jika keluhan terjadi terus-menerus tanpa penyebab jelas, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Ada beberapa cara sederhana untuk meredakan nyeri tubuh:

  • Istirahat cukup untuk memberi waktu otot pulih

  • Minum air yang cukup agar fungsi otot tetap optimal

  • Mandi atau kompres hangat untuk melemaskan otot tegang

  • Peregangan ringan, yoga, atau jalan santai untuk melancarkan sirkulasi darah

  • Konsumsi makanan kaya vitamin D, magnesium, dan protein untuk mendukung kesehatan otot

Obat pereda nyeri bisa digunakan bila diperlukan, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan tanpa saran dokter.

Segera temui tenaga medis jika nyeri berlangsung lebih dari beberapa hari, semakin berat, atau disertai demam tinggi, pembengkakan, dan kesulitan bergerak.

Mendengarkan sinyal tubuh adalah langkah pertama untuk menjaga kesehatan. Tubuh jarang memberi “peringatan” tanpa alasan.(*)




Cara Sehat Mengolah Tepung Ketan agar Tetap Kenyal dan Bergizi

SEPUCUKJAMBI.ID – Tepung ketan bukan sekadar bahan untuk membuat kue tradisional seperti onde-onde, klepon, atau mochi.

Dengan tekstur kenyal dan lengket, tepung ketan memiliki karakteristik unik serta sejumlah kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh jika diolah dengan tepat.

Dibuat dari beras ketan yang digiling halus, tepung ketan berbeda dari tepung beras biasa.

Selain memberikan tekstur khas, tepung ini bebas gluten sehingga bisa menjadi alternatif bagi orang yang sensitif terhadap gluten atau sedang menjalani pola makan bebas gluten.

Tepung ketan kaya akan karbohidrat, sumber energi cepat yang mudah dicerna.

Selain itu, tepung ini juga mengandung mineral dalam jumlah kecil yang membantu mendukung fungsi tubuh.

Teksturnya yang padat membuat makanan berbahan tepung ketan lebih mengenyangkan.

Tetapi kandungan kalorinya cukup tinggi sehingga perlu dikonsumsi dengan porsi seimbang.

Terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang menjaga berat badan.

Agar tetap sehat dan lezat, berikut beberapa tips mengolah tepung ketan:

  1. Kurangi gula: Banyak kue ketan tinggi gula, jadi mengurangi takarannya membantu menjaga keseimbangan nutrisi.

  2. Pilih cara kukus daripada goreng: Mengukus mengurangi lemak tambahan dibanding menggoreng.

  3. Tambahkan bahan bergizi: Campurkan kacang, kelapa, atau biji-bijian untuk meningkatkan nilai nutrisi.

  4. Perhatikan porsi: Karena tinggi energi dan mengenyangkan, konsumsi secukupnya sudah cukup.

  5. Simpan dengan benar: Simpan tepung ketan di wadah tertutup rapat agar tetap kering dan terhindar dari serangga.

Dengan pengolahan yang tepat, tepung ketan tetap bisa dinikmati sebagai bagian dari pola makan sehat, tanpa mengorbankan rasa dan kenikmatan camilan favorit.

Kuncinya adalah memahami cara mengolah dan mengatur porsinya agar manfaat nutrisi maksimal tetap terjaga.(*)




Jangan Diabaikan, Ini Berbagai Penyebab Bibir Terlihat Pucat

SEPUCUKJAMBI.ID – Warna bibir sering kali mencerminkan kondisi kesehatan seseorang. Bibir yang sehat umumnya tampak merah merona karena aliran darah dan kadar oksigen yang cukup.

Namun, ketika bibir terlihat lebih pucat dari biasanya, terutama jika terjadi secara mendadak atau berlangsung lama, kondisi ini bisa menimbulkan kekhawatiran.

Salah satu penyebab paling umum bibir pucat adalah anemia. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Akibatnya, suplai darah beroksigen ke bibir berkurang, sehingga warnanya tampak memudar. Anemia biasanya juga disertai keluhan lain seperti mudah lelah, pusing, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Selain anemia, dehidrasi juga dapat memengaruhi warna bibir. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun dan sirkulasi darah ke kulit serta bibir menjadi kurang optimal.

Kondisi ini membuat bibir terlihat lebih pucat, kering, dan kusam.

Bibir pucat akibat dehidrasi umumnya membaik setelah kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

Infeksi tertentu, terutama yang disertai demam atau kondisi tubuh yang melemah, juga bisa menyebabkan bibir tampak pucat.

Saat tubuh melawan infeksi, aliran darah dan distribusi oksigen dapat terganggu sementara, sehingga memengaruhi warna bibir.

Paparan suhu dingin turut menjadi faktor yang sering tidak disadari. Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit dan bibir akan menyempit untuk mempertahankan suhu tubuh.

Akibatnya, aliran darah ke area bibir berkurang dan warna bibir tampak lebih pucat. Biasanya, perubahan ini bersifat sementara dan akan kembali normal ketika tubuh menghangat.

Kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat juga berperan dalam munculnya bibir pucat.

Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah yang sehat. Jika asupannya kurang, produksi sel darah merah dapat terganggu dan memengaruhi warna bibir.

Kondisi ini sering disertai gejala lain seperti sariawan, nafsu makan menurun, dan tubuh terasa lemas.

Dalam beberapa kasus, bibir pucat dapat berkaitan dengan penyakit kronis, seperti gangguan jantung, paru-paru, atau ginjal.

Penyakit-penyakit ini dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah, sehingga bibir tampak pucat atau kusam secara menetap.

Untuk menilai apakah bibir pucat masih tergolong ringan atau perlu pemeriksaan medis, penting memperhatikan gejala yang menyertainya.

Bibir pucat akibat dehidrasi ringan atau udara dingin biasanya akan membaik dengan sendirinya.

Namun, jika warna bibir tetap pucat dalam waktu lama atau disertai keluhan seperti sesak napas, pusing berat, atau kelelahan ekstrem, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan.

Menjaga asupan nutrisi yang seimbang, mencukupi kebutuhan cairan harian, serta rutin memantau kondisi kesehatan dapat membantu mencegah beberapa penyebab umum bibir pucat dan menjaga tubuh tetap sehat secara menyeluruh.(*)




Klaim Penyakit Kronis Terus Naik, BPJS Kesehatan Tekankan Gaya Hidup Sehat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan mencatat total pembayaran biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp190,3 triliun.

Angka tersebut mencakup layanan kesehatan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit.

Dari total tersebut, lebih dari Rp50,2 triliun dialokasikan untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit kronis. Penyakit yang mendominasi antara lain jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengungkapkan bahwa penyakit jantung menjadi penyumbang klaim terbesar dengan total 29,7 juta kasus dan biaya mencapai Rp17,3 triliun.

“Selanjutnya disusul gagal ginjal dengan 12,6 juta kasus dan biaya Rp13,3 triliun, serta kanker sebanyak 7,2 juta kasus dengan biaya Rp10,3 triliun,” ujarnya, Jumat (23/01).

Rizzky menambahkan, tren biaya penyakit kronis terus meningkat dari tahun ke tahun. Padahal, sebagian besar penyakit tersebut dapat dicegah sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat.

“Penyakit kronis sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Jika pencegahan dilakukan secara konsisten, risiko dan beban biaya dapat ditekan,” jelasnya.

Sebagai langkah preventif, BPJS Kesehatan menginisiasi program Gerak 335, yaitu aktivitas fisik sederhana berupa jalan santai selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat tiga menit, dan diulang sebanyak lima kali hingga mencapai total 30 menit.

Aktivitas ini dapat dilakukan kapan saja tanpa memerlukan alat khusus.

Selain aktivitas fisik, BPJS Kesehatan juga mendorong masyarakat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, website resmi BPJS Kesehatan, atau langsung di FKTP.

“Prosesnya hanya membutuhkan waktu 5–10 menit, tetapi manfaatnya sangat besar karena bisa mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini,” kata Rizzky.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Prof Trina Astuti, menekankan bahwa penyakit kronis umumnya membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Oleh karena itu, pencegahan melalui pola hidup sehat menjadi kunci utama.

Menjelang peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 pada 25 Januari, Prof Trina mengingatkan pentingnya penerapan empat Pilar Gizi Seimbang, yakni mengonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, aktif bergerak, serta menjaga berat badan tetap normal.

Ia juga mengajak masyarakat menerapkan panduan makan “Isi Piringku”, dengan komposisi setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat piring karbohidrat, serta seperempat piring protein hewani atau nabati.

“Selain itu, konsumsi gula, garam, dan lemak juga perlu dibatasi agar risiko penyakit kronis dapat ditekan,” pungkasnya.(*)




Puasa Berselang Jadi Tren, Apa Manfaat dan Risikonya?

SEPUCUKJAMBI.ID Intermittent fasting atau puasa berselang semakin banyak diterapkan sebagai cara mengatur pola makan yang lebih terstruktur.

Metode ini diminati bukan hanya oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan, tetapi juga oleh orang-orang yang ingin membangun kebiasaan makan lebih sadar dan terkontrol.

Berbeda dengan pola diet yang menitikberatkan pada pembatasan jenis makanan, intermittent fasting lebih berfokus pada pengaturan waktu makan.

Prinsip dasarnya adalah membagi hari ke dalam periode makan dan periode puasa, sehingga tubuh memiliki jeda tanpa asupan kalori dalam jangka waktu tertentu.

Salah satu pola yang paling populer adalah metode 16/8, yakni berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.

Selain itu, ada metode 5:2 yang memungkinkan seseorang makan seperti biasa selama lima hari, lalu membatasi asupan kalori pada dua hari lainnya.

Beberapa orang juga memilih puasa penuh selama 24 jam satu atau dua kali dalam seminggu.

Daya tarik utama intermittent fasting terletak pada fleksibilitasnya. Dengan membatasi jam makan, asupan kalori sering kali berkurang secara alami tanpa perlu menghitung makanan secara detail.

Karena itu, metode ini kerap dikaitkan dengan penurunan berat badan dan perbaikan metabolisme.

Sejumlah penelitian awal juga menunjukkan bahwa intermittent fasting berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin, yang berperan penting dalam pengaturan kadar gula darah.

Selain itu, pola ini disebut-sebut dapat membantu tubuh lebih efisien dalam menggunakan energi yang tersimpan.

Meski terdengar sederhana, intermittent fasting sebaiknya dijalani secara bertahap, terutama bagi pemula.

Menggeser waktu makan secara perlahan dapat membantu tubuh beradaptasi tanpa menimbulkan efek tidak nyaman seperti pusing atau lemas berlebihan.

Selama masa puasa, kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi. Air putih, teh tanpa gula, atau kopi hitam tanpa tambahan pemanis umumnya masih diperbolehkan.

Sementara itu, saat waktu makan tiba, pemilihan makanan bergizi seimbang menjadi kunci agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Perlu diingat, intermittent fasting tidak cocok untuk semua orang.

Ibu hamil dan menyusui, individu dengan riwayat gangguan makan, serta penderita kondisi medis tertentu disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menerapkan pola ini.

Hingga kini, penelitian mengenai dampak jangka panjang intermittent fasting masih terus berkembang.

Meski sejumlah temuan menunjukkan potensi manfaat bagi metabolisme dan kesehatan jantung, diperlukan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk memastikan keamanannya dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, intermittent fasting bukan sekadar tren diet, melainkan salah satu pendekatan dalam membentuk kebiasaan makan.

Jika dilakukan secara bijak dan disesuaikan dengan kondisi tubuh, metode ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.(*)




Fakta Tersembunyi di Balik Gelas Es Teh Manis

SEPUCUKJAMBI.ID – Es teh manis hampir selalu hadir di meja makan orang Indonesia, mulai dari warung kaki lima, rumah makan, hingga restoran mewah.

Rasanya segar, murah, dan cocok diminum kapan saja.

Namun, di balik kenikmatannya, minuman populer ini menyimpan fakta penting: kalori dari gula tambahan bisa cukup tinggi.

Teh itu sendiri hampir tidak mengandung kalori. Masalah muncul ketika gula ditambahkan.

Satu gelas es teh manis ukuran sedang bisa memiliki kalori setara camilan kecil, terutama jika gulanya banyak.

Kalori dari minuman manis cenderung “tidak terasa”, sehingga kita bisa mengonsumsinya tanpa sadar.

Kebiasaan ini bisa memicu kenaikan berat badan, lonjakan gula darah, dan risiko gangguan metabolik jangka panjang.

Apakah ini berarti es teh manis harus dihindari sepenuhnya? Tidak. Kuncinya ada pada cara menikmati.

Beberapa tips yang bisa dicoba:

  • Kurangi takaran gula secara bertahap. Jika biasanya memakai dua sendok gula, coba satu setengah atau satu sendok. Lidah akan menyesuaikan rasa.

  • Gunakan pemanis rendah kalori seperti stevia atau monk fruit. Rasanya sedikit berbeda, tapi membantu menekan kalori.

  • Pilih teh dingin tanpa gula dengan perasan lemon, jeruk nipis, atau potongan buah segar. Tetap segar dan lebih ramah tubuh.

  • Perhatikan porsi. Nikmati es teh manis dalam jumlah kecil atau sesekali sebagai kompromi antara kesehatan dan kenikmatan.

Intinya, menikmati minuman manis bukan masalah selama diimbangi dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan cukup minum air putih.

Dengan strategi tepat, segelas es teh manis tetap bisa menjadi teman yang menyegarkan tanpa membebani tubuh.(*)




Efek Konsumsi Susu Kental Manis Sachet Berlebihan bagi Kesehatan

SEPUCUKJAMBI.ID – Susu kental manis sachet merupakan produk olahan susu yang populer di Indonesia karena teksturnya kental dan rasanya sangat manis.

Produk ini dibuat dengan mengurangi air melalui proses evaporasi, lalu ditambahkan gula agar rasa manis tetap terjaga dan kemasan dapat bertahan lama.

Secara nutrisi, kandungan gula menjadi komponen utama, sementara protein, lemak, vitamin (A, D, B1), dan mineral seperti kalsium hanya ada dalam jumlah kecil.

Karena gula mendominasi, susu kental manis sachet sebaiknya tidak dijadikan sumber makanan utama, melainkan sebagai penambah rasa pada minuman atau makanan.

Meski ada sedikit vitamin dan mineral, manfaat gizinya terbatas.

Konsumsi berlebihan justru membawa risiko kesehatan, termasuk karies gigi, kenaikan berat badan, resistensi insulin, serta peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Untuk tetap menikmati susu kental manis secara aman, gunakan sebagai pelengkap, perhatikan label nutrisi, dan jaga kebersihan gigi setelah konsumsi.

Bagi yang peduli kesehatan atau memiliki kondisi khusus seperti diabetes dan obesitas, alternatif seperti susu segar, susu rendah lemak, atau susu nabati tanpa tambahan gula bisa menjadi pilihan lebih sehat.

Singkatnya, susu kental manis sachet praktis dan menambah rasa, tetapi konsumsinya harus dibatasi dan tidak dijadikan sumber nutrisi utama demi kesehatan tubuh.(*)




Mata Kunang-Kunang Disertai Pusing? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Mata yang terasa seperti melihat kunang-kunang disertai pusing bisa muncul secara tiba-tiba.

Kondisi ini sering terjadi akibat tubuh kekurangan cairan, gula darah rendah, atau tekanan darah turun secara mendadak, misalnya saat bangun dari duduk atau tidur.

Meskipun biasanya tidak berbahaya, gejala ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari jika dibiarkan.

Langkah awal penanganan yang efektif adalah segera duduk atau berbaring untuk mengembalikan keseimbangan aliran darah ke otak.

Teknik pernapasan yang tenang juga membantu sistem saraf rileks dan mempercepat pemulihan.

Dehidrasi sering menjadi penyebab utama. Minum air putih secara perlahan atau menambahkan elektrolit setelah olahraga berat atau berkeringat banyak dapat membantu meringankan gejala.

Jika penyebabnya kadar gula darah rendah, konsumsi makanan ringan seperti buah, biskuit tawar, atau roti dapat menstabilkan energi tubuh.

Selain itu, hindari berdiri terlalu cepat setelah tidur atau duduk lama.

Bangkit secara perlahan memberi waktu bagi tubuh menyesuaikan tekanan darah dan mengurangi risiko munculnya mata kunang-kunang dan pusing.

Pencegahan jangka panjang meliputi menerapkan gaya hidup sehat: makan teratur dengan menu bergizi, minum cukup air (minimal delapan gelas sehari), tidur cukup (7–8 jam), serta rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki 30 menit per hari.

Meski keluhan biasanya membaik dengan istirahat, makanan, atau cairan yang cukup, segera konsultasikan ke dokter jika gejala sering muncul, berlangsung lama, atau disertai sesak napas, muntah, atau detak jantung tidak teratur.(*)