Ratusan Kendaraan Listrik Beredar di Kota Jambi, Infrastruktur Charging Digenjot!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Jumlah kendaraan listrik yang tercatat di Kota Jambi kini mencapai sekitar 370 unit.

Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah mendorong penambahan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Dari jumlah tersebut, sekitar 300-an kendaraan menggunakan nomor polisi BH, sementara sisanya merupakan kendaraan dengan nomor polisi dari luar daerah.

Pertumbuhan jumlah kendaraan listrik itu mulai diikuti kebutuhan terhadap Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Pemerintah Kota Jambi menilai ketersediaan fasilitas pengisian daya perlu diperluas agar pertumbuhan kendaraan listrik tidak terbentur keterbatasan infrastruktur.

Kepala Dishub Kota Jambi, Amran mengatakan, perkembangan kendaraan listrik di daerah tersebut menunjukkan kebutuhan SPKLU semakin nyata.

“Perkembangan kendaraan listrik ke depan cukup signifikan. Karena itu, SPKLU juga harus dikembangkan. Jangan sampai pertumbuhan kendaraan listrik tidak diikuti dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya,” ujar Amran.

370 Kendaraan Listrik, Mayoritas Berpelat BH

Data Dishub Kota Jambi menunjukkan sebagian besar kendaraan listrik yang tercatat merupakan kendaraan dengan nomor polisi BH.

Sekitar 300-an unit tercatat menggunakan pelat BH, sedangkan sekitar 70 unit lainnya menggunakan nomor polisi dari luar daerah.

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa kendaraan listrik mulai menjadi bagian dari mobilitas masyarakat di Kota Jambi.

Dishub juga menemukan adanya kebutuhan informasi mengenai SPKLU dari calon pengguna kendaraan listrik.

Berdasarkan informasi yang diterima dari dealer, ketersediaan fasilitas pengisian daya mulai menjadi salah satu pertanyaan konsumen.

“Cukup banyak konsumen yang menanyakan ketersediaan SPKLU di Kota Jambi. Ini menunjukkan bahwa keberadaan SPKLU sudah menjadi kebutuhan seiring dengan perkembangan kendaraan listrik,” kata Amran.

Baru 12 SPKLU di Kota Jambi

Di tengah jumlah kendaraan listrik yang telah mencapai sekitar 370 unit, fasilitas SPKLU di Kota Jambi saat ini baru sekitar 12 titik.

SPKLU tersebut dikelola oleh PLN maupun pihak swasta.

Pemkot Jambi menilai jumlah tersebut masih perlu ditambah seiring potensi pertumbuhan kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang.

Pemerintah daerah bahkan menargetkan pengembangan jaringan SPKLU secara bertahap hingga mencapai 100 titik.

Target tersebut tidak berarti seluruh titik langsung dibangun dalam waktu bersamaan.

Pengembangannya akan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi masing-masing lokasi.

Lokasi SPKLU Mulai Dipetakan

Untuk mengejar penambahan jaringan tersebut, Pemkot Jambi mulai melihat sejumlah aset pemerintah yang berpotensi menjadi lokasi SPKLU.

Beberapa lokasi yang disebut antara lain Terminal Rawasari, kantor kecamatan, rumah sakit serta sejumlah lahan milik pemerintah daerah lainnya.

Amran mengatakan aset pemerintah dapat dimanfaatkan melalui skema kerja sama dengan berbagai pihak.

“Ada beberapa lahan pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan SPKLU, seperti di Terminal Rawasari, kantor camat, rumah sakit dan lokasi lainnya,” ujarnya.

Lokasi-lokasi tersebut masih berada dalam tahap pemetaan dan penjajakan. Artinya, belum seluruh lokasi yang disebut otomatis menjadi titik pembangunan SPKLU.

Investor Mulai Dilibatkan

Pengembangan jaringan SPKLU juga diarahkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Pemkot Jambi membuka peluang bagi BUMN maupun sektor swasta untuk ikut mengembangkan fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Amran mengungkapkan, sejumlah investor bahkan telah bertemu dengan Wali Kota Jambi untuk membahas peluang pengembangan SPKLU.

“Sudah ada investor yang bertemu dengan Wali Kota Jambi dan membicarakan rencana pengembangan SPKLU. Tentunya ini akan kita dorong agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan potensi yang ada,” jelasnya.

Dengan jumlah kendaraan listrik yang telah mencapai sekitar 370 unit, Pemkot Jambi kini menghadapi kebutuhan untuk memperluas ekosistem pendukungnya.

Penambahan SPKLU menjadi salah satu langkah yang disiapkan, dengan target jangka bertahap mencapai 100 titik dan pemanfaatan sejumlah aset pemerintah sebagai lokasi potensial.(*)




Minat Jadi Investor? Ini Sejumlah Lokasi yang Dipetakan Pemkot Jambi untuk Pengembangan SPKLU

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mulai menyusun peta lokasi yang berpotensi menjadi titik baru Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Sejumlah aset pemerintah masuk dalam penjajakan awal, termasuk Terminal Rawasari, kantor kecamatan hingga rumah sakit.

Langkah ini dilakukan ketika penggunaan kendaraan listrik di Kota Jambi terus berkembang.

Pemkot Jambi melihat penambahan infrastruktur pengisian daya perlu dipersiapkan agar pertumbuhan kendaraan listrik tidak berjalan lebih cepat dibanding ketersediaan fasilitas pendukungnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Amran mengatakan, aset pemerintah daerah memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai lokasi SPKLU.

“Ada beberapa lahan pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan SPKLU, seperti di Terminal Rawasari, kantor camat, rumah sakit dan lokasi lainnya,” ujar Amran.

Namun, lokasi tersebut belum ditetapkan sebagai titik pembangunan.

Saat ini, sejumlah aset tersebut masih masuk tahap pemetaan dan penjajakan untuk melihat kesesuaian lokasi serta potensi pengembangannya.

Terminal Rawasari hingga Rumah Sakit Masuk Peta Awal

Terminal Rawasari menjadi salah satu lokasi yang disebut dalam pemetaan awal. Selain terminal, kantor kecamatan dan rumah sakit juga dipertimbangkan.

Pilihan terhadap fasilitas publik tersebut menunjukkan arah pengembangan SPKLU tidak hanya bertumpu pada satu kawasan.

Pemerintah daerah membuka kemungkinan menempatkan fasilitas pengisian kendaraan listrik di sejumlah titik yang memiliki aktivitas masyarakat dan akses kendaraan cukup tinggi.

Pemkot Jambi juga masih melihat kemungkinan pemanfaatan aset pemerintah lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, pemetaan lokasi menjadi tahap penting sebelum pemerintah menentukan titik mana yang benar-benar layak dikembangkan menjadi SPKLU.

Baru 12 Titik, Targetnya Bisa 100

Kebutuhan memperluas jaringan SPKLU terlihat dari perbandingan antara kondisi saat ini dengan target pengembangan.

Di Kota Jambi saat ini terdapat sekitar 12 titik SPKLU yang dikelola PLN maupun pihak swasta.

Sementara itu, Pemkot Jambi menargetkan pengembangan jaringan secara bertahap hingga mencapai 100 titik.

Artinya, masih terdapat ruang yang cukup besar untuk penambahan fasilitas pengisian kendaraan listrik di Kota Jambi.

Amran mengatakan pemerintah tidak ingin pengembangan kendaraan listrik tidak dibarengi kesiapan infrastrukturnya.

“Kita mendorong percepatan pengadaan SPKLU melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, BUMN maupun swasta,” katanya.

370 Kendaraan Listrik Jadi Sinyal Kebutuhan Infrastruktur

Dorongan memperluas SPKLU juga berkaitan dengan jumlah kendaraan listrik yang telah beredar di Kota Jambi.

Dishub Kota Jambi mencatat sekitar 370 kendaraan listrik saat ini berada di wilayah tersebut.

Sekitar 300 unit menggunakan nomor polisi BH, sedangkan sisanya merupakan kendaraan dengan nomor polisi dari luar daerah.

Menurut Amran, kebutuhan terhadap fasilitas pengisian daya juga mulai terlihat dari pertanyaan konsumen kepada dealer kendaraan listrik.

Calon pengguna disebut mulai mencari informasi mengenai ketersediaan SPKLU sebelum menggunakan kendaraan listrik.

“Cukup banyak konsumen yang menanyakan ketersediaan SPKLU di Kota Jambi. Ini menunjukkan bahwa keberadaan SPKLU sudah menjadi kebutuhan seiring dengan perkembangan kendaraan listrik,” ujarnya.

Investor Mulai Masuk Pembahasan

Rencana ekspansi SPKLU tidak sepenuhnya akan dibebankan kepada pemerintah daerah. Pemkot Jambi membuka peluang keterlibatan investor, BUMN dan pihak swasta.

Amran mengatakan, sejumlah investor bahkan telah bertemu dengan Wali Kota Jambi untuk membicarakan peluang pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.

“Sudah ada investor yang bertemu dengan Wali Kota Jambi dan membicarakan rencana pengembangan SPKLU. Tentunya ini akan kita dorong agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan potensi yang ada,” jelasnya.

Skema tersebut membuka peluang aset pemerintah menjadi bagian dari pengembangan SPKLU melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Pemetaan Jadi Tahap Awal Menuju Ekspansi

Dengan target hingga 100 titik, pekerjaan Pemkot Jambi kini bukan sekadar menambah jumlah SPKLU, tetapi juga menentukan di mana fasilitas tersebut paling dibutuhkan dan memungkinkan dibangun.

Terminal Rawasari, kantor kecamatan, rumah sakit dan sejumlah aset pemerintah lainnya menjadi bagian dari pemetaan awal.

Jika rencana pengembangan berjalan, perluasan jaringan SPKLU diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan lokasi pengisian bagi pemilik kendaraan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Kota Jambi.(*)




Minat Kendaraan Listrik Naik, Pemkot Jambi Buka Jalan bagi Investor SPKLU

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pertumbuhan kendaraan listrik mulai mengubah kebutuhan infrastruktur transportasi di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi kini mendorong penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) karena jumlah kendaraan listrik terus bertambah, sementara titik pengisian daya masih terbatas.

Data Pemerintah Kota Jambi mencatat sekitar 370 kendaraan listrik telah beredar di wilayah tersebut.

Sekitar 300 unit di antaranya menggunakan nomor polisi BH, sedangkan sisanya merupakan kendaraan dengan nomor polisi dari luar daerah.

Di sisi lain, saat ini baru terdapat sekitar 12 titik SPKLU yang dikelola PLN dan pihak swasta.

Kondisi tersebut mendorong Pemkot Jambi menyiapkan ekspansi jaringan SPKLU secara bertahap.

Pemerintah daerah bahkan membidik penambahan hingga 100 titik dengan membuka peluang investasi dan kerja sama dengan BUMN maupun sektor swasta.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Amran mengatakan, pemerintah daerah memiliki sejumlah aset yang berpotensi digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Beberapa lokasi yang disebut potensial antara lain Terminal Rawasari, kantor kecamatan, rumah sakit, serta lahan pemerintah daerah lainnya.

“Kita mendorong percepatan pengadaan SPKLU melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, BUMN maupun swasta,” kata Amran.

Kebutuhan SPKLU Mulai Dirasakan Konsumen

Menurut Amran, kebutuhan terhadap SPKLU mulai terlihat dari meningkatnya pertanyaan calon konsumen kendaraan listrik kepada dealer.

Informasi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa ketersediaan fasilitas pengisian daya mulai dipertimbangkan masyarakat sebelum membeli kendaraan listrik.

“Cukup banyak konsumen yang menanyakan ketersediaan SPKLU di Kota Jambi. Ini menunjukkan bahwa keberadaan SPKLU sudah menjadi kebutuhan seiring dengan perkembangan kendaraan listrik,” ujarnya.

Bagi pengguna kendaraan listrik, jaringan pengisian yang mudah dijangkau menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas, terutama ketika melakukan perjalanan di dalam maupun luar kota.

Pemkot Jambi Tak Ingin Pertumbuhan Kendaraan Tak Diikuti Infrastruktur

Pemkot Jambi melihat pertumbuhan kendaraan listrik berpotensi terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, penambahan SPKLU dinilai perlu dilakukan sejak sekarang agar perkembangan kendaraan listrik tidak berjalan lebih cepat dibanding kesiapan infrastrukturnya.

“Perkembangan kendaraan listrik ke depan cukup signifikan. Karena itu, SPKLU juga harus dikembangkan. Jangan sampai pertumbuhan kendaraan listrik tidak diikuti dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya,” kata Amran.

Target penambahan hingga 100 titik SPKLU tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi lokasi.

Artinya, jika target tersebut terealisasi, jaringan SPKLU di Kota Jambi akan bertambah jauh dari kondisi saat ini yang baru sekitar 12 titik.

Investor Mulai Didekati

Upaya memperluas jaringan SPKLU tidak hanya mengandalkan pembangunan oleh pemerintah. Pemkot Jambi juga mulai membuka ruang bagi investor untuk masuk ke sektor tersebut.

Amran mengatakan, pembahasan dengan calon investor telah dilakukan. Sejumlah investor bahkan disebut telah bertemu dengan Wali Kota Jambi untuk membicarakan peluang pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.

“Sudah ada investor yang bertemu dengan Wali Kota Jambi dan membicarakan rencana pengembangan SPKLU. pemerintah daerah dapat menjadi salah satu opsi lokasi pembangunan SPKLU, sementara investasi dari pihak ketiga dapat membantu memper Tentunya ini akan kita dorong agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan potensi yang ada,” ujarnya.

Dengan skema kerja sama tersebut, aset pemerintah daerah dapat menjadi salah satu opsi lokasi pembangunan SPKLU, sementara investasi dari pihak ketiga dapat membantu mempercepat penambahan fasilitas.

Infrastruktur Jadi Kunci Ekosistem Kendaraan Listrik

Pengembangan SPKLU tidak semata berkaitan dengan fasilitas pengisian kendaraan.

Bagi Pemkot Jambi, kesiapan infrastruktur merupakan bagian dari ekosistem yang dibutuhkan agar penggunaan kendaraan listrik dapat berkembang.

Selain mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai berpotensi menekan biaya energi dan operasional dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Namun, besaran penghematan tetap bergantung pada pola penggunaan dan kebutuhan masing-masing pengguna.

Pemkot Jambi berharap kolaborasi pemerintah daerah, PLN, BUMN, dan sektor swasta dapat mempercepat pembangunan jaringan SPKLU.

Dengan jumlah kendaraan listrik yang sudah mencapai sekitar 370 unit dan target pengembangan hingga 100 titik SPKLU.

Kota Jambi kini menghadapi pekerjaan berikutnya, dengan memastikan pertumbuhan kendaraan listrik berjalan beriringan dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya.(*)




Rumah di Telanaipura Terbakar, Damkar Bergerak 9 Menit dan Berhasil Kendalikan Api

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satu unit rumah permanen di Jalan Kolonel Amir Hamzah, RT 03, Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, dilaporkan terbakar pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

Kebakaran tersebut sempat mengejutkan warga sekitar setelah api terlihat membesar dari bagian dalam rumah sebelum akhirnya merambat ke beberapa bagian bangunan.

Laporan pertama diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi pada pukul 22.39 WIB melalui layanan WhatsApp Damkar, telepon darurat, serta Call Center 112.

Petugas langsung bergerak cepat dari Mako Damkartan Kota Jambi pada pukul 22.42 WIB dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 22.48 WIB dengan waktu respons sekitar 9 menit.

40 Personel dan 9 Armada Dikerahkan

Dalam proses penanganan, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sekitar 40 personel gabungan yang terdiri dari Pleton 2 Mako, Regu 2 Posyankar Alam Barajo, serta personel siaga lainnya.

Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Kabid Damtan dengan dukungan jajaran pejabat teknis dan unsur komando lapangan.

Sebanyak 9 unit armada dikerahkan, terdiri dari 1 unit kendaraan komando, 5 unit armada tempur, dan 3 unit armada suplai air untuk mempercepat proses pemadaman di lokasi.

Api Padam Setelah 1,5 Jam

Upaya pemadaman berlangsung sekitar 1 jam 30 menit dengan total penggunaan air mencapai kurang lebih 29.000 liter.

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

Setelah proses pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Langkah Cepat di Lokasi Kejadian

Dalam penanganan di lapangan, petugas melakukan sejumlah langkah penting, antara lain koordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan area dan kelancaran akses armada.

Selain itu, petugas juga melakukan proteksi agar api tidak meluas, sekaligus melakukan investigasi awal terkait penyebab kebakaran.

Kendala di Lapangan

Proses pemadaman sempat mengalami hambatan akibat banyaknya warga yang berada terlalu dekat dengan lokasi kejadian. Kondisi tersebut menyulitkan pergerakan petugas di lapangan.

Selain itu, kendaraan warga yang parkir sembarangan di sekitar lokasi juga menghambat manuver armada pemadam kebakaran.

Diduga Akibat Korsleting Listrik

Berdasarkan hasil sementara di lokasi, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di bagian tengah rumah.

Api kemudian merambat ke plafon serta area penyimpanan barang yang mudah terbakar, termasuk rokok, sehingga mempercepat penyebaran api.

Beruntung dalam kejadian ini tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa. Sementara itu, kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Damkar Imbau Warga Lebih Waspada

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Musatari Affandy, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran yang masuk.

“Tim kami langsung bergerak begitu laporan diterima. Dalam kejadian di Telanaipura ini, respon sangat cepat sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik di rumah masing-masing.

“Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menghalangi akses petugas di lapangan saat terjadi kejadian darurat,” tambahnya.

Operasi Berakhir Aman

Setelah api berhasil dipadamkan dan dilakukan proses pendinginan, seluruh personel Damkartan Kota Jambi kembali ke Mako pada pukul 00.05 WIB.

Operasi penanganan kebakaran berlangsung aman dan terkendali dengan dukungan PLN, kepolisian, serta tim PSC 119.(*)




Gangguan Transmisi di Jambi Jadi Pemicu Blackout Sumatra, Ini Penjelasan PLN

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT PLN (Persero) akhirnya menjelaskan penyebab pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra sejak Jumat malam (22/5/2026).

Gangguan tersebut disebut bermula dari masalah pada jalur transmisi listrik utama di wilayah Jambi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pasokan listrik yang berdampak luas terhadap aktivitas warga dan sektor ekonomi di berbagai daerah.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatra, khususnya di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi,” ujar Darmawan dalam konferensi pers virtual, Sabtu (23/5/2026).

PLN mengungkapkan, indikasi awal gangguan berasal dari jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Provinsi Jambi.

Kondisi cuaca ekstrem diduga menjadi pemicu terganggunya jaringan tersebut hingga akhirnya keluar dari sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra.

Akibat gangguan itu, sistem kelistrikan mengalami ketidakseimbangan.

Beberapa wilayah mengalami kelebihan pasokan atau oversupply sehingga frekuensi dan tegangan listrik meningkat drastis.

Kondisi tersebut memicu sejumlah pembangkit otomatis keluar dari sistem untuk menghindari kerusakan.

Sementara itu, wilayah lain justru mengalami kekurangan daya yang menyebabkan frekuensi dan tegangan turun.

Dampaknya, pembangkit di daerah tersebut juga ikut terlepas dari jaringan.

PLN menyebut kondisi ini memicu efek domino yang menyebabkan gangguan meluas hingga ke berbagai provinsi di Sumatra.

“Gangguan ini cukup luas karena sistem kelistrikan di Sumatra saling terhubung satu sama lain,” jelas Darmawan.

Usai gangguan terjadi, PLN langsung melakukan pemeriksaan terhadap gardu induk dan jaringan transmisi.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ditemukan kerusakan fisik berat seperti tower transmisi roboh.

Dalam waktu sekitar dua jam, gardu induk dan jaringan transmisi berhasil dipulihkan.

Setelah itu, PLN melanjutkan proses pemulihan dengan menyalakan kembali pembangkit-pembangkit listrik yang sebelumnya padam akibat gangguan berantai.

Proses normalisasi dilakukan secara bertahap mulai dari menghidupkan pembangkit, menghubungkannya kembali ke jaringan transmisi melalui gardu induk, hingga sinkronisasi sistem kelistrikan secara menyeluruh.

Sebelumnya, pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatra sejak Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Sebagian daerah mulai kembali mendapatkan aliran listrik sekitar pukul 21.00 WIB, sementara beberapa wilayah lainnya baru pulih pada Sabtu dini hari.(*)




Listrik di Jambi Masih Padam Bergilir, PLN Ungkap Pasokan Baru Capai 85 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemadaman listrik di sejumlah wilayah Provinsi Jambi dipastikan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Kondisi ini disebabkan pasokan listrik yang masuk ke wilayah Jambi hingga kini baru mencapai sekitar 85 persen.

Manager PLN UP3 Jambi, M. Burhanuddin Muflihul Hasan, mengatakan gangguan sistem kelistrikan terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Muaro Bungo hingga Sungai Rumbai pada Jumat sore.

Menurutnya, cuaca buruk tersebut menyebabkan terganggunya jaringan transmisi 275 kV yang menjadi jalur utama pasokan listrik ke Provinsi Jambi.

“Gangguan terjadi sekitar pukul 18.34 WIB. Sistem backbone transmisi mengalami masalah sehingga berdampak pada pemadaman listrik di wilayah Jambi dan beberapa daerah di Sumatera,” ujarnya saat ditemui di kantor PLN UP3 Jambi, Sabtu (23/5/2026).

Burhanuddin menjelaskan, jaringan transmisi di Muaro Bungo memiliki peran penting sebagai tulang punggung distribusi listrik di Sumatera.

Ketika gangguan terjadi pada sistem tersebut, dampaknya langsung dirasakan di sejumlah wilayah.

Saat ini, PLN mengaku terus melakukan percepatan perbaikan agar suplai listrik kembali normal.

Namun karena kondisi sistem belum sepenuhnya pulih, pemadaman bergilir masih harus diterapkan di beberapa daerah.

“Pasokan saat ini sudah mencapai sekitar 85 persen. Kami terus berupaya melakukan pemulihan secara maksimal agar kembali normal 100 persen,” katanya.

PLN juga memastikan pola pemadaman dilakukan secara bergantian untuk menghindari listrik padam terlalu lama di satu wilayah.

Di Kota Jambi sendiri, durasi pemadaman disebut berkisar antara dua hingga tiga jam.

Burhanuddin turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan kelistrikan tersebut.

Ke depan, PLN berencana memperkuat sistem kelistrikan dengan optimalisasi suplai dan penambahan kapasitas transmisi agar gangguan serupa dapat diminimalkan.

Ia juga menjelaskan alasan PLN belum sempat menyampaikan informasi resmi saat awal kejadian.

Menurutnya, skala gangguan yang cukup besar membuat pihaknya perlu memastikan sumber masalah terlebih dahulu agar informasi yang diberikan kepada masyarakat tidak keliru.(*)