Keren! RT 11 Simpang Rimbo Jadi Percontohan Program Kampung Bahagia Tahun 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., meresmikan Pendopo Bahagia hasil pembangunan Pilot Project Kampung Bahagia Tahun 2025 di RT 11, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Sabtu malam (27/12/2025).

Program Kampung Bahagia, yang dikenal dengan skema 100 juta per RT, di RT 11 digunakan untuk pembangunan drainase sepanjang 30 meter, fasilitas olahraga, sosial, dan keagamaan.

Seluruh kegiatan pembangunan telah melalui musyawarah dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program ini yang mampu dimanfaatkan sesuai kebutuhan warga.

“Begitu banyak manfaat dari program ini. Pelaksanaannya hampir melebihi dana yang diberikan, menunjukkan semangat gotong royong masyarakat jika diberikan tanggung jawab lebih,” ujar Maulana.

Maulana menjelaskan, pada tahun depan, program 100 juta per RT akan diperluas untuk semua RT di Kota Jambi.

Penerapannya akan dibagi menjadi dua klaster agar seluruh RT mendapatkan pembangunan secara merata.

“Ketua RT diberikan keleluasaan dalam metode maupun strategi, yang penting tetap bergotong royong,” tambahnya.

Wali Kota berharap keberhasilan pilot project di 67 RT tahun 2025 menjadi contoh bagi RT lainnya.

Program ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan dan memastikan tidak ada RT di Kota Jambi yang tertinggal.

Ketua FKRT Kota Jambi, Suparyono, mewakili seluruh Ketua RT, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Wali Kota.

“Ini pertama kali di Indonesia Ketua RT diberikan dana langsung untuk dikelola. Mari kita jaga amanah ini dan jalankan secara bertanggung jawab,” ujar Suparyono.

Program ini diyakini akan terus berlanjut dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat, dengan partisipasi aktif warga dan kekompakan RT.

Acara peresmian ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, perwakilan DPMPPA Kota Jambi, Camat Alam Barajo Iper Riyansuni beserta jajaran, Forkopimcam Kecamatan Alam Barajo, FKRT se-Kecamatan Alam Barajo, serta fasilitator dan pendamping Kampung Bahagia.(*)




Walikota Maulana Apresiasi Pokja Kampung Bahagia, Target Selesai 100 Persen di 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Program Kampung Bahagia menjadi salah satu dari sebelas program prioritas Pemerintah Kota Jambi untuk periode 2025–2029.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui dukungan pendanaan hingga Rp100 juta per RT.

Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur lingkungan, sanitasi, ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kelembagaan RT.

Maulana menjelaskan bahwa, Program Kampung Bahagia hadir sebagai upaya membangun relasi sosial yang lebih kuat serta menumbuhkan kembali budaya gotong royong di masyarakat.

Setiap kegiatan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing RT, sehingga keberadaan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan program berjalan efektif.

Pelaksanaan program tetap mengacu pada skala prioritas dan regulasi yang tertuang dalam Perwal Nomor 18 Tahun 2025 yang kemudian disempurnakan melalui Perwal Nomor 36 Tahun 2025.

Program ini mulai diimplementasikan pada 2025 sebagai pilot project di 67 RT di Kota Jambi.

Menurut Maulana, anggaran untuk seluruh RT telah dicairkan 100 persen, sementara realisasi kegiatan mencapai sekitar 90 persen. Ia optimistis seluruh program dapat tuntas sebelum akhir 2025.

Pada kegiatan yang dirangkaikan dengan Senam Jantung Sehat, Pemkot Jambi turut menyerahkan berbagai perlengkapan olahraga untuk masyarakat.

Maulana menyebut penyediaan fasilitas komunal tersebut sejalan dengan misi Kampung Bahagia dalam memperkuat kohesi sosial dan ruang interaksi warga.

“Melalui program ini, kita ingin menumbuhkan kembali modal sosial masyarakat seperti gotong royong dan solidaritas,” ujarnya.

Maulana mengajak warga memanfaatkan Program Kampung Bahagia sebagai ruang penyelesaian persoalan lingkungan dan sosial di tingkat akar rumput.

Ia berharap program tersebut mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, harmonis, dan berdaya.

Salah satu contoh keberhasilan program terlihat di RT 09 Kelurahan Lingkar Selatan.

Kegiatan yang diinisiasi Pokja Kampung Bahagia di RT tersebut dinilai berjalan sesuai harapan, terutama karena seluruh tahapan mulai dari proses Urun Rembug dilaksanakan dengan baik.

“Saya berharap keberhasilan RT 09 dapat menjadi rujukan bagi Pokja lainnya, sehingga praktik baik ini bisa direplikasi pada tahun-tahun berikutnya,” kata Maulana.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program Kampung Bahagia sangat bergantung pada kebersamaan serta kemauan warga untuk saling berbagi pengalaman.

Maulana memberikan apresiasi kepada Pokja, koordinator, pendamping, panitia, dan seluruh pihak yang berperan menyukseskan kegiatan ini.(*)