Prancis Susul Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Penalti Mbappe Jadi Penentu

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Prancis mengamankan satu tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 dalam laga 16 besar yang berlangsung di Philadelphia Stadium, Minggu 5 Juli 2026.

Gol semata wayang Kylian Mbappe melalui titik penalti menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Kemenangan tersebut memastikan Les Bleus mengikuti jejak Maroko ke babak delapan besar.

Kedua tim dijadwalkan saling berhadapan untuk memperebutkan tiket menuju semifinal.

Sejak awal pertandingan, Prancis langsung menguasai jalannya laga melalui dominasi penguasaan bola.

Namun, strategi bertahan total yang diterapkan Paraguay membuat tim asuhan Didier Deschamps kesulitan menciptakan peluang bersih di area berbahaya.

Paraguay memang lebih banyak menunggu di wilayah pertahanannya sendiri.

Meski demikian, skuad besutan Gustavo Alfaro tetap mampu melancarkan beberapa serangan balik cepat.

Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal mengancam gawang Mike Maignan.

Di sisi lain, lini serang Prancis juga tampil kurang efektif sepanjang babak pertama.

Kylian Mbappe dan rekan-rekannya kesulitan menemukan celah di antara rapatnya barisan lima bek Paraguay.

Sejumlah percobaan dari luar kotak penalti pun belum mampu mengubah kedudukan.

Hingga turun minum, kedua tim harus puas menutup babak pertama tanpa gol.

Memasuki paruh kedua, pola pertandingan nyaris tidak berubah. Prancis tetap mendominasi penguasaan bola, sedangkan Paraguay bertahan disiplin sambil menunggu kesempatan menyerang balik.

Peluang terbaik Prancis akhirnya datang pada menit ke-54 ketika Manu Kone melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Namun, kiper Paraguay, Orlando Gill, melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan VAR yang menunjukkan Desire Doue dijatuhkan Diego Gomez di dalam kotak penalti.

Kylian Mbappe yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Kapten Prancis itu mengirim bola ke gawang Orlando Gill dan membawa Les Bleus unggul 1-0.

Gol tersebut memaksa Paraguay mengubah pendekatan permainan. Tim asal Amerika Selatan itu mulai bermain lebih terbuka dan beberapa kali mengancam melalui serangan cepat.

Mike Maignan dipaksa bekerja keras untuk menggagalkan peluang yang diciptakan Paraguay pada menit-menit akhir pertandingan.

Jual beli serangan sempat terjadi hingga masa injury time. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini memastikan Prancis melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Les Bleus kini bersiap menghadapi Maroko dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak delapan besar.

Susunan Pemain

Paraguay (5-4-1): Orlando Gill; Junior Alonso, Omar Alderete, Diego Gomez, Gustavo Velazquez, Santiago Caceres; Mathias Galarza, Andres Cubas, Miguel Gomez, Miguel Almiron; Julio Enciso.

Pelatih: Gustavo Alfaro.

Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Lucas Digne, William Saliba, Dayot Upamecano, Jules Kounde; Adrien Rabiot, Manu Kone; Bradley Barcola, Michael Olise, Ousmane Dembele; Kylian Mbappe.

Pelatih: Didier Deschamps.(*)




Brasil Gilas Haiti 3-0, Selecao Kudeta Puncak Klasemen Grup C Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Haiti dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga kedua Grup C di Philadelphia Stadium, Sabtu 20 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan ini mengantarkan Selecao ke puncak klasemen sementara Grup C dengan koleksi empat poin, menggeser Maroko ke posisi kedua.

Sebaliknya, hasil tersebut sekaligus memastikan langkah Haiti terhenti di fase grup setelah menelan dua kekalahan beruntun tanpa meraih poin.

Meski menang dengan margin tiga gol, Brasil sejatinya berpeluang mencatat kemenangan lebih besar.

Anak asuh Carlo Ancelotti tampil dominan sepanjang pertandingan dan terus menekan pertahanan Haiti sejak menit awal.

Brasil langsung mengambil alih kendali permainan. Baru dua menit laga berjalan, kombinasi Raphinha dan Casemiro nyaris membuka keunggulan.

Namun, peluang tersebut masih mampu dipatahkan lini belakang Haiti.

Tekanan Selecao semakin intens. Pada menit ke-12, Raphinha sempat menggetarkan gawang Haiti melalui tembakan melengkung yang indah.

Namun gol tersebut dianulir wasit setelah VAR memastikan sang pemain berada dalam posisi offside.

Ketangguhan Haiti dalam bertahan akhirnya runtuh pada menit ke-23.

Vinicius Junior melakukan penetrasi ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi sempurna oleh kiper Johny Placide.

Bola liar kemudian mengenai Matheus Cunha dan bergulir masuk ke gawang.

Gol tersebut membuat Brasil semakin percaya diri mengendalikan pertandingan.

Keunggulan bertambah pada menit ke-36. Serangan balik cepat yang dipimpin Vinicius berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Cunha melalui tembakan keras kaki kiri yang menghujam sudut atas gawang Haiti.

Menjelang turun minum, Brasil kembali menghukum kelengahan lawan.

Kali ini Vinicius Junior mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan panjang akurat dari Lucas Paqueta.

Penyelesaian tenang sang winger membawa Brasil unggul 3-0 saat babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Haiti mencoba tampil lebih berani dengan mengubah pendekatan permainan.

Tim Karibia itu mulai berani keluar menyerang dan sempat menciptakan peluang terbaik pada menit ke-63 melalui sundulan Ricardo Ade.

Namun, Alisson Becker menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia.

Refleks cepatnya berhasil menggagalkan peluang emas tersebut tepat di depan garis gawang.

Brasil tetap mendominasi jalannya laga dan beberapa kali mengancam melalui Gabriel Martinelli, Endrick, hingga Douglas Santos.

Bahkan Endrick sempat mencetak gol, namun kembali dianulir akibat offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Brasil.

Hasil ini menempatkan Brasil dalam posisi ideal untuk mengamankan tiket ke fase gugur pada laga terakhir Grup C.

Sementara Haiti dipastikan tersingkir dan tidak lagi memiliki peluang melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain:

Brasil (4-2-3-1): Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Haiti (5-4-1): Johny Placide; Carlens Arcus, Ricardo Ade, Jean-Kevin Duverne, Hannes Delcroix, Martin Experience; Ruben Providence, Jean-Ricner Bellegarde, Danley Jean Jacques, Josue Casimir; Frantzdy Pierrot.

Pelatih: Sebastien Migne.(*)




Pantai Gading Curi Tiga Poin, Gol Telat Amad Diallo Bungkam Ekuador

SEPUCUKJAMBI.ID – Ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa gol, Pantai Gading menemukan pahlawannya.

Amad Diallo mencetak gol pada menit ke-90 untuk memastikan kemenangan tipis 1-0 atas Ekuador dalam laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 di Philadelphia Stadium, Senin 15 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan dramatis ini membawa Les Éléphants meraih tiga poin krusial dalam persaingan ketat Grup E.

Sebaliknya, Ekuador harus menelan kekecewaan setelah sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol sepanjang pertandingan.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Ekuador tampil lebih agresif dan langsung memberikan ancaman melalui Moises Caicedo pada menit kedua.

Namun upaya gelandang andalan tersebut masih belum menemui sasaran.

Tekanan Ekuador berlanjut delapan menit kemudian. Enner Valencia memperoleh peluang emas setelah menerima umpan matang dari Piero Hincapie.

Sayangnya, penyelesaian akhir sang kapten belum mampu mengarah ke gawang.

Pantai Gading yang sempat kesulitan mengembangkan permainan perlahan mulai keluar dari tekanan.

Franck Kessie dan Seko Fofana menjadi motor permainan di lini tengah, sementara Bazoumana Toure beberapa kali merepotkan pertahanan lawan lewat kecepatan dan pergerakannya.

Ekuador sebenarnya nyaris membuka keunggulan pada menit ke-23. John Yeboah berhasil mencuri bola di area berbahaya sebelum melepaskan tembakan melengkung yang hanya membentur mistar gawang.

Tujuh menit berselang, keberuntungan kembali berpihak kepada Pantai Gading.

Kali ini giliran Alan Minda yang melihat peluangnya digagalkan tiang gawang setelah melepaskan tembakan akurat dari dalam kotak penalti.

Pertandingan kemudian berkembang menjadi duel fisik yang keras. Beberapa pemain dari kedua tim terlibat benturan dan pelanggaran demi memenangkan pertarungan di lini tengah.

Menjelang turun minum, Pantai Gading hampir mencuri gol melalui Nicolas Pepe dan Wilfried Singo.

Namun rapatnya pertahanan Ekuador serta penampilan solid Hernan Galindez membuat skor tetap 0-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain lebih terbuka.

Ekuador kembali mengancam melalui kombinasi Enner Valencia dan Gonzalo Plata yang beberapa kali membuat lini belakang Pantai Gading bekerja ekstra keras.

Namun ketangguhan kiper Yahia Fofana menjadi pembeda dalam sejumlah momen penting.

Di sisi lain, Pantai Gading juga memperoleh peluang emas. Elye Wahi nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-52, tetapi usahanya hanya membentur mistar gawang.

Seiring berjalannya waktu, kedua pelatih mulai melakukan perubahan taktik dengan memasukkan sejumlah pemain segar.

Pergantian tersebut membuat intensitas pertandingan meningkat, terutama pada 20 menit terakhir.

Ekuador kembali mendapatkan peluang terbaiknya pada menit ke-68 saat Gonzalo Plata melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.

Namun Yahia Fofana tampil sigap dengan penyelamatan penting yang menjaga harapan Pantai Gading tetap hidup.

Ketika pertandingan tampak menuju hasil imbang, momen penentu akhirnya lahir pada menit ke-90.

Wilfried Singo melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum mengirim umpan tarik akurat ke area berbahaya.

Bola kemudian disambut Amad Diallo yang berdiri tanpa pengawalan ketat.

Dengan tenang, pemain sayap Manchester United tersebut mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di sudut bawah gawang Ekuador.

Gol itu langsung mengubah suasana stadion.

Ekuador berusaha membalas sepanjang tambahan waktu tujuh menit, tetapi pertahanan Pantai Gading tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menempatkan Pantai Gading dalam posisi ideal untuk menghadapi laga berikutnya di Grup E.

Sementara Ekuador harus segera menemukan solusi atas masalah penyelesaian akhir yang menjadi penyebab utama kegagalan mereka meraih poin pada laga pembuka.

Bagi Pantai Gading, kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa efektivitas dan kesabaran tetap menjadi senjata penting di panggung sebesar Piala Dunia.(*)