Apel Kesiapsiagaan Kekeringan, Maulana Soroti Ancaman Air Bersih hingga Kebakaran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kekeringan di Kota Jambi belum dianggap selesai. Pemerintah Kota Jambi justru memperkuat kesiapsiagaan karena kondisi kering diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.

Ancaman yang paling dikhawatirkan bukan semata-mata menyusutnya sumber air, tetapi terganggunya kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatnya risiko kebakaran.

Kondisi tersebut mendorong Pemkot Jambi menyiapkan armada khusus untuk memastikan warga tetap mendapatkan pasokan air bersih apabila kekeringan semakin meluas.

Sebanyak 21 mobil tangki kini disiagakan untuk mendukung distribusi air ke wilayah yang mengalami kesulitan pasokan.

Langkah itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan Kota Jambi 2026 di Lapangan Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Kamis 27 Agustus 2026.

Kota Jambi sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Tahun 2026.

Bagi Maulana, status tersebut bukan sekadar formalitas. Pemerintah harus menggunakan momentum itu untuk bergerak lebih awal sebelum persoalan air berkembang menjadi krisis.

“Penanganan bencana tidak boleh dimulai ketika kejadiannya sudah besar. Harus dimulai sebelum masyarakat merasakan dampak yang lebih berat,” tegas Maulana.

Kesiapan pemerintah mulai diwujudkan melalui distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan.

Hingga saat ini, Pemkot Jambi mencatat 602 meter kubik atau sekitar 602 ribu liter air bersih telah disalurkan.

Air tersebut diperuntukkan bagi sejumlah kebutuhan, mulai dari rumah tangga, fasilitas umum dan sosial, sekolah, tempat ibadah hingga fasilitas pelayanan kesehatan.

Distribusi ini akan terus dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan. Wilayah yang mengalami kesulitan air menjadi prioritas pemerintah.

Maulana menekankan, pemenuhan air bersih merupakan bagian dari pelayanan dasar yang harus dijamin pemerintah ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

“Jangan sampai ada masyarakat yang kebutuhan air bersihnya tidak terpenuhi,” ujarnya.

Untuk memperkuat distribusi, sebanyak 21 unit mobil tangki air ditempatkan dalam skema kesiapsiagaan.

Armada tersebut terdiri atas 15 unit milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, empat unit milik Perumdam Tirta Mayang dan dua unit dukungan TNI.

Pemkot juga meminta mekanisme penyaluran tidak berjalan lambat. Ketika laporan kekurangan air masuk, petugas diharapkan dapat segera bergerak menuju lokasi.

Masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih dapat menyampaikan laporan melalui Call Center Bahagia 112, yang beroperasi selama 24 jam.

Laporan kemudian diproses BPBD Kota Jambi dan dikoordinasikan dengan Perumdam Tirta Mayang untuk penanganan di lapangan.

Maulana mengingatkan bahwa kekeringan memiliki efek berantai.

Ketika kondisi lingkungan semakin kering, kebutuhan air meningkat. Pada saat bersamaan, lahan yang kehilangan kelembapan menjadi lebih mudah terbakar.

Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air warga, tetapi juga mengantisipasi ancaman kebakaran lahan maupun permukiman.

“Berkurangnya air adalah persoalan ketahanan masyarakat. Kalau kondisi semakin kering, risiko kebakaran lahan dan permukiman juga meningkat,” katanya.

Pemkot Jambi meminta masyarakat tidak menambah risiko dengan membakar sampah maupun lahan secara sembarangan.

Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Dalam menghadapi ancaman kekeringan, pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan juga diminta tidak hanya menunggu laporan warga.

Camat dan lurah diminta aktif memantau kondisi wilayah masing-masing, terutama kawasan yang mulai mengalami keterbatasan air.

Langkah ini dinilai penting karena kebutuhan setiap wilayah bisa berbeda.

Pemerintah ingin mengetahui persoalan sedini mungkin sehingga distribusi air dapat diarahkan sebelum kondisi warga semakin sulit.

Maulana menegaskan, seluruh perangkat daerah harus bergerak dalam satu sistem.

Persoalan air bersih, kesehatan, kebakaran dan kebutuhan masyarakat tidak dapat ditangani secara terpisah.

Dengan status siaga yang masih diberlakukan, Pemkot Jambi kini menempatkan ketersediaan air bersih dan pencegahan kebakaran sebagai dua prioritas utama selama periode kekeringan.

Pemerintah memilih memperkuat langkah antisipasi lebih awal agar masyarakat tidak harus menunggu sampai krisis air benar-benar terjadi.(*)




Besok Air PDAM Dikurangi 50 Persen Selama 15 Jam, Ini Wilayah yang Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelanggan Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi di sejumlah wilayah perlu bersiap menghadapi pengurangan distribusi air pada Senin 24 Agustus 2026.

Perumdam Tirta Mayang akan melakukan pengurasan unit sedimentasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Sari mulai pukul 03.00 hingga 18.00 WIB.

Selama pekerjaan berlangsung, debit air yang dialirkan kepada pelanggan di wilayah terdampak akan dikurangi sekitar 50 persen selama 15 jam.

Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air untuk aktivitas rumah tangga, Perumdam mengimbau agar persediaan air disiapkan sebelum pekerjaan dimulai.

Pelanggan juga perlu memperhitungkan waktu pemulihan setelah pengurasan selesai.

Perumdam Tirta Mayang memperkirakan distribusi air tidak langsung kembali normal setelah pekerjaan berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Normalisasi pengaliran diperkirakan berlangsung secara bertahap hingga 1×24 jam.

Artinya, pelanggan di wilayah terdampak masih berpotensi mengalami tekanan atau debit air yang belum normal setelah pekerjaan pemeliharaan selesai.

Pengurangan distribusi air akan berdampak pada sejumlah wilayah di tiga kecamatan di Kota Jambi.

Berikut rinciannya:

Jambi Timur

  • Sejinjang
  • Tanjung Sari
  • Kasang Jaya
  • Tanjung Pinang
  • Talang Banjar

Paal Merah

  • Eka Jaya
  • Bakung Jaya
  • Talang Bakung
  • Payo Selincah

Jambi Selatan

  • Pakuan Baru
  • Wijaya Pura
  • Pasir Putih

Dengan demikian, pelanggan di kelurahan-kelurahan tersebut diminta mengantisipasi berkurangnya pasokan air selama proses pemeliharaan.

Pengurasan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan instalasi pengolahan air.

Perumdam Tirta Mayang menyebut pekerjaan tersebut juga berkaitan dengan kondisi air baku Sungai Batanghari yang mengalami peningkatan kekeruhan.

Pemeliharaan unit sedimentasi diperlukan untuk menjaga proses pengolahan serta kualitas air produksi.

Meski berdampak sementara terhadap distribusi, pekerjaan tersebut ditujukan untuk menjaga keandalan sistem pelayanan air minum kepada pelanggan.

Perumdam Tirta Mayang mengingatkan pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum pengurasan dimulai.

Langkah tersebut penting untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama distribusi dikurangi dan ketika proses normalisasi masih berlangsung.

Perumdam juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami pelanggan selama pekerjaan berlangsung.

Untuk informasi maupun pengaduan terkait distribusi air, pelanggan dapat menghubungi layanan WhatsApp Perumdam Tirta Mayang di 0821-2121-9692.(*)




Wali Kota Jambi Maulana Soroti Krisis Air Baku, Kolam Retensi Mulai Dilirik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kemarau panjang mulai menguji ketahanan pasokan air bersih di Kota Jambi.

Debit Sungai Batanghari yang menurun disertai meningkatnya kekeruhan air baku membuat Perumdam Tirta Mayang memangkas produksi sekitar 20 persen.

Dampaknya mulai dirasakan pelanggan, terutama mereka yang mendapat pasokan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni dan IPA Tanjung Sari). Sekitar 5.300 sambungan rumah (SR) terdampak akibat berkurangnya jam pelayanan.

Kondisi tersebut diperkirakan belum akan segera berakhir. Perumdam Tirta Mayang memperkirakan gangguan pasokan dapat berlangsung hingga September 2026, tergantung perkembangan musim kemarau dan kondisi Sungai Batanghari.

Persoalan tidak hanya terjadi pada pelanggan jaringan perpipaan. Warga yang selama ini mengandalkan sumur juga mulai menghadapi ancaman kekeringan di sejumlah wilayah.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan penurunan debit dan peningkatan kekeruhan Batanghari memaksa perusahaan daerah menyesuaikan proses pengolahan air.

“Memang kondisi kemarau menyebabkan debit air Batanghari turun dan kekeruhan meningkat. Akibatnya produksi harus dikurangi. Di sisi lain, masyarakat yang tidak menggunakan PDAM juga mulai mengalami sumurnya kering,” ujar Maulana.

Bukan sekadar produksi turun

Menurut Maulana, pengurangan produksi tidak dapat dilihat semata sebagai persoalan kapasitas Perumdam Tirta Mayang.

Air baku yang semakin keruh membutuhkan penyesuaian dalam proses pengolahan. Langkah tersebut dilakukan agar kualitas air yang sampai ke pelanggan tetap memenuhi standar.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto sebelumnya menjelaskan, pengurangan produksi awalnya berada di kisaran 10 persen.

Namun, ketika tingkat kekeruhan air baku meningkat, penyesuaian produksi harus diperbesar hingga sekitar 20 persen.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Langkah ini kami lakukan agar kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga,” kata Arianto.

Dengan kondisi tersebut, Perumdam memilih mempertahankan kualitas air yang diproduksi meski konsekuensinya jam pelayanan kepada sebagian pelanggan harus dikurangi.

Mobil tangki dikerahkan

Pemkot Jambi kini meminta Perumdam Tirta Mayang memperkuat penanganan di lapangan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih secara gratis ke kawasan yang mengalami gangguan pasokan maupun wilayah yang sumber airnya mulai mengering.

“Kami sudah perintahkan PDAM untuk mengantarkan kebutuhan air bersih semaksimal mungkin ke daerah-daerah yang memang terdampak kekeringan,” ujar Maulana.

Selain mobil tangki, Perumdam juga menyiapkan pompa bergerak dan pemasangan pipa intake untuk menjaga keberlangsungan pengambilan air baku.

Langkah tersebut menjadi penanganan darurat sembari pemerintah melihat perkembangan kondisi Sungai Batanghari dan musim kemarau.

Pemkot mulai pikirkan sumber air selain Batanghari

Di tengah tekanan terhadap sumber air utama, Pemkot Jambi mulai melihat persoalan ini sebagai masalah jangka panjang.

Maulana mengatakan ketergantungan terhadap Sungai Batanghari perlu dikurangi dengan menyiapkan sumber air baku alternatif.

Salah satu opsi yang mulai dipertimbangkan adalah pemanfaatan kolam retensi sebagai sumber air baku tambahan bagi Perumdam Tirta Mayang.

“Kita juga harus berpikir soal ketersediaan air baku. Bisa kita pertimbangkan nanti apakah kolam-kolam retensi ini bisa menjadi sumber air baku bagi PDAM,” katanya.

Namun, rencana tersebut belum bisa langsung diterapkan.

Pemerintah perlu mengkaji kapasitas tampungan, kontinuitas debit, kualitas air serta teknologi pengolahan yang dibutuhkan sebelum kolam retensi dapat digunakan sebagai sumber air baku.

Jika layak secara teknis, keberadaan sumber air alternatif tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kondisi Sungai Batanghari ketika kemarau panjang kembali terjadi.

Krisis air berpotensi berulang

Bagi Pemkot Jambi, kondisi yang terjadi saat ini menjadi peringatan bahwa persoalan air baku tidak cukup ditangani dengan langkah darurat setiap musim kemarau.

Penurunan debit sungai dan perubahan kualitas air berpotensi kembali terjadi ketika kemarau berlangsung panjang.

“Ke depan ini harus dipikirkan karena masalah seperti ini memang terjadi setiap tahun,” tegas Maulana.

Karena itu, selain memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi darurat, pemerintah mulai diarahkan untuk membangun sistem penyediaan air yang lebih tahan terhadap perubahan musim.

Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak selama kondisi pasokan belum kembali normal.

Di sisi lain, Perumdam Tirta Mayang memastikan proses pengolahan tetap mengikuti standar operasional, sementara distribusi bantuan air bersih terus diarahkan ke wilayah yang paling terdampak.

Dengan perkiraan gangguan dapat berlangsung hingga September, persoalan air bersih Kota Jambi kini bukan hanya soal berkurangnya produksi.

Krisis air baku juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memastikan ketahanan pasokan air dalam menghadapi kemarau berikutnya.(*)




Daftar Lengkap Wilayah Terdampak Gangguan Air Tirta Mayang Jambi hingga September

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ribuan pelanggan Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi harus menghadapi pengurangan jam pelayanan air bersih selama musim kemarau.

Sebanyak 5.300 sambungan rumah (SR) di sejumlah wilayah terdampak akibat menurunnya kualitas air baku Sungai Batanghari yang mengalami peningkatan kekeruhan.

Gangguan pelayanan ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026, mengikuti kondisi musim kemarau dan perubahan kualitas sumber air baku.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan penyesuaian pelayanan dilakukan karena pihaknya harus menjaga kualitas air yang diproduksi agar tetap memenuhi standar air minum.

“Kami mengurangi debit produksi agar proses pengolahan tetap menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas. Kalau dipaksakan normal saat kondisi air baku keruh, kualitas air yang dihasilkan bisa terganggu,” ujar Arianto.

Saat ini, pengurangan produksi air bersih dilakukan sekitar 20 persen.

Sebelumnya, ketika tingkat kekeruhan belum terlalu tinggi, pengurangan produksi hanya berada di angka 10 persen.

Akibat penyesuaian tersebut, sejumlah wilayah yang mendapatkan suplai dari IPA Broni dan IPA Tanjung Sari mengalami pengurangan jam distribusi air.

Berikut daftar wilayah yang terdampak:

  • Kelurahan Bakung Jaya
  • Takang Bakung
  • Wijayapura
  • Thehok
  • Pasir Putih
  • Simpang III Sipin
  • Sukakarya
  • Kebun Handil
  • Handil Jaya
  • Jelutung
  • Cempaka Putih
  • Beliung
  • Danau Sipin
  • Solok Sipin
  • Sungai Putri
  • Selamat
  • Legok
  • Telanaipura

Arianto menjelaskan, kondisi Sungai Batanghari saat ini masih berada pada status normal hingga waspada.

Namun, perubahan karakter air sungai selama musim kemarau membuat tingkat kekeruhan dapat meningkat sewaktu-waktu.

“Karakter Sungai Batanghari sangat dinamis. Saat musim kemarau panjang, perubahan debit dan tingkat kekeruhan bisa terjadi dengan cepat,” katanya.

Untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan suplai, Perumdam Tirta Mayang telah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis ke sejumlah lokasi terdampak.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pompa bergerak atau mobile pump serta melakukan pemasangan pipa intake untuk menjaga ketersediaan air baku selama musim kemarau.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan. Langkah ini dilakukan agar air yang sampai ke masyarakat tetap terjaga kualitasnya,” ujar Arianto.

Perumdam Tirta Mayang mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar menggunakan air secara bijak selama kondisi musim kemarau berlangsung.

Pemantauan terhadap kondisi Sungai Batanghari juga terus dilakukan agar pelayanan dapat kembali normal ketika kualitas air baku membaik.(*)




Air Sungai Batanghari Keruh, Tirta Mayang Kurangi Produksi Air Bersih hingga September

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi mengurangi produksi air bersih hingga 20 persen akibat meningkatnya tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari selama musim kemarau.

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kualitas air agar tetap memenuhi standar air minum yang diterima pelanggan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan pengurangan produksi menjadi langkah antisipasi karena kondisi air baku saat ini mengalami tingkat kekeruhan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

Menurutnya, jika produksi tetap dipaksakan pada kapasitas maksimal, proses pengolahan air berisiko menghasilkan kualitas yang tidak sesuai standar.

“Analogi sederhananya seperti membuat kopi. Kalau airnya terlalu sedikit atau terlalu keruh, hasilnya tidak sesuai. Karena itu kami mengurangi debit produksi agar proses pengolahan tetap menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas,” ujar Arianto.

Ia menjelaskan, sebelumnya Perumdam Tirta Mayang hanya melakukan pengurangan produksi sekitar 10 persen ketika tingkat kekeruhan mulai meningkat.

Namun, kondisi terbaru membuat penyesuaian harus ditingkatkan menjadi sekitar 20 persen.

Dampak dari pengurangan produksi tersebut mulai dirasakan pelanggan, terutama masyarakat yang mendapat suplai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni dan IPA Tanjung Sari.

Tercatat sekitar 5.300 sambungan rumah (SR) terdampak akibat berkurangnya jam pelayanan.

Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026, mengikuti perkembangan musim kemarau dan kondisi sumber air baku.

Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Bakung Jaya, Takang Bakung, Wijayapura, Thehok, Pasir Putih, Simpang III Sipin, Sukakarya, Kebun Handil, Handil Jaya, Jelutung, Cempaka Putih, Beliung, Danau Sipin, Solok Sipin, Sungai Putri, Selamat, Legok, dan Telanaipura.

Arianto menyebut kondisi Sungai Batanghari saat ini masih berada pada level normal hingga waspada.

Namun, karakter sungai yang dinamis membuat tingkat kekeruhan dapat berubah cepat, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.

Untuk mengurangi dampak terhadap pelanggan, Perumdam Tirta Mayang menyiapkan sejumlah langkah darurat.

Salah satunya dengan menyediakan layanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis bagi wilayah yang mengalami gangguan pelayanan.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pompa bergerak atau mobile pump yang dapat menyesuaikan perubahan tinggi muka air sungai.

Perumdam juga melakukan pemasangan pipa intake sebagai upaya menjaga keberlangsungan pasokan air baku.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Langkah ini kami lakukan agar kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga,” kata Arianto.

Ia memastikan biaya pengolahan air untuk mengatasi peningkatan kekeruhan masih berada dalam kondisi normal.

Proses pengolahan mulai dari penyaringan air baku hingga distribusi tetap dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku.

Perumdam Tirta Mayang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, sekaligus memastikan perusahaan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Batanghari agar pelayanan dapat kembali normal ketika kondisi air baku membaik.(*)




Dirut Tirta Mayang Pastikan Pembenahan Jaringan dan Pelayanan Terus Berlanjut

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktur Utama Perumdam Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., menegaskan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 perusahaan menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan layanan air bersih sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.

Menurut Arianto, usia lebih dari lima dekade bukan hanya menjadi penanda perjalanan panjang perusahaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa tantangan pelayanan air bersih terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Usia 52 tahun bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama yang terus kami tingkatkan,” ujar Arianto.

Ia mengatakan berbagai program pembenahan terus dijalankan, mulai dari menekan angka kehilangan air (non revenue water), meningkatkan kontinuitas distribusi, mempercepat penanganan pengaduan pelanggan, hingga memperbaiki jaringan perpipaan di sejumlah wilayah pelayanan.

“Kami menyadari masih ada berbagai keluhan yang disampaikan pelanggan. Semua itu menjadi perhatian kami dan akan terus kami tindak lanjuti dengan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional. Kami juga terus melakukan pembenahan jaringan agar distribusi air semakin lancar dan kualitas layanan semakin baik,” katanya.

Arianto berharap dukungan Pemerintah Kota Jambi dan seluruh pemangku kepentingan terus mengalir agar berbagai program pengembangan perusahaan dapat berjalan lebih optimal.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan mempercepat peningkatan cakupan pelayanan air bersih sekaligus memperkuat posisi Tirta Mayang sebagai perusahaan daerah yang sehat dan berdaya saing.

“Semoga Tirta Mayang terus tumbuh menjadi perusahaan air minum daerah yang maju, sehat, dan profesional, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kota Jambi,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengatakan HUT ke-52 Tirta Mayang juga menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Saat ini, kata Maulana, Perumdam Tirta Mayang telah melayani sekitar 170 ribu pelanggan di Kota Jambi.

Ke depan, perusahaan diharapkan mampu memperluas cakupan layanan, meningkatkan kapasitas produksi air bersih, serta menekan tingkat kebocoran jaringan distribusi.

“Hari jadi ke-52 ini menjadi momentum untuk bersyukur sekaligus mengevaluasi kinerja Perumdam Tirta Mayang. Ke depan kita berharap jumlah pelanggan terus bertambah, kapasitas produksi meningkat, distribusi air semakin baik, serta tingkat kebocoran jaringan terus ditekan,” kata Maulana.

Selain itu, Maulana juga mendorong Tirta Mayang memperkuat kemandirian perusahaan melalui pengembangan investasi.

Pemkot Jambi, lanjutnya, akan menuntaskan proses penyertaan aset pemerintah daerah melalui mekanisme peraturan daerah agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan perusahaan.

“Harapan kami Tirta Mayang semakin kuat sebagai perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Maulana.(*)




HUT ke-52 Tirta Mayang, Maulana Minta Perluas Layanan dan Tekan Kebocoran Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Perumdam Air Minum Tirta Mayang sebagai momentum untuk memperkuat transformasi perusahaan daerah agar mampu memberikan pelayanan air bersih yang lebih optimal kepada masyarakat.

Menurut Maulana, kebutuhan air bersih di Kota Jambi akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman.

Karena itu, Perumdam Tirta Mayang dituntut terus meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan layanan, hingga menekan tingkat kehilangan air pada jaringan distribusi.

Hari jadi ke-52 ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen meningkatkan pelayanan.

“Saat ini Tirta Mayang telah melayani sekitar 170 ribu pelanggan. Ke depan kami berharap jumlah pelanggan terus bertambah, kapasitas produksi meningkat, distribusi semakin baik, dan kebocoran jaringan terus ditekan,” ujar Maulana.

Ia menilai, perusahaan daerah harus mampu bertransformasi menjadi badan usaha yang sehat dan mandiri sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada dukungan anggaran pemerintah.

Karena itu, Maulana mendorong manajemen Tirta Mayang lebih agresif mengembangkan investasi dan memperkuat kapasitas usaha, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Pemkot berharap Tirta Mayang mampu mengembangkan investasi secara mandiri sehingga perusahaan semakin kuat dan sehat.

“Salah satu langkah yang akan kami selesaikan adalah penyerahan aset pemerintah daerah yang selama ini belum menjadi penyertaan modal Perumdam. Penyelesaiannya akan dilakukan melalui mekanisme peraturan daerah agar pengelolaan aset menjadi lebih optimal,” katanya.

Maulana optimistis, dengan dukungan aset dan penguatan kelembagaan, Perumdam Tirta Mayang dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan Kota Jambi.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., mengatakan usia ke-52 menjadi momen refleksi untuk terus melakukan pembenahan di seluruh aspek pelayanan.

Menurutnya, kepuasan pelanggan tetap menjadi prioritas utama perusahaan melalui peningkatan kualitas distribusi air dan pelayanan yang lebih responsif.

“Usia 52 tahun bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah. Kepuasan pelanggan adalah prioritas utama yang terus kami tingkatkan,” ujarnya.

Arianto menjelaskan sejumlah program strategis terus dijalankan, mulai dari menekan angka kehilangan air (non revenue water), mengurangi keluhan pelanggan, hingga meningkatkan kontinuitas pengaliran air ke rumah-rumah pelanggan.

“Kami menyadari masih ada berbagai keluhan dari pelanggan. Seluruh masukan tersebut menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional. Pembenahan jaringan juga terus dilakukan agar distribusi air semakin lancar,” katanya.

Ia berharap dukungan Pemerintah Kota Jambi dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat pengembangan perusahaan sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kota Jambi terus meningkat.

“Semoga Tirta Mayang terus tumbuh menjadi perusahaan air minum daerah yang maju, sehat, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus berkontribusi bagi pembangunan Kota Jambi,” pungkasnya.(*)




Walikota Maulana Instruksikan Tirta Mayang Mitigasi Krisis Air Jelang Kemarau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana menginstruksikan Perumdam Tirta Mayang segera melakukan langkah mitigasi menghadapi musim kemarau menyusul terus menurunnya tinggi muka air (TMA) Sungai Batanghari.

Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Jambi tetap berjalan normal meski debit sungai terus menyusut.

Menurut Maulana, Sungai Batanghari merupakan sumber air baku utama bagi Perumdam Tirta Mayang. Karena itu, penurunan debit sungai harus diantisipasi sejak dini agar tidak mengganggu proses produksi maupun distribusi air bersih.

“Saya sudah meminta Perumdam Tirta Mayang segera melakukan mitigasi menghadapi musim kemarau,” kata dia.

“Jangan sampai penurunan debit Sungai Batanghari berdampak pada terganggunya distribusi air bersih kepada masyarakat,” ujar Maulana.

Ia meminta Perumdam segera menyiapkan berbagai langkah teknis, termasuk melakukan penyesuaian pada sistem pengambilan air baku (intake) di setiap Instalasi Pengolahan Air (IPA) apabila kondisi sungai terus mengalami penurunan.

“Kalau memang perlu dilakukan penambahan ataupun penyesuaian jaringan intake di Instalasi Pengolahan Air agar tetap bisa menyedot air, segera lakukan. Yang terpenting pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” tegasnya.

Selain memastikan operasional instalasi pengolahan tetap optimal, Maulana juga meminta Perumdam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan adanya wilayah yang mengalami gangguan pasokan air bersih selama musim kemarau.

Ia menginstruksikan agar distribusi air menggunakan mobil tangki segera dilakukan apabila ditemukan kawasan yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kalau ada wilayah yang mulai terdampak atau mengalami kekeringan, saya minta segera suplai air bersih menggunakan mobil tangki. Jangan menunggu keluhan masyarakat semakin banyak baru bergerak. Respons harus cepat,” katanya.

Maulana menegaskan penyediaan air bersih merupakan pelayanan dasar yang harus dijaga pemerintah daerah.

Karena itu, seluruh jajaran Perumdam Tirta Mayang diminta terus memantau perkembangan tinggi muka air Sungai Batanghari serta mengevaluasi kapasitas produksi air secara berkala.

“Kebutuhan air bersih adalah pelayanan dasar. Saya minta seluruh jajaran Perumdam terus memonitor kondisi sungai setiap hari, menghitung kapasitas produksi, dan mengambil langkah antisipasi sejak dini sehingga masyarakat tetap mendapatkan layanan secara optimal,” ujarnya.

Selain menginstruksikan langkah antisipasi kepada Perumdam, Maulana juga mengajak masyarakat mulai menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

Menurutnya, penghematan penggunaan air menjadi salah satu cara menjaga ketersediaan pasokan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

“Kami juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat sesuai kebutuhan. Pemerintah akan berupaya maksimal menjaga pelayanan, tetapi partisipasi masyarakat dalam menghemat penggunaan air juga sangat penting,” pungkasnya.

Penurunan tinggi muka air Sungai Batanghari mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota Jambi karena berpotensi memengaruhi kapasitas produksi air bersih.

Melalui langkah mitigasi yang dilakukan sejak dini, Pemkot Jambi berharap distribusi air kepada masyarakat tetap aman selama musim kemarau.(*)




Apel Pelayanan Tirta Mayang, Dirut Minta Pegawai Kedepankan Empati dan Profesionalisme

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dengan memperkuat budaya kerja di lingkungan perusahaan.

Melalui Apel Pelayanan yang digelar di Kantor Pusat Broni, Selasa 14 Juli 2026, seluruh pegawai diingatkan agar mengedepankan sikap humanis, responsif, dan profesional saat melayani masyarakat.

Apel dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang, Arianto.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga ditentukan oleh cara pegawai berkomunikasi, membangun kepercayaan, dan memberikan solusi kepada pelanggan.

Menurut Arianto, setiap pegawai merupakan wajah perusahaan di hadapan masyarakat. Karena itu, sikap ramah, empati, dan kesabaran harus menjadi karakter yang selalu ditunjukkan dalam setiap pelayanan.

“Sebagai individu kita memiliki banyak karakter, tetapi ketika bertemu pelanggan sebagai pelayan publik, karakter kita hanya satu, yaitu sabar dan melayani,” ujar Arianto.

Ia menekankan bahwa kepuasan pelanggan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pegawai memiliki komitmen yang sama untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Budaya Kerja Profesional Terus Diperkuat

Menurut Arianto, Apel Pelayanan tidak sekadar menjadi agenda rutin perusahaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas.

Melalui kegiatan tersebut, manajemen ingin memastikan setiap insan Perumdam Tirta Mayang memiliki standar pelayanan yang sama dalam memberikan layanan kepada pelanggan di Kota Jambi.

Selain aspek pelayanan, Arianto juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjaga integritas pribadi dengan menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Ia menilai sumber daya manusia yang sehat, disiplin, dan berintegritas menjadi modal utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

“Jangan pernah terlibat penyalahgunaan narkoba. Integritas dan gaya hidup sehat adalah modal utama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Manajemen Perumdam Tirta Mayang berharap komitmen tersebut dapat terus diwujudkan dalam pelayanan sehari-hari sehingga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan daerah penyedia air minum itu semakin meningkat.(*)




Perumdam Tirta Mayang Jambi Pertahankan ISO 9001 dan 45001, Bukti Layanan Air Makin Berkualitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi kembali mencatatkan pencapaian penting dengan mempertahankan sertifikasi internasional ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu serta ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pencapaian ini menjadi indikator bahwa pengelolaan layanan air minum di Kota Jambi berjalan sesuai standar internasional, baik dari sisi kualitas layanan kepada pelanggan maupun penerapan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.

Proses resertifikasi tersebut dilakukan melalui audit eksternal yang menilai konsistensi penerapan sistem manajemen di seluruh lini operasional.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Perumdam Tirta Mayang dinilai memenuhi seluruh persyaratan standar ISO yang berlaku.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari upaya perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan, mulai dari peningkatan pelayanan pelanggan, optimalisasi operasional, hingga penguatan tata kelola perusahaan agar lebih efektif dan transparan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang, Arianto, S.T., menyebut bahwa keberhasilan mempertahankan sertifikasi ISO menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Kota Jambi.

Menurutnya, sertifikasi ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam memberikan layanan air minum yang aman, berkualitas, serta didukung sistem kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan karyawan.

“Pencapaian ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan layanan air minum yang sesuai standar mutu, sekaligus memastikan seluruh proses kerja berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Kepercayaan pelanggan menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi dan melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Arianto.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan standar ISO tidak dapat dilepaskan dari kerja sama seluruh unit kerja di lingkungan Perumdam Tirta Mayang.

Mulai dari tingkat divisi, departemen, hingga subdepartemen, seluruhnya berperan aktif dalam menjaga konsistensi penerapan sistem manajemen mutu dan K3.

Dengan capaian ini, Perumdam Tirta Mayang menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan daerah yang terus berupaya meningkatkan standar layanan publik.

Sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan air minum di Kota Jambi.(*)