Daftar Lengkap Wilayah Terdampak Gangguan Air Tirta Mayang Jambi hingga September

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ribuan pelanggan Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi harus menghadapi pengurangan jam pelayanan air bersih selama musim kemarau.

Sebanyak 5.300 sambungan rumah (SR) di sejumlah wilayah terdampak akibat menurunnya kualitas air baku Sungai Batanghari yang mengalami peningkatan kekeruhan.

Gangguan pelayanan ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026, mengikuti kondisi musim kemarau dan perubahan kualitas sumber air baku.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan penyesuaian pelayanan dilakukan karena pihaknya harus menjaga kualitas air yang diproduksi agar tetap memenuhi standar air minum.

“Kami mengurangi debit produksi agar proses pengolahan tetap menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas. Kalau dipaksakan normal saat kondisi air baku keruh, kualitas air yang dihasilkan bisa terganggu,” ujar Arianto.

Saat ini, pengurangan produksi air bersih dilakukan sekitar 20 persen.

Sebelumnya, ketika tingkat kekeruhan belum terlalu tinggi, pengurangan produksi hanya berada di angka 10 persen.

Akibat penyesuaian tersebut, sejumlah wilayah yang mendapatkan suplai dari IPA Broni dan IPA Tanjung Sari mengalami pengurangan jam distribusi air.

Berikut daftar wilayah yang terdampak:

  • Kelurahan Bakung Jaya
  • Takang Bakung
  • Wijayapura
  • Thehok
  • Pasir Putih
  • Simpang III Sipin
  • Sukakarya
  • Kebun Handil
  • Handil Jaya
  • Jelutung
  • Cempaka Putih
  • Beliung
  • Danau Sipin
  • Solok Sipin
  • Sungai Putri
  • Selamat
  • Legok
  • Telanaipura

Arianto menjelaskan, kondisi Sungai Batanghari saat ini masih berada pada status normal hingga waspada.

Namun, perubahan karakter air sungai selama musim kemarau membuat tingkat kekeruhan dapat meningkat sewaktu-waktu.

“Karakter Sungai Batanghari sangat dinamis. Saat musim kemarau panjang, perubahan debit dan tingkat kekeruhan bisa terjadi dengan cepat,” katanya.

Untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan suplai, Perumdam Tirta Mayang telah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis ke sejumlah lokasi terdampak.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pompa bergerak atau mobile pump serta melakukan pemasangan pipa intake untuk menjaga ketersediaan air baku selama musim kemarau.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan. Langkah ini dilakukan agar air yang sampai ke masyarakat tetap terjaga kualitasnya,” ujar Arianto.

Perumdam Tirta Mayang mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar menggunakan air secara bijak selama kondisi musim kemarau berlangsung.

Pemantauan terhadap kondisi Sungai Batanghari juga terus dilakukan agar pelayanan dapat kembali normal ketika kualitas air baku membaik.(*)




Air Sungai Batanghari Keruh, Tirta Mayang Kurangi Produksi Air Bersih hingga September

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi mengurangi produksi air bersih hingga 20 persen akibat meningkatnya tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari selama musim kemarau.

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kualitas air agar tetap memenuhi standar air minum yang diterima pelanggan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan pengurangan produksi menjadi langkah antisipasi karena kondisi air baku saat ini mengalami tingkat kekeruhan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

Menurutnya, jika produksi tetap dipaksakan pada kapasitas maksimal, proses pengolahan air berisiko menghasilkan kualitas yang tidak sesuai standar.

“Analogi sederhananya seperti membuat kopi. Kalau airnya terlalu sedikit atau terlalu keruh, hasilnya tidak sesuai. Karena itu kami mengurangi debit produksi agar proses pengolahan tetap menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas,” ujar Arianto.

Ia menjelaskan, sebelumnya Perumdam Tirta Mayang hanya melakukan pengurangan produksi sekitar 10 persen ketika tingkat kekeruhan mulai meningkat.

Namun, kondisi terbaru membuat penyesuaian harus ditingkatkan menjadi sekitar 20 persen.

Dampak dari pengurangan produksi tersebut mulai dirasakan pelanggan, terutama masyarakat yang mendapat suplai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni dan IPA Tanjung Sari.

Tercatat sekitar 5.300 sambungan rumah (SR) terdampak akibat berkurangnya jam pelayanan.

Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026, mengikuti perkembangan musim kemarau dan kondisi sumber air baku.

Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Bakung Jaya, Takang Bakung, Wijayapura, Thehok, Pasir Putih, Simpang III Sipin, Sukakarya, Kebun Handil, Handil Jaya, Jelutung, Cempaka Putih, Beliung, Danau Sipin, Solok Sipin, Sungai Putri, Selamat, Legok, dan Telanaipura.

Arianto menyebut kondisi Sungai Batanghari saat ini masih berada pada level normal hingga waspada.

Namun, karakter sungai yang dinamis membuat tingkat kekeruhan dapat berubah cepat, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.

Untuk mengurangi dampak terhadap pelanggan, Perumdam Tirta Mayang menyiapkan sejumlah langkah darurat.

Salah satunya dengan menyediakan layanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis bagi wilayah yang mengalami gangguan pelayanan.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pompa bergerak atau mobile pump yang dapat menyesuaikan perubahan tinggi muka air sungai.

Perumdam juga melakukan pemasangan pipa intake sebagai upaya menjaga keberlangsungan pasokan air baku.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Langkah ini kami lakukan agar kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga,” kata Arianto.

Ia memastikan biaya pengolahan air untuk mengatasi peningkatan kekeruhan masih berada dalam kondisi normal.

Proses pengolahan mulai dari penyaringan air baku hingga distribusi tetap dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku.

Perumdam Tirta Mayang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, sekaligus memastikan perusahaan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Batanghari agar pelayanan dapat kembali normal ketika kondisi air baku membaik.(*)




Dirut Tirta Mayang Pastikan Pembenahan Jaringan dan Pelayanan Terus Berlanjut

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktur Utama Perumdam Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., menegaskan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 perusahaan menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan layanan air bersih sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.

Menurut Arianto, usia lebih dari lima dekade bukan hanya menjadi penanda perjalanan panjang perusahaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa tantangan pelayanan air bersih terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Usia 52 tahun bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama yang terus kami tingkatkan,” ujar Arianto.

Ia mengatakan berbagai program pembenahan terus dijalankan, mulai dari menekan angka kehilangan air (non revenue water), meningkatkan kontinuitas distribusi, mempercepat penanganan pengaduan pelanggan, hingga memperbaiki jaringan perpipaan di sejumlah wilayah pelayanan.

“Kami menyadari masih ada berbagai keluhan yang disampaikan pelanggan. Semua itu menjadi perhatian kami dan akan terus kami tindak lanjuti dengan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional. Kami juga terus melakukan pembenahan jaringan agar distribusi air semakin lancar dan kualitas layanan semakin baik,” katanya.

Arianto berharap dukungan Pemerintah Kota Jambi dan seluruh pemangku kepentingan terus mengalir agar berbagai program pengembangan perusahaan dapat berjalan lebih optimal.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan mempercepat peningkatan cakupan pelayanan air bersih sekaligus memperkuat posisi Tirta Mayang sebagai perusahaan daerah yang sehat dan berdaya saing.

“Semoga Tirta Mayang terus tumbuh menjadi perusahaan air minum daerah yang maju, sehat, dan profesional, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kota Jambi,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengatakan HUT ke-52 Tirta Mayang juga menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Saat ini, kata Maulana, Perumdam Tirta Mayang telah melayani sekitar 170 ribu pelanggan di Kota Jambi.

Ke depan, perusahaan diharapkan mampu memperluas cakupan layanan, meningkatkan kapasitas produksi air bersih, serta menekan tingkat kebocoran jaringan distribusi.

“Hari jadi ke-52 ini menjadi momentum untuk bersyukur sekaligus mengevaluasi kinerja Perumdam Tirta Mayang. Ke depan kita berharap jumlah pelanggan terus bertambah, kapasitas produksi meningkat, distribusi air semakin baik, serta tingkat kebocoran jaringan terus ditekan,” kata Maulana.

Selain itu, Maulana juga mendorong Tirta Mayang memperkuat kemandirian perusahaan melalui pengembangan investasi.

Pemkot Jambi, lanjutnya, akan menuntaskan proses penyertaan aset pemerintah daerah melalui mekanisme peraturan daerah agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan perusahaan.

“Harapan kami Tirta Mayang semakin kuat sebagai perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Maulana.(*)




HUT ke-52 Tirta Mayang, Maulana Minta Perluas Layanan dan Tekan Kebocoran Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Perumdam Air Minum Tirta Mayang sebagai momentum untuk memperkuat transformasi perusahaan daerah agar mampu memberikan pelayanan air bersih yang lebih optimal kepada masyarakat.

Menurut Maulana, kebutuhan air bersih di Kota Jambi akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman.

Karena itu, Perumdam Tirta Mayang dituntut terus meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan layanan, hingga menekan tingkat kehilangan air pada jaringan distribusi.

Hari jadi ke-52 ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen meningkatkan pelayanan.

“Saat ini Tirta Mayang telah melayani sekitar 170 ribu pelanggan. Ke depan kami berharap jumlah pelanggan terus bertambah, kapasitas produksi meningkat, distribusi semakin baik, dan kebocoran jaringan terus ditekan,” ujar Maulana.

Ia menilai, perusahaan daerah harus mampu bertransformasi menjadi badan usaha yang sehat dan mandiri sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada dukungan anggaran pemerintah.

Karena itu, Maulana mendorong manajemen Tirta Mayang lebih agresif mengembangkan investasi dan memperkuat kapasitas usaha, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Pemkot berharap Tirta Mayang mampu mengembangkan investasi secara mandiri sehingga perusahaan semakin kuat dan sehat.

“Salah satu langkah yang akan kami selesaikan adalah penyerahan aset pemerintah daerah yang selama ini belum menjadi penyertaan modal Perumdam. Penyelesaiannya akan dilakukan melalui mekanisme peraturan daerah agar pengelolaan aset menjadi lebih optimal,” katanya.

Maulana optimistis, dengan dukungan aset dan penguatan kelembagaan, Perumdam Tirta Mayang dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan Kota Jambi.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., mengatakan usia ke-52 menjadi momen refleksi untuk terus melakukan pembenahan di seluruh aspek pelayanan.

Menurutnya, kepuasan pelanggan tetap menjadi prioritas utama perusahaan melalui peningkatan kualitas distribusi air dan pelayanan yang lebih responsif.

“Usia 52 tahun bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah. Kepuasan pelanggan adalah prioritas utama yang terus kami tingkatkan,” ujarnya.

Arianto menjelaskan sejumlah program strategis terus dijalankan, mulai dari menekan angka kehilangan air (non revenue water), mengurangi keluhan pelanggan, hingga meningkatkan kontinuitas pengaliran air ke rumah-rumah pelanggan.

“Kami menyadari masih ada berbagai keluhan dari pelanggan. Seluruh masukan tersebut menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional. Pembenahan jaringan juga terus dilakukan agar distribusi air semakin lancar,” katanya.

Ia berharap dukungan Pemerintah Kota Jambi dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat pengembangan perusahaan sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kota Jambi terus meningkat.

“Semoga Tirta Mayang terus tumbuh menjadi perusahaan air minum daerah yang maju, sehat, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus berkontribusi bagi pembangunan Kota Jambi,” pungkasnya.(*)




Walikota Maulana Instruksikan Tirta Mayang Mitigasi Krisis Air Jelang Kemarau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana menginstruksikan Perumdam Tirta Mayang segera melakukan langkah mitigasi menghadapi musim kemarau menyusul terus menurunnya tinggi muka air (TMA) Sungai Batanghari.

Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Jambi tetap berjalan normal meski debit sungai terus menyusut.

Menurut Maulana, Sungai Batanghari merupakan sumber air baku utama bagi Perumdam Tirta Mayang. Karena itu, penurunan debit sungai harus diantisipasi sejak dini agar tidak mengganggu proses produksi maupun distribusi air bersih.

“Saya sudah meminta Perumdam Tirta Mayang segera melakukan mitigasi menghadapi musim kemarau,” kata dia.

“Jangan sampai penurunan debit Sungai Batanghari berdampak pada terganggunya distribusi air bersih kepada masyarakat,” ujar Maulana.

Ia meminta Perumdam segera menyiapkan berbagai langkah teknis, termasuk melakukan penyesuaian pada sistem pengambilan air baku (intake) di setiap Instalasi Pengolahan Air (IPA) apabila kondisi sungai terus mengalami penurunan.

“Kalau memang perlu dilakukan penambahan ataupun penyesuaian jaringan intake di Instalasi Pengolahan Air agar tetap bisa menyedot air, segera lakukan. Yang terpenting pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” tegasnya.

Selain memastikan operasional instalasi pengolahan tetap optimal, Maulana juga meminta Perumdam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan adanya wilayah yang mengalami gangguan pasokan air bersih selama musim kemarau.

Ia menginstruksikan agar distribusi air menggunakan mobil tangki segera dilakukan apabila ditemukan kawasan yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kalau ada wilayah yang mulai terdampak atau mengalami kekeringan, saya minta segera suplai air bersih menggunakan mobil tangki. Jangan menunggu keluhan masyarakat semakin banyak baru bergerak. Respons harus cepat,” katanya.

Maulana menegaskan penyediaan air bersih merupakan pelayanan dasar yang harus dijaga pemerintah daerah.

Karena itu, seluruh jajaran Perumdam Tirta Mayang diminta terus memantau perkembangan tinggi muka air Sungai Batanghari serta mengevaluasi kapasitas produksi air secara berkala.

“Kebutuhan air bersih adalah pelayanan dasar. Saya minta seluruh jajaran Perumdam terus memonitor kondisi sungai setiap hari, menghitung kapasitas produksi, dan mengambil langkah antisipasi sejak dini sehingga masyarakat tetap mendapatkan layanan secara optimal,” ujarnya.

Selain menginstruksikan langkah antisipasi kepada Perumdam, Maulana juga mengajak masyarakat mulai menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

Menurutnya, penghematan penggunaan air menjadi salah satu cara menjaga ketersediaan pasokan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

“Kami juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat sesuai kebutuhan. Pemerintah akan berupaya maksimal menjaga pelayanan, tetapi partisipasi masyarakat dalam menghemat penggunaan air juga sangat penting,” pungkasnya.

Penurunan tinggi muka air Sungai Batanghari mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota Jambi karena berpotensi memengaruhi kapasitas produksi air bersih.

Melalui langkah mitigasi yang dilakukan sejak dini, Pemkot Jambi berharap distribusi air kepada masyarakat tetap aman selama musim kemarau.(*)




Apel Pelayanan Tirta Mayang, Dirut Minta Pegawai Kedepankan Empati dan Profesionalisme

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dengan memperkuat budaya kerja di lingkungan perusahaan.

Melalui Apel Pelayanan yang digelar di Kantor Pusat Broni, Selasa 14 Juli 2026, seluruh pegawai diingatkan agar mengedepankan sikap humanis, responsif, dan profesional saat melayani masyarakat.

Apel dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang, Arianto.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga ditentukan oleh cara pegawai berkomunikasi, membangun kepercayaan, dan memberikan solusi kepada pelanggan.

Menurut Arianto, setiap pegawai merupakan wajah perusahaan di hadapan masyarakat. Karena itu, sikap ramah, empati, dan kesabaran harus menjadi karakter yang selalu ditunjukkan dalam setiap pelayanan.

“Sebagai individu kita memiliki banyak karakter, tetapi ketika bertemu pelanggan sebagai pelayan publik, karakter kita hanya satu, yaitu sabar dan melayani,” ujar Arianto.

Ia menekankan bahwa kepuasan pelanggan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pegawai memiliki komitmen yang sama untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Budaya Kerja Profesional Terus Diperkuat

Menurut Arianto, Apel Pelayanan tidak sekadar menjadi agenda rutin perusahaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas.

Melalui kegiatan tersebut, manajemen ingin memastikan setiap insan Perumdam Tirta Mayang memiliki standar pelayanan yang sama dalam memberikan layanan kepada pelanggan di Kota Jambi.

Selain aspek pelayanan, Arianto juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjaga integritas pribadi dengan menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Ia menilai sumber daya manusia yang sehat, disiplin, dan berintegritas menjadi modal utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

“Jangan pernah terlibat penyalahgunaan narkoba. Integritas dan gaya hidup sehat adalah modal utama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Manajemen Perumdam Tirta Mayang berharap komitmen tersebut dapat terus diwujudkan dalam pelayanan sehari-hari sehingga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan daerah penyedia air minum itu semakin meningkat.(*)




Perumdam Tirta Mayang Jambi Pertahankan ISO 9001 dan 45001, Bukti Layanan Air Makin Berkualitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi kembali mencatatkan pencapaian penting dengan mempertahankan sertifikasi internasional ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu serta ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pencapaian ini menjadi indikator bahwa pengelolaan layanan air minum di Kota Jambi berjalan sesuai standar internasional, baik dari sisi kualitas layanan kepada pelanggan maupun penerapan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.

Proses resertifikasi tersebut dilakukan melalui audit eksternal yang menilai konsistensi penerapan sistem manajemen di seluruh lini operasional.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Perumdam Tirta Mayang dinilai memenuhi seluruh persyaratan standar ISO yang berlaku.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari upaya perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan, mulai dari peningkatan pelayanan pelanggan, optimalisasi operasional, hingga penguatan tata kelola perusahaan agar lebih efektif dan transparan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang, Arianto, S.T., menyebut bahwa keberhasilan mempertahankan sertifikasi ISO menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Kota Jambi.

Menurutnya, sertifikasi ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam memberikan layanan air minum yang aman, berkualitas, serta didukung sistem kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan karyawan.

“Pencapaian ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan layanan air minum yang sesuai standar mutu, sekaligus memastikan seluruh proses kerja berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Kepercayaan pelanggan menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi dan melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Arianto.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan standar ISO tidak dapat dilepaskan dari kerja sama seluruh unit kerja di lingkungan Perumdam Tirta Mayang.

Mulai dari tingkat divisi, departemen, hingga subdepartemen, seluruhnya berperan aktif dalam menjaga konsistensi penerapan sistem manajemen mutu dan K3.

Dengan capaian ini, Perumdam Tirta Mayang menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan daerah yang terus berupaya meningkatkan standar layanan publik.

Sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan air minum di Kota Jambi.(*)




Dorong Inovasi dan Perawatan Rutin di Perumdam Tirta Mayang, Wawako Diza: Jangan Sampai Masyarakat Marah Dahulu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menegaskan pentingnya pemeliharaan rutin infrastruktur air bersih dalam kunjungan kerja ke Perumdam Tirta Mayang, Kamis (26/03/2026).

Dalam kesempatan ini, Diza Hazra menekankan agar perbaikan dan rehabilitasi jaringan pipa dilakukan secara terencana dan berkala, bukan menunggu kerusakan atau keluhan masyarakat.

Menurutnya, perawatan rutin menjadi kunci agar layanan air bersih dapat berjalan maksimal dan merata bagi seluruh warga Kota Jambi.

“Jangan sampai masyarakat sudah marah baru kita bertindak. Perawatan dan perbaikan harus dilakukan secara rutin dan terencana,” ujar Wakil Wali Kota.

Ia juga mendorong penguatan tata kelola keuangan PDAM yang akuntabel dan efisien, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah pelayanan.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, yang turut mendampingi, menekankan fokus peningkatan layanan air bersih hingga 24 jam penuh, dengan respon cepat terhadap keluhan masyarakat.

Ia juga menyoroti potensi pengembangan jaringan air bersih dan peluang pasar yang masih besar, mengingat dari sekitar 250 ribu rumah tangga di Kota Jambi, baru sekitar 107 ribu rumah yang terhubung layanan PDAM.

Maulana menambahkan, penguatan manajemen bisnis proses dari pengambilan air baku, pengolahan, distribusi, hingga pembayaran pelanggan menjadi kunci efektivitas dan kesehatan keuangan perusahaan.

Tantangan lain yang harus segera diatasi adalah tingkat kebocoran air yang mencapai 35 persen, yang perlu penguatan investasi dan kolaborasi dengan pihak ketiga.

Kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja PDAM Tirta Mayang selama Ramadan hingga Idul Fitri, di mana penanganan keluhan masyarakat dinilai meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Pelaksana Harian Sekda Kota Jambi, H. Mulyadi, M.Pd., dan jajaran OPD terkait.

Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi layanan air bersih modern, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.(*)




Tarif Air di Kota Jambi Bakal Naik? Wali Kota Buka Suara Usai Kunker ke Perumdam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Isu kenaikan tarif air bersih di Kota Jambi menjadi sorotan setelah Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan kunjungan kerja ke Perumdam Tirta Mayang, Kamis (26/3/2026).

Dalam keterangannya, Maulana menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk menaikkan tarif air kepada pelanggan.

Ia memastikan kebijakan tersebut tidak akan diambil sebelum kualitas layanan benar-benar mengalami peningkatan signifikan.

“Tarif tidak akan dinaikkan sebelum ada jaminan kualitas air yang baik, jam pengaliran yang meningkat, serta ekspansi pelayanan secara besar-besaran,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kenaikan tarif di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Perumdam Tirta Mayang.

Dalam kunjungan tersebut, Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Plh Sekda, dan sejumlah kepala OPD. Mereka disambut langsung oleh jajaran direksi Perumdam.

Selain membahas tarif, Maulana juga mengapresiasi peningkatan kinerja perusahaan, khususnya dalam penanganan keluhan pelanggan selama Ramadan hingga Idulfitri yang dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa perbaikan tersebut belum cukup.

Menurutnya, Perumdam masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) yang saat ini masih berada di angka sekitar 35 persen.

“Kalau 35 persen air hilang, itu artinya tidak menghasilkan pendapatan. Ini harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Maulana juga menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis perusahaan, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, distribusi, hingga sistem pembayaran.

Di sisi lain, ia mendorong Perumdam Tirta Mayang untuk lebih agresif dalam memperluas jumlah pelanggan.

Saat ini tercatat sekitar 107 ribu sambungan rumah, dengan potensi besar dari sektor usaha dan kawasan perumahan baru.

Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan melalui strategi ekspansi yang matang, termasuk membuka kerja sama dengan pihak ketiga, tanpa hanya bergantung pada anggaran daerah.

Maulana juga memastikan akan kembali melakukan evaluasi dalam waktu dekat untuk mengkaji tugas dan fungsi masing-masing divisi, sekaligus memastikan target perusahaan daerah dapat tercapai.(*)




Wali Kota Jambi Soroti Kinerja Perumdam Tirta Mayang, Targetkan Ekspansi Besar dan Tekan Kebocoran Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan kunjungan kerja ke Perumdam Tirta Mayang pada Kamis (26/3/2026) sebagai bagian dari upaya evaluasi kinerja layanan air bersih di Kota Jambi.

Dalam kunjungan tersebut, Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Plh Sekda, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh jajaran direksi Perumdam Tirta Mayang.

Maulana memberikan apresiasi atas peningkatan layanan perusahaan, terutama dalam merespons keluhan pelanggan selama periode Ramadan hingga Idulfitri.

Ia menilai, dibandingkan tahun sebelumnya, penanganan aduan masyarakat mengalami kemajuan yang cukup signifikan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut belum menjadi akhir dari proses pembenahan.

Menurutnya, Perumdam perlu terus berbenah, khususnya dalam memahami keseluruhan alur bisnis perusahaan, mulai dari pengambilan air baku, proses pengolahan, distribusi, hingga sistem pembayaran pelanggan.

“Seluruh jajaran, baik direksi maupun divisi, harus memahami proses bisnis ini secara menyeluruh agar kinerja perusahaan bisa lebih optimal,” ujarnya.

Maulana juga memastikan akan kembali melakukan evaluasi dalam waktu dekat.

Ia berencana meninjau langsung tugas dan fungsi masing-masing divisi guna memastikan efektivitas kerja di dalam perusahaan daerah tersebut.

Selain fokus pada internal, Wali Kota Jambi juga mendorong Perumdam Tirta Mayang untuk lebih agresif dalam memperluas jumlah pelanggan.

Saat ini, jumlah sambungan rumah telah mencapai sekitar 107 ribu, dengan potensi besar dari sektor bisnis seperti hotel, pusat perbelanjaan, serta kawasan perumahan baru.

Ia menilai peluang pasar tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal, termasuk melalui kerja sama dengan pihak ketiga, tanpa hanya bergantung pada anggaran daerah.

Di sisi lain, Maulana menyoroti masih tingginya tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) yang mencapai sekitar 35 persen.

Kondisi ini dinilai merugikan perusahaan karena air yang hilang tidak memberikan kontribusi pendapatan.

Menurutnya, permasalahan tersebut harus segera ditangani, meskipun diakui bahwa sebagian jaringan pipa yang sudah tua membutuhkan investasi besar untuk perbaikan.

Ia juga mendorong agar setiap rencana ekspansi dilakukan secara matang melalui studi kelayakan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Terkait tarif air, Maulana memastikan belum ada rencana kenaikan dalam waktu dekat.

Ia menegaskan bahwa peningkatan tarif hanya dapat dilakukan jika kualitas layanan sudah benar-benar optimal, baik dari sisi kualitas air, kontinuitas distribusi, maupun cakupan pelayanan.(*)