Kemas Faried Masih Sedikit Bicara soal Duet dengan Diza, Pilih Buktikan Kinerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Nama Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mulai dikaitkan dengan Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dalam wacana Pilkada Kota Jambi 2029.

Namun, belum ada pernyataan resmi dari keduanya yang memastikan rencana untuk berpasangan.

Di tengah spekulasi politik tersebut, persoalan pelayanan publik justru menjadi isu konkret yang perlu mendapat perhatian.

Kemas belum memberikan sinyal tegas mengenai kemungkinan maju bersama Diza.

Ia memilih menekankan pentingnya kinerja pemerintah dan DPRD dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut Kemas, kualitas pelayanan publik harus menjadi tolok ukur bagi masyarakat dalam menilai para pemangku kepentingan di Kota Jambi.

“Pada prinsipnya, kami ingin menunjukkan kinerja yang baik. Baik pemerintah kota maupun DPRD harus bisa menjadi barometer dalam memberikan pelayanan dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Kemas.

Pernyataan tersebut belum menjawab arah politik Kemas menjelang Pilkada 2029.

Karena itu, kebersamaan dengan Diza dalam sejumlah kegiatan kemasyarakatan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa keduanya sedang membangun kesepakatan pencalonan.

Dari wacana politik ke persoalan keselamatan warga

Pada Selasa 6 Oktober 2026, Kemas dan Diza menjenguk Azalea, anak berusia lima tahun yang menjadi korban insiden di sekitar pekerjaan galian jaringan gas di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Kemas mengatakan kunjungan itu bertujuan melihat kondisi korban sekaligus mengetahui respons pihak pelaksana pekerjaan.

Ia juga menyebut pihak rekanan menyatakan kesediaan membantu biaya pengobatan korban.

Namun, perhatian terhadap korban tidak boleh berhenti pada kunjungan dan bantuan pengobatan.

Insiden di sekitar proyek infrastruktur juga menuntut penjelasan mengenai penyebab kejadian, penerapan standar keselamatan, serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kemas menekankan bahwa, pelaksana proyek harus mengikuti standar operasional prosedur dan memperhatikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan.

Meski demikian, informasi mengenai penyebab insiden, hasil pemeriksaan, dan bentuk pertanggungjawaban pihak terkait belum tercantum dalam keterangan yang tersedia.

Aspek tersebut penting untuk memperjelas penanganan kasus sekaligus memastikan keselamatan warga di sekitar proyek.

Krisis air bersih turut menjadi sorotan

Selain menjenguk korban, Kemas dan Diza mengikuti penyaluran sekitar 12.000 liter air bersih kepada warga di Jalan Platur Utama RT 43 dan Perumahan Aura Bimantara RT 41, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru.

Penyaluran tersebut menyasar warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih di tengah kondisi kemarau.

Bantuan air dapat memenuhi kebutuhan mendesak warga.

Namun, persoalan yang lebih mendasar terletak pada keberlanjutan pasokan dan kemampuan layanan air bersih memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa harus terus bergantung pada distribusi bantuan.

Kemas menyoroti kondisi air baku Sungai Batanghari yang turut memengaruhi proses pengolahan air sebelum distribusi kepada pelanggan.

Ia menilai pemerintah dan pengelola layanan air perlu memberikan informasi yang jelas mengenai kualitas serta tingkat kekeruhan air baku.

Menurutnya, penanganan masalah tidak cukup hanya dengan menambah bahan kimia apabila persoalan mendasarnya belum teratasi.

“Penambahan bahan kimia sebesar 10 sampai 15 persen belum tentu menjadi jaminan apabila persoalan mendasarnya belum terselesaikan,” kata Kemas.

Pernyataan itu menempatkan kualitas air baku sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Namun, penilaian mengenai penyebab gangguan layanan tetap memerlukan data teknis, termasuk hasil pengujian kualitas air, kondisi instalasi pengolahan, dan evaluasi distribusi.

Perbaikan Tirta Mayang perlu dibuktikan dengan hasil

Kemas juga menyinggung upaya perbaikan Perumda Air Minum Tirta Mayang, termasuk penggantian pompa sebagai bagian dari penanganan persoalan layanan air.

Ia menyatakan DPRD akan terus memantau perkembangan perbaikan tersebut.

Baginya, hasil yang paling penting ialah pulihnya layanan sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh air dengan baik.

Agar upaya perbaikan dapat dinilai secara objektif, masyarakat membutuhkan informasi mengenai kondisi layanan sebelum dan sesudah penggantian pompa, wilayah yang terdampak, serta target pemulihan distribusi.

Penjelasan mengenai kualitas air dan jadwal penanganan juga penting untuk mengukur efektivitas langkah yang ditempuh.

Hingga informasi yang tersedia saat ini, belum terdapat data teknis yang cukup untuk mengukur sejauh mana penggantian pompa menyelesaikan gangguan layanan air bersih.

Kinerja publik menjadi perhatian menjelang 2029

Aktivitas Kemas dan Diza di tengah persoalan warga memunculkan pembicaraan mengenai kemungkinan duet keduanya pada Pilkada Kota Jambi 2029.

Akan tetapi, agenda bersama tidak serta-merta membuktikan adanya kesepakatan politik.

Keduanya belum menyampaikan pernyataan resmi yang memastikan pencalonan bersama.

Konfigurasi politik menuju 2029 juga masih dapat berubah seiring perkembangan situasi dan dukungan partai politik.

Di luar spekulasi mengenai pasangan calon, keselamatan warga di sekitar proyek infrastruktur dan kepastian layanan air bersih merupakan persoalan yang membutuhkan tindak lanjut nyata.

Bagi masyarakat Kota Jambi, ukuran kinerja tidak berhenti pada kehadiran pejabat dalam kegiatan sosial.

Kejelasan penanganan insiden, keterbukaan informasi, serta perbaikan layanan yang dapat dirasakan langsung akan menjadi tolok ukur penting bagi para pemangku kepentingan.

Dengan demikian, wacana Pilkada 2029 masih memerlukan kepastian politik, sedangkan persoalan keselamatan dan layanan dasar masyarakat menuntut jawaban yang lebih konkret sekarang.(*0




Sudah Salurkan 1,93 Juta Liter Air Bersih! Pemkot Jambi Perkuat Penanganan Kekeringan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mencatat 435 permintaan atau kegiatan penyaluran air bersih selama periode Agustus hingga Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, 336 kegiatan telah selesai, sedangkan 99 lainnya masih dalam proses per 9 Oktober 2026.

Data pada laman pemantauan resmi Pemkot Jambi menunjukkan total distribusi air bersih telah mencapai 1.935.404 liter.

Pemkot bersama sejumlah pihak, terutama Perumda Air Minum Tirta Mayang, menyalurkan air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Angka tersebut menunjukkan skala bantuan yang telah berjalan. Namun, 99 permintaan yang masih berproses juga menjadi perhatian, terutama terkait waktu penyelesaian dan kebutuhan warga yang belum menerima bantuan.

Pemkot Jambi terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait untuk menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama kemarau ekstrem.

Dari 435 permintaan atau kegiatan penyaluran yang tercatat, sekitar 77,2 persen telah selesai, sedangkan 22,8 persen masih dalam proses.

Persentase tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan data yang tersedia per 9 Oktober 2026.

Penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika pasokan air mengalami kendala.

Salah satu kegiatan berlangsung pada 6 Oktober 2026. Saat itu, Pemkot Jambi menyalurkan sekitar 12.000 liter air bersih kepada warga Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha turut turun ke lapangan dalam kegiatan tersebut.

Meski jumlah air yang telah disalurkan mencapai lebih dari 1,9 juta liter, data yang tersedia belum merinci jumlah rumah tangga penerima, persebaran bantuan per kelurahan, maupun volume kebutuhan air yang belum terpenuhi.

Informasi tersebut penting untuk menilai apakah distribusi yang berjalan sudah menjangkau seluruh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Selain mengatasi kesulitan air bersih, Pemkot Jambi menyalurkan masker untuk membantu masyarakat menghadapi penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

Hingga periode pelaporan Oktober 2026, sebanyak 3.765 kotak masker telah disalurkan dari total persediaan bantuan sebanyak 5.070 kotak.

Dengan demikian, jumlah yang telah tersalurkan setara dengan sekitar 74,3 persen dari total bantuan yang tercatat.

Penyaluran berlangsung dalam 72 kegiatan dengan melibatkan perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi kemasyarakatan.

Bantuan masker berasal dari beberapa sumber, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan forum tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Kolaborasi tersebut membantu memperluas jangkauan distribusi.

Meski demikian, data yang tersedia belum menjelaskan jumlah masker per kotak, jenis masker yang dibagikan, maupun jumlah warga yang telah menerima bantuan.

Pemkot Jambi juga menyiagakan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang berpotensi muncul atau memburuk akibat paparan asap dan polusi udara.

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk.

Pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas berat di luar ruangan saat udara tercemar dan menggunakan masker yang sesuai jika harus beraktivitas di luar.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.

Warga yang mengalami sesak napas atau gejala berat perlu segera mencari pertolongan medis.

Selain itu, Pemkot Jambi mengambil langkah antisipatif melalui penyesuaian kegiatan pembelajaran sesuai kondisi kualitas udara yang terpantau.

Namun, data mengenai jumlah layanan kesehatan yang diberikan, perkembangan kasus penyakit selama periode tersebut, dan indikator kualitas udara belum tercantum secara terperinci dalam laporan bantuan yang disampaikan.

Dalam penanganan dampak kekeringan dan kabut asap, Pemkot Jambi juga menerima bantuan pangan dari forum CSR. Data yang tersedia mencatat bantuan tersebut sebanyak dua dus.

Informasi mengenai jenis bahan pangan, jumlah penerima, dan mekanisme penyalurannya belum dijelaskan lebih lanjut.

Pemkot Jambi terus mendorong kerja sama dengan perangkat daerah, Forkopimda, dunia usaha, dan organisasi masyarakat untuk membantu warga menghadapi dampak kondisi lingkungan.

Kerja sama tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan air bersih, distribusi masker, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta dukungan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Data pemantauan per 9 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah untuk merespons kekeringan dan kabut asap.

Penyaluran 1.935.404 liter air bersih dan 3.765 kotak masker menjadi bagian dari upaya tersebut.

Di sisi lain, masih adanya 99 permintaan atau kegiatan penyaluran air bersih yang dalam proses menunjukkan perlunya pembaruan informasi mengenai penyelesaian bantuan.

Kepastian waktu distribusi, lokasi yang masih membutuhkan pasokan, serta jumlah warga penerima akan membantu masyarakat memahami perkembangan penanganan secara lebih transparan.

Pemkot Jambi mengimbau warga menggunakan air secara bijak, menjaga kesehatan, mengurangi paparan udara tercemar ketika kualitas udara memburuk, dan segera mengakses fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan.(*)




Terdakwa Buka-bukaan di Sidang Sucolite Tirta Mayang, Ada Selisih Harga dan Kontrak 6 Bulan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Proses pengadaan bahan kimia Sucolite di Perumda Tirta Mayang kembali menjadi sorotan dalam persidangan perkara dugaan korupsi.

Kali ini, para terdakwa membeberkan sejumlah detail mengenai harga barang, pemasok, mekanisme pengiriman hingga alasan kontrak pengadaan dibuat dalam periode berbeda.

Keterangan tersebut muncul saat majelis hakim memeriksa para terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Sucolite.

Salah satu terdakwa, Rusdi Wahab, menjelaskan posisinya sebagai penyedia dalam pengadaan tersebut.

Ia menerangkan hubungan bisnis PT DHS dengan PT DKU sebagai bagian dari proses penyediaan Sucolite.

Menurut Rusdi, PT DHS memperoleh Sucolite dari DKU dengan harga Rp2.350. Sementara itu, harga perkiraan sendiri (HPS) dalam pengadaan tercatat Rp3.550.

Rusdi menyebut harga dari pemasok kemudian diperhitungkan bersama sejumlah biaya sebelum menjadi harga penawaran kepada Perumda Tirta Mayang.

Rusdi Ungkap Pengiriman Satu Ton Sucolite

Dalam persidangan, Rusdi juga menjelaskan mekanisme pengiriman barang.

Ia mengatakan pengiriman dilakukan mengikuti kebutuhan Perumda. Salah satu pengiriman berlangsung pada 29 Desember dengan jumlah satu ton.

Rusdi mengaku mengantar langsung barang tersebut menggunakan kendaraan Innova ke lokasi Perumda di kawasan Broni.

“Permintaan pertama karena stok habis. Tanggal 29 Desember dikirim satu ton, saya sendiri yang mengantar ke Broni,” ujar Rusdi.

Setelah barang diterima, pihak Perumda menandatangani berita acara. Penyedia kemudian mengajukan invoice untuk proses pembayaran.

Menurut Rusdi, pembayaran dari Perumda rata-rata berlangsung sekitar satu bulan setelah berita acara, bergantung pada proses administrasi.

Ia juga membantah pernah menyerahkan sampel Sucolite secara langsung kepada pihak Perumda. Menurut keterangannya, sampel barang disampaikan oleh pihak DKU.

Alasan Kontrak 2022 dan 2023 Berbeda

Terdakwa Mustazal Khomidi kemudian menjelaskan alasan pengadaan Sucolite pada 2022 berlangsung dalam rentang satu hingga dua bulan.

Menurut Mustazal, kebutuhan bahan kimia saat itu bersifat mendesak.

Pada saat yang sama, persetujuan wali kota membutuhkan waktu, sedangkan proses tender juga memiliki tahapan yang harus dilalui.

Karena kebutuhan bahan kimia harus tetap tersedia, pengadaan berjalan sembari menunggu proses tender.

Untuk pengadaan 2023, pola kontraknya berbeda. Mustazal mengatakan kontrak dibuat untuk periode enam bulan.

Ia menyebut pertimbangan tersebut berkaitan dengan harga.

“Akhirnya dibuat enam bulan untuk mendapatkan harga murah,” kata Mustazal.

Mustazal juga menjelaskan perubahan Rencana Kebutuhan Anggaran (RKAP) tidak dapat dilakukan secara bebas ketika harga mengalami kenaikan.

Menurut dia, perubahan tersebut membutuhkan persetujuan wali kota.

Terdakwa Akui Tak Tahu Survei Harga di Tokopedia

Dalam persidangan, Mustazal juga mengaku tidak mengetahui adanya survei harga Sucolite melalui Tokopedia yang dilakukan Hery Fitriadi.

Ia mengatakan HPS memang menjadi acuan yang dibacanya, tetapi penetapannya juga mengacu pada kontrak sebelumnya.

“Kalau HPS pasti saya baca. Patokan saya kontrak sebelumnya dan saya tanyakan berjalan atau tidak. Saya tidak tahu Hery survei harga di Tokopedia dan tidak saya tanya karena dari sebelumnya kami percayakan itu,” ujarnya.

Mustazal juga mengatakan tidak mengetahui DKU sebagai pihak yang mengerjakan pengadaan.

Namun, ia mengetahui kendaraan yang digunakan untuk mengirim barang merupakan kendaraan milik DKU.

Terkait pemilihan Sucolite, Mustazal menyebut Perumda memilih bahan kimia tersebut karena sebelumnya sudah menggunakannya.

Ia mengaku tidak mengetahui bahwa Sucolite hanya diproduksi oleh DKU.

Hery Ungkap Pengadaan 2021

Terdakwa Hery Fitriadi kemudian memberikan keterangan terkait pengadaan Sucolite pada 2021.

Hery menyebut pengadaan saat itu memiliki HPS sekitar Rp5 miliar dengan masa kontrak 11 bulan.

Sumber pembiayaan berasal dari Perumda.

Berdasarkan hasil evaluasi, pihaknya kemudian menetapkan PT DHS sebagai pemenang pengadaan.

Pengacara: Klien Kami Jalankan Kontrak

Usai pemeriksaan para terdakwa, penasihat hukum Rusdi, Holim, menilai keterangan di persidangan menunjukkan kliennya menjalankan peran sebagai penyedia sesuai prosedur pengadaan.

Holim menyebut persyaratan administrasi dan teknis telah melalui pemeriksaan ULP.

“Administrasi, baik secara administrasi maupun teknis, sudah diperiksa di ULP dan tidak ada permasalahan,” kata Holim.

Ia juga menyebut tidak ada keberatan dari peserta atau kompetitor terhadap hasil pengadaan.

Menurut Holim, penyedia juga telah memenuhi kewajibannya berdasarkan kontrak, termasuk pengiriman barang sesuai waktu, spesifikasi dan volume yang dibutuhkan.

“Dia sudah melakukan prestasinya, mengantar barang dengan tepat waktu, spesifikasi yang dibutuhkan pas, volumenya cukup dan tidak ada kendala sedikit pun,” ujarnya.

Pengacara Soroti Dugaan Aliran Uang

Sementara itu, penasihat hukum Mustazal dan Hery, Wahyu, menilai keterangan para terdakwa dalam persidangan memberikan gambaran mengenai proses pengadaan yang dipersoalkan dalam perkara tersebut.

Wahyu mempertanyakan letak perbuatan melawan hukum yang didakwakan kepada kedua kliennya. Ia menilai proses pengadaan telah berjalan berdasarkan prosedur yang berlaku.

“Terkait perbuatan melawan hukum, akhirnya dijawab semua oleh terdakwa. Jaksa juga harus membuktikan perbuatan melawan hukum mereka, di mana letaknya,” ujar Wahyu.

Ia juga menyoroti keterangan para terdakwa mengenai dugaan penerimaan uang dari pihak rekanan.

Menurut Wahyu, kedua kliennya menyatakan tidak menerima uang suap maupun gratifikasi dari rekanan.

“Kami tanya kepada terdakwa, apakah menerima uang suap atau gratifikasi dari rekanan. Alhamdulillah, di depan persidangan mereka menyatakan tidak ada aliran uang yang diterima dari rekanan,” katanya.

Wahyu turut menilai penetapan HPS telah mempertimbangkan kondisi harga di lapangan dan prosedur yang berlaku.

“PDAM sudah menjalankan prosedur dengan semaksimal mungkin, dengan sebaik mungkin. Kami mengikuti peraturan yang berlaku. Terkait harga, penetapan HPS juga disesuaikan dengan kondisi dan harga di lapangan,” ujarnya.

Sidang Berlanjut ke Agenda Tuntutan

Perkara dugaan korupsi pengadaan bahan kimia Sucolite di Perumda Tirta Mayang masih bergulir di Pengadilan Tipikor Jambi.

Setelah pemeriksaan para terdakwa, persidangan dijadwalkan berlanjut pada pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum.

Keterangan para terdakwa dan penasihat hukum dalam persidangan merupakan bagian dari proses pembuktian.

Penilaian akhir mengenai terpenuhi atau tidaknya unsur tindak pidana tetap menjadi kewenangan majelis hakim berdasarkan seluruh alat bukti dan fakta persidangan.(*)




Air Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Tirta Mayang Tak Bisa Paksa Produksi Air Normal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumda Tirta Mayang Kota Jambi menghadapi kondisi tak biasa di Sungai Batanghari.

Tingkat kekeruhan air baku melonjak hingga 4.500 NTU, jauh di atas kisaran yang selama ini masih dapat ditangani dalam proses pengolahan air.

Lonjakan tersebut memaksa Perumda Tirta Mayang mengurangi produksi air sekitar 20 persen.

Dampaknya, distribusi air berpotensi terganggu bagi sekitar 38 ribu pelanggan, terutama mereka yang berada di wilayah ujung dan pinggiran Kota Jambi.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Ariyanto, mengatakan kondisi Sungai Batanghari saat ini tergolong ekstrem.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung Intake Pulau Pandan, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Kamis 1 Oktober 2026.

Kekeruhan Melonjak hingga 4.500 NTU

Menurut Ariyanto, persoalan di Sungai Batanghari dalam beberapa hari terakhir tidak hanya berkaitan dengan kualitas air. Debit sungai juga sempat turun cukup signifikan.

Beberapa hari sebelumnya, ketinggian debit disebut hanya sekitar 60 sentimeter.

Padahal, agar pompa penyedot air dapat bekerja secara optimal, dibutuhkan ketinggian sekitar 100 sentimeter.

Kondisi itu membuat Perumda Tirta Mayang melakukan penyesuaian pada sistem penyedotan.

“Karena turun debit air sungai, kami melakukan peningkatan dan memperpanjang pipa penyedot air,” kata Ariyanto.

Situasi debit kemudian membaik. Dalam sepekan terakhir, ketinggian Sungai Batanghari bahkan disebut kembali mencapai sekitar 250 sentimeter.

Namun, membaiknya debit justru diikuti persoalan baru: air sungai menjadi jauh lebih keruh.

“Ini kabar baik bagi kami dari sisi debit. Namun tidak menutup kemungkinan kualitas air Sungai Batanghari mengalami kekeruhan yang meningkat,” ujarnya.

Ariyanto menyebut tingkat kekeruhan yang masih dapat ditangani berada di kisaran 200 hingga 250 NTU.

Dalam beberapa hari terakhir, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 4.500 NTU.

Menurut dia, kondisi tersebut belum pernah dialami Perumda Tirta Mayang sejak perusahaan daerah tersebut beroperasi.

“Ini pertama kali sejarah tingkat kekeruhan air Sungai Batanghari naik signifikan. Bisa saya katakan, sejak berdiri PDAM Tirta Mayang, baru kali ini kekeruhan air sungai mencapai 4.500 NTU,” tegasnya.

Produksi Air Dipangkas 20 Persen

Kualitas air baku yang ekstrem membuat Tirta Mayang tidak dapat mempertahankan kapasitas produksi seperti kondisi normal.

Perusahaan akhirnya memangkas produksi sekitar 20 persen sebagai penyesuaian terhadap kemampuan pengolahan air baku.

“Kita mengurangi produksi mencapai 20 persen. Sehingga terdampak pelayanan penyaluran air kepada pelanggan, yaitu sekitar 38 ribu pelanggan,” jelas Ariyanto.

Dampak gangguan distribusi diperkirakan lebih terasa pada pelanggan yang berada di wilayah ujung maupun pinggiran Kota Jambi.

Kondisi tersebut menjadi konsekuensi dari keputusan untuk menyesuaikan produksi dengan kualitas air baku yang masuk ke instalasi pengolahan.

Dosis Bahan Kimia Tak Bisa Terus Dinaikkan

Persoalan tidak serta-merta dapat diselesaikan dengan menambah bahan kimia untuk proses penjernihan.

Ariyanto menjelaskan penggunaan bahan kimia memiliki batas tertentu. Penambahan dosis secara berlebihan bukan solusi yang dapat diterapkan tanpa mempertimbangkan standar proses pengolahan.

“Kami sudah menggunakan bahan kimia penjernihan air. Kalau 200, tidak boleh mencapai 400 dosis karena sudah ambang batas,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, pengurangan produksi menjadi pilihan yang harus dilakukan untuk menyesuaikan proses pengolahan dengan kondisi air baku.

Pelanggan Terdampak Bisa Ambil Air

Perumda Tirta Mayang menyebut kondisi kekeruhan Sungai Batanghari tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah, termasuk mengenai potensi dampaknya terhadap pelayanan air bersih masyarakat.

Untuk mengantisipasi gangguan distribusi, pelanggan yang terdampak dapat mengambil air secara langsung ke kantor maupun titik pelayanan Perumda Tirta Mayang.

Namun, skema tersebut juga menghadapi keterbatasan karena jumlah armada tangki air yang tersedia belum mencukupi apabila gangguan terjadi dalam cakupan yang luas.

“Solusinya, pelanggan yang terdampak bisa datang ke kantor PDAM untuk mengambil air. Kalau hanya mengandalkan PDAM, unit tangki kita juga kurang,” pungkas Ariyanto.

Untuk sementara, pengurangan produksi sekitar 20 persen tetap diberlakukan sebagai langkah menghadapi kondisi air baku Sungai Batanghari yang mengalami kekeruhan ekstrem.(*)




Air Sungai Batanghari Makin Keruh, Tirta Mayang Jambi Kurangi Distribusi Air 30 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gangguan distribusi air bersih mulai membayangi sejumlah pelanggan Perumda Tirta Mayang Kota Jambi.

Tingginya kekeruhan air baku Sungai Batanghari yang mencapai 1.700 NTU memaksa perusahaan menyesuaikan operasional dua instalasi pengolahan air (IPA).

Penyesuaian dilakukan pada 28-29 September 2026 di IPA Broni 2 dan IPA Tanjung Sari.

Debit pengolahan dan distribusi air dikurangi sekitar 30 persen sebagai langkah untuk menjaga kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan.

Dampaknya, tekanan air dapat menurun dan waktu pengaliran berpotensi menjadi lebih singkat.

Kondisi ini terutama dirasakan pelanggan yang berada di bagian ujung jaringan distribusi.

Sejumlah wilayah Kota Jambi masuk dalam area yang berpotensi terdampak.

Di antaranya sebagian wilayah Alam Barajo, Telanaipura, Danau Sipin, Kota Baru, Jelutung, Jambi Selatan, Paal Merah, dan Jambi Timur.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan kondisi teknis dan kualitas air baku yang masuk ke instalasi pengolahan.

Menurutnya, perusahaan perlu menjaga agar proses pengolahan tetap mampu menghasilkan air sesuai standar pelayanan di tengah meningkatnya kekeruhan Sungai Batanghari.

“Penyesuaian pengaliran ini dapat berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. Kami terus berupaya menjaga kualitas air dan keberlangsungan pelayanan dengan menyesuaikan operasional berdasarkan kondisi teknis di lapangan,” ujar Arianto.

Di lapangan, tim teknis Perumda Tirta Mayang masih memantau perubahan kualitas air baku sekaligus mengoptimalkan proses pengolahan.

Normalisasi distribusi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi air baku dan kapasitas teknis masing-masing instalasi.

Di tengah pengurangan distribusi melalui jaringan perpipaan, Perumda Tirta Mayang bersama satuan tugas kemarau Pemerintah Kota Jambi menyiapkan alternatif pasokan bagi masyarakat yang terdampak.

Hingga saat ini, sebanyak 2,6 juta liter air bersih telah didistribusikan menggunakan armada mobil tangki.

Air tersebut diberikan secara gratis untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi pelayanan belum sepenuhnya normal.

Pelanggan yang membutuhkan pasokan melalui mobil tangki dapat mengajukan permintaan melalui Call Center 112 atau WhatsApp di 0821-2121-9894 dan 0821-2121-9692.

Pelanggan diminta menghemat penggunaan air

Perumda Tirta Mayang mengimbau pelanggan mengatur penggunaan air selama periode penyesuaian.

Masyarakat juga diminta menyiapkan persediaan air secukupnya untuk mengantisipasi tekanan maupun durasi pengaliran yang belum stabil.

Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang mungkin dirasakan pelanggan.

Pemulihan distribusi akan dilakukan secara bertahap setelah kondisi air baku dan kemampuan pengolahan memungkinkan.

“Penyesuaian distribusi dilakukan sebagai langkah menjaga kualitas air di tengah meningkatnya kekeruhan air baku Sungai Batanghari. Tim teknis terus melakukan pemantauan dan optimalisasi pengolahan agar pelayanan dapat kembali normal secara bertahap,” kata Arianto.(*)




Tak Perlu ke Kantor, Si Mayang Permudah Pengaduan dan Bayar Tagihan Pelanggan Tirta Mayang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Urusan layanan pelanggan Perumda Tirta Mayang kini semakin diarahkan ke kanal digital.

Melalui aplikasi Si Mayang, pelanggan dapat mengakses sejumlah layanan tanpa harus datang langsung ke kantor, mulai dari menyampaikan pengaduan hingga mengecek dan membayar tagihan rekening.

Pengembangan aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda Tirta Mayang memperluas akses pelayanan sekaligus menyesuaikan layanan perusahaan daerah air minum itu dengan kebutuhan pelanggan yang semakin mengandalkan perangkat digital.

Tak hanya untuk pengaduan, Si Mayang juga menyediakan layanan pendaftaran sambungan baru serta informasi terkait rekening pelanggan.

Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirta Mayang, Andri Susanto, S.Kom., mengatakan pengembangan aplikasi tidak semata-mata mengejar penambahan fitur.

Menurut dia, aspek yang menjadi perhatian adalah seberapa besar layanan digital tersebut memberikan manfaat dan kemudahan bagi pelanggan.

“Aplikasi Si Mayang harus terus tumbuh bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga manfaat yang dirasakan pelanggan. Setiap masukan dan kebutuhan pelanggan menjadi bagian evaluasi dari proses pengembangan aplikasi,” ujar Andri, Jumat 25 September 2026.

Salah satu fungsi penting Si Mayang adalah kanal pengaduan pelanggan.

Laporan yang disampaikan melalui aplikasi akan diterima oleh unit keluhan pelanggan.

Selanjutnya, laporan tersebut dikoordinasikan dengan petugas di lapangan untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Dengan pola tersebut, aplikasi tidak hanya menjadi tempat pelanggan mengirim laporan, tetapi terhubung dengan proses penanganan pengaduan di internal Perumda Tirta Mayang.

Digitalisasi layanan ini juga memungkinkan pelanggan menyampaikan keluhan tanpa perlu datang langsung ke kantor pelayanan.

Perumda Tirta Mayang menyebut pengembangan Si Mayang akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan masukan pelanggan serta perkembangan teknologi.

Penyempurnaan diarahkan pada fitur maupun kemudahan penggunaan agar akses layanan dapat semakin sederhana dan responsif.

Bagi pelanggan yang ingin menggunakan layanan tersebut, aplikasi Si Mayang dapat dicari melalui Play Store maupun App Store dengan memasukkan kata kunci “Si Mayang”.

Perumda Tirta Mayang menilai pengembangan kanal digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses pelayanan.

Ke depan, fitur dan fungsi aplikasi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Dengan demikian, layanan seperti pengaduan, pendaftaran sambungan baru, informasi rekening, hingga pembayaran tagihan dapat semakin mudah diakses melalui perangkat digital.(*)




Air Sungai Batanghari Berpotensi Surut, Tirta Mayang Siapkan Mitigasi Gangguan Distribusi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perumda Tirta Mayang Kota Jambi meminta pelanggan mulai mengantisipasi kemungkinan perubahan pasokan air selama musim kemarau.

Warga diminta menyiapkan persediaan air secukupnya dan mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan.

Imbauan tersebut dikeluarkan karena kondisi Sungai Batanghari sebagai salah satu sumber air baku dapat berubah selama kemarau.

Penurunan tinggi muka air sungai dan meningkatnya kekeruhan berpotensi mengganggu proses pengolahan hingga distribusi air kepada pelanggan.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto mengatakan penurunan muka air sungai terutama berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari.

“Kondisi air baku di musim kemarau dapat mengalami penurunan tinggi muka air sungai, khususnya pada siang hingga sore hari. Di sisi lain, kekeruhan air baku juga dapat meningkat,” ujar Arianto.

Kondisi tersebut membuat sistem pengolahan dan distribusi harus beroperasi dengan kewaspadaan lebih tinggi.

Jika situasi di lapangan masuk kategori darurat, distribusi air kepada pelanggan berpotensi dikurangi bahkan dihentikan sementara.

Karena itu, Tirta Mayang meminta pelanggan tidak menunggu sampai terjadi gangguan untuk menyiapkan kebutuhan air sehari-hari.

Perumda Tirta Mayang menyatakan pemantauan terhadap sumber air baku dan sistem pengolahan terus dilakukan selama musim kemarau.

Direktur Teknik Perumda Tirta Mayang, Eri Suganda mengatakan, sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan untuk menjaga sistem tetap beroperasi di tengah perubahan kondisi air baku.

“Kami selalu melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan sistem pengolahan air agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan semaksimal mungkin,” kata Eri.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggunakan cooling jacket pada pompa intake.

Perangkat tersebut berfungsi membantu mencegah pompa mengalami overheat dalam kondisi operasional selama musim kemarau.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga peralatan utama agar tetap dapat beroperasi ketika kondisi sumber air mengalami perubahan.

Di tengah kondisi kemarau, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih juga mendapat perhatian pemerintah.

Hingga Kamis 24 September 2026, Tim Satgas Kemarau Pemerintah Kota Jambi telah menyalurkan 2,2 juta liter air bersih gratis kepada masyarakat.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga yang terdampak kemarau dan mengalami kendala memperoleh pasokan air bersih.

Menurut Arianto, distribusi bantuan air bersih menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dan pihak terkait untuk merespons dampak kemarau yang dirasakan masyarakat.

Untuk mengantisipasi gangguan pelayanan, Tirta Mayang meminta masyarakat mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi distribusi air.

Pelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih gratis maupun mengalami kendala pelayanan dapat menghubungi Call Center Bahagia 112.

Pengaduan juga dapat disampaikan melalui WhatsApp Pelanggan Tirta Mayang di nomor 0821-2121-9692 dan 0821-2121-9894.

Informasi mengenai perkembangan pelayanan dan kondisi distribusi air juga tersedia melalui kanal resmi Perumda Tirta Mayang, termasuk Instagram @perumdatirtamayang, Facebook Tirta Mayang, serta aplikasi SiMayang.

Tirta Mayang mengimbau pelanggan tetap menghemat penggunaan air dan menyediakan cadangan secukupnya selama musim kemarau.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi apabila kondisi air baku memburuk dan berdampak terhadap sistem distribusi.(*)




Warga 8 Kecamatan Kota Jambi Terdampak, Debit Air Tirta Mayang Dipangkas 10 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelanggan Perumda Tirta Mayang Kota Jambi perlu bersiap menghadapi penyesuaian distribusi air.

Kondisi ini terjadi setelah kekeruhan air baku Sungai Batanghari meningkat sejak Minggu, 20 September 2026.

Dampak kondisi tersebut dirasakan pada operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni 2 dan Tanjung Sari.

Untuk menjaga kualitas air hasil pengolahan sekaligus mempertahankan kestabilan sistem, Perumda Tirta Mayang melakukan pengurangan debit distribusi pengaliran sebesar 10 persen.

Penyesuaian tersebut dapat berdampak terhadap kelancaran aliran air pelanggan di sejumlah wilayah Kota Jambi.

8 Kecamatan Terdampak

Perumda Tirta Mayang menyebut pengurangan debit distribusi tersebut berdampak pada pelanggan di delapan kecamatan.

Wilayah yang masuk dalam area terdampak yakni:

  • Paal Merah

  • Jambi Timur

  • Jambi Selatan

  • Kota Baru

  • Jelutung

  • Alam Barajo

  • Danau Sipin

  • Telanaipura

Sejumlah kelurahan di masing-masing kecamatan tersebut berpotensi mengalami dampak penyesuaian distribusi.

Kondisi di lapangan dapat berupa debit air yang berkurang hingga aliran air yang tidak mengalir, tergantung kondisi jaringan dan perkembangan operasional pengolahan.

Tirta Mayang Pantau Kondisi Sungai Batanghari

Perumda Tirta Mayang menyatakan terus memantau kondisi air baku Sungai Batanghari serta proses pengolahan di instalasi terkait.

Penyesuaian operasional akan dilakukan mengikuti perkembangan kondisi air baku di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar proses pengolahan tetap berjalan sekaligus mempertahankan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.

Dengan kondisi air baku yang mengalami peningkatan kekeruhan, pelanggan di wilayah terdampak diimbau memperhatikan kondisi aliran air dan menyiapkan kebutuhan air apabila diperlukan.

Air Keruh atau Tidak Mengalir? Laporkan ke Tirta Mayang

Perumda Tirta Mayang menyampaikan permohonan maaf atas gangguan dan ketidaknyamanan yang mungkin dialami pelanggan selama penyesuaian operasional berlangsung.

Pelanggan yang mengalami air keruh atau air tidak mengalir dapat menyampaikan laporan melalui layanan WhatsApp Pengaduan Perumda Tirta Mayang di nomor 0821-2121-9692.

Laporan tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut petugas di lapangan.

Perumda Tirta Mayang memastikan pemantauan terhadap kondisi air baku dan sistem distribusi terus dilakukan hingga kondisi kembali memungkinkan untuk dilakukan penyesuaian operasional berikutnya.(*)




Terungkap, Tumpahan Minyak di Intake Sejinjang Jambi Merupakan Solar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi mengungkap temuan awal terkait genangan minyak di sekitar Intake Sejinjang yang sempat membuat operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Sari dihentikan sementara.

Cairan yang ditemukan di lokasi tersebut teridentifikasi sebagai solar, meski pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan.

Kepala DLH Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan material minyak yang ditemukan di sekitar kawasan intake merupakan jenis solar.

Namun, DLH belum menghentikan proses pemeriksaan. Sampel dan kondisi di lapangan masih diteliti lebih lanjut untuk memastikan karakteristik serta kondisi material tersebut secara lebih menyeluruh.

“Untuk sementara dari hasil pemeriksaan awal, yang ditemukan itu jenis solar. Tetapi masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Mahruzar.

Termasuk asal-usul solar tersebut, Mahruzar masih irit bicara.

Menurut Mahruzar, pemeriksaan lanjutan diperlukan agar informasi mengenai temuan tersebut tidak berhenti pada identifikasi jenis minyak saja.

DLH juga perlu memastikan kondisi di sekitar sumber air baku dan mengetahui lebih jauh dampak keberadaan material tersebut.

Temuan genangan minyak di sekitar Intake Sejinjang sebelumnya membuat Perumda Tirta Mayang Kota Jambi mengambil langkah pengamanan dengan menghentikan sementara operasional IPA Tanjung Sari.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah material minyak masuk ke jalur air baku yang kemudian diproses menjadi air untuk pelanggan.

Setelah dilakukan pembersihan di sekitar lokasi, IPA Tanjung Sari kembali beroperasi sejak Rabu 2 September 2026.

Pengaliran air kepada pelanggan pun mulai dinormalisasi secara bertahap di wilayah yang sebelumnya terdampak penghentian sementara.

Meski operasional sudah kembali berjalan, pemeriksaan terhadap sumber dan kondisi tumpahan belum dianggap selesai.

Mahruzar mengatakan DLH Kota Jambi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap temuan tersebut.

Langkah ini menjadi penting karena lokasi genangan berada di sekitar Intake Sejinjang yang merupakan bagian dari sumber air baku untuk proses pengolahan di IPA Tanjung Sari.

DLH bersama pihak terkait sebelumnya juga telah melakukan pengecekan di lapangan.

Penanganan temuan melibatkan Perumda Tirta Mayang, Pertamina, Damkartan Kota Jambi, Satpol PP Kota Jambi serta Camat Jambi Timur.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali sekaligus mengetahui lebih jelas karakteristik material yang ditemukan.

Sementara DLH melanjutkan pemeriksaan, Perumda Tirta Mayang telah mengaktifkan kembali IPA Tanjung Sari.

Humas Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Rendy, sebelumnya mengatakan pembersihan di sekitar Intake Sejinjang telah dilakukan sebelum operasional kembali dijalankan.

Saat ini, distribusi air dilakukan secara bertahap sembari pemantauan kondisi air baku terus berjalan.

Dengan adanya temuan awal bahwa material tersebut merupakan solar, perhatian berikutnya tertuju pada hasil pemeriksaan lanjutan DLH.

Hasil tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi tumpahan, karakteristiknya, serta langkah penanganan yang diperlukan.

Pemerintah juga diharapkan dapat memastikan sumber atau penyebab munculnya tumpahan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekitar kawasan sumber air baku Kota Jambi.(*)




Genangan Minyak Dibersihkan, IPA Tanjung Sari Jambi Kembali Produksi Air Bersih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Sari milik Perumda Tirta Mayang Kota Jambi kembali beroperasi setelah sempat dihentikan menyusul temuan genangan minyak di sekitar Intake Sejinjang.

Namun, meski layanan air mulai dipulihkan, jenis minyak yang ditemukan hingga kini belum diketahui.

Operasional IPA Tanjung Sari kembali dijalankan sejak Rabu 2 September 2026.

Pengaliran air kepada pelanggan dilakukan secara bertahap untuk memulihkan pelayanan di sejumlah wilayah Kota Jambi yang terdampak penghentian sementara.

Humas Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Rendy, mengatakan area sekitar Intake Sejinjang telah dibersihkan sebelum instalasi kembali dijalankan.

“Setelah dilakukan pembersihan di sekitar area Intake Sejinjang, IPA Tanjung Sari sudah kembali beroperasi sejak Rabu,” ujar Rendy.

Menurut dia, saat ini jaringan distribusi masih dalam tahap normalisasi. Pengaliran tidak langsung dikembalikan sekaligus karena sistem membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi pelayanan normal.

“Sekarang pengaliran sudah berjalan dan sedang dilakukan normalisasi ke wilayah-wilayah yang terdampak,” katanya.

Beroperasinya kembali IPA Tanjung Sari belum sepenuhnya mengakhiri persoalan di Intake Sejinjang.

Perumda Tirta Mayang masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan jenis dan karakteristik minyak yang sebelumnya ditemukan di sekitar sumber air baku tersebut.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi.

“Untuk jenis minyaknya masih dalam pemeriksaan tim laboratorium DLH Kota Jambi. Jadi, kami masih menunggu hasil pemeriksaannya,” jelas Rendy.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi penting untuk memastikan karakteristik material yang ditemukan sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi air baku di sekitar intake.

Sebelumnya, operasional IPA Tanjung Sari dihentikan sementara setelah petugas menemukan genangan minyak di kawasan Intake Sejinjang pada Rabu 2 September 2026.

Penghentian dilakukan sebagai langkah pengamanan agar genangan tersebut tidak masuk ke jalur air baku yang kemudian diproses di instalasi pengolahan.

Penanganan temuan tersebut melibatkan sejumlah instansi. Perumda Tirta Mayang melakukan pengecekan lapangan bersama Pertamina, DLH Kota Jambi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Satpol PP Kota Jambi serta Camat Jambi Timur.

Setelah area yang terdampak dibersihkan dan dilakukan pengecekan, operasional IPA kembali dijalankan.

Dengan kembali beroperasinya IPA Tanjung Sari, pelayanan air bersih kepada pelanggan mulai dipulihkan secara bertahap.

Meski demikian, Perumda Tirta Mayang belum menghentikan pemantauan terhadap kondisi air baku di sekitar Intake Sejinjang.

Pemantauan tetap dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium DLH Kota Jambi.

Perumda menyatakan aspek utama yang menjadi perhatian adalah keamanan sumber air baku dan kualitas air yang diproduksi untuk pelanggan.

“Yang utama tetap memastikan kondisi air baku aman dan kualitas air yang diproduksi memenuhi ketentuan,” pungkas Rendy.

Dengan demikian, dua hal kini berjalan bersamaan: normalisasi distribusi air kepada pelanggan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap temuan minyak di sekitar Intake Sejinjang.

Sementara layanan mulai kembali pulih, publik masih menunggu hasil laboratorium yang diharapkan dapat menjawab jenis minyak yang ditemukan dan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi sumber air baku tersebut.