Inflasi Jambi Melonjak, Kabupaten Kerinci Tertinggi Sepanjang 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat tingkat inflasi tahunan di Provinsi Jambi sepanjang tahun 2025 telah melampaui target nasional.

Secara year on year, inflasi Jambi tercatat sebesar 3,71 persen.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, menyampaikan bahwa target inflasi nasional berada di angka 2,5 persen dengan batas toleransi maksimal 3,5 persen.

Dengan capaian tersebut, inflasi Jambi telah berada di atas ambang batas yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Dengan angka 3,71 persen, artinya inflasi Provinsi Jambi pada tahun 2025 sudah melampaui target nasional,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, pada Desember 2025 inflasi bulanan Jambi tercatat sebesar 0,62 persen dibandingkan November 2025.

Kenaikan harga tersebut terutama dipicu oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

Sejumlah komoditas memberikan andil terbesar terhadap inflasi Desember 2025, di antaranya daging ayam ras, bawang merah, cabai rawit, serta emas perhiasan.

Berdasarkan sebaran wilayah, BPS mencatat perbedaan tingkat inflasi antar daerah di Provinsi Jambi.

Kabupaten Kerinci menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi sepanjang tahun 2025. Sementara Kota Jambi mencatat inflasi terendah.

“Jika dilihat dari wilayah penghitungan inflasi, Kabupaten Kerinci mengalami inflasi tertinggi sebesar 5,52 persen, sedangkan Kota Jambi terendah dengan 3,03 persen,” jelas Agus.

Selain perkembangan inflasi, BPS juga merilis data kinerja ekspor Provinsi Jambi.

Pada November 2025, nilai ekspor Jambi tercatat mengalami penurunan sebesar 5,48 persen dibandingkan Oktober 2025.

Secara kumulatif, ekspor Jambi dari Januari hingga November 2025 juga turun sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Agus, penurunan ekspor terutama dipengaruhi oleh melemahnya kinerja sektor pertambangan.

Khususnya komoditas minyak bumi, gas, dan batu bara yang mengalami penurunan hingga 34,48 persen.

Meski demikian, sektor pertanian justru menunjukkan kinerja positif.

Ekspor pertanian Provinsi Jambi tercatat melonjak signifikan hingga 91,95 persen, didorong oleh meningkatnya ekspor komoditas seperti pinang, ikan, dan udang.(*)




Hujan Mulai Berkurang, Dinas TPH Tebo Imbau Petani Percepat Musim Tanam

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) meminta para petani sawah untuk mempercepat proses tanam padi di pertengahan tahun 2025.

Imbauan ini dikeluarkan mengingat intensitas hujan mulai menurun dan wilayah Tebo akan segera memasuki musim kemarau.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Tebo, Nanang Suyanto, saat dikonfirmasi media.

“Memang tidak seekstrem tahun lalu yang menyebabkan banyak petani gagal panen, tapi saat ini hujan sudah mulai berkurang, dan akan lebih kering di akhir bulan ini,” ungkap Nanang.

Pihaknya menargetkan musim tanam April–Mei 2025 mencakup sekitar 2.919 hektare lahan sawah. Jika petani tidak segera menanam, maka dikhawatirkan kekeringan akan menghambat pertumbuhan tanaman padi.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Tebo juga telah menyiapkan alat pompanisasi untuk membantu pengairan sawah.

“Jika petani melewati batas waktu tanam dan kekurangan air, kami akan sediakan alat pompanisasi agar kebutuhan air benih padi bisa terpenuhi,” jelasnya.

Namun, ia menekankan bahwa pemerintah hanya menyediakan alat, bukan sumber airnya. Petani tetap harus mencari sumber air sendiri untuk memenuhi kebutuhan penyiraman.

“Kita hanya bantu peralatannya saja. Sumber air dan proses penyiraman tetap menjadi tanggung jawab petani,” pungkas Nanang.

Dinas TPH Tebo berharap petani dapat memanfaatkan waktu yang tersisa agar tidak mengalami kerugian seperti musim tanam tahun sebelumnya.(*)