Ratusan Kendaraan Listrik Beredar di Kota Jambi, Infrastruktur Charging Digenjot!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Jumlah kendaraan listrik yang tercatat di Kota Jambi kini mencapai sekitar 370 unit.

Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah mendorong penambahan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Dari jumlah tersebut, sekitar 300-an kendaraan menggunakan nomor polisi BH, sementara sisanya merupakan kendaraan dengan nomor polisi dari luar daerah.

Pertumbuhan jumlah kendaraan listrik itu mulai diikuti kebutuhan terhadap Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Pemerintah Kota Jambi menilai ketersediaan fasilitas pengisian daya perlu diperluas agar pertumbuhan kendaraan listrik tidak terbentur keterbatasan infrastruktur.

Kepala Dishub Kota Jambi, Amran mengatakan, perkembangan kendaraan listrik di daerah tersebut menunjukkan kebutuhan SPKLU semakin nyata.

“Perkembangan kendaraan listrik ke depan cukup signifikan. Karena itu, SPKLU juga harus dikembangkan. Jangan sampai pertumbuhan kendaraan listrik tidak diikuti dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya,” ujar Amran.

370 Kendaraan Listrik, Mayoritas Berpelat BH

Data Dishub Kota Jambi menunjukkan sebagian besar kendaraan listrik yang tercatat merupakan kendaraan dengan nomor polisi BH.

Sekitar 300-an unit tercatat menggunakan pelat BH, sedangkan sekitar 70 unit lainnya menggunakan nomor polisi dari luar daerah.

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa kendaraan listrik mulai menjadi bagian dari mobilitas masyarakat di Kota Jambi.

Dishub juga menemukan adanya kebutuhan informasi mengenai SPKLU dari calon pengguna kendaraan listrik.

Berdasarkan informasi yang diterima dari dealer, ketersediaan fasilitas pengisian daya mulai menjadi salah satu pertanyaan konsumen.

“Cukup banyak konsumen yang menanyakan ketersediaan SPKLU di Kota Jambi. Ini menunjukkan bahwa keberadaan SPKLU sudah menjadi kebutuhan seiring dengan perkembangan kendaraan listrik,” kata Amran.

Baru 12 SPKLU di Kota Jambi

Di tengah jumlah kendaraan listrik yang telah mencapai sekitar 370 unit, fasilitas SPKLU di Kota Jambi saat ini baru sekitar 12 titik.

SPKLU tersebut dikelola oleh PLN maupun pihak swasta.

Pemkot Jambi menilai jumlah tersebut masih perlu ditambah seiring potensi pertumbuhan kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang.

Pemerintah daerah bahkan menargetkan pengembangan jaringan SPKLU secara bertahap hingga mencapai 100 titik.

Target tersebut tidak berarti seluruh titik langsung dibangun dalam waktu bersamaan.

Pengembangannya akan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi masing-masing lokasi.

Lokasi SPKLU Mulai Dipetakan

Untuk mengejar penambahan jaringan tersebut, Pemkot Jambi mulai melihat sejumlah aset pemerintah yang berpotensi menjadi lokasi SPKLU.

Beberapa lokasi yang disebut antara lain Terminal Rawasari, kantor kecamatan, rumah sakit serta sejumlah lahan milik pemerintah daerah lainnya.

Amran mengatakan aset pemerintah dapat dimanfaatkan melalui skema kerja sama dengan berbagai pihak.

“Ada beberapa lahan pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan SPKLU, seperti di Terminal Rawasari, kantor camat, rumah sakit dan lokasi lainnya,” ujarnya.

Lokasi-lokasi tersebut masih berada dalam tahap pemetaan dan penjajakan. Artinya, belum seluruh lokasi yang disebut otomatis menjadi titik pembangunan SPKLU.

Investor Mulai Dilibatkan

Pengembangan jaringan SPKLU juga diarahkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Pemkot Jambi membuka peluang bagi BUMN maupun sektor swasta untuk ikut mengembangkan fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Amran mengungkapkan, sejumlah investor bahkan telah bertemu dengan Wali Kota Jambi untuk membahas peluang pengembangan SPKLU.

“Sudah ada investor yang bertemu dengan Wali Kota Jambi dan membicarakan rencana pengembangan SPKLU. Tentunya ini akan kita dorong agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan potensi yang ada,” jelasnya.

Dengan jumlah kendaraan listrik yang telah mencapai sekitar 370 unit, Pemkot Jambi kini menghadapi kebutuhan untuk memperluas ekosistem pendukungnya.

Penambahan SPKLU menjadi salah satu langkah yang disiapkan, dengan target jangka bertahap mencapai 100 titik dan pemanfaatan sejumlah aset pemerintah sebagai lokasi potensial.(*)




Minat Kendaraan Listrik Naik, Pemkot Jambi Buka Jalan bagi Investor SPKLU

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pertumbuhan kendaraan listrik mulai mengubah kebutuhan infrastruktur transportasi di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi kini mendorong penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) karena jumlah kendaraan listrik terus bertambah, sementara titik pengisian daya masih terbatas.

Data Pemerintah Kota Jambi mencatat sekitar 370 kendaraan listrik telah beredar di wilayah tersebut.

Sekitar 300 unit di antaranya menggunakan nomor polisi BH, sedangkan sisanya merupakan kendaraan dengan nomor polisi dari luar daerah.

Di sisi lain, saat ini baru terdapat sekitar 12 titik SPKLU yang dikelola PLN dan pihak swasta.

Kondisi tersebut mendorong Pemkot Jambi menyiapkan ekspansi jaringan SPKLU secara bertahap.

Pemerintah daerah bahkan membidik penambahan hingga 100 titik dengan membuka peluang investasi dan kerja sama dengan BUMN maupun sektor swasta.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Amran mengatakan, pemerintah daerah memiliki sejumlah aset yang berpotensi digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Beberapa lokasi yang disebut potensial antara lain Terminal Rawasari, kantor kecamatan, rumah sakit, serta lahan pemerintah daerah lainnya.

“Kita mendorong percepatan pengadaan SPKLU melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, BUMN maupun swasta,” kata Amran.

Kebutuhan SPKLU Mulai Dirasakan Konsumen

Menurut Amran, kebutuhan terhadap SPKLU mulai terlihat dari meningkatnya pertanyaan calon konsumen kendaraan listrik kepada dealer.

Informasi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa ketersediaan fasilitas pengisian daya mulai dipertimbangkan masyarakat sebelum membeli kendaraan listrik.

“Cukup banyak konsumen yang menanyakan ketersediaan SPKLU di Kota Jambi. Ini menunjukkan bahwa keberadaan SPKLU sudah menjadi kebutuhan seiring dengan perkembangan kendaraan listrik,” ujarnya.

Bagi pengguna kendaraan listrik, jaringan pengisian yang mudah dijangkau menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas, terutama ketika melakukan perjalanan di dalam maupun luar kota.

Pemkot Jambi Tak Ingin Pertumbuhan Kendaraan Tak Diikuti Infrastruktur

Pemkot Jambi melihat pertumbuhan kendaraan listrik berpotensi terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, penambahan SPKLU dinilai perlu dilakukan sejak sekarang agar perkembangan kendaraan listrik tidak berjalan lebih cepat dibanding kesiapan infrastrukturnya.

“Perkembangan kendaraan listrik ke depan cukup signifikan. Karena itu, SPKLU juga harus dikembangkan. Jangan sampai pertumbuhan kendaraan listrik tidak diikuti dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya,” kata Amran.

Target penambahan hingga 100 titik SPKLU tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi lokasi.

Artinya, jika target tersebut terealisasi, jaringan SPKLU di Kota Jambi akan bertambah jauh dari kondisi saat ini yang baru sekitar 12 titik.

Investor Mulai Didekati

Upaya memperluas jaringan SPKLU tidak hanya mengandalkan pembangunan oleh pemerintah. Pemkot Jambi juga mulai membuka ruang bagi investor untuk masuk ke sektor tersebut.

Amran mengatakan, pembahasan dengan calon investor telah dilakukan. Sejumlah investor bahkan disebut telah bertemu dengan Wali Kota Jambi untuk membicarakan peluang pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.

“Sudah ada investor yang bertemu dengan Wali Kota Jambi dan membicarakan rencana pengembangan SPKLU. pemerintah daerah dapat menjadi salah satu opsi lokasi pembangunan SPKLU, sementara investasi dari pihak ketiga dapat membantu memper Tentunya ini akan kita dorong agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan potensi yang ada,” ujarnya.

Dengan skema kerja sama tersebut, aset pemerintah daerah dapat menjadi salah satu opsi lokasi pembangunan SPKLU, sementara investasi dari pihak ketiga dapat membantu mempercepat penambahan fasilitas.

Infrastruktur Jadi Kunci Ekosistem Kendaraan Listrik

Pengembangan SPKLU tidak semata berkaitan dengan fasilitas pengisian kendaraan.

Bagi Pemkot Jambi, kesiapan infrastruktur merupakan bagian dari ekosistem yang dibutuhkan agar penggunaan kendaraan listrik dapat berkembang.

Selain mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai berpotensi menekan biaya energi dan operasional dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Namun, besaran penghematan tetap bergantung pada pola penggunaan dan kebutuhan masing-masing pengguna.

Pemkot Jambi berharap kolaborasi pemerintah daerah, PLN, BUMN, dan sektor swasta dapat mempercepat pembangunan jaringan SPKLU.

Dengan jumlah kendaraan listrik yang sudah mencapai sekitar 370 unit dan target pengembangan hingga 100 titik SPKLU.

Kota Jambi kini menghadapi pekerjaan berikutnya, dengan memastikan pertumbuhan kendaraan listrik berjalan beriringan dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya.(*)