Toner Alami dari Air Cucian Beras, Ampuh untuk Pori Kecil dan Kulit Halus

SEPUCUKJAMBI.ID – Air cucian beras ternyata bukan sekadar limbah dapur.

Cairan putih yang tersisa setelah mencuci atau merendam beras ini telah lama digunakan sebagai perawatan kulit alami di banyak rumah tangga Indonesia.

Kini, tren ini kembali populer di media sosial karena berbagai manfaat yang bisa mendukung kesehatan kulit wajah.

Air cucian beras mengandung pati, vitamin, mineral, dan antioksidan, sehingga cocok dijadikan bagian dari rutinitas skincare.

Banyak orang menggunakan air ini sebagai toner alami atau bilasan wajah setelah membersihkan kulit, dengan tujuan meningkatkan penampilan kulit secara keseluruhan.

1. Mencerahkan Kulit Wajah

Salah satu manfaat yang paling banyak disebut adalah kulit tampak lebih cerah dan merata.

Kandungan pati dan antioksidan dalam air cucian beras membantu mengurangi tampilan noda dan area kusam, sehingga kulit terlihat lebih segar bila digunakan secara rutin.

2. Menenangkan Kulit Sensitif

Air cucian beras memiliki sifat anti-inflamasi yang menenangkan kulit.

Bagi yang sering mengalami kemerahan atau iritasi ringan akibat sinar matahari, penggunaan air ini bisa memberi sensasi sejuk dan membantu meredakan peradangan.

3. Mengontrol Minyak dan Mengecilkan Pori

Starch dalam air cucian beras berfungsi sebagai toner alami yang menyerap minyak berlebih.

Efeknya, pori-pori tampak lebih kecil dan wajah terasa lebih halus, cocok untuk pemilik kulit kombinasi atau berminyak.

4. Menjaga Kelembapan Kulit

Meski sederhana, air cucian beras juga membantu menjaga hidrasi kulit. Mineral alami di dalamnya bekerja seperti pengunci kelembapan, sehingga kulit terasa lembut dan kenyal.

Cara Menggunakan Air Cucian Beras

  1. Rendam atau bilas beras dan ambil airnya.

  2. Diamkan sebentar hingga endapan pati mengendap, lalu pisahkan cairan beningnya.

  3. Gunakan kapas untuk mengaplikasikan ke wajah setelah mencuci muka, atau bilas wajah dengan air tersebut.

Catatan Penting

Setiap kulit berbeda, jadi lakukan uji tempel di area kecil kulit terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi iritasi.

Terutama bagi pemilik kulit sensitif atau rentan breakout, langkah ini sangat penting sebelum digunakan secara rutin.

Meski klaim manfaatnya sebagian besar berdasarkan pengalaman pengguna, banyak yang merasakan kulit lebih bersih, halus, dan cerah setelah rutin menggunakan air cucian beras sebagai bagian dari perawatan wajah.(*)




Ciri-Ciri Bruntusan di Wajah Mulai Membaik dan Cara Menjaganya

SEPUCUKJAMBI.ID – Bruntusan kerap menjadi keluhan banyak orang karena membuat wajah terasa kasar, tidak rata, dan mengganggu penampilan.

Bintik-bintik kecil yang muncul di permukaan kulit ini bisa disertai kemerahan, rasa gatal, hingga iritasi ringan.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari pori-pori tersumbat, produksi minyak berlebih, reaksi terhadap skincare tertentu, hingga kebersihan kulit yang kurang terjaga.

Kabar baiknya, bruntusan bukan masalah permanen. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, kondisi kulit umumnya akan menunjukkan tanda-tanda perbaikan secara bertahap.

Mengenali ciri-ciri bruntusan mulai hilang penting agar kamu tahu apakah perawatan yang dilakukan sudah sesuai atau perlu disesuaikan.

Salah satu tanda paling awal yang mudah dirasakan adalah perubahan tekstur kulit. Wajah yang sebelumnya terasa kasar dan tidak rata perlahan menjadi lebih halus saat disentuh.

Ini menandakan sumbatan di pori-pori mulai berkurang dan proses regenerasi kulit berjalan dengan baik.

Selain tekstur, perubahan warna kulit juga menjadi indikator penting. Bruntusan sering memicu peradangan ringan yang membuat area tertentu tampak kemerahan.

Ketika kondisi mulai membaik, kemerahan tersebut perlahan memudar dan warna kulit terlihat lebih merata.

Ukuran dan jumlah bruntusan juga biasanya berkurang. Bintik-bintik kecil tidak lagi menonjol, terasa lebih rata, dan tidak sebanyak sebelumnya.

Pada tahap ini, rasa gatal, perih, atau tidak nyaman yang sempat muncul umumnya ikut menghilang.

Tanda lain yang sering luput diperhatikan adalah keseimbangan minyak wajah. Saat kulit mulai pulih, produksi minyak menjadi lebih stabil tidak terlalu berminyak, tetapi juga tidak terasa kering.

Kondisi ini membantu menjaga kelembapan alami kulit sekaligus mencegah pori-pori kembali tersumbat.

Dari segi tampilan, wajah biasanya terlihat lebih segar dan cerah. Kulit tidak lagi tampak kusam karena sel kulit mati yang menumpuk mulai tergantikan oleh sel kulit baru yang lebih sehat.

Make up pun cenderung lebih menempel dengan baik.

Meski sudah terlihat tanda-tanda membaik, perawatan tetap perlu dijaga. Hindari terlalu sering mengganti produk skincare karena bisa memicu iritasi baru.

Membersihkan wajah dengan lembut, menggunakan pelembap sesuai jenis kulit, serta rutin memakai tabir surya di siang hari sangat membantu menjaga kondisi kulit tetap stabil.

Faktor kebiasaan sehari-hari juga berperan besar.

Menjaga kebersihan sarung bantal dan handuk, tidak terlalu sering menyentuh wajah, serta mencukupi kebutuhan cairan dapat mendukung pemulihan kulit dari dalam.

Pada akhirnya, proses menghilangkan bruntusan memang membutuhkan waktu dan kesabaran.

Selama kulit menunjukkan tanda-tanda positif tanpa keluhan baru, itu berarti perawatan sudah berada di jalur yang tepat.

Namun, jika bruntusan tak kunjung membaik atau justru semakin parah, berkonsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah yang bijak.(*)