Polemik Z-Corner Jambi, BAZNAS Pastikan Tenant Berasal dari Data DTKS

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi memberikan penjelasan terkait sorotan masyarakat terhadap program Kampung Ramadhan Z-Corner yang belakangan menjadi topik perbincangan publik.

Program tersebut menuai beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai kegiatan tersebut membuka ruang usaha bagi kalangan tertentu dan dianggap melampaui kewenangan instansi lain.

Namun BAZNAS Kota Jambi menegaskan bahwa Z-Corner merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui skema zakat produktif.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, M. Fadli, menjelaskan bahwa Z-Corner merupakan implementasi program pendayagunaan zakat yang memiliki dasar hukum yang jelas.

Ia menyebutkan bahwa pengelolaan zakat telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang kemudian diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2024.

Menurutnya, regulasi tersebut mengatur bahwa penyaluran zakat tidak hanya dilakukan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui program produktif yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi para penerima zakat.

Z-Corner ini bagian dari zakat produktif. Tujuannya bukan hanya memberi bantuan sesaat, tetapi memberdayakan mustahik agar memiliki usaha dan mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Fadli.

Fadli juga menegaskan bahwa pelaku usaha yang mengisi tenant di Z-Corner tidak dipilih secara sembarangan.

Proses seleksi dilakukan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Dinas Sosial Kota Jambi.

DTKS sendiri memuat data masyarakat dari kelompok desil 1 hingga desil 5, yaitu kategori sangat miskin hingga rentan miskin.

Para pelaku usaha yang masuk dalam data tersebut kemudian direkomendasikan untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan oleh BAZNAS.

Tenant yang berjualan di Z-Corner merupakan pelaku UMKM dari kalangan mustahik yang terdata dalam DTKS. Mereka juga mendapat rekomendasi dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi,” jelasnya.

Selain menyediakan ruang usaha bagi para pelaku UMKM binaan, BAZNAS Kota Jambi juga menggelar kegiatan Kampung Ramadhan di kawasan Z-Corner.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai aktivitas selama bulan suci, seperti penjualan takjil hingga kegiatan hiburan dan perlombaan untuk anak-anak.

Menurut Fadli, kegiatan tersebut bertujuan menarik lebih banyak pengunjung sehingga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di lokasi tersebut.

Kampung Ramadhan ini kita buat agar masyarakat datang dan meramaikan kawasan Z-Corner. Dengan begitu diharapkan penjualan para tenant mustahik juga meningkat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan ditujukan sebagai pasar umum, melainkan bagian dari strategi untuk membantu meningkatkan omzet pelaku usaha binaan.

BAZNAS Kota Jambi juga menekankan bahwa berbagai program yang dijalankan tidak dilakukan secara mandiri, melainkan melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi pemerintah daerah.

Dalam pengelolaan kawasan Z-Corner, BAZNAS bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup.

Sementara untuk pembinaan pelaku usaha, BAZNAS berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi.

Menurut Fadli, sinergi tersebut penting agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

Program-program BAZNAS selalu dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Ini penting agar pemberdayaan masyarakat bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat melihat program Z-Corner sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu.

Harapannya, para mustahik yang saat ini menjalankan usaha melalui program ini nantinya dapat mandiri bahkan menjadi muzakki,” pungkasnya.(*)




Menuju Tahun Kedua Kepemimpinan, Wali Kota Jambi Fokuskan Strategi Pembangunan 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr Maulana, menekankan sejumlah tantangan strategis dan arah kebijakan tahun 2026 dalam apel disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar di Balai Kota Jambi, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, memasuki tahun kedua kepemimpinan, pemerintah harus menghadapi keterbatasan keuangan daerah, kebutuhan lapangan kerja, perkembangan teknologi, partisipasi masyarakat, dan isu perubahan iklim.

“Untuk menghadapi tantangan ini, kami akan memperkuat implementasi 11 program unggulan dengan target pembangunan yang jelas, termasuk IPM 82,45, pertumbuhan ekonomi 5,75 persen, investasi Rp2 triliun, pengangguran 6,95 persen, dan prevalensi stunting 8,75 persen,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, strategi tahun 2026 difokuskan pada kolaborasi lintas sektor, optimalisasi pembiayaan non-APBD, peningkatan kualitas layanan publik, penguatan SDM aparatur berbasis teknologi, serta percepatan program prioritas nasional.

Fokus tersebut mencakup ketahanan pangan, hilirisasi industri, investasi, penanganan sampah, dan pengentasan kemiskinan.

Sinergi ASN dan Implementasi Program Prioritas

Maulana meminta seluruh ASN untuk menjaga disiplin, meningkatkan inovasi, dan memastikan setiap program berjalan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kerja kita adalah untuk pelayanan dan kesejahteraan warga. Mari songsong tahun kedua dengan semangat lebih kuat,” katanya.

Kilas Capaian Satu Tahun

Meski berita menitikberatkan pada arah kebijakan, Maulana juga menyinggung capaian selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha:

  • Kesehatan dan Kesejahteraan: 49.212 warga mendapatkan BPJS melalui Program Kartu Bahagia, 111.762 warga menerima layanan cek kesehatan gratis, dan ribuan pekerja rentan memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan.

  • Pendidikan dan Infrastruktur: 2.070 siswa memperoleh beasiswa, pemasangan lebih dari 13 ribu jaringan gas rumah tangga, dan bantuan sosial seperti bedah rumah, sembako murah, bantuan disabilitas, dan internet gratis.

  • Pelatihan dan Ketenagakerjaan: Lebih dari 2.000 peserta mengikuti Balai Latihan Kerja Tematik, job fair dengan 13 ribu lowongan kerja, workshop kewirausahaan, digital marketing, dan program magang luar negeri.

  • UMKM dan Ekonomi Kreatif: Bank Harkat menyalurkan kredit berbunga rendah Rp111,4 miliar, didukung ratusan UMKM. Program Ruang Milenial dan Bahagia Berbudaya menghadirkan festival kreatif dan internet gratis di fasilitas publik.

Selama setahun terakhir, Pemkot Jambi berhasil meraih 37 penghargaan: 23 provinsi, 13 nasional, dan 1 internasional, sebagai bukti kolaborasi efektif seluruh unsur pemerintah.(*)




Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Gabung Gates Foundation untuk Misi Filantropi Global

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Mantan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation, yayasan filantropi internasional yang didirikan Bill Gates.

Pengumuman ini disampaikan Gates Foundation pada 12 Januari 2026, menandai peran baru Sri Mulyani di tingkat global dalam menghadapi tantangan kemanusiaan.

Sri Mulyani menyatakan kehormatannya bisa bergabung dan berkontribusi pada misi lembaga yang berfokus pada:

  • Menekan angka kematian ibu dan bayi

  • Melindungi generasi muda dari penyakit menular

  • Mendorong jutaan orang keluar dari kemiskinan

“Saya merasa terhormat untuk bergabung dengan Dewan Yayasan Gates untuk berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan dan peluang ini,” ujar Sri Mulyani melalui pernyataan resmi.

Pengalaman Sri Mulyani di ekonomi global dan kebijakan publik dianggap sangat berharga bagi Gates Foundation.

Sebagai mantan Menteri Keuangan Indonesia dan senior Bank Dunia, ia diharapkan memperkuat tata kelola, strategi, dan efektivitas program filantropi lembaga tersebut.

CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyatakan bahwa Sri Mulyani akan bekerja bersama tokoh internasional lain di bawah kepemimpinan Bill Gates untuk menentukan arah dan prioritas misi global yayasan.

Pengangkatan ini menegaskan posisi Sri Mulyani di panggung internasional setelah ia sebelumnya direkrut sebagai pengajar di Blavatnik School of Government, University of Oxford pada Desember 2025.

Selain berdampak bagi Indonesia, peran barunya di Gates Foundation diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap isu global terkait kesehatan, kemiskinan, dan ketidaksetaraan.(*)