Maulana-Diza Hadir di Masjid NW Al Hijrah, Akses Wifi Gratis untuk Generasi Muda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menyerahkan bantuan akses wifi gratis bagi rumah ibadah di Masjid NW Al Hijrah, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Jumat (27/2/2026).

Penyerahan ini menjadi bagian dari Safari Ramadan 1447 H yang digelar Pemkot Jambi pada malam kesepuluh Ramadan.

Bantuan wifi gratis ini diharapkan dapat mendekatkan generasi muda dengan kegiatan keagamaan, sekaligus menjadi alternatif positif agar lebih dekat dengan rumah ibadah dan menjauh dari hal-hal negatif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa Safari Ramadan tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Ini kegiatan positif untuk melihat, bertemu, dan mendengar aspirasi masyarakat yang merupakan bagian penting dari kegiatan rutin Ramadan,” ujar Maulana.

Ia menambahkan bahwa bantuan wifi gratis juga bertujuan mendidik akhlak anak-anak agar tetap dekat dengan ibadah meski menikmati teknologi.

“Biarin mereka bermain, tapi saat waktunya salat atau ibadah lainnya mereka juga lakukan,” tuturnya.

Selain itu, Wali Kota Maulana menyampaikan perkembangan pembangunan di Kelurahan Sungai Asam untuk menanggulangi banjir.

“Dengan sistem pengendalian banjir yang sedang dibangun, kami targetkan dapat menuntaskan 60 persen dampak banjir di kawasan Sungai Asam,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Jambi juga menyalurkan bantuan operasional sebesar Rp5 juta kepada pengurus masjid serta paket sembako bagi warga kurang mampu.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Pemkot Jambi, pengurus masjid, organisasi keagamaan, Lembaga Adat Melayu, Forum Ketua RT, serta jamaah Masjid NW Al Hijrah.

Safari Ramadan ini menegaskan komitmen Pemkot Jambi di bawah kepemimpinan Maulana-Diza untuk terbuka terhadap aspirasi masyarakat, sekaligus mewujudkan visi Kota Jambi BAHAGIA dengan nilai-nilai agama sebagai fondasi utama.(*)




Diperkirakan Rampung September 2026, Ini Penjelasan Walikota Maulana Soal Pengendalian Banjir di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyampaikan perkembangan terbaru Program Kampung Tangguh, khususnya dalam upaya pengendalian banjir di Kota Jambi.

Program strategis ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam membangun kota yang lebih aman, tertata, dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa pada tahap pertama, pemerintah telah berhasil membebaskan lahan seluas 3,9 hektare.

Seluruh lahan tersebut kini telah bersertifikat dan resmi menjadi milik Pemerintah Kota Jambi.

Tahap kedua pembangunan akan dilanjutkan pada awal tahun 2026, dengan target pembebasan lahan dan pembangunan danau retensi seluas 9 hektare.

Danau tersebut dirancang untuk menampung luapan air dari sistem Sungai Asam, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan banjir.

“Danau ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga akan dikembangkan menjadi kawasan wisata dan ruang publik baru bagi masyarakat Kota Jambi,” jelas Wali Kota Maulana.

Ganti Rugi Lahan Diserahkan Secara Simbolis

Sebelumnya, pada Selasa (30/12/2025), Wali Kota Jambi secara simbolis menyerahkan ganti rugi lahan kepada masyarakat terdampak.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Pada tahap awal ini, ganti rugi diberikan kepada 13 pemilik lahan dari total 17 sertifikat bidang tanah. Secara keseluruhan.

Tercatat terdapat 51 sertifikat tanah dengan luas total mencapai 9 hektare yang akan dibebaskan untuk mendukung proyek pengendalian banjir tersebut.

Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa, pada tahap awal ini, lahan seluas 3,1 hektare telah diselesaikan pembayaran ganti kerugiannya.

Pendanaan berasal dari APBD Kota Jambi dan APBD Provinsi Jambi.

“Hari ini 3,1 hektare tanah telah dibayarkan. Insya Allah pada Januari sisanya akan dibayarkan melalui APBN,” kata dia.

“Sehingga proses pembangunan dapat segera dikebut dan ditargetkan selesai pada September tahun depan,” ujar Maulana.

Maulana juga menegaskan bahwa untuk menjaga keseimbangan tata air Kota Jambi, diperlukan setidaknya empat kolam atau danau retensi yang terintegrasi dalam sistem pengendalian banjir.

“Setelah tahapan ini selesai, secara bertahap kami akan kembali bersurat untuk meminta dukungan lanjutan melalui Sistem Kenali,” sebutnya.

Hingga saat ini, pengerjaan Sistem Sungai Asam telah berjalan sepanjang 2,8 kilometer.

Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak banjir secara signifikan.

“Dengan pengerjaan dan upaya ini, kami sampaikan bahwa banjir memang tidak bisa dihilangkan 100 persen, tetapi diperkirakan dapat mengurangi dampaknya hingga 60 persen,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Jambi menjelaskan bahwa proses pembayaran ganti rugi untuk tahap selanjutnya masih menunggu persetujuan dari kementerian terkait.

“Kurang lebih masih ada 5,1 hektare lahan yang belum dibayarkan,” ujarnya singkat.

Sebagai informasi, dalam rangka pengadaan tanah pembangunan drainase utama dan revitalisasi drainase Sungai Asam, Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp75 miliar.

Anggaran tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Pusat.(*)