Jarak Pandang Bandara Jambi Sempat 700 Meter, Begini Kondisi Penerbangan Terbaru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap menyelimuti Bandara Sultan Thaha Jambi pada Kamis 22 Oktober 2026.

Jarak pandang di bandara sempat turun hingga 700 meter pada pukul 06.00 WIB.

Meski demikian, dua penerbangan pagi tetap berangkat sesuai informasi operasional yang disampaikan pengelola bandara.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menyampaikan bahwa penerbangan pertama yang berangkat pada pagi hari ialah Batik Air ID 6807 dengan tujuan Jakarta pada pukul 06.00 WIB.

Saat itu, jarak pandang tercatat 700 meter.

Selanjutnya, Super Air Jet IU 974 tujuan Batam berangkat pada pukul 08.18 WIB ketika jarak pandang mencapai 900 meter.

Kedua pesawat tersebut berstatus ex-RON (Remain Overnight), yakni pesawat yang menginap di bandara setelah penerbangan sebelumnya dan kemudian melayani penerbangan pada hari berikutnya.

Jarak Pandang Berangsur Membaik

Berdasarkan data pemantauan Bandara Sultan Thaha, jarak pandang menunjukkan peningkatan sepanjang pagi.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 700 meter. Angka itu meningkat menjadi 800 meter pada pukul 07.00 WIB dan 900 meter pada pukul 08.00 WIB.

Perbaikan berlanjut pada pukul 09.00 WIB dengan jarak pandang mencapai 1.300 meter. Pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang tercatat 2.400 meter.

Kendati visibilitas membaik, kondisi cuaca dan jarak pandang tetap menjadi faktor penting dalam pemantauan operasional penerbangan.

Perubahan jarak pandang juga tidak otomatis menjamin seluruh pesawat berangkat atau tiba sesuai jadwal.

Tiga Penerbangan dari Jakarta Masuk Daftar Kedatangan

Di tengah kondisi kabut asap, pengelola bandara turut memantau kedatangan sejumlah pesawat dari Jakarta.

Berikut informasi jadwal dan estimasi kedatangan yang disampaikan untuk Kamis 22 Oktober 2026:

  • Batik Air ID 6804 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 10.20 WIB, dengan estimasi kedatangan pukul 11.05 WIB.
  • Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 10.25 WIB, dengan estimasi kedatangan pukul 11.30 WIB.
  • Super Air Jet IU 842 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 11.25 WIB, dengan estimasi kedatangan pukul 11.50 WIB.

Perbedaan antara jadwal dan estimasi tersebut menunjukkan adanya penyesuaian waktu kedatangan.

Namun, informasi yang tersedia belum merinci penyebab perubahan jadwal masing-masing penerbangan sehingga dampak kabut asap terhadap setiap pesawat masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Bandara Koordinasi dengan Maskapai

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menyampaikan bahwa tim operasional bandara telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan.

Pengelola bandara juga memperbarui informasi jadwal keberangkatan dan kedatangan secara berkala, terutama bagi penerbangan yang terdampak kondisi kabut asap.

Langkah tersebut bertujuan membantu penumpang memperoleh informasi terbaru dan mengantisipasi perubahan jadwal perjalanan.

Pengguna jasa bandara diimbau untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Untuk memperoleh informasi kebandarudaraan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha juga terus bersinergi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga pelayanan kepada pengguna jasa selama kondisi kabut asap berlangsung.

Di sisi lain, penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi sumber kabut asap.

Perkembangan kondisi udara dan jarak pandang masih perlu dipantau untuk mengantisipasi perubahan situasi yang dapat memengaruhi aktivitas penerbangan.(*)




Kabut Asap Selimuti Kota Jambi, Bagaimana Kondisi Penerbangan di Bandara Sultan Thaha?

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Jambi pada Rabu 21 Oktober 2026 pagi.

Kondisi ini mengurangi jarak pandang di sejumlah kawasan dan menimbulkan perhatian terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Kepekatan asap menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam operasional penerbangan.

Jika jarak pandang berada di bawah batas yang dipersyaratkan untuk kondisi operasional tertentu, keberangkatan maupun kedatangan pesawat berpotensi mengalami penyesuaian.

Berdasarkan data operasional bandara pada Selasa 20 Oktober 2026, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha sempat turun hingga 800 meter pada pukul 06.00 WIB.

Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 1.400 meter pada pukul 07.00 WIB, sebelum tercatat 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB.

Kondisi berangsur membaik menjelang siang. Jarak pandang mencapai 3.000 meter pada pukul 10.00 WIB dan meningkat hingga 7.000 meter pada pukul 13.30 WIB.

Namun, jarak pandang kembali mengalami penurunan pada sore hingga malam hari. Pada pukul 18.00 WIB, jarak pandang tercatat berada di angka 2.200 meter.

Penerbangan Selasa Dilaporkan Berjalan Normal

Meski jarak pandang sempat menurun akibat kondisi asap, operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha pada Selasa masih berlangsung normal.

Berdasarkan keterangan manajemen bandara, tidak ada penerbangan yang mengalami keterlambatan akibat kabut asap pada hari tersebut.

Penyesuaian terhadap sejumlah jadwal penerbangan sebelumnya juga telah dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca dan kondisi asap.

Sementara itu, perkembangan terbaru mengenai jarak pandang dan aktivitas penerbangan pada Rabu pagi masih memerlukan konfirmasi dari pihak bandara.

Data operasional sehari sebelumnya belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan apakah penerbangan pada Rabu mengalami gangguan.

Calon Penumpang Diminta Memantau Jadwal Penerbangan

Di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi, calon penumpang diimbau untuk memantau informasi keberangkatan dan kedatangan pesawat melalui kanal resmi maskapai masing-masing.

Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal apabila kondisi cuaca atau jarak pandang memengaruhi operasional penerbangan.

Untuk memperoleh informasi terkait layanan kebandarudaraan, pengguna jasa juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172.

Manajemen Bandara Sultan Thaha sebelumnya menyatakan bahwa tim operasional terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait guna menangani kebutuhan penumpang apabila terjadi penundaan.

Informasi mengenai jadwal penerbangan juga diperbarui secara berkala.

Penanganan Karhutla Diharapkan Kurangi Dampak Asap

Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi kembali menyoroti pentingnya pemantauan kualitas udara dan jarak pandang, terutama di kawasan yang berkaitan dengan keselamatan transportasi udara.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jambi juga menjadi perhatian untuk menekan sumber asap yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Hingga informasi terbaru mengenai kondisi penerbangan Rabu pagi diperoleh dari pihak bandara, calon penumpang disarankan tetap memeriksa status penerbangan secara berkala dan mengikuti arahan resmi petugas.

Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas, sementara perkembangan kondisi asap dan jarak pandang akan menjadi faktor penting dalam menentukan kelancaran operasional bandara.(*)




Kabut Asap Ganggu Operasional Penerbangan, Super Air Jet IU 842 Kembali ke Bandara Asal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap dan perubahan jarak pandang mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis 15 Oktober 2026.

Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 842 dari Jakarta melakukan Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal setelah jarak pandang di bandara tujuan tercatat hanya 1.200 meter.

Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 06.25 WIB.

Kondisi jarak pandang yang berubah-ubah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional penerbangan pada Kamis pagi.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan pihak bandara terus memantau perkembangan jarak pandang untuk memastikan operasional penerbangan berjalan sesuai prosedur keselamatan.

“Perubahan jarak pandang menjadi perhatian dalam operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan mengutamakan keselamatan dalam setiap keputusan operasional,” ujar Ikhsan.

Jarak Pandang Sempat Turun hingga 700 Meter

Berdasarkan data pemantauan pada Kamis pagi, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami fluktuasi dalam rentang waktu sekitar dua setengah jam.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.300 meter. Angka tersebut turun menjadi 1.200 meter pada pukul 06.30 WIB dan bertahan hingga pukul 07.00 WIB.

Jarak pandang kembali meningkat menjadi 1.300 meter pada pukul 07.30 WIB.

Namun, kondisi memburuk pada pukul 08.00 WIB ketika jarak pandang turun hingga 700 meter. Pada pukul 08.30 WIB, jarak pandang kembali meningkat menjadi 1.200 meter.

Perubahan tersebut menunjukkan kondisi visibilitas di bandara belum stabil.

Karena itu, maskapai dan pengelola bandara perlu terus mempertimbangkan kondisi aktual dalam menjalankan operasional penerbangan.

Dua Pesawat Tetap Berangkat pada Pagi Hari

Di tengah fluktuasi jarak pandang, dua pesawat yang sebelumnya bermalam di bandara atau Remain Overnight (RON) tetap melanjutkan penerbangan sesuai jadwal operasional pagi.

Batik Air ID 6807 dengan tujuan Jakarta lepas landas pada pukul 06.08 WIB. Selanjutnya, Super Air Jet IU 974 tujuan Batam berangkat pada pukul 06.43 WIB.

Pada periode keberangkatan tersebut, jarak pandang tercatat sekitar 1.300 meter.

Perbedaan keputusan operasional setiap penerbangan bergantung pada kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan yang berlaku.

Karena itu, perubahan jarak pandang dapat memengaruhi penerbangan secara berbeda.

Penumpang Diminta Memantau Status Penerbangan

Ikhsan mengimbau calon penumpang agar memantau informasi terbaru melalui maskapai masing-masing, terutama di tengah perubahan kondisi jarak pandang yang dapat memengaruhi jadwal penerbangan.

“Kami mengimbau calon penumpang untuk memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing dan mengikuti informasi resmi yang tersedia. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Calon penumpang juga sebaiknya memastikan jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan operasional.

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi masih memerlukan pemantauan berkala.

Pembaruan informasi dari pihak bandara dan maskapai menjadi penting agar penumpang dapat menyesuaikan rencana perjalanan berdasarkan kondisi terbaru.(*)




Jarak Pandang Bandara Jambi Turun ke 1.100 Meter, Penerbangan Pagi Terbatas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi menurun hingga 1.100 meter pada Rabu 14 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB.

Kondisi tersebut terjadi setelah jarak pandang sempat mencapai 3.800 meter pada pukul 06.00 WIB, berdasarkan data pemantauan yang diterima.

Perubahan jarak pandang pada pagi hari menjadi perhatian dalam operasional penerbangan di bandara tersebut.

Hingga pukul 09.00 WIB, baru satu penerbangan keberangkatan yang tercatat, yakni ID 6807 tujuan Jakarta, yang telah berangkat pada pukul 06.00 WIB.

Sementara itu, penerbangan berikutnya dalam jadwal yang tersedia berlangsung pada sore hari.

Sejumlah maskapai juga menjadwalkan penerbangan pada sore hingga malam sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi jarak pandang yang terbatas pada pagi hingga siang hari.

Data pemantauan pada 14 Oktober 2026 menunjukkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami perubahan cukup besar sepanjang pagi.

Berikut rincian jarak pandang berdasarkan waktu pengamatan:

Waktu pengamatan Jarak pandang
06.00 WIB 3.800 meter
07.00 WIB 1.600 meter
08.00 WIB 1.900 meter
09.00 WIB 1.100 meter

Jarak pandang turun dari 3.800 meter pada pukul 06.00 WIB menjadi 1.600 meter satu jam kemudian.

Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang sempat meningkat menjadi 1.900 meter sebelum kembali turun ke 1.100 meter pada pukul 09.00 WIB.

Data tersebut memperlihatkan bahwa jarak pandang tidak menurun secara berurutan setiap jam, tetapi mengalami fluktuasi.

Angka terendah dalam rangkaian pengamatan tersebut tercatat pada pukul 09.00 WIB.

Di tengah perubahan jarak pandang tersebut, penerbangan ID 6807 tujuan Jakarta menjadi satu-satunya penerbangan keberangkatan yang tercatat telah berangkat hingga pukul 09.00 WIB.

Jadwal penerbangan berikutnya dalam informasi yang tersedia berada pada sore hari.

Sejumlah maskapai turut mengatur jadwal penerbangan sore dan malam sebagai antisipasi terhadap kondisi jarak pandang yang terbatas sejak pagi hingga siang.

Meski demikian, data tersebut belum menunjukkan bahwa seluruh penerbangan pagi mengalami pembatalan atau penundaan.

Kepastian mengenai perubahan jadwal setiap penerbangan perlu merujuk pada informasi resmi bandara dan maskapai terkait.

Jarak pandang merupakan salah satu faktor yang diperhitungkan dalam operasional penerbangan, terutama ketika kondisi atmosfer membatasi visibilitas di sekitar bandara.

Keputusan untuk memberangkatkan, menunda, atau menyesuaikan penerbangan tidak hanya bergantung pada angka jarak pandang.

Maskapai dan pihak operasional penerbangan juga mempertimbangkan kondisi cuaca, prosedur penerbangan, kemampuan fasilitas navigasi, serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

Karena itu, perubahan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi perlu dipantau bersama perkembangan jadwal penerbangan sepanjang hari.

Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari Jambi pada Rabu 14 Oktober 2026 sebaiknya memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.

Data jarak pandang pada pagi hari ini memberikan gambaran kondisi visibilitas di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Perkembangan selanjutnya tetap bergantung pada hasil pemantauan cuaca dan informasi operasional resmi sepanjang hari.(*)




Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Jambi Siapkan Operasional hingga Tengah Malam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Bandara Sultan Thaha Jambi membuka opsi penambahan jam operasional di luar jadwal normal pukul 19.00 WIB untuk mengakomodasi penerbangan yang terdampak kabut asap.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku otomatis setiap hari karena bergantung pada permintaan maskapai dan kebutuhan operasional.

Stem Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menjelaskan bahwa bandara beroperasi secara normal mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB.

Pengelola dapat memperpanjang waktu operasional apabila penerbangan mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca dan keterbatasan jarak pandang.

“Jam operasional normal Bandara Sultan Thaha adalah pukul 05.00 sampai 19.00 WIB. Terkait kondisi cuaca saat ini, pihak bandara menambah jam operasional di atas pukul 19.00 WIB atas permintaan maskapai untuk mengakomodasi penerbangan yang terdampak cuaca dan minimnya jarak pandang akibat kabut asap,” jelas Ikhsan.

Ikhsan menegaskan bahwa penambahan jam operasional bersifat situasional.

Bandara tidak otomatis memperpanjang layanan setiap malam, melainkan menyesuaikannya dengan kebutuhan penerbangan yang mengalami keterlambatan hingga melewati jadwal operasional normal.

Skema tersebut memberi ruang bagi maskapai untuk mengakomodasi penerbangan yang tertunda.

Meski demikian, perubahan jam operasional tidak serta-merta menjamin seluruh penerbangan dapat berangkat atau tiba sesuai rencana karena kondisi cuaca dan pertimbangan keselamatan tetap menjadi faktor penentu.

Bagi penumpang, kondisi ini membuat pemantauan jadwal penerbangan menjadi penting, terutama ketika kabut asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandara.

Penumpang sebaiknya memeriksa informasi terbaru melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara untuk mengantisipasi perubahan jadwal maupun keterlambatan.

Selain menangani penerbangan yang terlambat, penambahan waktu operasional juga mempertimbangkan kebutuhan penerbangan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menurut Ikhsan, kegiatan OMC dapat berlangsung pada malam hari, yakni dalam rentang pukul 19.00 hingga 24.00 WIB.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengaturan operasional di luar jadwal reguler.

Dengan demikian, jadwal normal Bandara Sultan Thaha Jambi tetap berlangsung pukul 05.00–19.00 WIB.

engelola menyesuaikan jam tambahan berdasarkan kebutuhan penerbangan dan kondisi operasional yang dihadapi.

Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan memengaruhi kelancaran penerbangan.

Dalam situasi tersebut, maskapai dan pengelola bandara perlu menyesuaikan pelaksanaan penerbangan dengan kondisi cuaca serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

Perpanjangan jam operasional memberi fleksibilitas dari sisi waktu layanan bandara, tetapi tidak menghilangkan risiko akibat jarak pandang yang terbatas.

Keputusan untuk melanjutkan, menunda, atau menyesuaikan penerbangan tetap bergantung pada evaluasi operasional dan keselamatan.

Karena itu, penanganan dampak kabut asap tidak hanya membutuhkan penyesuaian jadwal bandara, tetapi juga informasi yang cepat dan akurat kepada penumpang.

Bandara Sultan Thaha Jambi melalui kebijakan operasional yang fleksibel berupaya mengakomodasi kebutuhan maskapai dan mendukung kelancaran penerbangan.

Namun, penerapan jam tambahan tetap bersifat kondisional dan mengikuti kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.(*)




Kabut Asap Selimuti Bandara Sultan Thaha, Batik Air Batal Terbang dan Citilink Tertunda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Jambi, Jumat 9 Oktober 2026).

Jarak pandang di kawasan bandara sempat turun hingga 800 meter, sementara dua penerbangan Batik Air berstatus batal dan delapan penerbangan Citilink serta Super Air Jet mengalami penundaan akibat asap.

Data operasional bandara mencatat, hingga laporan tersebut disampaikan, hanya satu penerbangan keberangkatan yang tercatat beroperasi, yakni Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) pada pukul 06.05 WIB.

Pesawat tersebut menggunakan armada yang menginap di bandara atau Remain Overnight (RON).

Gangguan cuaca dan jarak pandang menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena kondisi tersebut dapat memengaruhi keselamatan dan keputusan operasional maskapai.

Seluruh penerbangan yang mengalami penundaan masih menunggu perkembangan cuaca di Jambi.

Jarak pandang sempat turun hingga 800 meter

Data pengamatan Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang berubah-ubah sepanjang Jumat pagi hingga sore.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.500 meter. Angka tersebut kemudian turun menjadi 1.200 meter pada pukul 06.30 WIB dan 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.

Jarak pandang sempat meningkat menjadi 1.400 meter pada pukul 08.00 WIB, tetapi kembali turun menjadi 1.000 meter pada pukul 09.00 WIB.

Kondisi terendah dalam data yang disampaikan terjadi pada pukul 10.00 WIB, saat jarak pandang mencapai 800 meter.

Setelah itu, jarak pandang tercatat 1.000 meter pada pukul 10.30 WIB, meningkat menjadi 1.200 meter pada pukul 11.00 WIB, lalu kembali berada di kisaran 1.000 meter pada siang hingga sore hari.

Perubahan jarak pandang tersebut menunjukkan kondisi yang belum stabil.

Karena itu, maskapai masih menunggu perkembangan cuaca sebelum menentukan kelanjutan penerbangan yang terdampak.

Dua penerbangan dibatalkan, delapan lainnya tertunda

Gangguan kabut asap berdampak pada penerbangan kedatangan maupun keberangkatan di Bandara Sultan Thaha.

Dua penerbangan Batik Air tercatat batal, yakni ID 6804 dari Jakarta dan ID 6805 tujuan Jakarta.

Sementara itu, empat penerbangan kedatangan mengalami penundaan, terdiri atas tiga penerbangan Citilink dan satu penerbangan Super Air Jet.

Berikut daftar penerbangan yang terdampak:

Penerbangan kedatangan (arrival)

  • Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Citilink QG 964 dari Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Citilink QG 966 dari Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Super Air Jet IU 840 dari Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.

Penerbangan keberangkatan (departure)

  • Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Citilink QG 967 tujuan Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Citilink QG 965 tujuan Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.
  • Super Air Jet IU 841 tujuan Jakarta (CGK): ditunda akibat kabut asap.

Seluruh penerbangan yang mengalami penundaan masih menunggu perkembangan kondisi cuaca.

Penumpang perlu memperhatikan bahwa status penerbangan dapat berubah mengikuti hasil pemantauan dan keputusan operasional maskapai.

Bandara koordinasikan penanganan penumpang

Manajemen Bandara Sultan Thaha menyatakan tim operasional telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan.

Petugas juga memperbarui informasi jadwal kedatangan dan keberangkatan secara berkala agar pengguna jasa memperoleh informasi terbaru mengenai penerbangan mereka.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha mengimbau penumpang memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara atau melanjutkan perjalanan.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172.

Manajemen bandara juga berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dapat segera berjalan efektif sehingga gangguan kabut asap berkurang dan operasional penerbangan kembali berlangsung dengan lebih lancar.

Di tengah kondisi tersebut, kepastian jadwal menjadi hal penting bagi penumpang.

Masyarakat disarankan tidak hanya mengacu pada jadwal awal, tetapi juga memastikan status terbaru penerbangan melalui kanal resmi maskapai.(*)




Jarak Pandang Sempat Turun Jadi 800 Meter, Dua Penerbangan Batik Air di Jambi Tertunda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat 9 Oktober 2026.

Jarak pandang yang berubah-ubah sejak pagi hingga menjelang siang berdampak pada jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menyampaikan bahwa pada Jumat pagi baru terdapat satu penerbangan keberangkatan, yakni Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) yang dijadwalkan berangkat pukul 06.05 WIB.

Penerbangan tersebut menggunakan pesawat ex-RON (Remain Over Night), yaitu pesawat yang menginap di bandara sejak malam sebelumnya.

Sementara itu, dua penerbangan lainnya mengalami penundaan akibat kabut asap.

Penerbangan Batik Air ID 6804 dari Jakarta berstatus delayed due to haze atau tertunda karena kabut asap. Penundaan juga terjadi pada penerbangan Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta.

“Semua penerbangan dengan status masih menunggu perkembangan cuaca di Jambi,” demikian informasi yang disampaikan Ikhsan Pulungan.

Jarak Pandang Sempat Turun Menjadi 800 Meter

Berdasarkan pemantauan Bandara Sultan Thaha Jambi, jarak pandang mengalami perubahan sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.500 meter. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 1.200 meter pada pukul 06.30 WIB dan kembali turun menjadi 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.

Jarak pandang sempat membaik menjadi 1.400 meter pada pukul 08.00 WIB, tetapi kembali berfluktuasi sepanjang pagi.

Kondisi terendah dalam rangkaian pemantauan tersebut tercatat pada pukul 10.00 WIB, ketika jarak pandang turun menjadi 800 meter.

Pada pukul 10.30 WIB, jarak pandang meningkat menjadi 1.000 meter dan kembali membaik menjadi 1.200 meter pada pukul 11.00 WIB.

Berikut catatan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi:

  • 06.00 WIB: 1.500 meter
  • 06.30 WIB: 1.200 meter
  • 07.00 WIB: 1.000 meter
  • 07.30 WIB: 1.200 meter
  • 08.00 WIB: 1.400 meter
  • 08.30 WIB: 1.100 meter
  • 09.00 WIB: 1.000 meter
  • 09.30 WIB: 1.300 meter
  • 10.00 WIB: 800 meter
  • 10.30 WIB: 1.000 meter
  • 11.00 WIB: 1.200 meter

Bandara Koordinasi dengan Maskapai

Ikhsan menjelaskan, tim operasional Bandara Sultan Thaha telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak penundaan penerbangan, termasuk memastikan pelayanan bagi penumpang yang terdampak.

Pihak bandara juga terus memperbarui informasi mengenai jadwal kedatangan dan keberangkatan yang mengalami gangguan akibat kabut asap.

Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau calon penumpang untuk memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Untuk memperoleh informasi kebandarudaraan, masyarakat juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172.

Pihak bandara berharap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi segera teratasi sehingga kondisi udara membaik dan aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan normal.(*)




Asap Tebal Selimuti Bandara Sultan Thaha, Penerbangan Jakarta-Jambi Kena Dampak! Terpaksa Ditunda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Rabu 7 Oktober 2026.

Jarak pandang terus menurun sejak pagi dan mencapai 800 meter pada pukul 12.00 WIB.

Penurunan jarak pandang tersebut berdampak langsung terhadap sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta.

Hingga tengah hari, sedikitnya 10 penerbangan tercatat mengalami penundaan atau perubahan jadwal akibat kondisi asap.

Data operasional Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter pada pukul 06.00 WIB.

Kondisi kemudian memburuk menjadi 1.200 meter pada pukul 07.00 WIB.

Angka tersebut bertahan hingga pukul 09.00 WIB. Namun, jarak pandang kembali turun menjadi 1.000 meter pada pukul 10.00 WIB dan 11.00 WIB.

Memasuki pukul 12.00 WIB, jarak pandang hanya mencapai 800 meter.

Kondisi cuaca di Bandara Sultan Thaha didominasi fenomena asap atau smoke. Langit yang tertutup kabut juga membuat vertical visibility berada di sekitar 500 kaki.

Penerbangan dari Jakarta Terdampak

Gangguan terjadi pada sejumlah penerbangan kedatangan dari Jakarta.

Batik Air ID 6804 tujuan Jambi masih menunggu perbaikan jarak pandang. Penerbangan tersebut berstatus ditunda karena asap atau Delayed due to Haze.

Citilink QG 966 dari Jakarta juga mengalami penundaan dengan alasan yang sama.

Sementara itu, Citilink QG 960 mengalami perubahan waktu kedatangan atau retime menjadi pukul 13.10 WIB dan tetap berstatus ditunda karena asap.

Dua informasi penerbangan Garuda Indonesia GA 126 juga tercatat mengalami perubahan jadwal, masing-masing menjadi pukul 19.20 WIB dan 19.45 WIB.

Penerbangan dari Jambi Ikut Terganggu

Dampak kabut asap juga terasa pada penerbangan keberangkatan dari Bandara Sultan Thaha menuju Jakarta.

Batik Air ID 6805 dan Citilink QG 966 berstatus ditunda karena asap.

Citilink QG 961 mengalami perubahan jadwal keberangkatan menjadi pukul 13.40 WIB dan tercatat berstatus ditunda karena asap.

Sementara itu, Garuda Indonesia GA 127 mengalami perubahan jadwal menjadi pukul 20.05 WIB. Garuda Indonesia GA 129 dijadwalkan berangkat pada pukul 20.30 WIB.

Di tengah kondisi tersebut, Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta masih dapat berangkat pada pukul 06.05 WIB. Saat penerbangan itu berangkat, jarak pandang berada di angka 1.500 meter.

Pesawat yang digunakan Batik Air ID 6807 merupakan pesawat Remain Over Night (RON), atau pesawat yang sebelumnya bermalam di Bandara Sultan Thaha.

Kondisi Diperkirakan Belum Banyak Berubah

Pihak Bandara Sultan Thaha menyebut fenomena asap masih menjadi kondisi cuaca dominan. Tidak ada perubahan cuaca signifikan yang diperkirakan dalam dua jam berikutnya.

Kondisi tersebut membuat perkembangan jarak pandang menjadi faktor penting bagi penerbangan selanjutnya.

Perubahan jadwal masih dapat terjadi apabila kondisi tidak memungkinkan bagi operasional penerbangan.

Tim operasional Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan.

Pihak bandara juga memperbarui informasi jadwal kedatangan dan keberangkatan secara berkala mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.

Calon penumpang diminta mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports melalui nomor 172.

Gangguan penerbangan tersebut menjadi salah satu dampak kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Pihak Bandara Sultan Thaha berharap kondisi tersebut segera teratasi sehingga aktivitas penerbangan dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.(*)




Jangan Salah Waktu Menjemput, Ini 7 Jadwal Pesawat Tiba di Jambi Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi warga yang hendak menjemput keluarga, kerabat, atau kolega, jadwal kedatangan pesawat Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini, Selasa 6 Oktober 2026, patut dicatat.

Sebanyak tujuh penerbangan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi sepanjang hari.

Mayoritas pesawat datang dari Jakarta, sementara dua penerbangan lainnya berasal dari Batam.

Jadwal kedatangan paling pagi tercatat pukul 10.20 WIB. Batik Air melalui penerbangan ID 6804 dijadwalkan tiba dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Hanya berselang lima menit, pesawat Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta juga dijadwalkan mendarat pada pukul 10.25 WIB.

Kondisi serupa terjadi pada siang hari. Dua penerbangan Super Air Jet dari Batam memiliki jadwal kedatangan yang berdekatan, yakni pukul 12.45 WIB dan 13.00 WIB.

Jadwal Lengkap Pesawat Tiba di Jambi

Berikut jadwal kedatangan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Selasa, 6 Oktober 2026:

Waktu Maskapai Nomor Penerbangan Asal
10.20 WIB Batik Air ID 6804 Jakarta (CGK)
10.25 WIB Garuda Indonesia GA 126 Jakarta (CGK)
12.45 WIB Super Air Jet IU 973 Batam (BTH)
13.00 WIB Super Air Jet IU 2973 Batam (BTH)
13.40 WIB Garuda Indonesia GA 128 Jakarta (CGK)
15.15 WIB Citilink QG 966 Jakarta (CGK)
18.40 WIB Batik Air ID 6806 Jakarta (CGK)

Dari tujuh penerbangan tersebut, lima berasal dari Jakarta dan dua lainnya datang dari Batam.

Bagi penjemput, dua kelompok jadwal perlu mendapat perhatian lebih karena waktu kedatangannya berdekatan.

Pada pagi hari, Batik Air ID 6804 dijadwalkan tiba pukul 10.20 WIB, kemudian Garuda Indonesia GA 126 pada pukul 10.25 WIB.

Sementara itu, Super Air Jet IU 973 dijadwalkan mendarat pukul 12.45 WIB, disusul IU 2973 pada pukul 13.00 WIB.

Penjemput Jangan Hanya Mengandalkan Jadwal

Penjemput sebaiknya tidak hanya berpatokan pada waktu yang tercantum dalam jadwal.

Status penerbangan dapat berubah karena berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, persoalan teknis pesawat, maupun lalu lintas udara.

Karena itu, sebelum berangkat menuju Bandara Sultan Thaha, penjemput perlu mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau informasi resmi Bandara Sultan Thaha Jambi.

Penjemput juga disarankan tiba sekitar 30–60 menit sebelum estimasi kedatangan.

Waktu tersebut memberi ruang untuk mengantisipasi perubahan waktu mendarat sekaligus menunggu penumpang keluar dari terminal.

Perhatikan Dua Waktu Kedatangan yang Berdekatan

Jika hendak menjemput penumpang pada pagi hari, rentang pukul 10.20–10.25 WIB menjadi salah satu waktu yang perlu diperhatikan.

Dua pesawat dari Jakarta dijadwalkan tiba hanya berselang lima menit.

Hal serupa terjadi pada rentang 12.45–13.00 WIB, ketika dua penerbangan Super Air Jet dari Batam dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha.

Penjemput juga perlu memastikan titik pertemuan dengan penumpang agar tidak terjadi kebingungan setelah penumpang keluar dari terminal kedatangan.

Jadwal Terakhir Tiba Pukul 18.40 WIB

Penerbangan terakhir dalam daftar kedatangan hari ini adalah Batik Air ID 6806 dari Jakarta.

Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 18.40 WIB.

Dengan tujuh penerbangan yang dijadwalkan masuk dari Jakarta dan Batam, penjemput memiliki cukup pilihan waktu untuk menyesuaikan kedatangan mereka.

Namun, jadwal kedatangan pesawat Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini tetap perlu dicek ulang sebelum berangkat, terutama jika waktu penjemputan berdekatan dengan jadwal penerbangan lain.

Informasi kode bandara yang digunakan dalam jadwal tersebut yakni DJB untuk Bandara Sultan Thaha Jambi, CGK untuk Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, dan BTH untuk Bandara Hang Nadim Batam.(*)




Jangan Sampai Ketinggalan Pesawat, Ini Jadwal Keberangkatan Sultan Thaha Jambi Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak delapan penerbangan dijadwalkan berangkat dari Bandara Sultan Thaha Jambi pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Rute Jakarta mendominasi jadwal keberangkatan, disusul penerbangan menuju Medan dan Batam.

Bagi calon penumpang, informasi jadwal penerbangan Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini menjadi penting untuk mengatur waktu menuju bandara.

Penumpang juga perlu memastikan kembali status penerbangan sebelum berangkat karena jadwal dapat berubah.

Penerbangan pertama dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB. Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 akan melayani rute Jambi menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta (CGK).

Setelah itu, Batik Air kembali melayani penerbangan menuju Medan pada pukul 07.55 WIB melalui penerbangan ID 6879 dengan tujuan Bandara Kualanamu (KNO).

Delapan Penerbangan Berangkat dari Jambi

Berikut jadwal keberangkatan pesawat dari Bandara Sultan Thaha Jambi pada Selasa, 6 Oktober 2026:

Waktu Maskapai Nomor Penerbangan Tujuan
06.00 WIB Batik Air ID 6807 Jakarta (CGK)
07.55 WIB Batik Air ID 6879 Medan (KNO)
09.00 WIB Super Air Jet IU 974 Batam (BTH)
11.00 WIB Batik Air ID 6805 Jakarta (CGK)
11.10 WIB Garuda Indonesia GA 127 Jakarta (CGK)
14.55 WIB Garuda Indonesia GA 129 Jakarta (CGK)
15.45 WIB Citilink QG 967 Jakarta (CGK)
16.00 WIB Super Air Jet IU 841 Jakarta (CGK)

Dari delapan penerbangan tersebut, lima penerbangan melayani rute Jambi-Jakarta.

Maskapai yang melayani rute tersebut yakni Batik Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Super Air Jet.

Sementara itu, masing-masing satu penerbangan tersedia untuk tujuan Medan dan Batam.

Jadwal Padat pada Menjelang Siang

Calon penumpang juga perlu mencermati jadwal keberangkatan yang berdekatan.

Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6805 dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada pukul 11.00 WIB.

Sepuluh menit kemudian, Garuda Indonesia melalui penerbangan GA 127 juga dijadwalkan terbang menuju Jakarta.

Kondisi tersebut membuat penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan pada rentang waktu tersebut perlu mengatur waktu kedatangan dengan baik.

Penumpang disarankan tiba di bandara setidaknya dua jam sebelum keberangkatan untuk penerbangan domestik.

Waktu tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan proses check-in, pemeriksaan keamanan, dan persiapan menuju ruang tunggu.

Jadwal Penerbangan Bisa Berubah

Jadwal yang tercantum merupakan jadwal keberangkatan pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Namun, calon penumpang tetap perlu mengecek status penerbangan sebelum menuju Bandara Sultan Thaha.

Perubahan dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, persoalan teknis pesawat, maupun situasi lalu lintas udara.

Karena itu, penumpang sebaiknya melakukan pengecekan melalui aplikasi atau situs resmi maskapai yang digunakan.

Informasi juga dapat dipantau melalui kanal resmi Bandara Sultan Thaha Jambi, termasuk Instagram @sultanthahaairport dan Facebook Bandara Sultan Thaha Jambi.

Jangan Lupa Siapkan Dokumen

Selain memastikan jadwal, calon penumpang perlu menyiapkan dokumen perjalanan sebelum menuju bandara.

KTP atau identitas lain serta boarding pass bagi penumpang yang sudah melakukan check-in online sebaiknya sudah tersedia agar proses pemeriksaan berjalan lebih cepat.

Dengan delapan penerbangan yang tersedia hari ini, penumpang dari Jambi memiliki pilihan perjalanan menuju Jakarta, Medan, maupun Batam.

Namun, jadwal penerbangan Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini tetap perlu dikonfirmasi kembali sebelum keberangkatan agar penumpang tidak mengandalkan jadwal yang berpotensi mengalami perubahan.(*)