Kabut Asap Tebal Selimuti Jambi, Sejumlah Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Delay

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap tebal kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Selasa 15 September 2026.

Kondisi jarak pandang atau visibility pada pagi hari tercatat masih berada di bawah 1.000 meter.

Rendahnya jarak pandang tersebut berdampak langsung terhadap jadwal sejumlah penerbangan. Salah satunya penerbangan Citilink QG 960 rute Jakarta (CGK)-Jambi yang hingga pagi hari masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta.

General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan pesawat Citilink tersebut belum diberangkatkan dari Jakarta karena kondisi visibility di Jambi belum memungkinkan.

“QG 960 dari CGK ke Jambi belum terbang dari Jakarta karena visibility pagi ini masih di bawah 1.000,” kata Ardon saat dikonfirmasi, Selasa 15 September 2026.

Pesawat masih menunggu perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di Jambi sebelum diterbangkan menuju Bandara Sultan Thaha.

“Masih menunggu di CGK, belum terbang menunggu kondisi Jambi membaik,” ujarnya.

Gangguan akibat kabut asap tidak hanya berdampak pada penerbangan Citilink. Penerbangan Indonesia Air dengan nomor ID 6870 juga mengalami keterlambatan pada Selasa pagi.

Pesawat yang semula dijadwalkan berangkat sekitar pukul 06.00 WIB harus mengalami penyesuaian jadwal selama satu jam.

“ID 6870 penerbangan pagi tadi delay satu jam. Seharusnya terbang jam 06.00, digeser ke jam 07.00,” jelas Ardon.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha masih sangat bergantung pada perkembangan jarak pandang akibat kabut asap.

Pihak Bandara Sultan Thaha terus memantau perubahan visibility sebelum memberikan kepastian terhadap penerbangan yang terdampak.

Kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam operasional penerbangan, sehingga penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.

Hingga Selasa pagi, operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha masih menyesuaikan kondisi kabut asap.

Sementara itu, Citilink QG 960 masih berada di Bandara Soekarno-Hatta dan menunggu kondisi visibility di Jambi membaik sebelum diberangkatkan.

Bagi calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan melalui Bandara Sultan Thaha Jambi, perubahan jadwal masih mungkin terjadi seiring perkembangan kondisi jarak pandang di wilayah tersebut.(*)




Sempat Terganggu Kabut Asap, Penerbangan Bandara Sultan Thaha Kembali Normal Pukul 12.00 WIB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali normal pada Senin 14 Septembre 2026 siang setelah sebelumnya sempat terganggu akibat kabut asap.

Kondisi operasional penerbangan berangsur pulih sekitar pukul 12.00 WIB, seiring membaiknya jarak pandang atau visibility di kawasan bandara yang mencapai 3.000 meter.

Sebelumnya, kondisi jarak pandang sempat turun cukup signifikan. Pada sekitar pukul 08.00 WIB, visibility di Bandara Sultan Thaha tercatat hanya 1.100 meter akibat kabut asap.

Situasi tersebut berdampak terhadap sejumlah penerbangan.

Sedikitnya lima penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Thaha mengalami penundaan demi memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap terpenuhi.

Lima penerbangan yang terdampak pada pagi hari tersebut yakni:

  1. Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK).
  2. Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (CGK).
  3. Susi Air SI 7218 tujuan SIQ.
  4. Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta (CGK).
  5. Super Air Jet IU 843 tujuan Jakarta (CGK).

Penundaan dilakukan karena kondisi jarak pandang yang terbatas dapat memengaruhi aspek keselamatan operasional penerbangan.

Perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang kemudian menunjukkan perbaikan.

Hingga pukul 12.00 WIB, visibility meningkat menjadi 3.000 meter dan operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha kembali normal.

Meski penerbangan telah kembali berjalan normal, penumpang yang akan bepergian melalui Bandara Sultan Thaha tetap diminta memperhatikan perkembangan jadwal penerbangan.

Tim operasional bandara juga terus berkoordinasi dengan maskapai serta instansi terkait untuk memastikan penumpang yang sebelumnya terdampak penundaan mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan mereka.

Calon penumpang juga disarankan melakukan pengecekan langsung kepada maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Langkah ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal apabila kondisi jarak pandang kembali mengalami penurunan.

Kondisi kabut asap yang sempat mengganggu penerbangan menjadi perhatian karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.

Manajemen Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara untuk menjaga pelayanan kepada pengguna jasa sekaligus memantau perkembangan kondisi kabut asap di Jambi.(*)