UIN STS Jambi Gelar ICoIEB 2026, Bahas Masa Depan Industri Halal Global

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perkembangan industri halal global menjadi perhatian dalam The 2nd International Conference on Islamic Economics and Business (ICoIEB) 2026 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., secara resmi membuka konferensi internasional tersebut pada Kamis 1 Oktober 2026 di Aston Hotel Jambi.

ICoIEB 2026 mengangkat tema “Advancing the Global Halal Industry: Innovation, Sustainability and Inclusive Islamic Economic Development”.

Tema tersebut membawa pembahasan konferensi pada tiga isu utama, yakni inovasi, keberlanjutan, dan pembangunan ekonomi Islam yang inklusif dalam mendorong perkembangan industri halal di tingkat global.

UIN STS Jambi Ingin Konferensi Berdampak

Kasful Anwar mengatakan forum internasional tidak semestinya berhenti pada pertukaran gagasan akademik.

Ia berharap hasil pembahasan dalam ICoIEB 2026 dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Atas nama Rektor UIN STS Jambi, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya ICoIEB 2026. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan yang berdampak, sesuai arahan Kementerian Agama bahwa setiap kegiatan yang kita laksanakan harus memberikan dampak terhadap masyarakat,” ujar Kasful Anwar.

Menurutnya, konferensi internasional juga membuka ruang bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan sekaligus membangun jejaring kerja sama.

Ia berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sehingga berbagai gagasan yang muncul selama konferensi dapat berkembang menjadi kontribusi yang lebih luas.

Dari Seminar Daring ke Pertemuan Akademik Tatap Muka

Kasful Anwar menyebut UIN STS Jambi sebelumnya telah banyak menggelar seminar internasional dengan melibatkan peserta dari berbagai negara.

Namun, sebagian kegiatan tersebut berlangsung secara daring.

“UIN STS Jambi sebelumnya sudah sangat banyak menyelenggarakan seminar internasional, namun kegiatannya diadakan secara online dengan berbagai negara,” katanya.

ICoIEB 2026 menghadirkan format pertemuan akademik secara langsung.

Kondisi tersebut membuka ruang interaksi yang lebih luas antara akademisi, peneliti, dan praktisi yang memiliki perhatian terhadap ekonomi Islam serta perkembangan industri halal.

Forum ini juga menjadi tempat bagi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian, membahas tantangan dan peluang, serta menjajaki kerja sama akademik dan kelembagaan.

Industri Halal Jadi Ruang Kolaborasi

Melalui tema yang diangkat, ICoIEB 2026 tidak hanya membicarakan perkembangan ekonomi dan bisnis Islam dari sisi akademik.

Konferensi tersebut juga menempatkan industri halal sebagai isu strategis yang membutuhkan inovasi dan pendekatan berkelanjutan.

Pembahasan mengenai pembangunan ekonomi Islam yang inklusif juga membuka ruang untuk melihat bagaimana perkembangan industri halal dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi UIN STS Jambi, forum seperti ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Kasful Anwar berharap ICoIEB 2026 dapat menghasilkan gagasan yang relevan bagi pengembangan ekonomi dan bisnis Islam serta memperkuat kerja sama UIN STS Jambi dengan mitra akademik di tingkat nasional maupun internasional.

FEBI UIN STS Jambi Apresiasi Peserta

Dekan FEBI UIN STS Jambi, Dr. Rafidah, menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan, narasumber, akademisi, peneliti, dan peserta yang mengikuti konferensi tersebut.

“Terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan ICoIEB 2026. Kehadiran dan partisipasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan konferensi internasional ini,” ujar Rafidah.

Menurut FEBI UIN STS Jambi, penyelenggaraan ICoIEB 2026 menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk menghadirkan ruang akademik yang produktif dan mendorong pertukaran gagasan.

Forum tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat inovasi dan penelitian di bidang ekonomi serta bisnis Islam.

Perkuat Posisi UIN STS di Forum Internasional

ICoIEB 2026 juga menjadi salah satu upaya UIN STS Jambi memperluas keterhubungan akademiknya dengan komunitas internasional.

Melalui pertemuan yang mempertemukan berbagai latar belakang akademik dan praktisi, konferensi ini diharapkan membuka peluang kolaborasi baru dalam riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kelembagaan.

Dengan mengangkat isu industri halal global, inovasi, keberlanjutan, dan ekonomi Islam inklusif, ICoIEB 2026 menempatkan Jambi sebagai ruang pertemuan gagasan untuk membahas perkembangan ekonomi halal yang terus bergerak di tingkat global.(*)




Bukan Sekadar Cari Kerja, Nadiyah Tantang Mahasiswa IAIMA Jadi Pencipta Lapangan Kerja

JAMBI — Perguruan tinggi menghadapi tantangan baru di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).

Akses terhadap pengetahuan semakin mudah, tetapi kemampuan mengubah ilmu menjadi solusi nyata menjadi tuntutan yang semakin penting.

Pesan itu disampaikan Ketua, kegiatan tersebut bukan sekadar pameran produk atau agenda tahunan kampus.

Expo menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan mereka di luar ruang TP PKK Kota Jambi sekaligus Rektor Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., saat membuka Expo IAIMA 2026 di Maulidia Convention Center (MCC), Rabu 16 September 2026.

Mengusung tema “Kerja, Kolaborasi, Wirausaha, dan Agen Perubahan”, Expo IAIMA 2026 mempertemukan mahasiswa dan dosen dengan pelaku UMKM, dunia usaha, instansi pemerintah, serta masyarakat.

Bagi Nadiyah, kegiatan tersebut bukan sekadar pameran produk atau agenda tahunan kampus.

Expo menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan mereka di luar ruang perkuliahan sekaligus melihat bagaimana pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi karya.

“Ilmu dan informasi dalam hitungan detik bisa kita akses. Karena itu, tantangannya sekarang adalah bagaimana ilmu yang kita miliki dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Nadiyah.

Perkembangan teknologi membuat akses terhadap informasi bukan lagi menjadi persoalan utama.

Tantangan berikutnya adalah kemampuan mengolah pengetahuan menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.

Karena itu, Nadiyah mendorong mahasiswa IAIMA Jambi untuk berani menghasilkan karya, meski dimulai dari hal sederhana.

Menurut karya yang dihasilkan mahasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat berkembang menjadi sesuatu yang memberi dampak dan bahkan membantunya, keberanian untuk memulai merupakan bagian penting dari proses pembentukan mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan.

“Bagaimana mahasiswa bisa menerjemahkan ilmu yang sudah didapatkan di ruang-ruang kuliah menjadi karya-karya yang bisa dihadirkan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, karya yang dihasilkan mahasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat berkembang menjadi sesuatu yang memberi dampak dan bahkan membantu menjawab persoalan di masyarakat.

Dorongan kewirausahaan menjadi salah satu fokus yang ditekankan Nadiyah dalam Expo IAIMA 2026.

Ia ingin lulusan IAIMA memiliki orientasi yang lebih luas. Tidak hanya mempersiapkan diri sebagai job seeker, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi job creator dan innovation creator.

“Kalau sekarang menghasilkan lulusan yang kemudian hanya menjadi pencari kerja atau job seeker, itu sudah biasa. Tetapi bagaimana kita bisa menghasilkan lulusan yang menjadi job creator, pencipta lapangan kerja, dan menjadi innovation creator, pencipta inovasi, menjawab permasalahan, problem solver,” tegasnya.

Menurut Nadiyah, orientasi tersebut sejalan dengan visi IAIMA Jambi yang mengedepankan aspek entrepreneurship dalam pengembangan perguruan tinggi.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki pasar kerja, tetapi juga memiliki peluang untuk menciptakan kegiatan ekonomi, mengembangkan inovasi, serta merancang solusi terhadap persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar.

Konsep Expo IAIMA 2026 juga mempertemukan lingkungan akademik dengan dunia usaha.

Puluhan pelaku UMKM ikut menampilkan berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman hingga kerajinan tangan.

Sejumlah perwakilan kecamatan di lingkungan Pemkot Jambi turut terlibat.

Kegiatan juga diramaikan lomba hadrah yang diikuti peserta dari sejumlah pondok pesantren di Kota Jambi.

Bagi IAIMA, keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi yang tidak hanya berpusat di lingkungan kampus.

Nadiyah mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jambi, sponsor, pelaku usaha, UMKM, serta panitia yang ikut menyukseskan kegiatan.

“Ini merupakan bukti bahwa kita interaksi tersebut dapat menjadi ruang belajar baru bagi mahasiswa sekaligus mendorong dosen dan sivitas akademika untuk terus mengembangkan cepat berpuas diri. Kritik dan masukan, menurutnya, harus ditempatkan sebagai bagian dari proses memper terus berkolaborasi, bagaimana pendidikan tinggi bisa bekerja sama dengan dunia usaha yang kemudian menghasilkan karya-karya nyata,” ujarnya.

Ia berharap interaksi tersebut dapat menjadi ruang belajar baru bagi mahasiswa sekaligus mendorong dosen dan sivitas akademika untuk terus mengembangkan institusi.

Selain kewirausahaan dan inovasi, Nadiyah menekankan pentingnya budaya komunikasi dan keterbukaan di lingkungan perguruan tinggi.

Ia meminta sivitas akademika tidak cepat berpuas diri. Kritik dan masukan, menurutnya, harus ditempatkan sebagai bagian dari proses memperbaiki kualitas institusi.

“Melalui Expo ini kita harus siap untuk berkomunikasi, berkolaborasi, menerima kritik dan masukan, kemudian terus berkembang, sehingga kita bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi ke depannya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Expo IAIMA 2026, Maulidan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap Expo IAIMA 2026 dapat menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dalam bekerja, berkolaborasi, berwirausaha, sekaligus mengambil peran sebagai agen perubahan.

Dengan mempertemukan mahasiswa, akademisi, UMKM, pemerintah dan dunia usaha, Expo IAIMA 2026 mencoba membawa aktivitas kampus lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi IAIMA, ukuran keberhasilan pendidikan tidak hanya berada di ruang kelas. Tantangan berikutnya adalah bagaimana ilmu yang dipelajari mahasiswa dapat berubah menjadi karya, peluang ekonomi, inovasi, dan solusi yang bisa dirasakan di luar kampus.(*)




Bukan Sekadar Kenal Kampus, Mahasiswa Baru Universal Tourism College Digembleng di Markas Yonif 142

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Mahasiswa baru Universal Tourism College tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus saat mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Tahun Akademik 2026/2027.

Selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026, mereka menjalani rangkaian kegiatan di Markas Batalyon Infanteri 142/Ksatria Jaya, Jambi, dengan fokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan dan kemampuan bekerja dalam tim.

Pemilihan lingkungan markas batalyon memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa yang baru memulai pendidikan tinggi.

Mereka tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai kehidupan akademik, tetapi juga diperkenalkan pada nilai-nilai yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia profesional.

Kegiatan tersebut dirancang untuk melatih mahasiswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, mampu berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Markas Yonif 142/Ksatria Jaya dipilih sebagai lokasi OSPEK untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang berbeda.

Lingkungan militer menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal nilai ketegasan, loyalitas, tanggung jawab dan kerja sama.

Nilai tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan dunia pariwisata dan hospitality.

Industri tersebut tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga menuntut profesionalisme, komunikasi yang baik, kemampuan melayani serta kekompakan dalam bekerja.

Selama kegiatan, mahasiswa mengikuti berbagai pembekalan dan aktivitas yang diarahkan untuk membangun kekompakan sekaligus kemampuan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan sekaligus membentuk pola pikir yang lebih siap menghadapi dunia kerja.

Rangkaian OSPEK ditutup pada Minggu 30 Agustus 2026) oleh Pasi Intel Yonif 142/KJ Letda Inf Arif.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa baru mendapat pesan agar tidak mudah terjebak pada hal-hal yang dapat menghambat pencapaian tujuan mereka.

“Hindari kesenangan yang menghalangimu meraih kesuksesanmu,” menjadi pesan penutup yang disampaikan kepada para peserta.

Pesan tersebut menjadi penekanan terakhir setelah mahasiswa menjalani tiga hari kegiatan yang menitikberatkan pada disiplin, kebersamaan dan pembentukan karakter.

Bagi mahasiswa baru, OSPEK diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial pada awal masa perkuliahan.

Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi modal dalam menjalani proses pendidikan di Universal Tourism College.

Terlebih, mahasiswa bidang pariwisata dan hospitality nantinya akan berhadapan langsung dengan industri yang menuntut sikap profesional, kemampuan bekerja sama, komunikasi dan kesiapan menghadapi berbagai karakter orang.

Dengan bekal tersebut, perjalanan mahasiswa baru memasuki dunia pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi dunia profesional.(*)




UNJA Dorong Bahan Ajar Berkelas Dunia, Dosen Didorong Manfaatkan Sumber Open Source

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Universitas Jambi (UNJA) mendorong dosen mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan mampu bersaing dalam konteks pendidikan global.

Upaya tersebut dilakukan melalui Technical Assistance bertema “Pemanfaatan Data Pembelajaran Open Source Kelas Dunia Dalam Pengembangan Bahan Ajar Digital di Lingkungan UNJA Tahun 2026” yang digelar Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) UNJA di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dosen dalam memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka (open source) dalam penyusunan bahan ajar digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., mengatakan istilah “bahan ajar berkelas dunia” tidak semata-mata berarti menggunakan bahasa Inggris atau mencantumkan referensi dari akademisi luar negeri.

Menurutnya, kualitas bahan ajar harus diukur dari kekuatan standar akademik, relevansi terhadap perkembangan keilmuan serta kemampuannya menjawab kebutuhan pendidikan di tengah perubahan global.

“Bahan ajar berkelas dunia bukan hanya tentang penggunaan bahasa Inggris atau mengutip penulis-penulis dari luar negeri. Yang kita harapkan adalah bahan ajar yang memiliki standar akademik internasional dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era globalisasi,” ujar Hafrida.

Penguatan kualitas bahan ajar juga dipandang memiliki kaitan dengan upaya UNJA meningkatkan mutu institusi.

Hafrida mengatakan pengembangan bahan ajar dengan standar internasional dapat menjadi salah satu elemen pendukung proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Lebih jauh, kualitas bahan ajar diharapkan tidak berhenti pada dokumen akademik, tetapi memberi pengaruh terhadap proses pembelajaran dan kompetensi mahasiswa.

“Pengembangan bahan ajar dengan standar internasional diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas akademik Universitas Jambi, tetapi juga meningkatkan daya saing lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di tingkat global,” katanya.

Ketua LPMPP UNJA, Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.Hum., mengatakan Technical Assistance tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengembangan perangkat pembelajaran yang telah dimulai sebelumnya.

Pada 12 Agustus 2026, LPMPP telah menggelar kegiatan terkait penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Tahap berikutnya diarahkan pada pengembangan bahan ajar.

“Pada 12 Agustus lalu, LPMPP telah melaksanakan pertemuan dalam rangka penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hari ini, kegiatan tersebut kita lanjutkan dengan pengembangan bahan ajar,” ujar Retno.

Menurutnya, penggunaan sumber pembelajaran terbuka yang berkualitas dapat membantu dosen memperkaya bahan ajar dengan referensi dan materi yang lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

LPMPP, kata Retno, memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan di lingkungan universitas.

“Kami ingin memastikan bahan ajar yang dikembangkan terus diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan akademik, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” tambahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ella Masita, S.Pd., M.Pd., M.Sc., mengatakan pengembangan bahan ajar merupakan salah satu agenda tahunan LPMPP UNJA.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam mengembangkan materi pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas proses belajar-mengajar.

“Selama dua hari ini, kami akan bersama-sama mengembangkan bahan ajar yang dipandu oleh narasumber. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan bahan ajar yang dapat langsung dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran,” jelas Ella.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber.

Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan bahan ajar berkelas dunia, termasuk bagaimana memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka untuk menghasilkan materi yang memenuhi aspek akademik sekaligus memiliki relevansi internasional.

Tak hanya berupa pemaparan materi, peserta juga diarahkan untuk mengembangkan bahan ajar selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan pemilihan bahan ajar terbaik dalam empat kategori pada akhir rangkaian kegiatan.

“Besok, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, akan dilakukan pemilihan empat kategori bahan ajar terbaik. Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas bahan ajar yang dikembangkan,” kata Ella.

Kegiatan tersebut diikuti dosen-dosen di lingkungan UNJA bersama jajaran LPMPP.

Bagi UNJA, Technical Assistance ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peningkatan mutu yang berlangsung secara berkelanjutan.

Pengembangan bahan ajar digital berbasis sumber terbuka diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membuat proses pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan masa kini.(*)




Perumda Tirta Mayang Gandeng Kampus, Perkuat Riset Terapan untuk Tingkatkan Layanan Air Minum

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi memperkuat kemitraan dengan dunia pendidikan melalui kerja sama strategis bersama Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (Stiteknas) Jambi.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA), Selasa 14 Juli 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah bersama untuk mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan dokumen dilakukan oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang, Arianto, bersama Ketua Stiteknas Jambi, Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc., Ph.D.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan dunia industri sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Menurutnya, mahasiswa nantinya tidak hanya memperoleh teori di ruang kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui kegiatan magang, praktik lapangan, serta berbagai program pengembangan kompetensi di lingkungan Perumda Tirta Mayang.

“Kolaborasi ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung melalui kegiatan magang, pembelajaran di lapangan, serta pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Arianto.

Ia berharap keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas perusahaan dapat meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperluas wawasan sebelum memasuki dunia kerja.

Dorong Riset Terapan dan Inovasi

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Mayang, Eri Suganda, menilai Stiteknas Jambi memiliki keunggulan dalam mencetak lulusan bidang teknik yang siap menghadapi tantangan industri.

Ia menyebut kurikulum yang diterapkan kampus tersebut, termasuk pendekatan Project Based Learning, dinilai mampu membekali mahasiswa dengan pengalaman menyelesaikan persoalan nyata di dunia kerja.

“Program studi yang dimiliki Stiteknas sangat relevan dengan kebutuhan kami. Apalagi kampus ini menerapkan pendekatan Project Based Learning, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman menyelesaikan persoalan nyata yang dibutuhkan dunia industri,” katanya.

Melalui kerja sama ini, kedua institusi juga berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari praktik kerja lapangan, penelitian terapan, pengembangan inovasi, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa dan civitas akademika, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas layanan Perumda Air Minum Tirta Mayang kepada masyarakat Kota Jambi melalui pemanfaatan hasil riset dan inovasi.(*)