Kejar SDM Unggul, Prabowo Rancang 10 Kampus Internasional di Indonesia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Bogor, untuk membahas rencana pembangunan 10 kampus baru berkelas dunia di Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor teknologi dan digital.

Rapat tersebut melibatkan para menteri yang membidangi pendidikan, sains, dan teknologi.

Pemerintah berencana mengembangkan kampus-kampus baru itu melalui kerja sama dengan universitas ternama dari luar negeri yang selama ini telah memiliki hubungan akademik dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal awal yang kuat karena kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi sudah berjalan cukup lama.

“Kita ingin mengajak kerja sama nanti. Mereka sudah banyak bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan banyak universitas lainnya. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singhasari, ada di Bandung, terutama di bidang yang kita butuhkan, seperti digital dan teknologi,” ujar Prabowo kepada wartawan usai rapat.

Menurut Prabowo, pengalaman kerja sama tersebut akan mempercepat proses pembangunan kampus baru tanpa harus memulai dari awal.

Pemerintah ingin memastikan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dapat setara dengan universitas-universitas terbaik dunia.

“Kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar. Kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” lanjutnya.

Rencana pembangunan 10 kampus ini akan difokuskan pada bidang-bidang strategis, antara lain teknologi digital, kecerdasan buatan, sains, teknik, serta kesehatan.

Pemerintah juga membuka peluang penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan penyusunan kurikulum bersama universitas mitra internasional guna menjaga standar akademik global.

Selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan, kampus-kampus tersebut juga dirancang menjadi pusat riset dan inovasi.

Pemerintah berharap keberadaan kampus ini dapat memperkuat ekosistem penelitian nasional serta mendorong kolaborasi antara akademisi dan industri.

Presiden Prabowo menilai peningkatan kualitas SDM merupakan kunci agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global, terutama di tengah percepatan perubahan teknologi dan ekonomi dunia.

Ia menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan tinggi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Pemerintah menargetkan tahap awal pembangunan serta pematangan kerja sama internasional dapat segera dilakukan.

Sehingga kampus-kampus berstandar dunia tersebut dapat mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.(*)




Presiden Prabowo Kumpulkan 1.200 Pimpinan Perguruan Tinggi Bahas Strategi Pendidikan Nasional

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 1.200 rektor, guru besar, dekan, dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia dalam pertemuan strategis di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Forum berskala besar ini menjadi salah satu pertemuan paling komprehensif antara kepala negara dan dunia akademik sejak awal pemerintahannya, dengan fokus pada arah kebijakan pendidikan tinggi, penguatan sumber daya manusia, serta tantangan geopolitik global.

Pertemuan yang bertajuk “Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026” berlangsung sejak pagi hingga siang hari.

Presiden Prabowo tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga membuka ruang dialog dengan para pemimpin kampus untuk menyerap masukan terkait kebijakan pendidikan, riset, dan inovasi.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari pola komunikasi Presiden dengan berbagai elemen bangsa, terutama kalangan akademik.

“Ini bagian dari agenda Bapak Presiden untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan beliau, update kondisi negara, serta rencana besar ke depan. Hari ini kebetulan fokusnya berdiskusi dengan rektor, guru besar, perguruan tinggi negeri dan swasta,” ujar Prasetyo Hadi melalui Tim Media Presiden.

Pemerintah menekankan pendidikan tinggi sebagai tulang punggung Indonesia Emas 2045, khususnya dalam meningkatkan daya saing, kemandirian teknologi, dan kualitas SDM.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi kampus, industri, dan pemerintah, agar riset tidak berhenti di jurnal ilmiah, tetapi benar-benar berdampak pada pembangunan nasional.

Beberapa isu strategis yang dibahas antara lain:

  • Peningkatan kualitas dan reputasi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global

  • Penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional

  • Kebutuhan tenaga profesional dan medis berkualitas

  • Upaya menjaga keterjangkauan biaya pendidikan tanpa mengorbankan mutu akademik

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menambahkan bahwa pemerintah juga ingin memberi ruang lebih besar bagi ilmu sosial dan humaniora, tidak hanya STEM. Menurutnya, kebijakan publik yang baik membutuhkan landasan akademik dari berbagai disiplin ilmu.

Forum ini juga menyinggung dinamika geopolitik global, terutama terkait persaingan teknologi, keamanan maritim, dan posisi Indonesia di kancah internasional.

Presiden Prabowo ingin perguruan tinggi berperan aktif dalam menghasilkan kajian strategis yang mendukung kebijakan luar negeri dan pertahanan nasional.

Sejumlah pengamat menilai forum ini mencerminkan gaya kepemimpinan Prabowo yang intensif merangkul dunia akademik, dan komunikasi langsung dengan pimpinan kampus penting untuk menyelaraskan visi pembangunan jangka panjang.

Meski tertutup untuk umum, hasil pertemuan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan SDM dalam beberapa tahun ke depan.

Pemerintah dan perguruan tinggi kini dihadapkan pada tantangan yang sama: memastikan Indonesia mampu bersaing di tengah disrupsi teknologi dan perubahan global yang semakin cepat.(*)




Ini 10 Kampus Terbaik Indonesia Menurut QS 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Indonesia (UI) kembali menempati posisi teratas sebagai universitas terbaik di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings 2026.

Pencapaian ini menegaskan konsistensi UI sebagai perguruan tinggi unggulan di tingkat nasional sekaligus berdaya saing di level global.

Selain UI, sejumlah universitas negeri dan swasta di Indonesia juga berhasil masuk dalam 10 besar nasional versi QS 2026, mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia di kancah internasional.

Berikut daftar 10 universitas terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2026:

1. Universitas Indonesia (UI)

UI menempati peringkat dunia sekitar 189. Kampus ini unggul dalam reputasi akademik, produktivitas riset, serta jejaring internasional.

2. Universitas Gadjah Mada (UGM)

UGM berada di peringkat dunia sekitar 224, dikenal kuat dalam riset multidisipliner, kualitas pengajaran, dan kontribusi akademik global.

3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

ITB menempati peringkat dunia sekitar 255, dengan keunggulan di bidang teknik, sains, dan inovasi teknologi.

4. Universitas Airlangga (Unair)

Unair berada di peringkat dunia sekitar 287, unggul di bidang kesehatan, biomedis, dan ilmu sosial.

5. IPB University

IPB menempati peringkat dunia sekitar 399, fokus pada pertanian, sumber daya alam, dan ilmu lingkungan.

6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

ITS Surabaya berada di peringkat dunia sekitar 509, dikenal sebagai kampus teknik dan teknologi terapan.

7. Universitas Padjadjaran (Unpad)

Unpad menempati peringkat dunia sekitar 515, unggul dalam ilmu sosial, kedokteran, dan manajemen.

8. Universitas Diponegoro (Undip)

Undip berada di peringkat dunia sekitar 624, dengan kekuatan di bidang teknik, hukum, dan ekonomi.

9. Universitas Brawijaya (UB)

UB berada di peringkat dunia sekitar 680, menjadi salah satu universitas terbesar dan terkemuka di Jawa Timur.

10. Binus University

Binus University menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) dalam 10 besar nasional, dengan peringkat dunia 851–900, unggul di bidang teknologi, bisnis, dan ilmu komputer.

QS World University Rankings menilai universitas berdasarkan sejumlah indikator utama, antara lain reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, sitasi penelitian, serta orientasi internasional.

Hasil pemeringkatan ini menunjukkan bahwa kualitas perguruan tinggi Indonesia, baik negeri maupun swasta, semakin mampu bersaing di tingkat global.

Selain QS, THE World University Rankings 2026 juga mencatat sejumlah kampus Indonesia, dengan UI kembali memimpin di tingkat nasional, disusul ITB, UGM, Unair, dan UMS.

Hal ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta pendidikan tinggi dunia.

Hasil pemeringkatan internasional ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi calon mahasiswa, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk terus meningkatkan mutu akademik, riset, dan inovasi di Indonesia.(*)




IPB Berjaya di Peringkat Dunia: Unggul dalam Riset Interdisipliner Versi THE 2026

BOGOR, SEPUCUKJAMBI.IDIPB University kembali mencatat prestasi internasional setelah menempati peringkat ke-42 dunia dalam Times Higher Education (THE) Interdisciplinary Science Rankings 2026.

Capaian ini sekaligus menjadikan IPB sebagai kampus terbaik di Indonesia untuk kategori riset interdisipliner, mengungguli ITB yang berada di posisi global 73.

Prestasi tersebut bukan sekadar keberuntungan. IPB dikenal kuat dalam riset lintas disiplin, menggabungkan bidang pertanian, bioteknologi, lingkungan, ketahanan pangan, hingga ilmu sosial.

Keunggulan ini didukung fasilitas penelitian yang sangat komprehensif.

Mulai dari laboratorium modern, perpustakaan pusat, inkubator inovasi, hingga “living laboratories” seperti hutan pendidikan, perkebunan, peternakan, stasiun budi daya laut, dan berbagai lokasi konservasi yang menjadi pusat riset kolaboratif.

Dalam keterangan resminya, IPB menegaskan bahwa kampus terus mendorong pembentukan kelompok riset multidisiplin serta memberikan insentif publikasi internasional lintas bidang bagi para dosen dan peneliti.

Upaya ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan output akademik dan reputasi global kampus.

Meski demikian, peringkat tersebut berlaku khusus untuk kategori riset interdisipliner.

Artinya, kampus dengan kekuatan bidang tertentu seperti teknik atau sains terapan misalnya ITB tetap berpeluang unggul di segmen lainnya.

Keunggulan IPB terletak pada keragaman pendekatan riset dan kolaborasi antarbidang.

Pencapaian ini mengukuhkan bahwa kampus berbasis pertanian, lingkungan, dan ilmu terapan seperti IPB mampu bersaing di tingkat dunia.

Dengan strategi riset interdisipliner yang kuat serta fasilitas yang terus dikembangkan, IPB menunjukkan bahwa inovasi Indonesia bisa berdiri di garis terdepan global.(*)