Seleksi Kepala Sekolah Kota Jambi, Maulana Tegaskan Tak Ada Titipan dan Suap

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memastikan proses seleksi Kepala Sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di wilayahnya berjalan secara transparan dan sesuai aturan, tanpa praktik kecurangan maupun titipan jabatan.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa seleksi ini dilakukan untuk menghasilkan kepala sekolah yang berintegritas, profesional, dan memiliki komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan.

“Ada ratusan calon kepala sekolah yang ikut seleksi ini. Namun, kita pastikan semua prosesnya berjalan transparan dan tanpa ‘main belakang’,” ujar Maulana, Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan, dengan jumlah sekolah yang banyak di Kota Jambi, tidak semua peserta akan lolos.

Baca juga:  Wawako Diza: Kepala Sekolah yang Terpilih Harus Ditempatkan di Posisi yang Tepat

Baca juga:  Pemkot Jambi Buka Rekrutmen Calon Kepala Sekolah 2025, Abu Bakar: Model Ini Pertama Kali di Indonesia

Meski begitu, Maulana menekankan bahwa pihaknya akan memilih kandidat terbaik dari yang ada.

“Kita ingin kepala sekolah yang punya komitmen dan integritas. Tidak ada praktik memberikan uang atau imbalan untuk menjamin kelulusan,” tegasnya.

Proses wawancara seleksi kepala sekolah dimulai sejak Senin (20/10/2025) dan berlangsung selama lima hari di Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Dalam tahapan ini, Pemkot Jambi menitikberatkan pada integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam mengelola satuan pendidikan.

Salah satu aspek penting yang diuji adalah kemampuan calon kepala sekolah dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang selama ini menjadi perhatian dalam dunia pendidikan.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang turut memimpin langsung proses wawancara, menegaskan bahwa kepala sekolah tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki jiwa kepemimpinan dan kepekaan sosial.

“Kepala sekolah ke depan bukan hanya pemimpin di sekolah, tetapi juga penggerak perubahan. Pengelolaan dana BOS harus transparan, partisipatif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Diza.

Ia menambahkan, pengawasan penggunaan dana BOS perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari guru, komite sekolah, orang tua siswa, media, hingga lembaga pengawas masyarakat, agar dana publik benar-benar digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam sesi wawancara, peserta diminta memaparkan latar belakang, pengalaman kepemimpinan, visi sekolah, dan strategi peningkatan mutu SDM.

Materi seleksi juga mencakup inovasi pendidikan, manajerial sekolah, serta upaya membangun kedisiplinan tenaga pendidik.

Untuk calon kepala SMP, peserta diminta memberikan solusi konkret terkait kenakalan remaja dan maraknya geng motor di kalangan pelajar.

“Kami ingin pemimpin sekolah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi persoalan sosial dan karakter siswa,” kata Diza.

“Tantangan ke depan bukan hanya kurikulum, tetapi juga karakter dan keamanan anak-anak kita,” lanjutnya.

Dari total 284 peserta, posisi yang akan diisi meliputi 5 untuk TK Negeri, 132 untuk SD Negeri, dan 25 untuk SMP Negeri.

Jumlah ini berkurang dari 292 peserta awal karena 8 orang telah memasuki masa pensiun.

Seleksi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Jambi untuk menghadirkan kepala sekolah berintegritas, inovatif, dan siap menjalankan amanah pendidikan dengan penuh tanggung jawab.(*)




Sepatu Seragam dari Pemkot Jambi, Semangat Baru untuk Anak Sekolah Rakyat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung berlangsungnya Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program yang sudah berjalan di Kota Jambi itu, diharapkan menjadi langkah nyata dalam membentuk karakter generasi bangsa sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Komitmen itu ditunjukkan dengan penyerahan bantuan berupa sepatu sekolah kepada siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 5 yang berlokasi di Sentra Alyatama, Jalan Sultan Hasanudin, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, pada Selasa pagi (26/8/2025).

Penyerahan itu dilakukan secara simbolis kepada empat orang peserta didik, yang dirangkai dengan pelaksanaan apel pagi dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Sentra Alyatama Jambi Hendra Permana, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jambi, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati, Camat Paal Merah M. Toyib, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 5 Sudarmono, serta jajaran tenaga pendidik.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang diarahkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya dari kelompok desil satu, untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas.

“Ini adalah sesuatu yang sangat baik dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, khususnya di Kota Jambi. Dan kami, Pemerintah Kota, sangat mendukung program dari Bapak Presiden ini,” ujarnya.

Menurut Maulana, bantuan sepatu yang diberikan Pemkot Jambi melalui Dinas Sosial bukan hanya sekedar perlengkapan sekolah, tetapi juga bentuk perhatian dan dorongan motivasi agar para siswa semakin bersemangat belajar.

“Hal ini kami lakukan agar seluruhnya seragam. Nanti bajunya pun ada delapan jenis seragam, tujuannya agar mereka tetap menjaga marwah dan karakter. Sehingga di luar sekolah tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan,” jelasnya.

Maulana optimistis, keberadaan Sekolah Rakyat akan melahirkan generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi di berbagai bidang. Lebih jauh, Ia menilai program ini merupakan jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin melalui pendidikan.

“Melalui satu anak yang berhasil meningkatkan kesejahteraannya, maka keluarga di belakangnya pun akan ikut terangkat. Dengan begitu, rantai kemiskinan dapat diputus,” tegasnya.

Kepada para siswa, Maulana juga menyampaikan pesan motivasi. Ia menekankan bahwa pendidikan, ilmu pengetahuan, dan keimanan yang kuat akan menjadi kunci perubahan dan pengangkat derajat seseorang.

“Prinsip itu semua ada pada program Sekolah Rakyat ini. Bukan hanya untuk mengangkat derajat adik-adik sekalian, tapi juga keluarga kalian,” katanya.

Lebih lanjut, Ia mengingatkan agar seluruh siswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sepenuh hati.

“Di sekolah ini, semuanya harus senang dan bersemangat. Targetnya, setelah lulus dapat melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik, baik di Indonesia maupun di dunia. Dari sini juga akan lahir kader-kader bangsa dan pemimpin masa depan yang berilmu sekaligus berakhlak,” pungkas Wali Kota Jambi itu.(*)




Wujud Kepedulian, Wali Kota Jambi Bantu Sepatu Sekolah untuk Siswa Kurang Mampu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kali ini, ia secara simbolis menyerahkan bantuan sepatu sekolah gratis kepada para siswa Sekolah Rakyat di Kecamatan Jambi Selatan, Selasa (26/8/2025).

Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, khususnya mereka yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Kami memberikan bantuan sepatu sekolah agar para siswa bisa tampil rapi dan seragam, sekaligus merasa percaya diri saat mengikuti kegiatan belajar,” kata Maulana.

Penyerahan simbolis dilakukan kepada empat orang siswa Sekolah Rakyat, sebagai perwakilan dari total 100 peserta didik tingkat SMA yang telah diterima melalui proses seleksi ketat.

Para siswa ini berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan.

Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa selain bantuan sepatu, Sekolah Rakyat juga menyediakan delapan jenis seragam untuk berbagai kegiatan, baik di dalam maupun luar sekolah.

Tujuannya adalah agar siswa tetap menjaga sikap, karakter, dan moralitas di manapun mereka berada.

“Seragam ini tidak hanya soal penampilan, tapi juga cara kita menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan karakter yang baik kepada anak-anak, bahkan saat mereka berada di luar lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan, program Sekolah Rakyat merupakan prioritas nasional yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis dan berkualitas.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi masa depan untuk generasi muda agar mereka bisa memiliki keterampilan, ilmu pengetahuan, dan masa depan yang lebih baik. Pendidikan adalah kunci peningkatan kualitas SDM di Kota Jambi,” tegas Maulana.

Pemerintah Kota Jambi pun berkomitmen penuh mendukung keberlanjutan program ini, sebagai langkah strategis membangun masyarakat yang lebih sejahtera melalui jalur pendidikan.(*)




Pemkot Jambi Perluas Kerja Sama dengan PTS, Dorong Peningkatan SDM dan Riset

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.

Wujud nyata komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Jambi dan Universitas Batanghari (Unbari) Jambi, yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Acara penandatanganan berlangsung di Aston Hotel Jambi, Senin siang (11/8/2025), dan dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Pjs Rektor Universitas Batanghari, Afdalisma, S.H., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah X.

Selain penandatanganan nota kesepakatan, pada kesempatan tersebut Wali Kota Maulana juga menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Batanghari dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi.

PKS tersebut mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dokumen PKS ditandatangani oleh Dekan FKIP Unbari, Abdoel Gafar, dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi, Arzi Efendi.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pengelolaan arsip, dan literasi masyarakat di Kota Jambi.

Dalam keterangannya kepada sejumlah awak media, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan apresiasi kepada Pjs Rektor Universitas Batanghari, yang juga menjabat sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah X, atas inisiatifnya menginisiasi kerja sama berbasis sains dan teknologi yang memberikan dampak positif bagi sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

“Melalui kerja sama ini, kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk terlibat, baik dalam kajian maupun riset, demi mewujudkan pembangunan yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Maulana menegaskan, Pemkot Jambi menyambut baik inisiatif tersebut dan berkomitmen mendukung pelaksanaannya di lapangan.

“Kami siap menjadi laboratorium besar bagi perguruan tinggi, sehingga terjalin hubungan yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada kemajuan bersama,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi, dokter Maulana juga didapuk sebagai narasumber utama dengan materi paparan bertema “Potensi Kerja Sama Perguruan Tinggi Swasta dengan Pemerintah Kota Jambi dalam Mewujudkan Kota Jambi Bahagia.”

Dalam paparannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dan perguruan tinggi swasta merupakan bentuk kolaborasi strategis untuk mendukung pembangunan nasional maupun daerah.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui pemanfaatan sumber daya, keahlian, dan inovasi yang dimiliki masing-masing pihak.

“Manfaat kerja sama ini antara lain untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik, memperkuat program pembangunan daerah, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mendukung implementasi Program Merdeka Belajar, memanfaatkan sumber daya secara sinergis, menciptakan inovasi dan solusi lokal, serta meningkatkan citra institusi,” tegasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah bentuk kerja sama yang telah dijalin Pemerintah Kota Jambi dengan perguruan tinggi swasta.

Di antaranya, kerja sama dengan Politeknik Pariwisata National Hotel Institute Bandung di bidang pariwisata dan kebudayaan untuk peningkatan sektor kepariwisataan dan pelestarian budaya Kota Jambi; kerja sama dengan Universitas Dinamika Bangsa di bidang penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elektronik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia; serta kerja sama dengan Universitas Batanghari di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana juga menjelaskan sejumlah program unggulan Pemkot Jambi, seperti Kartu Bahagia dan Kampung Bahagia.

Kedua program ini berbasis komunitas dalam membangun daerah dengan melibatkan masyarakat secara langsung, sejalan dengan semangat kerja sama yang tengah dilakukan saat ini, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Turut hadir dalam kegiatan ini para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jambi, serta mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi peserta kegiatan fasilitasi peningkatan kerja sama program studi pada perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah X.(*)




Maria Magdalena Tegaskan Sekolah di Kota Jambi Tidak Boleh Tahan Ijazah Siswa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPRD Kota Jambi, Maria Magdalena, menegaskan pentingnya hak siswa untuk menerima ijazah tanpa hambatan, termasuk karena alasan tunggakan biaya.

Ia meminta seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk tidak menahan ijazah para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, ijazah merupakan dokumen penting yang sangat dibutuhkan siswa untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

Menahan ijazah hanya karena permasalahan administrasi dinilai tidak adil dan merugikan masa depan anak-anak.

“Apapun alasannya, ijazah adalah hak siswa. Jangan sampai karena faktor biaya, masa depan mereka terhambat. Kami minta sekolah segera meninjau ulang kebijakan ini,” ujar Maria.

Ia menilai, pihak sekolah seharusnya bisa mencari solusi yang lebih manusiawi dalam menangani tunggakan atau persoalan administrasi lainnya, tanpa harus menahan dokumen penting siswa.

Maria juga mengimbau agar Pemerintah Kota Jambi, melalui Dinas Pendidikan, mengawasi secara ketat praktik penahanan ijazah dan memberikan arahan tegas kepada seluruh satuan pendidikan.

“Negara hadir untuk menjamin hak pendidikan bagi setiap anak. Jangan sampai kebijakan di tingkat bawah justru bertolak belakang dengan semangat itu,” tambahnya.

Di sisi lain, Maria juga tetap menyoroti perlunya pemerataan SDM guru dan sarana prasarana sekolah di Kota Jambi.

Namun ia menekankan bahwa persoalan ijazah ini harus menjadi perhatian utama dalam waktu dekat.(*)




Maria Magdalena Minta Pemerataan Guru dan Sarpras Sekolah di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPRD Kota Jambi, Maria Magdalena, menyoroti pentingnya pemerataan sumber daya manusia (SDM) di seluruh sekolah yang ada di Kota Jambi, khususnya jenjang SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Jambi.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kualitas pendidikan tidak akan maksimal jika guru-guru profesional hanya menumpuk di sekolah-sekolah yang berlokasi di pusat kota atau sekolah yang sudah dianggap favorit.

“Kita perlu pastikan pemerataan guru profesional di semua sekolah, termasuk di pinggiran kota, agar seluruh anak didik memiliki kesempatan belajar yang sama baiknya,” ujar Maria.

Selain SDM, Maria juga menegaskan bahwa sarana dan prasarana (sarpras) sekolah harus tersebar secara adil dan layak.

Ia berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi fisik dan fasilitas pendidikan di semua sekolah, tanpa terkecuali.

Tak hanya itu, Maria juga mengingatkan pihak sekolah—baik negeri maupun swasta—untuk tidak menahan ijazah siswa hanya karena alasan administrasi atau pembiayaan.

Ia menyebut, hal ini sangat merugikan masa depan anak-anak yang seharusnya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi atau mencari pekerjaan.

“Pendidikan adalah hak semua anak. Menahan ijazah karena biaya sangat tidak bijak. Kami minta ini jadi perhatian serius semua pihak,” tegasnya.

Maria berharap ke depan Dinas Pendidikan Kota Jambi bisa melakukan pemetaan dan distribusi SDM, serta inventarisasi kebutuhan sarana prasarana, demi menciptakan sistem pendidikan yang lebih merata dan berkeadilan di Kota Jambi.(*)




Wali Kota Jambi Deklarasikan Tolak Judi Online Saat Peringatan Hardiknas 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Pemerintah Kota Jambi menggelar jalan santai edukatif yang melibatkan ribuan siswa dan guru dari berbagai sekolah.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu pagi, 3 Mei 2025, dengan titik start di lapangan Kantor Wali Kota Jambi.

Acara yang diinisiasi oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Jambi, juga diisi dengan deklarasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan penolakan terhadap judi online (judol).

Dalam sambutannya, Maulana menekankan pentingnya menanamkan tujuh kebiasaan positif sejak dini, yaitu: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.

“Kebiasaan ini harus menjadi budaya dalam keluarga dan sekolah. Jika diterapkan secara konsisten, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi hebat,” ujar Maulana.

Maulana juga mengangkat isu serius terkait maraknya judi online yang bahkan melibatkan pegawai pemerintahan.

Ia menyebutkan bahwa banyak pegawai yang terjerat pinjaman online karena terlibat judol, bahkan ada yang sampai diberhentikan dari pekerjaannya.

“Provinsi Jambi tercatat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat partisipasi judi online tinggi, padahal kita dikenal sebagai masyarakat religius dan berbudaya,” katanya.

Maulana menginstruksikan kepada para kepala sekolah untuk memeriksa penggunaan ponsel guru dan memberikan pembinaan jika ditemukan indikasi keterlibatan dalam judol.

“Tidak ada yang menjadi kaya karena judi online. Yang ada justru kehancuran keluarga dan masa depan,” tegasnya.

Pada Jumat (2/5/2025), Maulana juga meresmikan Program Sekolah Digital Bahagia dan menyalurkan 2.000 beasiswa pendidikan bagi siswa SD dan SMP se-Kota Jambi.

Program digitalisasi sekolah ini bertujuan untuk mendorong adaptasi teknologi dalam proses belajar-mengajar.

Melalui portal digital yang disediakan, guru, kepala sekolah, siswa, orang tua, dan Dinas Pendidikan dapat memantau proses pembelajaran secara real-time.

“Semua aktivitas siswa, nilai, hingga progres belajar bisa dipantau. Ini bagian dari komitmen kami dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan merata,” ungkap Maulana.

Ia juga mendorong guru agar lebih kreatif dan inovatif dengan menggunakan media pembelajaran interaktif seperti aplikasi, video, dan platform digital lainnya.(*)