Dedikasi untuk Pramuka, Wawako Jambi Diza Hazra Dianugerahi Lencana Darma Bakti

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dedikasi Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, dalam mendukung pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka mendapat apresiasi dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Diza menerima Lencana Darma Bakti Pramuka dalam rangkaian Jambore Nasional Pramuka ke-XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Kamis 13 Agustus 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso.

Diza menerima penghargaan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Waka Mabicab Gerakan Pramuka Kota Jambi.

Bagi Diza, penghargaan itu bukan sekadar pengakuan atas kiprahnya secara pribadi.

Ia justru melihat Lencana Darma Bakti sebagai dorongan untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap pembinaan generasi muda melalui kepramukaan.

“Alhamdulillah, pada acara kali ini Kwartir Nasional berkesempatan memberikan penghargaan kepada beberapa kepala daerah. Alhamdulillah, hari ini saya sendiri diberikan Lencana Darma Bakti,” ujar Diza.

Diza: Penghargaan Jadi Pengingat untuk Terus Bergerak

Diza mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat agar Pemerintah Kota Jambi tidak berhenti memberikan dukungan terhadap aktivitas kepramukaan.

Menurutnya, pembinaan Pramuka memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan kegiatan organisasi, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter anak dan remaja.

“Penghargaan ini juga menjadi pengingat dan motivasi bagi kami untuk selalu bisa membimbing adik-adik dan juga teman-teman Pramuka di Kota Jambi,” katanya.

Ia menilai nilai-nilai yang ditanamkan melalui Gerakan Pramuka, seperti disiplin, kemandirian, kepedulian sosial, cinta tanah air, kepemimpinan, dan gotong royong, tetap relevan di tengah perubahan pola kehidupan generasi muda.

Karena itu, Pemkot Jambi ingin kegiatan kepramukaan terus beradaptasi dengan kebutuhan anak muda tanpa kehilangan nilai dasar yang menjadi fondasinya.

Pramuka Tak Cukup Hanya Jadi Ekstrakurikuler

Pemkot Jambi mendorong agar Gerakan Pramuka di sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan ekstrakurikuler semata.

Kegiatan kepramukaan diharapkan menjadi salah satu instrumen pembinaan karakter peserta didik yang mampu melatih tanggung jawab, kemandirian, kemampuan bekerja dalam tim, hingga jiwa kepemimpinan.

Dukungan pemerintah ke depan diarahkan pada penguatan pembinaan gugus depan, peningkatan kapasitas pembina dan peserta didik, serta pengembangan kegiatan yang lebih kreatif, edukatif, dan relevan dengan tantangan generasi muda.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar Pramuka tetap memiliki daya tarik bagi generasi saat ini sekaligus mampu memberikan manfaat di luar lingkungan sekolah.

Pemkot Jambi Ingin Manfaat Pramuka Dirasakan Masyarakat

Diza juga menekankan pentingnya memperluas dampak kegiatan kepramukaan. Menurutnya, keberadaan Gerakan Pramuka idealnya tidak hanya dirasakan oleh anggota, tetapi juga memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ini juga menjadi semangat kami untuk sama-sama memberikan program-program yang relevan, sehingga Pramuka bisa dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh para anggota Pramuka, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Kota Jambi,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot Jambi akan memperkuat sinergi dengan sekolah, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, orang tua, pembina, dan masyarakat.

Pemerintah juga membuka ruang apresiasi bagi peserta didik yang aktif dalam kegiatan kepramukaan maupun yang berhasil menorehkan prestasi.

Pemberian Lencana Darma Bakti kepada Diza diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen tersebut.

Bukan hanya mempertahankan eksistensi Pramuka di sekolah, tetapi mendorong organisasi kepanduan itu menjadi ruang pembentukan generasi muda Jambi yang berkarakter, mandiri, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.

Dengan demikian, penghargaan yang diterima Diza bukan hanya berhenti sebagai seremoni di Jambore Nasional Pramuka XII.

Pemkot Jambi ingin menjadikannya sebagai pemantik untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan yang lebih adaptif dan berdampak.(*)




Kemas Faried Dianugerahi Bintang Semangat Rimba Emas, Pengakuan Internasional untuk Pramuka Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Ketua DPRD Kota Jambi yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menerima penghargaan kehormatan Bintang Semangat Rimba Emas dari Persekutuan Pengakap Malaysia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Yang di-Pertua Negeri Melaka, Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, dalam seremoni resmi yang berlangsung di Ballroom Hotel Mudzaffar, Melaka, Malaysia, Sabtu 1 Agustus 2026.

Bintang Semangat Rimba Emas merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan Persekutuan Pengakap Malaysia kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi dan komitmen dalam mendukung perkembangan gerakan kepanduan serta pembinaan karakter generasi muda.

Pada penganugerahan tahun ini, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, India, Hong Kong, dan Thailand.

Kehadiran para penerima dari berbagai negara menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kerja sama dan persahabatan di lingkungan kepanduan internasional.

Usai menerima penghargaan, Kemas Faried menyampaikan apresiasi atas penghormatan yang diberikan kepadanya.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan yang tidak hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, tetapi juga kepada Gerakan Pramuka dan masyarakat Kota Jambi.

“Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi saya persembahkan untuk masyarakat Kota Jambi, Gerakan Pramuka Indonesia, serta seluruh pihak yang selama ini bersama-sama membangun karakter dan kepemimpinan generasi muda, khususnya melalui Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat semakin mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam bidang kepanduan dan pembinaan generasi muda.

Dorong Penguatan Pendidikan Karakter

Sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Jambi, Kemas Faried menegaskan komitmennya untuk terus mendorong berbagai program pembinaan yang berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Ia menilai penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan di masa depan.

Penghargaan yang diterimanya di tingkat internasional diharapkan dapat menjadi motivasi untuk memperluas kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia, terutama dalam pengembangan program kepanduan, pendidikan karakter, dan peningkatan kapasitas kepemimpinan generasi muda.

Selain menjadi apresiasi terhadap kontribusi pribadi, penghargaan tersebut juga dinilai mencerminkan pengakuan terhadap peran tokoh daerah Indonesia dalam memperkuat gerakan kepanduan di tingkat regional dan internasional.(*)




Praja Goes to School, Satpol PP Kota Jambi Edukasi Pelajar Cegah Kenakalan Remaja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi terus memperluas edukasi kepada pelajar melalui program Praja Goes to School.

Kali ini, kegiatan pembinaan karakter digelar di SMP Negeri 24 Kota Jambi dengan fokus meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya kenakalan remaja.

Dalam kegiatan tersebut, tim Satpol PP memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perilaku menyimpang yang kerap terjadi di kalangan remaja, mulai dari merokok, tawuran, bolos sekolah, hingga tindakan lain yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan pelajar.

Kepala Satpol PP Kota Jambi, Iper Riyansuni, mengatakan program tersebut merupakan langkah preventif untuk membangun karakter generasi muda sekaligus menekan potensi pelanggaran yang melibatkan pelajar.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar bahwa kenakalan remaja seperti merokok, tawuran, bolos sekolah, hingga perilaku negatif lainnya dapat berdampak buruk bagi masa depan mereka. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi salah satu upaya pencegahan yang terus kami lakukan,” ujarnya.

Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab

Selain menyampaikan materi mengenai bahaya kenakalan remaja, Satpol PP juga mengajak siswa memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Iper, pembentukan karakter tidak kalah penting dibandingkan pencapaian akademik karena menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berintegritas.

Ia menegaskan Satpol PP tidak hanya menjalankan fungsi penegakan peraturan daerah, tetapi juga memiliki peran pembinaan kepada masyarakat, termasuk pelajar.

“Melalui Praja Goes to School kami ingin menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta membangun karakter generasi muda agar menjadi pelajar yang berprestasi dan menjauhi segala bentuk perilaku yang melanggar hukum maupun norma sosial,” katanya.

Pelajar Diajak Berdiskusi Soal Tantangan Pergaulan

Dalam sesi sosialisasi, para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdialog mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Pendekatan interaktif tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap risiko kenakalan remaja sekaligus mendorong mereka mengambil keputusan yang lebih bijak.

Iper berharap program Praja Goes to School dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kota Jambi melalui kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan orang tua.

Menurutnya, pembentukan karakter anak membutuhkan peran bersama dari berbagai pihak agar lahir generasi yang disiplin, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Pembentukan karakter anak tidak bisa hanya dilakukan di sekolah. Dibutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, berintegritas, dan mampu menjadi kebanggaan Kota Jambi,” pungkasnya.

Program Praja Goes to School menjadi salah satu upaya preventif Satpol PP Kota Jambi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus membangun kesadaran pelajar untuk menjauhi perilaku menyimpang sejak usia dini.(*)




Hadiri Sosialisasi BPIP, Wali Kota Jambi Tekankan Pancasila sebagai Fondasi Pembangunan Karakter

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menilai perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter bangsa.

Menurutnya, kemajuan digital tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dibarengi dengan pemahaman nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Hal itu disampaikan Maulana saat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Komunikasi Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Guru se-Provinsi Jambi yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia di Swiss-Belhotel Jambi, Sabtu 4 Juli 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Pancasila Sebagai Ideologi Negara Menuju Indonesia Raya” itu dibuka langsung oleh Kepala BPIP RI, Yudian Wahyudi.

Acara turut diisi dengan penyerahan buku Pendidikan Pancasila kepada para peserta sebagai bahan pembelajaran di lingkungan pendidikan.

Dalam sambutannya, Maulana mengatakan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks akibat pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.

Menurutnya, Pancasila harus tetap menjadi pedoman agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menyaring berbagai pengaruh dari luar tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju secara teknologi, tetapi juga bangsa yang memiliki karakter yang kuat. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.

Maulana juga mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan pembangunan di Kota Jambi. Ia menyebut semangat gotong royong yang terkandung dalam Pancasila menjadi salah satu landasan pelaksanaan Program Kampung Bahagia yang saat ini dijalankan Pemerintah Kota Jambi.

Menurutnya, konsep kota yang bahagia tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, saling menghargai, toleran, serta memiliki semangat kebersamaan.

“Kota yang bahagia adalah kota yang masyarakatnya hidup dalam persatuan, pemerintahnya melayani secara adil, serta generasi mudanya memiliki kreativitas dan integritas,” katanya.

Ia berharap para guru dan kepala sekolah dapat menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik sehingga mampu membentuk generasi yang berkarakter di tengah derasnya perkembangan teknologi.

Sementara itu, Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi menjelaskan Indonesia memiliki empat tonggak penting yang menjadi fondasi berdirinya bangsa, yakni Sumpah Pemuda 1928, lagu Indonesia Raya, Pancasila sebagai ideologi negara, dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Menurut Yudian, empat peristiwa tersebut menjadi “mukjizat politik” yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

Ia mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila melalui dunia pendidikan, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

BPIP bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga membagikan puluhan buku Pendidikan Pancasila yang akan menjadi referensi bagi guru, kepala sekolah, dan mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, BPIP berharap para pendidik mampu menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik sehingga lahir generasi yang berintegritas, cinta tanah air, serta siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan identitas kebangsaan.(*)




Kontingen Pramuka Kota Jambi Resmi Diberangkatkan ke Jamda 2026, Ini Pesan Wali Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 51 anggota Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Jambi resmi diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Daerah (Jamda) Provinsi Jambi Tahun 2026.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, di Lobby Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Jumat 19 Juni 2026.

Kontingen tersebut akan mengikuti ajang pertemuan Pramuka terbesar tingkat provinsi yang digelar di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayuti Musa, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, pada 20 hingga 25 Juni 2026.

Sebanyak 51 peserta yang diberangkatkan terdiri dari 20 Pramuka Penggalang putra, 23 Penggalang putri, serta para pembina, pendamping, dan tim kesehatan yang akan mendampingi selama kegiatan berlangsung.

Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen dari Wali Kota Jambi selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) kepada pimpinan kontingen, Sugiyono, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Dalam arahannya, Maulana menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kedisiplinan selama mengikuti rangkaian kegiatan jambore.

Menurutnya, kegiatan perkemahan menjadi sarana penting untuk melatih kemandirian, kebersamaan, serta membangun karakter generasi muda.

“Jaga kesehatan, istirahat yang cukup, makan teratur, dan ikuti seluruh kegiatan dengan penuh semangat. Jambore adalah wadah belajar sekaligus pengalaman berharga yang tidak semua orang bisa rasakan,” kata Maulana.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mampu menjaga nama baik Kota Jambi selama berada di arena jambore.

Kekompakan, sikap saling menghargai, dan kepatuhan terhadap arahan pembina menjadi modal penting untuk menunjukkan karakter Pramuka yang sesungguhnya.

“Kalian membawa nama Kota Jambi. Tunjukkan sikap terbaik, saling membantu, dan jaga kekompakan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Menurut Maulana, Pemerintah Kota Jambi mendukung penuh kegiatan kepramukaan karena menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Selain membangun jiwa kepemimpinan, kegiatan Pramuka juga dinilai mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Ia memastikan seluruh kebutuhan peserta, mulai dari perlengkapan hingga dukungan kesehatan, telah dipersiapkan dengan baik sebelum keberangkatan.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan lancar, sehat, dan membawa pulang pengalaman serta prestasi yang membanggakan bagi Kota Jambi,” tambahnya.

Sementara itu, pimpinan kontingen Kota Jambi, Sugiyono, mengatakan seluruh peserta telah menjalani berbagai tahapan persiapan melalui program training center guna menghadapi kegiatan di tingkat provinsi.

Ia optimistis kontingen Kota Jambi mampu tampil maksimal selama jambore berlangsung.

Bahkan, peserta terbaik nantinya berpeluang mewakili Provinsi Jambi pada Jambore Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi juga menyerahkan secara simbolis perlengkapan dan bantuan operasional kepada perwakilan peserta sebagai bentuk dukungan terhadap keberangkatan kontingen.

Pelepasan kontingen turut dihadiri jajaran pengurus Kwarcab Pramuka Kota Jambi, unsur Majelis Pembimbing, para pembina, serta pendamping peserta yang akan mendampingi selama pelaksanaan Jambore Daerah 2026.(*)




Wawako Sungai Penuh Ajak Pelajar Jadi Generasi Tangguh Lawan Radikalisme

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menghadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), serta perundungan di lingkungan pendidikan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Kegiatan yang digelar di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Kamis 18 Juni 2026, tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan aparat keamanan, termasuk Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Wilayah Jambi Kombes Pol. Beri Diatra, Wakil Bupati Kerinci Murison, Kapolres Kerinci, Dandim 0417/Kerinci, Kejari Sungai Penuh, hingga unsur DPRD dan Sekda Kota Sungai Penuh.

Ribuan peserta dari kalangan kepala sekolah, guru, hingga pelajar SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA dari dua wilayah tersebut turut mengikuti kegiatan yang difokuskan pada penguatan wawasan kebangsaan dan pencegahan paham negatif di lingkungan pendidikan.

Penguatan Edukasi untuk Cegah Paham Negatif

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat pendidikan mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, serta perundungan yang dinilai masih menjadi tantangan serius di kalangan generasi muda.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat nilai persatuan, toleransi, serta kesadaran kebangsaan di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat.

Wawako Tekankan Pembentukan Karakter Pelajar

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah mengajak para pelajar untuk terus memperkuat semangat belajar serta membangun karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Saya berpesan agar para pelajar senantiasa menjaga semangat belajar, menghormati guru dan orang tua, serta memperkuat persahabatan. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sosial.

Media Sosial Harus Jadi Sarana Positif

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Azhar juga menyoroti pentingnya penggunaan media sosial secara bijak oleh generasi muda.

Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, pengembangan diri, dan inovasi, bukan untuk menyebarkan konten negatif atau terpengaruh paham yang merugikan.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif. Jadikan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan berinovasi agar bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan,” tambahnya.

Komitmen Pemerintah Cegah Radikalisme dan Kekerasan di Sekolah

Wawako Azhar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen mendukung berbagai program pencegahan radikalisme, ekstremisme, serta kekerasan di lingkungan pendidikan melalui pendekatan edukasi yang berkelanjutan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia pendidikan dapat memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh paham negatif.

Dorong Generasi Tangguh dan Berkarakter

Melalui kegiatan sosialisasi akbar ini, diharapkan para pelajar di Kerinci dan Sungai Penuh dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, kritis, dan berkarakter.

Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, toleransi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(*)




Hardiknas 2026 di Jambi, Diza Tekankan Pentingnya Karakter dan Kejujuran Siswa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan penuh khidmat di lapangan utama kota, Senin (4/5/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazrah Aljosha, dan diikuti oleh jajaran pejabat daerah, para guru, serta ratusan pelajar dari berbagai sekolah.

Dalam amanatnya, Diza menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter generasi muda yang jujur dan berintegritas.

Menurutnya, nilai kejujuran merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang kuat dan dapat dipercaya di masa depan.

“Kejujuran menjadi kunci penting dalam membangun generasi yang tangguh serta memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Ia juga menyoroti peran strategis guru dalam dunia pendidikan. Tidak hanya sebagai pengajar, guru dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing serta menjadi teladan bagi peserta didik.

“Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif dan membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik,” lanjutnya.

Selain itu, Diza mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan orang tua, untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.

Sinergi tersebut dianggap penting guna mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

“Keberhasilan pendidikan akan sangat menentukan masa depan bangsa. Karena itu, semua pihak harus berperan aktif dan memberikan kontribusi terbaik,” tegasnya.

Peringatan Hardiknas ini menjadi momentum penting bagi Kota Jambi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.(*)




Dari Road to School hingga Ketahanan Pangan, Kemas Faried Dorong Transformasi Pramuka Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan komitmen kuat dalam memperkuat peran Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda di Kota Jambi.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan penganugerahan Tokoh Gerakan Pramuka kepada Wali Kota Jambi, Maulana, yang berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus Pramuka serta undangan lainnya.

Kemas Faried menyebut, penghargaan yang diterima Wali Kota Jambi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh jajaran Pramuka Kota Jambi.

Menurutnya, capaian itu merupakan bukti nyata kerja bersama dalam membangun gerakan kepramukaan yang aktif dan berkelanjutan.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami semua di Pramuka Kota Jambi. Artinya apa yang selama ini kita lakukan mendapat apresiasi dan pengakuan,” ujar Kemas Faried.

Ia menegaskan bahwa Kwarcab Pramuka Kota Jambi terus memperluas peran organisasi melalui berbagai program pembinaan, tidak hanya di bidang pendidikan karakter, tetapi juga penguatan keterampilan hidup bagi generasi muda.

Sejumlah program yang telah berjalan di antaranya Pramuka Road to School, pembentukan duta anti narkoba, hingga kegiatan edukatif di berbagai sekolah di Kota Jambi.

Lebih jauh, Pramuka Kota Jambi juga mulai terlibat dalam program ketahanan pangan.

Salah satunya dengan keterlibatan ratusan anggota Pramuka yang belajar langsung di Kelompok Tani Kasturi, termasuk praktik penanaman padi gogo sebagai bagian dari edukasi lapangan.

“Kami ingin adik-adik Pramuka tidak hanya kuat secara karakter, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang bisa berguna, bahkan bernilai ekonomi,” jelas Kemas Faried.

Selain itu, Kwarcab Kota Jambi saat ini tengah mempersiapkan agenda besar, termasuk seleksi peserta untuk Jambore Dunia di Polandia serta Jambore Nasional melalui tahapan seleksi berjenjang.

Kemas Faried juga menyoroti tantangan generasi muda yang semakin kompleks, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga pergaulan bebas.

Menurutnya, Pramuka harus hadir sebagai benteng moral sekaligus ruang pembinaan yang positif.

“Pramuka harus menjadi solusi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.

Dengan sinergi bersama Pemerintah Kota Jambi, Kwarcab Pramuka Kota Jambi optimistis pembinaan generasi muda akan semakin kuat, baik dari sisi karakter, keterampilan, maupun kemandirian.(*)




SMKN 2 Kota Jambi Gelar Upacara Khidmat, Siswa Didorong Bangun Karakter

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upacara bendera di SMKN 2 Kota Jambi pada Senin (6/4/2026) berlangsung berbeda dari biasanya.

Irup dari Polda Jambi, AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto, M.H., M.Pd., menekankan bahwa penguatan karakter siswa menjadi kunci utama menghadapi tantangan masa depan.

Dalam amanatnya, AKBP Dadang menekankan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup. Para siswa harus dibekali integritas, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal untuk sukses di dunia kerja dan kehidupan.

“Di dunia kerja, nilai akademik hanya satu bagian. Kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab menjadi penentu keberhasilan,” ujarnya di hadapan seluruh peserta upacara.

Penguatan karakter ini selaras dengan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila, di mana siswa didorong memiliki enam karakter utama: beriman dan bertakwa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

AKBP Dadang juga mengingatkan agar siswa menjauhi kebiasaan buruk, seperti menyontek atau melanggar disiplin waktu, karena hal kecil bisa membentuk perilaku tidak jujur di masa depan.

“Karakter yang baik terbentuk dari kebiasaan sehari-hari. Jangan biasakan hal-hal yang merusak integritas,” tegasnya.

Sebagai persiapan menghadapi dunia industri, siswa SMK dituntut memiliki etos kerja tinggi, disiplin waktu, serta kemampuan bekerja sama. Hal ini dianggap penting agar siap bersaing di era global yang kompetitif.

Kepala SMKN 2 Kota Jambi, Dr. Woro Handayani, S.Pd., M.Pd, menyambut positif motivasi yang diberikan oleh Irup dari Polda Jambi.

Pihak sekolah menegaskan bahwa penguatan karakter menjadi fokus pendidikan di sekolah, selain prestasi akademik.

“Pesan Irup hari ini sangat relevan. Kami terus mendorong siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang baik,” ujar Dr. Woro.

Di akhir amanat, AKBP Dadang mengajak siswa untuk mulai membangun karakter dari diri sendiri sebagai fondasi masa depan.

“Masa depan kalian tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh karakter yang kalian bentuk setiap hari,” pungkasnya.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh siswa, guru, serta jajaran sekolah, dengan harapan pesan penguatan karakter dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.(*)




Manasik Zakat PAUD di Kota Jambi, Cara Unik Tanamkan Empati Sejak Usia Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya membentuk generasi berkarakter terus digencarkan di Kota Jambi. Salah satu langkah inovatif dilakukan melalui kegiatan manasik zakat bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial sejak masa golden age anak.

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi awal agar anak-anak memahami makna berbagi dan pentingnya zakat dalam kehidupan bermasyarakat. Sejak dini, mereka dikenalkan bahwa dalam setiap rezeki yang dimiliki, terdapat hak orang lain yang membutuhkan.

Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan penguatan akademik.

Menurutnya, manasik zakat bukan sekadar pengenalan ibadah, melainkan proses membangun empati dan tanggung jawab sosial.

“Zakat memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa berbagi adalah bagian dari akhlak mulia,” ujarnya.

Ia menambahkan, usia dini merupakan fase emas pembentukan karakter. Nilai empati yang ditanamkan sejak kecil diyakini akan membentuk kesalehan sosial di masa depan.

Tak hanya itu, peran orang tua dan guru juga dinilai sangat krusial. Keteladanan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci agar nilai berbagi tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar dipraktikkan.

Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang terus dikembangkan di seluruh wilayah Kota Jambi.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan dapat diadopsi sebagai bagian dari penguatan kurikulum pendidikan karakter secara lebih luas.

Dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, manasik zakat di tingkat PAUD ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara sosial dan spiritual.(*)