Miris, 12 Siswa SDN 160 Bungo Terpaksa Belajar di Lantai karena Fasilitas Minim

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kondisi memprihatinkan dialami 12 siswa kelas IV SD Negeri (SDN) 160 Baru Balai Panjang, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi.

Para siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai akibat minimnya fasilitas meubelair di sekolah tersebut.

Para siswa hanya mengandalkan meja duduk seadanya, bahkan satu-satunya meja duduk yang tersedia kini sudah rusak.

Meski fasilitas belajar sangat terbatas, semangat belajar para siswa tetap tinggi.

Tidak hanya masalah meubelair, kondisi gedung sekolah yang dipimpin Plt. Kepala Sekolah Rosa Eriyoni, S.Pd, juga dalam keadaan mengkhawatirkan.

Bagian teras, atap, dan dek bangunan mengalami kerusakan parah dan dinilai berpotensi roboh.

Rosa Eriyoni yang didampingi Pengawas Sekolah Korwil V Jujuhan–Jujuhan Ilir, Muhammad Syarif, S.Pd, membenarkan kondisi tersebut.

“Benar, sebanyak 12 siswa kami harus belajar di lantai karena keterbatasan meja dan kursi. Kondisi gedung juga sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Menurut Rosa, pihak sekolah sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi gedung kepada pemerintah, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Sudah berkali-kali kami usulkan, tetapi belum ada bantuan. Harapan kami Pemkab maupun Pemprov dapat membantu agar gedung SDN 160 bisa diperbaiki,” tambahnya.

Pengawas sekolah, Muhammad Syarif, turut menegaskan bahwa SDN 160 adalah satu-satunya sekolah di wilayah Jujuhan dan Jujuhan Ilir yang belum pernah menerima bantuan renovasi.

“Benar, kondisi siswa belajar di lantai dan gedung sekolah sangat memprihatinkan. Di kecamatan Jujuhan dan Jujuhan Ilir hanya SDN 160 yang belum pernah mendapat bantuan. Semoga tahun 2026 ada perhatian,” ucapnya.

Kondisi ini menjadi sorotan mengenai pemerataan fasilitas pendidikan di Kabupaten Bungo.

Masyarakat berharap pemerintah segera menindaklanjuti permohonan tersebut demi kenyamanan dan keselamatan para siswa dalam belajar.(*)




35 Ribu Alumni UNH Siap Berkontribusi untuk Jambi, IKA UNH Dikukuhkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Nurdin Hamzah (UNH) periode 2025–2029 resmi dilantik dalam acara yang digelar di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi, Kamis (27/11/2025) siang.

Pelantikan berlangsung meriah dengan dihadiri civitas akademika UNH, perwakilan Pemprov Jambi, dan Pemkot Jambi.

Ketua panitia, Septrian, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Sementara itu, Ketua IKA UNH, Fiet Haryadi M.Kom, mengungkapkan bahwa jumlah alumni UNH dari angkatan 1992 hingga 2023 telah mencapai sekitar 35.000 orang.

Mereka tersebar di berbagai bidang mulai dari pemerintahan, dunia usaha, akademisi, media, birokrasi, hingga sektor sosial kemasyarakatan.

Menurut Fiet, pengukuhan organisasi alumni menjadi momentum penting untuk memperkuat peran lulusan UNH dalam berkontribusi bagi masyarakat.

“Kehadiran organisasi alumni bukan hanya wadah silaturahmi, tapi ruang kolaborasi untuk melahirkan manfaat nyata. Kita ingin menunjukkan bahwa alumni UNH mampu menjadi motor perubahan, teladan pelayanan publik, serta mitra strategis pemerintah daerah dan pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia berharap IKA UNH dapat memperkuat jejaring komunikasi antar alumni dan menjadi mitra strategis kampus dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Rektor Universitas Nurdin Hamzah, Dr Samsuddin, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan alumni dan berharap kontribusi mereka dapat memperkuat kemajuan kampus.

“Silakan membuat program, dan kami siap mendukung,” katanya.

Asisten I Setda Provinsi Jambi, Arief Munandar, yang mewakili Gubernur Jambi, turut menyampaikan selamat atas pelantikan pengurus IKA UNH.

Ia berharap organisasi ini mampu menjadi mitra pemerintah provinsi dalam meningkatkan kolaborasi antara kampus dan dunia kerja.

Gubernur melalui Arief menekankan pentingnya kontribusi alumni dalam pengembangan kurikulum berbasis industri, pembinaan karir, dan literasi digital agar lulusan mampu bersaing di era transformasi teknologi.

Ia juga mendorong IKA UNH untuk memperkuat riset yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah.

“Alumni bisa memberikan insight dan kajian yang lebih presisi, karena banyak tantangan pembangunan membutuhkan analisis data,” ujarnya.

Arief berharap IKA UNH dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Provinsi Jambi ke depan.(*)




Wali Kota Jambi Ajak Guru Berkarya dan Berinovasi di Peringatan HUT PGRI ke-80

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 Tahun 2025, bertempat di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Selasa (25/11/2025). Upacara berlangsung khidmat dan meriah, dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M.

Acara ini diisi berbagai kegiatan, termasuk pemberian piagam penghargaan dan hadiah kepada peserta didik serta tenaga pendidik, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mempersatukan SMP Negeri dan Swasta di Kota Jambi.

Upacara turut diikuti Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Sekretaris Daerah Dra. H. A. Ridwan, M.Si, jajaran Pemkot, dan tenaga pendidik.

Mengangkat tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, Wali Kota Maulana membacakan amanat Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, yang menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan peran guru dalam mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan bangsa.

“Guru hebat adalah guru yang mengajar dengan hati, menanamkan nilai-nilai Pancasila, adaptif terhadap teknologi, serta mampu merangkul kearifan lokal. Guru yang tergerak, terus berinovasi, dan menciptakan ruang belajar inspiratif,” bunyi amanat tersebut yang dibacakan Maulana.

Menyinggung isu ketimpangan distribusi, status guru, hingga keterlambatan tunjangan, Mendikdasmen RI menegaskan bahwa Pemerintah Pusat sedang memfinalisasi sentralisasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan.

Kebijakan ini bertujuan melindungi profesi guru, sehingga mereka dapat fokus mendidik tanpa terbebani urusan administrasi.

Wali Kota Maulana menambahkan, kualitas guru menjadi penentu kemajuan daerah dan bangsa.

“Momentum Hari Guru ini juga untuk refleksi menjaga integritas, menjadikan kepala sekolah sebagai penggerak kemajuan sekolah, bukan kekuasaan,” ujarnya.

Terkait proses seleksi kepala sekolah yang sedang berlangsung, Maulana menegaskan prosedur dijalankan secara terbuka dan sesuai peraturan.

“Jika ada yang menciderai proses, saya tidak akan lantik,” tegasnya.

Pemkot Jambi mendukung program prioritas Kemendikdasmen, termasuk wajib belajar 13 tahun dan pembelajaran digital.

Saat ini, TK Negeri sudah tersedia di lima kecamatan*?, dapat diakses gratis oleh masyarakat, selaras dengan program unggulan Kota Jambi “Kartu Bahagia” di bidang pendidikan.

Wali Kota Maulana menutup amanatnya dengan mengajak guru untuk mengabdi dengan hati, bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna, demi mewujudkan Indonesia Kuat yang sesungguhnya.(*)




Rakor Kemendikdasmen 2026: Wawako Jambi Tekankan Pentingnya Literasi Digital Pelajar

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di ICE BSD City, Tangerang.

Rakor bertema “Sinergi Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini diikuti para kepala daerah dari seluruh Indonesia serta jajaran Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota.

Dalam agenda tersebut, Pemerintah Pusat memaparkan arah kebijakan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran untuk Tahun Anggaran 2026.

Wawako Diza menegaskan komitmen Kota Jambi untuk mendukung penuh kebijakan nasional, terutama yang berkaitan dengan pembangunan karakter dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda.

“Banyak materi penting dipaparkan, termasuk terkait sistem Dapodik. Pemerintah Kota Jambi berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah terus berjalan baik untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing,” ujar Diza.

Ia menjelaskan, revitalisasi satuan pendidikan juga memiliki dampak ekonomi melalui peran Tim P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) yang terlibat dalam percepatan program strategis di daerah.

Terkait digitalisasi pendidikan, Diza menilai dunia pendidikan harus mampu mengarahkan generasi muda agar memiliki kemampuan literasi digital dan mampu memfilter informasi di era modern.

“Digitalisasi membuat pendidikan kita semakin maju. Namun, di tengah banyaknya distorsi informasi, peserta didik harus dibekali kemampuan memilih dan memilah informasi secara bijak,” tegasnya.

Menurutnya, program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan merupakan langkah strategis meningkatkan kualitas SDM, agar generasi muda tak hanya mampu menggunakan teknologi.

Tetapi juga berinovasi serta memiliki kemampuan berpikir kritis sesuai tuntutan era digital.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya dukungan penuh dari kepala daerah dalam menyukseskan program tersebut.

“Sinergi pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat pemerataan digitalisasi pendidikan sebagai langkah konkret menuju sistem pendidikan nasional yang lebih maju dan merata,” ujarnya.

Rakor Kemendikdasmen 2026 ini menjadi momentum penting dalam transformasi pendidikan nasional, khususnya dalam memperluas akses pendidikan bermutu di seluruh Indonesia.

Program revitalisasi dan digitalisasi ini juga sejalan dengan prioritas Pemerintah Kota Jambi melalui program Kota Jambi Bahagia, termasuk implementasi Kartu Bahagia untuk sektor pendidikan.

Saat ini, Pemkot Jambi telah menerapkan sistem pembelajaran digital dan memberikan beasiswa bagi ribuan pelajar kurang mampu sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.(*)




Biskuit Daun Kelor dan Umbi Gadung, Antar Aurellia ke Final Nasional AHMBS 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Nama Aurellia Yasmin Nizara, siswi MAN 2 Kota Jambi, kini tengah bersinar setelah berhasil melaju ke tingkat nasional dalam ajang Astra Honda Motor (AHM) Best Student 2025.

Didampingi rekannya, Nyimas Syakirah Nadine, Aurellia mengusung inovasi luar biasa berbasis pangan lokal: biskuit sehat dari tepung daun kelor dan umbi gadung.

Keduanya berhasil menyingkirkan ratusan peserta di tingkat regional dan kini menjadi satu-satunya wakil dari Provinsi Jambi yang akan bersaing di antara 26 finalis terbaik se-Indonesia dalam grand final di Jakarta.

“Saya ingin membuktikan bahwa dari ide sederhana, bisa lahir solusi besar untuk bangsa. Inovasi ini bukan hanya soal biskuit, tapi tentang kepedulian terhadap gizi dan potensi pangan lokal,” ungkap Aurellia.

Baca juga:  Gara-gara Cemburu! Yasmin Langsung Habisi Tuhono di Pasar Angso Duo Jambi

Baca juga:  Warna Baru Honda Stylo 160 Meluncur, Intip Harga dan Fitur Lengkapnya

Karya yang mereka usung berjudul: “Diversifikasi Produk Pangan Lokal: Peluang Bisnis Biskuit Sehat Berbasis Tepung Daun Kelor dan Tepung Umbi Gadung Guna Mengatasi Underweight.”

Inovasi ini tak hanya menawarkan potensi usaha, tetapi juga memberikan solusi terhadap masalah gizi yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

Lewat produk ini, Aurellia dan Nyimas berharap bisa menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Ajang AHM Best Student (AHMBS) telah memasuki tahun ke-23 dan menjadi wadah prestisius untuk mencetak siswa-siswi unggulan, kreatif, serta berjiwa pemimpin.

Baca juga:  Kembali Cetak Sejarah, Pebalap Binaan Astra Honda Juara di ETC Prancis

AHMBS juga selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) dan nilai kepedulian sosial.

Lydia Syahada, CSR Officer PT Sinar Sentosa Primatama, sebagai perwakilan Honda Jambi yang mendampingi Aurellia, menyatakan kebanggaannya.

“Kami percaya Aurel mampu bersaing secara nasional. Persiapannya matang, dan semangatnya luar biasa,” ujarnya.

Warga Jambi diajak memberikan dukungan moral bagi Aurellia melalui barcode khusus yang disediakan oleh panitia. Dukungan ini penting untuk menyemangati perjuangan Aurellia di ajang nasional.

Dengan semangat “Satu Hati”, keluarga besar Honda Jambi berharap Aurellia bisa membawa pulang prestasi membanggakan untuk daerah.

“Kami berharap langkah Aurellia menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Jambi dan Indonesia,” tutup Lydia.(*)




Walikota Maulana: Prestasi Harus Dihargai, 1.006 Siswa dan 15 Guru Diberi Apresiasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebagai bentuk apresiasi terhadap para Siswa, Guru dan Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP berprestasi di tingkat Provinsi, Nasional hingga Internasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Dinas Pendidikan memberikan hadiah sebagai penghargaan, pada Kamis (16/10/2025) siang.

Penyerahan hadiah dilakukan di lapangan tenis Dinas Pendidikan Kota Jambi, yang secara simbolis diserahkan oleh Wali Kota Dr.dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, serta sejumlah pejabat terkait dilingkungan Pemkot Jambi.

Hadiah diserahkan atas penilaian periode bulan Juli 2024 sampai dengan 30 Juni 2025 atau satu periode semester 2 2024 dan semester 1 2025, kepada sebanyak 1.021 orang dalam bentuk piagam dan biaya pendidikan.

Terdiri dari 1.006 siswa dan 15 orang guru dan kepala sekolah yang berprestasi pada cabang sains, olahraga, hingga seni.

Baca juga:  Temukan Geng Motor? Segera Hubungi 112, Tim Gabungan Siaga di Kota Jambi

Baca juga:  Wali Kota Jambi Pimpin Apel Satgas, Tegas Cegah Aksi Geng Motor

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi agar para siswa, guru dan kepala sekolah lebih termotivasi untuk lebih baik dan berprestasi lagi kedepan.

“Ini adalah apresiasi dari kami melalui Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk mewujudkan generasi yang kokoh iman, berbudi luhur dan berakhlak mulia. Sehingga memberikan motivasi agar berprestasi lagi kedepan, baik di tingkat provinsi, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Dirinya menekankan, prestasi dan kesuksesan dimulai dari motivasi, sehingga sudah menjadi tugas bersama, terutama pemerintah dalam memberikan ruang kepada anak-anak dibidang apapun untuk berkreasi.

“Hari ini Pemerintah Kota Jambi memberikan apresiasi secara khusus kepada anak-anak. Dan ini adalah tugas kami pemerintah untuk terus memberi wadah bagi mereka agar terus meraih prestasi, sehingga membentuk kepercayaan diri, serta akan mendorong motivasi yang lebih baik lagi,” tekannya.

“Biarkan mereka tumbuh berkembang, kita harus dorong apapun itu bidangnya asalkan positif. Saya yakin ketika ada prestasi dan kita apresiasi akan memunculkan kepercayaan diri kemudian berprestasi yang lebih besar”, tambahnya.

Dengan prestasi dan apresiasi yang telah didapat, Wali Kota Maulana berharap, baik itu siswa maupun guru agar terus berjuang untuk meraih prestasi yang lebih baik.

“Disisi lain, ada sekelompok anak-anak yang enegi lebihnya disalurkan kepada hal yang negatif. Lakulanlah upaya-upaya preventif kepada anak-anak yang berprestasi ini agar tidak terpengaruh oleh kelompok yang mengajak ke hal-hal negatif,”

Lebih lanjut, ia menyebutkan, bahwa setiap tahun mereka yang berprestasi akan dipanggil kembali untuk diberikan apresiasi dan Kepala Sekolah diminta untuk mewadahi kegiatan para siswa.

Dikesempatan ini, Maulana juga menyampaikan kebijakan pembatasan jam malam terhadap anak-anak usia dibawah 17 tahun ditengah kembali maraknya aksi-aksi kenakalan remaja geng motor.

“Pastikan anak-anak sudah ada dirumah sebelum jam 10 malam. Saya yakin anak-anak yang berprestasi ini sudah menjalankan 7 kebiasaan anak hebat Indonesia,” pungkasnya.

Dari jumlah 1.021 tersebut, 550 siswa berprestasi ditingkat provinsi dan 460 siswa ditingkat nasional maupun internasional.

Sementara, sisanya dari 15 guru tersebut, 7 diantaranya adalah Kepala Sekolah berprestasi.(*)




Wali Kota Jambi Buka Workshop PAUD dan Dorong Digitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr Maulana, secara resmi membuka Workshop Peningkatan Mutu Layanan PAUD di Era Digital dan Menyongsong Wajib Belajar 13 Tahun yang digelar di Aula Griya Mayang, Kota Jambi, pada Senin (13/10).

Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta dari yayasan pendidikan dan sekolah mitra PAUD se-Kota Jambi.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Ketua DPC PP PAUD, serta Bunda PAUD Kota Jambi.

Dalam sambutannya, dr Maulana menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan anak usia dini, tanpa melupakan nilai karakter dan interaksi sosial.

Baca juga:  Wali Kota Maulana Tinjau Rencana Pembangunan Kolam Retensi dan Wisata Air Griya Lingga Permai

Baca juga:  Pelangsir BBM Bersubsidi Bisa Langsung Ditindak, Ini Warning Walikota Jambi!

“Digitalisasi harus menjadi sarana pembelajaran positif, tapi jangan sampai menghilangkan proses bermain, berinteraksi, dan membentuk karakter anak,” ujar Maulana.

Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, juga mendorong seluruh guru PAUD, khususnya dari lembaga swasta, untuk terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari perlindungan sosial tenaga pendidik.

Selain itu, Pemkot menargetkan peningkatan status lembaga PAUD di seluruh kecamatan menjadi PAUD Negeri. Saat ini baru lima dari sebelas kecamatan yang sudah memiliki PAUD Negeri.

“Kami terus dorong agar setiap kecamatan memiliki minimal satu PAUD Negeri untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini,” kata Maulana.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Bunda PAUD Kota Jambi atas pemberian beasiswa pendidikan kepada 20 guru PAUD yang belum bergelar sarjana, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Jaelani, dalam sambutannya menambahkan bahwa, pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama pembentukan karakter dan mental generasi muda.

Ia menekankan perlunya kerja sama, antara pemerintah, yayasan, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam menyukseskan program PAUD dan Wajib Belajar 13 Tahun.

Ketua DPC PP PAUD Kota Jambi juga menyoroti pentingnya menyatukan visi dan misi dalam penguatan pendidikan karakter sejak dini.

Menurutnya, masa usia dini adalah masa emas yang tidak dapat terulang, sehingga penanaman nilai-nilai sejak awal sangat menentukan masa depan anak.(*)




Motivasi Wali Kota Maulana untuk Siswa Sekolah Rakyat: Jangan Minder!

JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Rakyat di kawasan Setra Alyatama, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Selasa (26/8/2025).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momen penyerahan simbolis bantuan sepatu dari Pemerintah Kota Jambi kepada para siswa-siswi Sekolah Rakyat.

Dalam kegiatan itu, Wali Kota Maulana juga bertindak sebagai pembina apel pagi. Ia menyampaikan pesan-pesan motivasi kepada para siswa agar tidak merasa minder atau rendah diri dengan kondisi ekonomi mereka saat ini.

“Saya pernah berada di posisi seperti kalian. Saya juga dibesarkan di rumah bedeng bersama orang tua saya. Jadi jangan takut, jangan minder. Justru dari kondisi inilah kalian bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat,” ujar Maulana di hadapan para siswa.

Bantuan sepatu ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Jambi terhadap pendidikan dan kesejahteraan siswa dari keluarga prasejahtera.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan program nasional yang digagas oleh Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, yang kini telah berjalan di berbagai daerah termasuk di Kota Jambi.

Maulana menegaskan, program ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri dan motivasi para siswa untuk terus belajar serta meraih cita-cita.

“Semoga bantuan kecil ini bisa menumbuhkan semangat besar dalam diri adik-adik semua. Terus belajar, kejar cita-cita kalian,” tutupnya.(*)




Tiga Siswa Mundur dari Sekolah Rakyat Jambi, Ini Alasan Sebenarnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tiga siswa Sekolah Rakyat (SR) Kota Jambi kembali mengundurkan diri dari proses pendidikan di sekolah tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi, Yunita Indrawati, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Ahmad Fikri Aiman, pada Rabu (20/8/2025).

Menurut Fikri, dua siswa terakhir secara resmi mengundurkan diri pada Jumat, 15 Agustus 2025.

“Mereka bukan kabur, tapi memang memilih untuk mundur. Alasannya karena tidak boleh menonton tv dan bermain hp,” ujarnya.

Diketahui, total sudah enam siswa yang mengundurkan diri sejak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai.

Dinsos Kota Jambi menyebutkan, salah satu penyebab utama adalah ketidaksiapan anak-anak dalam menghadapi pola hidup asrama yang penuh aturan dan keterbatasan akses hiburan.

“Ada yang jenuh karena tidak boleh menonton TV dan bermain ponsel. Beberapa lainnya belum siap secara mental menghadapi aturan ketat di lingkungan asrama,” jelas Yunita.

Selain itu, ada juga siswa yang merasa kecewa karena ekspektasi mereka terhadap janji keluarga—seperti pemberian telepon genggam—tidak terpenuhi.

Hal ini turut memengaruhi motivasi mereka untuk bertahan di lingkungan sekolah.

“Yang paling utama tetap soal adaptasi. Anak-anak ini berasal dari latar belakang rentan, jadi pendekatannya harus bertahap dan penuh penguatan mental,” tambah Yunita.

Selain persoalan adaptasi siswa, kekurangan tenaga pendidik juga menjadi tantangan. Salah satu guru Bahasa Inggris mengundurkan diri karena alasan jarak.

Untuk sementara, kekosongan ini ditangani langsung oleh kepala sekolah yang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.

Saat ini, Sekolah Rakyat Kota Jambi hanya memiliki enam tenaga pengajar yang harus menangani 97 siswa dari berbagai latar belakang, dengan proses belajar mengajar dilakukan dalam dua ruang kelas yang dibagi menjadi dua kelompok besar.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, proses belajar tetap berjalan.

Pihak sekolah tetap fokus pada pendekatan psikososial agar siswa merasa aman dan nyaman, serta membangun keterikatan emosional dengan lingkungan dan pengasuh mereka.(*)




Pemkot Jambi Menang Sengketa Lahan SDN 45, Pengadilan Tinggi Tolak Banding Penggugat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi memenangkan sengketa kepemilikan lahan SD Negeri 45 yang berlokasi di Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar Jambi.

Kemenangan ini dipastikan setelah Pengadilan Tinggi Jambi menolak permohonan banding yang diajukan oleh Azman dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jambi sebelumnya.

Putusan dengan Nomor 93/Pdt/2025/PT JMB dibacakan dalam sidang terbuka pada 29 Juli 2025.

Dalam amar putusan tersebut, majelis hakim menyatakan bahwa lahan sengketa adalah sah milik Pemerintah Kota Jambi, sesuai dua Sertifikat Hak Pakai Nomor 36 Tahun 1974 dan Nomor 4 Tahun 1999.

Gugatan diajukan oleh Azman, yang mengklaim memiliki lahan seluas 1.200 meter persegi sejak tahun 1990.

Ia mengaku membeli tanah dari seseorang bernama Abdul Qudus.

Namun, klaim tersebut tidak diakui secara hukum karena hanya didukung dokumen sporadik dan surat jual beli bawah tangan yang telah dibatalkan oleh lurah setempat pada tahun 2011.

Sebaliknya, Pemkot Jambi mengajukan bukti kuat berupa sertifikat hak pakai, dokumen aset, Kartu Inventaris Barang (KIB) A, serta berita acara validasi aset yang telah diaudit hingga akhir 2023.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Jambi, Gempa Alwajon, menyatakan bahwa putusan ini menjadi bukti kemenangan hukum dan bentuk perlindungan terhadap aset publik.

“Putusan ini membuktikan bahwa hukum berpihak pada kebenaran. Lahan itu sejak lama merupakan aset Pemkot dan telah digunakan untuk fasilitas pendidikan dan pelayanan masyarakat,” tegasnya, Rabu (13/8/2025).

Gempa juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan dokumen yang tidak resmi atau tidak terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Majelis hakim yang diketuai Abdul Azis, S.H., M.H. dan dua anggota hakim lainnya memutuskan bahwa penggugat harus menanggung seluruh biaya perkara, termasuk biaya banding sebesar Rp150.000.

Dengan keputusan ini, polemik hukum yang sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan pihak sekolah akhirnya selesai.

Pemkot Jambi kini secara resmi mempertahankan haknya atas lahan yang menjadi bagian dari fasilitas publik dan pendidikan.(*)